Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.
Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.
Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 : Kesepakatan
Lin Feng masih berdiri dan bersembunyi di dekat pepohonan yang masih diselimuti kabut, tangan nya masih memegangi tombak kayu yang lainnya.
"Siapa kau?!" bentak kultivator yang terkena tombak Lin Feng. Dan ternyata itu sepertinya pemimpin kelompok mereka.
Lin Feng tidak menjawab. Ia malah menatap gadis berjubah putih itu di kejauhan. "Apakah kamu bisa bertahan sekitar lima menit lagi?"
Gadis itu menatapnya dengan mata melebar, terkejut dengan pertanyaan itu. Tapi ia dengan cepat mengerti apa maksud nya. Ia bukanlah musuh melainkan sekutu, atau setidaknya orang yang akan membantunya.
"Ya," jawabnya dengan tegas meskipun napasnya terengah-engah. "Aku bisa bertahan jika kau bisa membantuku mengalahkan salah satu diantara mereka."
"Baiklah." Lin Feng menatap ketiga kultivator Klan Langit Biru itu. "Kalian cepat pergi. Kalau tidak aku tidak akan segan segan...."
Pemimpin mereka, pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajahnya tertawa mengejek. "Hahaha, Kau pikir kau bisa mengancam kami? Kau bahkan tidak berani menunjukkan wajahmu dengan jelas!"
Iya, Lin Feng sengaja berdiri di kabut sehingga wajahnya tidak terlalu jelas terlihat. Tidak perlu memberi mereka kesempatan untuk mengingat penampilannya.
"Baik, aku akan tunjukan kepada kalian." Lin Feng akhirnya mengalirkan Qi-nya keseluruhan tubuhnya.
Aura kekuatan di Ranah Pembentukan Fondasi meletus dengan sembilan elemen yang berputar dalam harmoni.
Perubahan langsung terjadi di wajah ketiga kultivator itu, tubuh mereka membeku dan mata mereka melebar karena terkejut.
"P-Pembentukan Fondasi..." salah satu dari mereka bersuara dengan lantang.
Pemimpin mereka yang juga berada di Ranah Pembentukan Fondasi Lapisan Kedua menelan ludahnya, karena Ia bisa merasakan kualitas Qi yang dikeluarkan Lin Feng, dan meskipun ia tidak bisa memastikan Lapisan berapa yang Lin Feng miliki karena kabut, tetapi ia bisa merasakan ancaman darinya.
"Kau..." pemimpin itu menatap Lin Feng dengan hati-hati. "Kau siapa? Aku tidak pernah merasakan Qi seperti ini sebelumnya."
Lin Feng tidak menjawab pertanyaan itu, ia malah mengangkat tombaknya yang tersisa nya kembali. Dan berkata dengan keras. "Terakhir kali aku tanya: pergi, atau mati?"
Keheningan pun terjadi di antara mereka.
Sementara Pemimpin kelompok itu sedang berpikir, seandainya kultivator misterius dengan Qi aneh ini benar benar lebih kuat darinya, situasinya tidak akan bagus. Daripada ia terluka dan mati karena gadis dari Kuil Cahaya Suci ini lebih baik ia pergi.
"Kita pergi," putusnya akhirnya. "Tapi ingat, orang asing. Klan Langit Biru tidak akan melupakan ini semua."
Ketiga kultivator itu mundur perlahan, mata mereka tetap waspada pada Lin Feng, sebelum akhirnya menghilang dalam kabut.
Lin Feng menunggu sampai ia yakin mereka sudah cukup jauh dan menghilang, baru ia menurunkan tombaknya dan melepaskan napas panjang yang tidak ia sadari ia tahan.
Akhirnya berhasil, pikir Lin Feng sambil menyeka keringat di dahinya. Beruntung mereka tidak menyadari, sebenarnya aku juga terluka dan tidak dalam kondisi untuk bertarung.
Ia berbalik ke gadis berjubah putih yang masih berdiri dengan pedang terangkat, masih tetap waspada.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Lin Feng.
Gadis itu akhirnya menurunkan pedangnya perlahan, ia masih menatap Lin Feng dengan hati-hati. "Aku baik baik saja. Terima kasih atas bantuannya, Tapi... siapa kamu? Dan kenapa kamu membantuku?"
Lin Feng terdiam sejenak. Itu pertanyaan bagus. Kenapa ia membantunya?
"Kebetulan saja saya sedang lewat," jawabnya akhirnya. "Dan saya tidak suka melihat pertarungan yang tidak seimbang, apalagi menghadapi seorang wanita."
Gadis itu menatapnya lama, seperti mencoba membaca kebohongannya. Tapi kemudian ia mengangguk pelan.
"Namaku Yue Lian, aku dari Kuil Cahaya Suci" katanya sambil membungkuk sopan.
"Aku Lin Feng, seorang kultivator bebas."
"Apa yang sedang kamu lakukan sendirian di Hutan Kabut Abadi?" tanya Lin Feng. "Tempat ini terlalu berbahaya untuk kultivator seperti mu."
Ekspresi Yue Lian segera berubah. "Aku sedang dalam misi dari kuil. Mencari herbal langka yang hanya tumbuh di hutan ini. Tapi aku terpisah dari kelompokku karena kabut, dan kemudian diserang oleh mereka."
"Bukankah mereka dari Klan Langit Biru, Kenapa mereka menyerangmu?"
"Aku tidak tahu pasti." Yue Lian menggelengkan kepalanya. "Tapi aku dengar akhir-akhir ini, para anggota Klan Langit Biru semakin agresif. Mereka sedang mencari sesuatu dan tidak tau apa itu. Dan apabila ada yang menghalanginya itu akan di anggap musuh."
Mencari sesuatu, pikir Lin Feng. Atau mungkin... Mereka sedang mencari gulungan terakhir, gulungan Naga kekacauan?
"Apa kau tahu apa yang mereka cari?" tanya Lin Feng dengan hati-hati.
"Aku tidak terlalu mengetahuinya. Tidak jelas. Tapi ada rumor dari para Tetua Kuil..." Yue Lian menggigit bibirnya, seperti ragu untuk melanjutkan. Tapi kemudian ia menatap Lin Feng pria yang baru saja menyelamatkan nyawanya dan memutuskan untuk melanjutkan.
"Ada rumor bahwa Klan Langit Biru sedang mencari Gulungan Naga yang Hilang. Salah satu dari sembilan gulungan legendaris yang dibuat ribuan tahun lalu."
Lin Feng membeku seketika, apa yang ia pikirkan sebelumnya ternyata benar.
Ternyata benar, Mereka tahu tentang gulungan Naga kekacauan, pikir Lin Feng. Dan apabila mereka sedang mencari. Berarti ini lebih buruk dari yang kukira.
"Gulungan Naga?" Lin Feng berpura-pura tidak tahu. "Aku pernah dengar legenda itu. Tapi bukankah sembilan gulungan sudah dimiliki oleh sembilan klan besar?"
"Bukan sembilan, tetapi delapan," koreksi Yue Lian. "Dan gulungan terakhir hilang seribu tahun lalu. Dan menurut rumor, Klan Langit Biru percaya gulungan itu ada di wilayah ini."
Tentu saja mereka percaya, pikir Lin Feng pahit. Karena mereka pernah merasakan Qi sembilan elemen yang tidak bisa mereka jelaskan.
"Tapi itu hanya rumor," lanjut Yue Lian dengan cepat. "Tidak ada yang tahu pasti. Yang pasti adalah Klan Langit Biru semakin agresif, dan kuil serta klan lain mulai waspada."
Lin Feng mengangguk pelan, pikirannya berputar dengan cepat.
Jadi Klan Langit Biru secara aktif mencari Gulungan Kekacauan. Dan mereka cukup serius sampai mengirim bawahan klan untuk menyisir hutan. Ini berarti aku dalam bahaya lebih besar dari yang kukira.
"Kau mau kemana sekarang?" tanya Lin Feng, mengubah topik.
"Kota Qingshui," jawab Yue Lian. "Aku harus melaporkan serangan ini ke kuil dan berkumpul dengan kelompokku yang lain. Kau?"
"Kebetulan tujuan yang sama."
Yue Lian menatapnya dengan penuh harap. "Mungkin... kita bisa pergi bersama? Hutan ini berbahaya untuk kita berjalan sendirian, lebih aman kalo kita berjalan bersama."
Lin Feng mencoba mempertimbangkan untuk pergi bersama. Mungkin berjalan di sisi gadis ini ia bisa mencari informasi tentang gulungan lainnya, mungkin salah satu yang di miliki oleh Kuil Cahaya Suci dan itu akan menjadi informasi yang berharga.
Dan selain itu, ia juga tidak yakin bisa menyusuri hutan ini untuk sampai ke kota Qingshui sendirian, apalagi saat ini kondisinya masih terluka.
"Baik, aku setuju," kata Lin Feng akhirnya. "Tapi hanya sampai Kota Qingshui. Setelah itu kita berpisah."
Yue Lian tersenyum untuk pertama kali nya sejak mereka bertemu. "Baik. Dan Lin Feng?"
"Ya?"
"Terima kasih sekali lagi kau telah menyelamatkan nyawaku."
Lin Feng tidak tahu bagaimana harus menjawabnya lagi, jadi ia hanya mengangguk canggung.
💪💪💪💪