NovelToon NovelToon
Buku Harian Sang Antagonis

Buku Harian Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Wirabumi

Jaka Utama adalah seorang "Antagonis" profesional. Tugasnya sederhana: menjadi tunangan jahat yang menyebalkan, dipermalukan oleh sang pahlawan, lalu mati secara tragis agar cerita berakhir bahagia. Namun, di reinkarnasinya yang ke-99, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kalimat puitis yang ia ucapkan saat sekarat justru membuat sang Heroine (pahlawan wanita) jatuh hati padanya, membantai sang jagoan utama, dan merusak seluruh alur dunia!
​Kini, Jaka terbangun kembali di Joglo miliknya untuk kesempatan ke-100—kesempatan terakhirnya. Kali ini, ia dibekali sebuah sistem baru: Buku Harian Ajaib. Cukup dengan menuliskan keluh kesah dan rencana jahatnya setiap hari, ia akan mendapatkan kekuatan luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirabumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Jaka Utama, pemimpin padepokan yang dianggap lemah ini, ternyata sanggup bertarung melawan Langgeng Sakti dengan seimbang!

Tidak hanya tamu undangan yang terkejut, Langgeng Sakti sendiri pun merasakannya. Setiap pukulannya membawa setidaknya 80% tenaga dalam. Seorang pendekar tingkat 'Pengumpul Tenaga Dalam' biasa pasti sudah muntah darah atau cacat permanen menerima serangan itu.

Tapi anehnya, setiap kali tinjunya menghantam tubuh Jaka, rasanya seperti memukul bantal empuk. Seolah-olah separuh tenaganya terserap hilang!

Bajingan ini... ternyata dia menyembunyikan kekuatan?

Semakin lama bertarung, wajah Langgeng semakin muram. Tubuhnya mulai memar-memar di beberapa bagian, sementara Jaka Utama tampak masih segar bugar. Jika ini diteruskan, Jaka bisa menang!

Mungkinkah... aku terpaksa harus meminjam kekuatan roh guruku? pikiran Langgeng mulai berkecamuk.

Di sisi lain, Jaka Utama justru merasa sangat tertekan.

Sialan, apa si protagonis ini belum makan siang? Kenapa pukulannya lembek sekali?

Dalam alur asli, Jaka seharusnya dipukuli sampai muntah darah hanya dalam dua-tiga jurus, lalu terkapar di ranjang selama berhari-hari. Tapi ini kenapa rasanya seperti dipijat?

Jaka tersadar. Bukan musuhnya yang lemah, tapi tubuhnya sendiri yang sudah punya 'Ajian Kebal Pukulan' yang meniadakan 50% kerusakan. Jadi, kecuali Langgeng mengeluarkan jurus pamungkas gurunya, serangan biasa tidak akan mempan.

Karena situasinya genting, Jaka harus bertindak!

"Aakhhh...!"

Setelah menerima satu pukulan di bahu, Jaka mengeluarkan teriakan kesakitan yang sangat dramatis. Bersamaan dengan itu, dia sengaja melompat dan melemparkan dirinya ke belakang dengan keras agar terlihat seperti terpental hebat oleh Langgeng.

Beberapa tamu berteriak kaget, ada yang bersorak, namun ada yang bingung. Terutama Bupati Raden Mas Surya. Sebagai pendekar tingkat 'Penyatuan Asal', dia adalah orang terkuat di Kota Merapi. Dia bisa melihat sekilas bahwa Jaka sengaja menjatuhkan diri.

Apa yang direncanakan anak muda ini? batinnya penasaran.

Tubuh Jaka mendarat tepat di pelukan asistennya, Naningsih. Rasanya harum dan empuk. Meskipun Jaka ingin menikmatinya lebih lama, dia harus fokus pada plot.

Turun dari pelukan Naningsih, Jaka menunjuk Langgeng dengan wajah murka dan berteriak tegas:

"Ningsih! Bunuh dia! Padepokan ini ingin dia mati! Uhuk... hueekk!"

Sambil berteriak, Jaka menekan perutnya sendiri dan dengan sengaja memuntahkan seteguk darah segar. Kelihatannya dia luka parah.

Naningsih hanya menatapnya dingin tanpa ekspresi: Akting yang bagus, Gusti.

Tentu saja Naningsih tahu Jaka berakting, apalagi dia sudah mengintip buku harian yang bilang Jaka akan bersandiwara untuk memicu pembatalan pernikahan. Jadi, dia hanya diam menonton drama ini.

Pada saat itu, Ratna Menur yang baru tersadar dari keterpakuannya segera melerai.

"Gusti Jaka, berhentilah. Ini semua hanya salah paham."

"Salah paham?! Aku dipukuli sampai muntah darah oleh orang dusun ini, dan kamu bilang salah paham?" Jaka menatap Langgeng dengan dendam, lalu menoleh ke arah Ratna dengan suara bergetar.

"Menur! Apa karena si Langgeng ini kamu tidak mau menikah denganku? Apa kamu mencintainya?!"

"Hah? Tidak! Jangan bicara sembarangan!" Ratna membantah dengan cepat. Sejujurnya dia memang ada sedikit rasa kagum pada Langgeng, tapi jauh dari kata cinta. Apalagi setelah tahu isi buku harian Jaka, muncul perasaan tidak sudi diatur oleh takdir di hatinya.

"Tidak mungkin! Kalau tidak suka, kenapa dia bilang kamu wanitanya? Kenapa dia membelamu dan minta pernikahan kita dibatalkan?!" desak Jaka.

"Aku benar-benar tidak suka padanya!" Ratna hampir menangis karena jengkel. Dia baru kenal Langgeng beberapa hari, bagaimana bisa dibilang 'wanitanya'? Konyol!

Langgeng Sakti kemudian mendekati Ratna. Melihat wajah cantiknya yang marah dan hampir menangis, dia berkata dengan suara lembut: "Menur, jangan takut. Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan orang yang tidak kamu cintai."

Lalu dia berbalik menatap Jaka dengan tatapan tajam.

"Padepokan Tanpa Beban dulunya adalah padepokan terhormat yang namanya harum di seluruh negeri! Meskipun sekarang sudah merosot, dunia masih menghormati sejarahnya!"

"Tapi kamu! Sebagai pemimpin, kamu malah menggunakan surat nikah untuk memaksa seorang gadis yang tidak mencintaimu untuk menikah! Laki-laki macam apa kamu?!"

"Saat ini situasi dengan bangsa siluman sedang genting! Kota Merapi adalah garis depan pertahanan! Setiap saat kita bisa diserang!"

"Bukannya fokus membangkitkan padepokanmu untuk membela rakyat dari siluman, kamu malah sibuk mengejar-ngejar cinta kekanak-kanakan!"

"Apa kamu sudah lupa pertempuran besar di Hutan Larangan tiga tahun lalu?"

"Apa kamu tidak malu pada orang tuamu?"

"Apa kamu layak memimpin sisa murid padepokanmu?"

"APA KAMU MASIH PUNYA NURANI SEBAGAI MANUSIA!!!!"

Wah—!!!

Kata-kata Langgeng Sakti seperti batu besar yang dijatuhkan ke danau tenang, memicu keriuhan luar biasa dari para tamu. Bahkan Bupati pun tampak kagum pada kecerdasan dan ketajaman berpikir Langgeng.

Luar biasa anak muda ini. Sayang sekali Menur sudah tunangan dengan Jaka. Kalau tidak... mereka pasti cocok, pikir Bupati sambil menggelengkan kepala melihat Jaka yang berantakan dan berlumuran darah.

"Uhuk... uhuk... cuih!"

Jaka berpura-pura sangat terpukul oleh kata-kata itu sampai memuntahkan darah lagi. Dia menunjuk Ratna Menur dengan jari gemetar dan mata berkaca-kaca penuh amarah.

"Jadi begitu! Aku mengerti sekarang! Ternyata memang kamu sendiri, Menur, yang ingin membatalkan pernikahan ini!"

"Kamu sengaja membawa Langgeng Sakti sebagai tamengmu supaya aku yang mengalah dan membatalkannya sendiri! Bagus! Luar biasa! Pengabdianku selama ini sia-sia... Uhuk... huek!"

Jaka memuntahkan darah lagi. Sial, aku harus berkorban banyak darah demi plot ini. Berapa banyak sate kambing yang harus kumakan buat ganti darah ini nanti? Tapi tidak apa-apa, demi kelulusan!

Ratna Menur merasa terpojok. Memang benar dia ingin putus, tapi dia tidak pernah bermaksud menggunakan pria lain sebagai tameng.

"Gusti Jaka, tidak begitu maksudku. Aku memang ingin membatalkan pernikahan kita, tapi..."

Belum sempat Ratna selesai bicara, Jaka memotongnya dengan teriakan pilu yang menyayat hati:

"Apa! Jadi kamu benar-benar ingin putus?!"

"Menur! Aku mencintaimu sejak kita masih kecil! Tahukah kamu berapa banyak putri bangsawan dari padepokan lain yang ingin meminangku?"

"Tahukah kamu berapa banyak putri bupati kota lain yang kutolak demi kamu?"

"Tapi kamu tidak pernah sekalipun menoleh padaku!"

"Aku benci kenyataan ini!!!"

Jaka berakting sangat total, memeras air mata, dan menatap Ratna dengan tatapan paling sedih sedunia.

"Jarak terjauh di dunia ini bukanlah hidup dan mati... melainkan aku berdiri tepat di depanmu... tapi kamu tidak tahu... kalau aku sangat... mencintai... dirimu..."

Setelah mengucapkan kalimat puitis itu, mata Jaka seolah-olah berputar ke atas dan dia pun 'pingsan' dengan anggun di lengan Naningsih.

Fiuh~

Sial, akhirnya dia bilang mau putus. Tapi sumpah, akting tadi menakutiku setengah mati. Capek juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!