NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Apa yang dikatakan sampah ini?" tanya anggota Galata itu penasaran. Ia mengamati Edward lekat-lekat, memeriksa informasi di layar yang ditampilkan oleh robot. "Osvaldo Tolliver bekerja sama dengan orang-orang aneh itu?"

"Siapa orang-orang aneh itu?" tanya pria botak itu memastikan. Ia menekan sebuah tombol, terbang menuju atas jurang. Saat menoleh ke belakang, Edward diangkut oleh robotnya.

Pria botak itu menunggu di bawah pohon, mengamati robot yang tengah menangani Edward. Ia memeriksa informasi di layar hologram, tersenyum saat menyadari sesuatu. "Pilihanku untuk menolong sampah itu ternyata tidak salah. Dia tercatat sebagai bawahan Osvaldo Tolliver, tetapi keterangannya berbeda dengan informasi yang ada. Aku hanya perlu menunggu sampai di sadarkan diri."

Pria itu botak itu menoleh ke semak-semak sesaat. "Pasukan rendahan sepertiku tidak akan mendapatkan tanggapan jika mengadukan temuan ini. Aku harus mendapatkan informasi lebih dahulu agar mereka mempercayaiku."

Robot masih sibuk mengobati Edward, dan pria itu masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Waktu terus berjalan dan si pria botak tertidur di bawah pohon, begitu pun dengan kedua temannya yang masih terlelap di ruangan.

Waktu berjalan sangat cepat. Langit yang cerah mulai berubah sebab terhalang awan hitam. Angin berembus kencang berkali-kali, menggoyangkan ranting sekaligus menerbangkan beberapa daun.

Kondisi Edward mulai stabil. Seluruh lukanya sudah terobati dengan baik. Si robot bergerak ke arah pria botak, berjalan sekeliling. Saat angin berembus, dua temannya dari arah semak-semak, saling bertatapan.

"Apa yang kau lakukan di tempat ini, 0046?" tanya pria yang paling muda sembari menutup mulut, "kau memang memiliki selera aneh. Kau lebih memilih tidur beralaskan tanah dibandingkan dengan kasur."

"Siapa sampah itu?" tunjuk pria berkode 0047 pada Edward. Ia memerintahkan robotnya untuk melakukan pemindaian. "Sampah itu adalah salah satu bawahan Osvaldo Tolliver."

"Bawahan Osvaldo Tolliver? Apakah dia salah satu korban dari kekacauan beberapa waktu lalu di penginapan?"

"Ya, dia terluka parah, tetapi semua lukanya sudah diobati. Melihat dari bentuk perban dan obat yang digunakan, kemungkinan dia sudah diobati oleh robot milik 0046."

Si pria botak mulai membuka mata, terkejut saat melihat dua rekannya sudah mengerumuni Edward. "Menyingkirkan dari sampah itu. Dia adalah sosok penting."

"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin sampah itu adalah sosok penting?" tanya si 0048. "Apa alasanmu menolongnya?"

0047 dan 0048 menjauh dari Edward saat si pria botak mendekat.

Si pria botak tersenyum. "Dia memiliki keterangan yang berbeda mengenai Osvaldo Tolliver dibandingkan dengan informasi yang kita miliki sebelumnya. Dia sempat mengatakan sosok pria bernama Xander yang bekerja sama dengan Osvaldo Tolliver dan orang-orang aneh. Informasi ini tidak tercatat sebelumnya."

"Apa kau yakin?" tanya 0047.

"Untuk bisa memastikan jawaban, kita harus menyadarkan sampah itu secepatnya. Seperti yang kalian tahu, kita hanya anggota biasa. Pusat tidak mungkin mendengarkan keterangan kita jika kita tidak memiliki bukti kuat. Kita bahkan bisa mendapatkan hukuman," jelas anggota 0046.

"Lalu, apa yang kita tunggu sekarang? Kita hanya harus membangunkan sampah ini, bukan?" Anggota 0048 bersiap menampar Edward.

"Kita harus pergi dari tempat ini sekarang juga." Anggota 0046 menahan tangan 0048. "Aku yakin dia akan sadar dengan cepat. Kita bisa menginterogasinya dalam perjalanan.

"Bagaimana jika sampah itu tidak berguna?" tanya anggota 0047.

"Itu sangat mudah. Kita hanya perlu menghabisinya."

Ketiga anggota Galata itu meninggalkan penginapan beberapa menit kemudian. Edward bersama mereka, duduk di kursi bagian belakang. Pria itu masih dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan deretan luka yang diperban.

Matahari terus bergerak menuju ufuk barat. Langit yang cerah berubah jingga hingga akhirnya menjadi gelap. Mobil menepi di depan sebuah gubuk. Ketiga anggota Galata itu membawa Edward menuju tempat itu. Hujan mengguyur deras tak lama setelahnya, disusul petir yang menggelegar berkali-kali.

"Dasar brengsek! Sampai kapan kita harus menunggu sampah itu sadar?" ketus anggota 0048. "Kita bisa membangunkannya secara paksa.”

"Itu benar. Kita sudah membuang waktu hanya untuk mengurus sampah," sahut anggota 0047. "Jika dia tidak bangun dalam waktu lima menit, aku akan ...."

"Ah." Edward melenguh kesakitan, mulai membuka mata. Kepalanya terasa sangat berat dan seketika saja peristiwa penembakan yang dilakukan Greg dan teman-temannya bermunculan. Begitu matanya terbuka, ia melihat tiga sosok asing di depannya.

"Akhirnya kau sadar sampah sialan." Si pria botak tersenyum, menampar Edward. "Sadarlah dan berikan kami informasi."

Rasa sakit yang menjalar seketika menyadarkan Edward sepenuhnya. Pria itu memeriksa keadaannya dan seketika terkejut saat semua lukanya sudah diobati.

Ia menoleh pada tiga sosok asing di dekatnya, terdiam sesaat saat menyadari dirinya selamat.

Edward bertanya, "Apakah kalian yang sudah menolongku?"

"Akulah yang sudah menolongmu, sampah sialan. Aku melihatmu tergeletak di jurang dalam keadaan mengenaskan."

Edward menunduk sesaat, mengamati kedua tangannya, meringis saat bahunya terasa sangat sakit. Ia mendadak tersenyum, mengembus napas panjang. "Aku tentu tidak akan mati sebelum aku menghabisimu, Xander."

"Kau adalah bawahan Osvaldo Tolliver. Saat kau dalam keadaan tidak sadar, kau sempat menyebut Xander, Osvaldo Tolliver, dan hubungan mereka dengan orang-orang aneh. Katakan, siapa mereka dan apa hubungan mereka dengan Osvaldo Tolliver."

"Siapa kalian dan apa yang akan kalian lakukan setelah aku memberikan jawaban itu?"

"Dasar brengsek!" Si pria botak menampar Edward, memelotot tajam. "Kau hanya perlu menjawab pertanyaan kami sebagai balas jasa atas hutang budimu. Jika kau memberikan informasi yang bagus, kami akan membiarkanmu pergi.”

Edward mendengkus kesal, merasakan pipinya yang sangat panas. Meski ia ingin melawan, tetapi ia tahu hasil akhir dari pertarungan satu melawan tiga orang. "Baiklah, aku akan memberi tahu kalian."

"Aku memang tinggal di kediaman Osvaldo Tolliver bersama pasukannya, tetapi aku, ayahku, dan teman-temanku bukanlah pasukannya. Bisa dikatakan aku, ayahku, dan teman-temanku adalah orang-orang yang diselamatkan Osvaldo Tolliver dari cengkeraman pria bernama Xander, maksudku Alexander Ashcroft. Kami akhirnya tinggal dan berlatih bersama pasukan Osvaldo Tolliver.”

Ketiga anggota Galata itu saling bertatapan sesaat.

"Jadi, pria yang kau sebut Xander adalah Alexander Ashcroft?" tanya si pria botak.

Edward tercenung selama beberapa waktu, memikirkan nasibnya dan Edison setelah ini. Ia sudah membocorkan informasi mengenai pria itu, tetapi saat mengingat peristiwa di penginapan, amarahnya berhasil menutup logika dan perasaannya.

"Kenapa kau diam, sialan?" tanya anggota 0047.

"Aku membutuhkan jaminan agar kalian tidak akan membocorkan informasi yang kalian terima dariku pada Osvaldo Tolliver maupun yang lainnya. Anakku, ayahku, dan teman-temanku berada di kediaman Osvaldo Tolliver. Aku khawatir keselamatan mereka."

Si pria botak mengambil pistol, lantas menembakkan ke sebuah kursi yang kemudian berubah menjadi beku.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!