NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam

Setelah Bagas menemukan sandalnya, Aku mengajak anak kecil itu untuk ke halaman rumah Ummi Lailatul, Aku yakin mantan Lurah itu sudah menunggu putranya yang manja ini.

Netra indahku menangkap sosok manusia incaranku tengah bersalaman dengan tamu bapak-bapak yang berpamitan pulang, tak lupa dengan senyum manis dan ramah tamah. Kontras sekali jika bersamaku, wajahnya seolah seperti kulkas yang tingkat kedinginannya di atas rata-rata. Beku keras sampai ke akar, hanya Yang Maha Kuasa yang bisa mencairkannya.

“Din, Aku pulang dulu ya? Setelah ini kita bakal jarang ketemu, karena Papa sudah nggak jadi Lurah lagi.” ujar Bagas sedih, membuyarkan atensiku.

Aku menarik bibirku ke bawah, dengan alis terangkat, julid maksudnya. “Terus?”

“Kamu nggak sedih?”

Aku berpikir sejenak, “Sedih sih,” sahutku, dan wajahku juga kubuat nelangsa, “Lo mau bantuin Mbak nggak? Biar nggak sedih lagi?”

Bagas mengangguk cepat, “Mau peluk ya?”

“Gue tonjok lo kalo berani!”

Anak kecil itu sontak menutup kedua wajahnya dengan tangan. “Terus Dinda Mau apa dari Bagas?”

Aku menarik sebelah bibirku, “Kemari,” titahku, ingin membisikkan sesuatu. Karena tubuh Bagas bongsor, dia menekukkan lututnya agar sejajar denganku.

Bagas langsung menarik kembali tubuhnya setelah Aku mengatakan keinginanku. Wajahnya langsung cemberut.

“Aku nggak mau Dinda, Aku cemburu.” Dia menolak.

Aku mengaitkan kedua tanganku di belakang, “Ya udah kalo nggak mau, Gue mau pulang sekarang!” Aku pura-pura berjalan meninggalkan anak kecil itu, tapi dengan cepat dia menghalangi jalanku.

Seperti biasa, ancamanku selalu berhasil.

Yes!

“Ya udah, Dinda tunggu sini aja.” katanya terpaksa.

Dan Aku memberikan satu jempolku, “Bilang untuk keperluan mengurus KK.”

Tanpa menyahut apalagi mengangguk, Bagas menuruti yang kuperintahkan. Aku tau dia sangat terpaksa.

‘Tenang, Gas. Nanti Mbak jodohin kamu sama calon adik ipar Mbak.’ Aku membatin, dan tersenyum licik.

\*

\[Assalamu'alaikum?\]

Aku mengirim pesan kepada namanya yang kuberi nama di ponselku, Kim Taehyung Kw.

Langsung centang biru!? Aku menarik kedua sudut bibirku.

Sepertinya awal yang baik, fast respon nih!

Aku menunggu balasannya, tapi tidak ada kata ‘typing’ di atas kolom chat kami.

Apakah dia tidak membalas?

Aku menyentuh jantungku, ada yang berdenyut di sana. Lebih sakit mana? Telat dibaca, lalu diabaikan atau langsung dibaca, tapi tidak dibalas?

Padahal kurang apa effort-ku untuk mengirim pesan lebih dulu. Tidak pernah kulakukan dengan siapa pun sebelumnya. Sesampainya di rumah, Aku bahkan belum berganti pakaian untuk nge-chat dia.

Dah lah!

Aku memutuskan untuk membersihkan diri saja.

Ting!

Bertepatan Aku keluar dari kamar mandi terdengar suara pesan, ternyata dibalas gaes!

\[WWW\]

Apaan tuh?

Oh balasan salam lengkap tapi disingkat.

\[Besok jalan yuk?\] balasku.

\[Bercanda (emot ketawa)\]

Terkirim.

Tapi pesan kedua hanya centang satu, foto profil yang awalnya pemandangan juga berubah menjadi abu-abu. Aku diblokir!?

Secepat itukah?

Aku menggigit ujung kuku, dia tidak membaca pesan keduaku, bahwa Aku hanya bercanda.

Ting! Pesan dari Aaliyah.

\[Kak Dinda, tadi Kakak ngirim pesan ke Ummi ya? Karena barusan Aku lihat itu nomor Kakak.\]

\[Tadi langsung diblokir sama Abang ya? Maaf ya Kak, Bang Aydan kira ada lelaki yang ngajak Ummi jalan.\]

\[Terus Aku bilang deh itu nomor Kak Dinda!\]

Ya Tuhan... Ke mana Aku harus menyembunyikan wajah cantikku ini?

Memangnya tadi Bagas bilang apa sama manusia kulkas saat kusuruh minta nomor WA-nya? Kenapa nomor WA Ummi yang dia berikan kepadaku?

Apa yang harus Aku lakukan?

Aku membalas pesan Aaliyah dengan tangan gemetar, tidak tahu lagi semerah apa wajahku, tenggorokanku kering, keringat di dahi menetes ke layar ponselku.

\[Maaf Al, HP Kakak memang sering eror, akhir-akhir ini kayak ada yang nge-hack gitu. Mungkin itu juga pesan template.\]

Terkirim.

Aku matikan ponselku. Tidak ada dulu ritual baca novel sebelum tidur.

\*

Sampai pagi Aku tidak menghidupkan ponselku, jika biasanya saat membuka mata benda itulah yang kulihat, tapi tidak untuk hari ini. Mungkinkah ini cara Allah agar Aku kembali ke jalan yang benar?

Ataukah ini salah satu doa ibu Elyana?

Sebab hampir setiap hari beliau mengomel, HAPE TEROS, Kim Dinda, Hape teros!

Aku mengendikkan bahuku.

Sebelum berangkat ke kantor lurah, Aku membantu Ayah memberi makan kambing dulu, sembari menunggu waktu. Karena gabut nggak main HP, jadi nggak tau mau ngapain.

“Tumben anak Ayah pagi-pagi udah rajin.” ujar pria paruh baya berjenggot seperti... Aku menoleh kambing dan Ayah bergantian.

“Iya dong Yah, sebenarnya Dinda tuh udah rajin dari dulu, cuma lebih nggak sempat aja.” sahutku santai.

Aku memperhatikan Ayah yang mondar-mandir membersihkan kotoran hewan kaki empat itu. Seolah tidak ada jijiknya. Padahal dulu Ayah berprofesi sebagai Dosen.

“Ayah emang nggak capek? Dari bangun tidur sampe mau tidur lagi, ngurusin embek terus?” tanyaku, memang begitulah Ayahku, hanya waktu shalat yang membuatnya berhenti.

“Dunia memang tempatnya capek, Din. Kalau mau istirahat nanti, di akhirat.” jawab Ayah bijak.

Aku terdiam. Benar kata Ayah.

Lalu kenapa hanya karena semalam, Aku berhenti memperjuangkan tiket konser gratis di depan mata?

Aku mencuci tanganku di selang air yang Ayah gunakan untuk membersihkan kandang.

“Mau ke mana, Din?” tanya Ayah.

“Mau melanjutkan usaha, Yah.”

Sebelum melaksanakan usahaku, Aku mandi terlebih dahulu. Agar usahaku berhasil tanpa minus sedikitpun, tidak bau kambing maksudnya.

Aku mendekati sang penguasa dapur yang tengah sibuk di tempat kekuasaannya.

“Ibu masih lama?” Aku bertanya.

“Sebentar lagi,” jawabnya setelah menoleh sekilas, “Kenapa, Kim Dinda?”

“Dinda mau masak, ibu peri.”

Ibu mengelap tangan dengan bawahan daster yang sedang dipakainya, lalu mendekatiku. “Nggak panas.” kata Ibu setelah menyentuh keningku.

Aku berdecak kecil, lalu menghela, “Dinda nggak masak dibilang gimana nanti di tempat mertua, giliran Dinda mau masak—”

“Ibu sudah selesai, nanti tolong kamu cuci piring kotornya ya, istrinya Kim Taehyung?” kata Ibu memotong ucapanku sebelum meninggalkan dapur.

Aku menatap wastafel, untung isinya cuma sedikit. “Siap kanjeng ratu!” jawabku semangat.

Aku menghabiskan waktu satu jam di dapur, sebagai bukti usahaku. Aira harus tau ini.

Cekrek! Aku mengirimkannya foto—

Klepon seharga tiket konser BTS.

Kemarin Aaliyah bilang kalau abangnya paling suka makan klepon. Makanya Aku buatkan khusus untuk dia. Kalau untuk urusan bikin kue, Dinda ahlinya. Hehe.

Kumasukkan si hijau berbulu kelapa itu di wadah berbahan mika ukuran sedang. Dan segera mengantarkannya ke rumah Ummi Lailatul.

Aku hanya cukup menebalkan wajahku, kalian bayangkan saja sendiri bagaimana keadaan jantungku saat melihat rumah mewah itu.

“Kak Dinda?” sapa Aisyah antusias saat melihatku memasuki halaman rumah mereka.

Aku tersenyum palsu, bagaimana mungkin Aku bisa tersenyum ikhlas setelah melakukan hal yang memalukan semalam. “Kakak cuma mau mengantarkan ini.”

Aisyah dan Aaliyah yang sedang bermain badminton di halaman depan rumahnya yang luas, mendekatiku. “Apa ini, Kak?” tanya Aaliyah.

Namun belum Aku menjawab, mereka melihat sendiri isi plastik yang Aku bawa, keduanya kompak menutup mulut.

“Ini Kakak buat sendiri?” tanya Aisyah dengan wajah khas tidak menyangka.

Aku mengangguk sekali.

“Kakak cuma mau mengantarkan itu aja ya, Kakak langsung pulang, mau kerja.” kataku pelan, karena masih malu bertemu Ummi Lailatul dan manusia kulkas.

“Eh jangan, Kak. Kak Dinda harus masuk dulu,” kata Aisyah kencang, “Ummi... ada Kak Dinda!” teriak gadis itu.

Laa ilaha illallah...

Ummi Lailatul langsung keluar rumah setelah mendengar panggilan dari putri bungsunya.

“Dinda? Ayo masuk, Nak.” katanya lembut.

Seperti biasa, kedua gadis itu menyeretku sampai masuk ke dalam rumah. Bahkan sampai ke dapur.

“Dinda, terima kasih banyak ya, pas sekali kamu bawakan ini. Sudah Dari seminggu yang lalu Aydan minta buatkan klepon, tapi Ummi lupa.” Ummi Lailatul tersenyum lembut, tangannya lincah memindahkan klepon harga tiket ke dalam piring.

Aku pun hanya tersenyum tipis, berharap manusia kulkas tidak ada di rumah. Aku berjalan menuju pintu dapur, menghilangkan rasa canggung. Aku ingin buang air besar ketika gugup.

“Kakak nyariin Bang Aydan ya?” tanya Aisyah.

Aku menggeleng cepat.

“Sebentar lagi Aydan pulang, dia masih di masjid. Ada kajian subuh katanya.” kata Ummi Lailatul lagi.

“Dinda mau lihat ikan—”

“Assalamu'alaikum?” terdengar suara salam dari arah pintu utama.

Jantungku mulai tidak aman.

Setelah menjawab salam dari putranya atensi Ummi Lailatul kembali padaku. “Oh iya, Dinda. Maaf ya untuk yang semalam, Aydan nggak tahu itu nomor kamu. Tapi sudah Ummi buka blokirannya.” ujarnya.

Glek! Aku menelan saliva yang terasa kecut.

Kenapa harus dibahas ketika lelaki itu semakin mendekat?

“Wah ada klepon?” ujar manusia kulkas yang lupa dicolokin, dia terlihat mencair karena tidak menyadari kehadiranku.

Aku lihat dia menarik kursi meja makan, dan langsung mencomot kue hijau bulat berisi gula aren.

Ternyata sesuka itukah dia?

“Enak nggak, Bang?” tanya Aisyah.

Dia mengangguk sekali dengan semangat, “Ummi pake resep baru? Ini lebih enak dari biasanya.” jawabnya dengan mulut sibuk mengunyah.

Cess... Hatiku meleleh.

Apakah tiket konser sudah bisa di resmikan?

“Tuh Kak Din, kata Abang lebih enak dari pada buatan Ummi seperti biasanya.” kata Aisyah, Aku menatap lelaki itu yang langsung menghentikan kunyahan dalam mulutnya.

Dia membeku, tanpa menoleh ke arahku dia pergi menuju kamarnya.

Ummi Lailatul dan kedua putrinya saling pandang, Aku yakin mereka sedang tidak enak hati atas perlakuan lelaki itu.

“Kak Din, kakak jangan tersinggung ya. Abang cuma malu aja, nanti kalo Kakak pulang pasti dia habiskan sendiri tanpa mau bagi-bagi.”

\*\*\*

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!