NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Want To Kiss You

Dariush dan Bella turun ke bawah. Tangan gadis nan teduh itu dipegang erat oleh pria-nya. Menandakan bahwa Bella hanya milik Dariush seorang. Jay langsung berdiri ketika melihat dan memanggil nonanya.

"Nona Arabella, anda baik baik saja kan?" Terlihat mimik wajah Jay yang amat sangat khawatir.

Bella melirik ke arah Dariush. Dan menoleh lagi ke wajah Jay. "Aku baik baik saja. Mommy dan daddy bagaimana?" Lirihnya.

Dariush membiarkan Bella bicara sebentar dengan Jay. Ia duduk di sofa duluan.

"Mereka khawatir nona. Ayo kita pulang." Ucap Jay.

"Tidak!!"

Bella dan Jay saling lirik dan menatap Dariush. "Bawa orang tua Arabella malam ini, Fabio akan menjemput kalian. Besok aku akan menikahinya!" Tegas Dariush.

"Apa? Maksud kamu ap_"

"Tunggu dulu! Ada apa ini nona? Tolong jelaskan pada saya." Sergah Jay dengan penasaran.

Fabio menceritakan apa yang terjadi. Bella meremas ujung bajunya, bibirnya keluh. Hatinya terasa sakit. Takdir macam apa ini?

Dia melihat hal yang tidak seharusnya, dia juga terjebak di mansion ini, dan besok akan menikahi pria kejam yang membuat hatinya berdebar.

Ekor mata Dariush melirik Bella. Wajahnya cukup tenang dan dingin. Tangannya membawa Bella duduk di sebelahnya.

"Bawa orang tua Arabella, hubungi mereka sekarang. Jika tidak ingin Bella mati." Ucap Dariush penuh penekanan dan tak ingin di bantah.

DEG

Jay tak bisa berkata kata lagi. Ditempat itu saat itu juga asisten tuan Dave ini langsung menghubungi tuan besarnya. Bahkan Dariush meminta Jay untuk mengaktifkan speaker ponselnya.

"Apa? Bella di tahan? Tunggu aku, kami akan segera berangkat." Teriak Dave di sebrang telepon sana. Dan itu berhasil membuat air mata Bella menggenang.

"Dad, maafkan aku. Harusnya aku tidak datang kesini dan melihat kejadian itu. Mungkin besok adalah pertemuan terakhir kita, dad." Gumam Bella dalam hatinya.

"Izinkan aku bicara dengan Jay. Aku janji tidak akan macam macam. Anak buahmu bisa menemaniku." Lirih Bella dengan tatapan memohon.

Dariush memberi kode mata pada Fabio. Akhirnya Bella bisa bertemu Jay. Pria muda dan tampan itu mengantarkan Bella dan Jay ke taman belakang. Dia menunggu di pintu. Lalu Dariush pergi ke ruang kerjanya.

"Jay, pasti mommy cemas."

"Benar nona, semua orang cemas. Nona baik baik saja kan? Apa dia menyiksamu? Ada yang luka?" Tanya Jay.

Bella menggeleng pelan. "Dariush masih berbaik hati padaku. Aku akan baik baik saja disini. Tolong jaga orang tuaku, Jay." Lirihnya.

Setelah berbicara empat mata, Bella dan Jay kembali lagi ke ruang tamu. Dariush datang dan duduk di sebelah Bella. "Fabio sudah menyiapkan kamar untuk calon mertuaku."

Jay pun pamit dari sana, anak buah Fabio mengantarkan lagi Jay ke hotel dengan selamat. Sebenarnya ini hanya salah paham. Dan Bella bukan orang yang patut di curigai.

-

-

-

Bella dibawa Dariush ke ruang kerjanya. Matanya melirik beberapa lukisan di lorong menuju ruang kerja itu. Mansion Dariush cukup classic dan elegan untuk ukuran pria single seperti dirinya.

Dariush mendudukan Bella si sofa. Dia melangkahkan kakinya ke kursi tempat dia bekerja. "Tunggu disini."

Helaan nafas Bella menjawab semuanya, yah betapa dia lelah menerima takdir ini.

Dia benar benar mempertanggung jawabkan omongannya. Bahwa dia akan menuruti semua keinginan Dariush.

Bola mata Bella tertuju pada jendela kaca yang besar. Pemandangan itu tertuju pada danau dibelakang ruang kerja Dariush.

"Apa itu dalam?" Tanya Bella tiba tiba, dia menunjuk danau hijau itu dengan telunjuknya.

"Cukup dalam." Jawab Dariush singkat tanpa menoleh.

"Kalau aku tenggelam disana apa kamu akan menolongku?" Tanya Bella lagi dengan tatapan tak terbaca.

Tangan Dariush terhenti, dia mendongakkan kepalanya menatap punggung Bella. Dan berpikir sejenak. "Coba saja!" Dariush melanjutkan lagi pekerjaannya.

Sementara Bella masih berdiri mematung didepan jendela kaca besar itu. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Kepalanya terasa berat sekali. Hatinya hampa.

Dariush mengeluarkan laptop dan buku gambar untuk Bella. "Duduk!" Titahnya.

Bella berbalik dan duduk di sofa. Dariush menghampirinya. "Laptopmu, kamu bilang masih punya tanggung jawabkan dengan pekerjaanmu? Selesaikan."

"Ini_"

"Tidak ada pengulangan!"

Senyum Bella kembali muncul, Dariush terhipnotis akan senyuman manis Bella. Dia duduk di sebelahnya melihat keahlian jari jari Bella men-design beberapa pakaian.

Bella juga membuat beberapa sketsa di buku gambar. Lalu dia mengirimkan pada Natasha. Tak lama muncul email dari sahabatnya itu.

"Bella...apa kamu baik baik saja? Kami semua mengkhawatirkan mu." Begitulah tulisan Natasha.

Dengan cepat Bella membalas dia baik baik saja. Dan akan bekerja secara online untuk sementara waktu. Yah sementara!

Entah kapan Bella akan kembali ke butiknya. Dia juga sudah mengirimkan beberapa file ke Natasha.

Dariush memperhatikannya sambil membaca buku. Matanya tak pernah lepas mengawasi gadisnya. Lumayan lama mereka disana hingga menjelang sore. Pelayan juga sudah membawakan makanan untuk mereka.

Sesekali Bella menguap, memang jika sudah berkutat dengan pekerjaannya Bella sedikit mengantuk. Dia juga belum sempat makan. Dariush yang memperhatikan itu merasa iba. Dia mengambil makanan itu dan menyuapi Bella.

"Terima kasih. Sebentar lagi selesai kok." Ucap Bella dengan tersenyum hangat.

Namun lama kelamaan mata indah itu merasakan kantuk yang luar biasa. Bella tertidur diatas mejanya. Dariush menutup bukunya dan mengelus rambut panjang yang bergelombang itu.

Dariush memindahkan Bella ke kamar dia menggendongnya, namun ketika di tangga mata Bella terbuka pelan.

"Aku dimana? Apa aku udah di surga?" Sepertinya Bella mengigau lagi.

Langkah Dariush terhenti, saat Bella terlelap lagi dia melanjutkan lagi langkahnya ke kamar. Sampainya disana ia merebahkan Bella ke kasurnya dan menyelimutinya.

"Kenapa aku ingin sedekat ini denganmu?" Gumam Dariush sambil mengelus kepala Bella yang sudah terlelap dalam mimpi.

"Eugh...mommy daddy..." Bella mengigau lagi. Dia benar benar merindukan orang tuanya. Dariush ikut bergabung tidur dengannya dan memeluknya.

"Besok kamu akan bertemu dengan mereka "

-

-

-

Yap orang tua Bella sampai pada waktu dini hari, mereka kini sudah ada di rumah Dariush. ketika sampai di hotel, Fabio menjemputnya.

Jay juga menemani tuan besarnya ke rumah Dariush. Lalu Dylan? Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Fabio mengantar orang tua Bella ke kamar tamu. Mereka juga menanyakan keadaan Bella.

"Nona Arabella baik baik saja. Besok kalian akan bertemu dengannya. Silahkan istirahat dulu." Fabio menunduk hormat dan pergi dari sana.

Sementara di dalam kamar Dave dan Lorraine tidak bisa tidur. "Dad, apa Bella benar baik baik saja? Aku ingin bertemu dengannya." Lirih Lorraine.

"Kita tunggu besok. Ini negara orang, aku tidak bisa berbuat apa apa." Jawab Dave dengan air mata yang sudah menggenang.

-

-

Tengah malam Bella terbangun, ada tangan melingkar di perutnya. Dia melepaskan perlahan tangan Dariush. ketika dia akan beranjak pergi, ada tangan yang menariknya. Siapa lagi kalau bukan Dariush.

"Mau kemana?"

"Aku ingin minum, gelasnya di dekat sofa."

Bukannya mengizinkan Bella minum, Dariush justru mengukungnya. "I want to kiss you." Dia menunjuk bibir kenyal Bella.

"Hmmpt"

Tangan Bella menarik tengkuk kepala Dariush. Rasa haus di dirinya hilang seketika. Ciuman itu melebur jadi satu. Entah Bella kerasukan apa, dia mencium Dariush duluan dengan penuh nafsu.

"Kamu milikku dan akan jadi milikku!"

"Ahhh...!"

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!