NovelToon NovelToon
Tunangan Yang Tak Di Anggap

Tunangan Yang Tak Di Anggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Romansa / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Alea Maheswari tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang tenang akan berakhir menjadi pion dalam permainan bisnis ayahnya. Ia dipaksa bertunangan dengan Dafin Danuar, seorang CEO dingin yang merupakan putra dari rekan bisnis keluarganya.

Bagi Dafin, kehadiran Alea adalah gangguan besar. Hatinya sudah terkunci untuk kekasih pilihan hatinya sendiri. Di mata Dafin, Alea hanyalah penghalang kebahagiaannya, sementara bagi Alea, pertunangan ini adalah beban yang harus ia pikul demi kehormatan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyatakan Rencana

Malam sebelumnya, Alea tidak bisa memejamkan mata barang sedetik pun. Kata-kata Riska terus bergema di telinganya, bersahutan dengan suara ombak imajiner yang ia rindukan. Pagi harinya, dengan mata yang masih sedikit sembab namun memiliki sorot yang berbeda, Alea memanggil Kenan.

"Siapkan mobil. Kita ke pantai sekarang," ucap Alea singkat.

Kenan tidak banyak bertanya. Ia melihat ada kegelisahan yang bercampur dengan tekad di wajah Nona Mudanya. Tanpa menunggu lama, Audi hitam itu sudah meluncur membelah jalanan kota yang masih tertutup kabut tipis, menuju ke arah pesisir yang jauh dari kebisingan Jakarta.

Sesampainya di sana, pantai masih sepi. Angin laut yang dingin menerpa wajah Alea, membawa aroma garam yang segar. Alea melepas alas kakinya, membiarkan pasir putih yang halus menyelinap di antara jemari kakinya. Kenan berjalan beberapa langkah di belakang, menjaga jarak aman namun tetap waspada.

"Kenan, ke sini. Jangan berdiri kayak patung di situ," panggil Alea tanpa menoleh.

Kenan ragu sejenak, namun akhirnya ia melangkah maju dan berdiri di samping Alea. Mereka berdua menatap cakrawala di mana matahari mulai merangkak naik.

"Maaf soal kemarin di kafe," ucap Alea tiba-tiba. "Aku cuma... aku terlalu stres."

"Tidak apa-apa, Nona. Saya mengerti," jawab Kenan tenang.

Alea menghela napas panjang, lalu ia berbalik menghadap Kenan sepenuhnya. "Riska bilang, kalau aku nggak mau perjodohan ini, aku harus merencanakan sesuatu. Aku nggak bisa cuma diam dan nunggu hari Sabtu itu datang buat menghancurkan hidupku."

Kenan terdiam, matanya menatap tajam ke arah laut. "Rencana seperti apa yang Nona maksud?"

"Aku mau sabotase acara itu, Kenan. Aku mau bikin skandal, atau apa pun yang bikin keluarga Danuar terutama Dafin ngerasa jijik dan mutusin buat batalin semuanya secara sepihak. Kalau mereka yang batalin, Papa nggak bisa nyalahin aku sepenuhnya, kan?" Alea bicara dengan nada menggebu-gebu, seolah ada harapan baru di sana.

"Aku butuh bantuan kamu. Kamu tahu jadwal mereka, kamu tahu siapa saja yang datang, kamu bisa bantu aku bikin kekacauan kecil yang berdampak besar."

Alea menatap Kenan dengan penuh harap, namun reaksi Kenan justru di luar dugaannya. Pria itu mengembuskan napas panjang, rahangnya mengeras sesaat sebelum ia menoleh menatap Alea.

"Nona, pertunangan Anda hanya tinggal hitungan hari lagi. membuat skandal yang cukup besar untuk membatalkan kesepakatan dua raksasa bisnis seperti Maheswari dan Danuar dalam waktu sesingkat ini... itu hampir mustahil dilakukan tanpa membahayakan posisi Anda sendiri," ucap Kenan dengan suara rendah yang logis.

"Tapi aku nggak mau, Kenan! Kamu tahu gimana Dafin ngerendahin aku!" seru Alea frustrasi.

Kenan melangkah sedikit lebih dekat, suaranya melembut namun tetap tegas. "Dengarkan saya, Nona. Saran saya... terima saja pertunangan ini untuk sekarang."

Alea terbelalak, ia merasa dikhianati oleh satu-satunya orang yang ia percayai. "Apa? Kamu mau aku menyerah?"

"Bukan menyerah. Ini soal strategi," potong Kenan cepat. "Pertunangan itu baru sekadar ikatan formal, sebuah janji di atas kertas. Untuk sampai ke jenjang pernikahan, waktunya masih cukup lama. Berbulan-bulan, bahkan mungkin setahun. Di rentang waktu itulah kita punya ruang gerak yang lebih luas untuk mengatur semuanya."

Kenan menatap Alea dalam-dalam. "Kalau Nona membuat kekacauan di hari Sabtu nanti, Tuan Arkan akan sangat marah dan mungkin akan mengunci Nona di rumah tanpa akses ke mana pun. Tapi kalau Nona tenang, mengikuti alur, dan memberikan kesan bahwa Nona setuju, pengawasan mereka akan melonggar. Saat itulah kita bisa bekerja di balik layar tanpa mereka curiga."

Alea terdiam. Logika Kenan masuk akal, tapi hatinya masih berontak membayangkan harus memakai cincin dari pria yang ia benci. Namun, melihat ketenangan di mata Kenan, Alea merasa pria ini memang sedang memikirkan keselamatannya jangka panjang.

"Beneran? Kamu mau kan bantu aku?" tanya Alea, suaranya sedikit bergetar. Ia memegang ujung lengan jas Kenan, menatapnya dengan pandangan memohon yang sangat tulus. "Pliss, cuma kamu yang bisa aku andalin sekarang. Cuma kamu yang tahu betapa hancurnya aku kalau pernikahan ini beneran terjadi."

Kenan menatap tangan kecil Alea yang memegang jasnya. Ada gejolak di dalam dadanya konflik antara tugas profesionalnya kepada Arkan Maheswari dan rasa sayangnya yang kian tumbuh untuk melindungi gadis di depannya ini sebagai seorang pria.

"Saya akan bantu, Nona," jawab Kenan akhirnya, suaranya berat namun penuh janji. "Apapun yang Nona butuhkan untuk membatalkan pernikahan itu di masa depan, saya akan bantu. Saya tidak akan membiarkan Anda terjebak selamanya."

Alea tersenyum, kali ini senyum yang lebih nyata meskipun tersamar rasa sedih. "Janji ya, Kenan?"

"Janji."

Mereka kembali menatap laut. Deburan ombak yang tadinya terdengar mengancam, kini terasa sedikit lebih bersahabat di telinga Alea. Setidaknya, ia tidak lagi berjalan sendirian di lorong gelap ini. Ia punya Kenan.

......................

Di kantornya yang luas, Dafin Danuar menatap undangan pertunangan yang tergeletak di meja kerjanya. Namanya bersanding dengan Alea Maheswari. Ia mengambil korek api perak, menyalakan apinya, dan membakar ujung undangan tersebut hingga hangus perlahan.

"Kamu tenang saja, Maya," ucap Dafin ke arah ponsel yang sedang menyala di meja. "Hari Sabtu nanti, aku akan menunjukkan pada dunia siapa yang sebenarnya memegang kendali. Alea Maheswari cuma akan jadi pajangan di panggung, sementara kamu tetap akan menjadi ratu di hidupku."

Suara Maya di seberang sana terdengar puas. "Aku pegang janji kamu, Dafin. Jangan sampai cewek itu ngerasa dia beneran punya kamu."

Dafin tersenyum dingin. Baginya, Alea hanyalah pion kecil dalam catur ayahnya yang harus ia hancurkan demi egonya sendiri.

1
Erna Riyanto
gadis SMA yg bunuh diri karena Davin...apakah adik kenan...makin penasaran
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ceritanya gampang di pahami dan alurnya menarik, ayahnya Alea memaksa Alea menikah dengan Dafin apakah Alea dan Dafin bisa saling mencintai
Erna Riyanto
semoga nnti Kenan bersatu sm alea...wlpun dgn jln yg sulit...suka bgt sm karakter Kenan...
Erna Riyanto
waahhh tambah lagi karya on going mu thorrr.....semoga konsisten dgn berbagai cerita yg dibuat...sukses...nungguin lanjutan si tuan Damian loh q
ig: denaa_127: makasihh udah support 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!