NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Tak ada waktu istirahat.

Semuanya berdiri di dekat kasur, mereka terus memandang wajah pucat Anggiba.

sedangkan Helena takut kalau Anggiba ternyata hamil, "Apa mungkin gadis desa ini hamil," gumam Helena.

"tidak mungkin Nyonya lihat saja mereka baru saja melakukannya," sahut Sudara.

"ck, lalu apa yang membuat dia pingsan! atau jangan-jangan dia wanita penyakitan!" seru Helena, matanya membola seraya menutup mulut yang sedikit terbuka sambil melirik Sudara yang juga ikut panik.

Sedangkan Hana menggeleng pelan, bagaimana bisa kedua wanita paruh baya itu tak merasa kasihan pada Nyonya baru keluarga ini.

Hana juga bisa merasakan rasa sakit yang di alami oleh Anggiba, semalam Ia juga mendengar teriakan dan permohonan Anggiba meminta Tuan Hazard untuk berhenti.

Ia bahkan tahu kapan Tuan Hazard berhenti, Nyonya Anggiba pastinya tidak tidur karena tinggal 2 jam baru pagi tiba.

Sungguh malang nasib Nyonya yang ia layani ini.

"Zuma, katakan, apa dia penyakitan?"tanya Helena meraih lengan Dokter keluarga Darkizan.

Pria itu menoleh datar."Dia hanya kelelahan, dan sehat, tidak memiliki riwayat penyakit apapun,"jawab Dokter Zuma." Tapi, tolong suruh Tuan Hazard untuk tidak melakukan hubungan intim selama satu minggu."

Helena mengernyitkan dahinya dan baru saja akan membuka suara tapi suara Hazard lebih dulu menyela di ambang pintu.

"Apa Maksudmu! terserah saya, mau melakukan s*x atau tidak, itu bukan urusanmu!" tegas Hazard menolak keras, ia baru saja berbuka malah di suruh kembali puasa.

Dalam hati Hazard mengumpat pria yang usianya beda 2 tahun lebih muda darinya.

"Tapi Tuan,Nyonya Anggiba bisa–"

Kata Zuma terpotong saat Hazard menaikkan tangannya, meminta Zuma berhenti bicara."Saya jauh lebih tahu hal kecil seperti ini di banding kamu!kamu tahu, kan, kalau saya, pernah kuliah jurusan kedokteran juga!"tegas Hazard menatap tajam mata yang membalas dengan datar.

"Terserah anda Tuan, saya hanya mengingatkan, kalau begitu saya permisi," ucap Zuma hendak pergi tapi saat melewati Hazard suara tajam nan pedas itu keluar lagi.

"Ingatlah statusmu, sebagai anak Pungut yang di besarkan di keluarga ini, jadi jangan sok ngatur dan sok tahu!"

Zuma hanya menunduk tak membalas namun kepalan tangan yang memegang tas itu begitu erat hingga kuku-kukunya memutih.

"Maaf Tuan," kata itu yang selalu Zuma lontarkan Kala ucapan Hazard mulai menyinggung balas budi.

"Maaf mu tidak berguna apa-apa, pergi ke tempat biasa dan rawat anak buahku yang menjadi samsak hidup saya hari ini," titah Hazard yang langsung di laksanakan oleh Zuma.

Zuma, adalah anak yang di asuh oleh kedua orang tuanya saat Ia masih menduduki Sekolah SMA, dan kini pria itu juga mengambil jurusan yang sama dengannya meskipun Ia mengambil jurusan lain juga sebagai tonjolan bahwa hanya Hazard lah putra yang selalu di banggakan.

Helena yang mendengar ucapan Hazard pada Zuma lantas mendekati putra asuhnya itu."Hazard apa maksudmu mengirim putraku kesana, tidak! tidak boleh, disana terlalu berbahaya nak,"Helena meraih lengan Zuma yang langsung di tatap datar oleh Hazard.

"Itu sudah tugasnya, bukankah dia harus mengabdi pada tuannya selama hidup?"

"Apa maksudmu Hazard, mengatakan hal itu! dia ini adikmu, tidak ada yang namanya balas budi,mama dan papa tulus mencintainya," ujar Helena memeluk Zuma dari samping.

"Ya sudah kalau mama tidak mau dia pergi, maka Biarkan Sudara yang menyembuhkan luka bawahan saya!"

Helena termenung, Sudara sendiri menggeleng keras, Ia tak mau pergi ke tempat mengerikan dan menjijikan itu.

Helena menelan ludahnya, menatap putranya dengan takut-takut."A–apa tidak bisa wanita itu saja,"tunjuk Helena pada Anggiba yang masih terlelap tidur.

Urat-urat leher Hazard menonjol wajahnya memerah, alisnya menukik tajam, sorot mata Hazard begitu buas."Keluar!"

Mereka semua keluar terbirit-birit, dan para penjaga segera menutup pintu besar itu.

"Sudah, kamu jangan kesana! mama tidak mau kamu melihat hal menjijikan dan mengerikan disana!"

"Mama tenang saja,Tuan Hazard pasti sudah menyiapkan ruangan untuk saya yang bersih."

*******

3 Jam kemudian.

Bau bangkai tikus, bahkan darah kering di lantai ruangan ini begitu menyengat,untunglah Zuma memakai masker dan sepatu boot.

Saat berjalan alas sepatunya terlihat menarik carian yang lengket berwarna maroon tua,Ia berjalan dengan tenang seperti sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini.

Dan di antai yang berwarna hitam mengkilap satu pria besar tergeletak tak berdaya berlumuran darah. tubuh pria itu tak begitu terlihat karena cahaya temaram yang hanya dari lilin sekitar ruangan.

*******

Hazard sendiri sibuk bermain solo di kamar mandi seraya ngomel."Ck, ughh kapan wanita sialan itu bangun, ehmm, anjing!"umpat nya kala mulai pelepasan ke-3.

Hazard benar-benar frustasi dan memukul air di bak mandi hingga tumpah, rambutnya yang basah di sugarkan ke belakang.

Ia berdiri mengambil kimono untuk menutupi tubuh atletisnya seraya berjalan ke arah kasur, Hazard menyunggingkan bibirnya saat melihat bulu mata Anggiba berkedip.

"kamu sudah bangun, "suara serak Hazard membuat Anggiba yang pura-pura tidur diam-diam meremas seprei di balik selimut.

Dan Hazard melihat itu, senyumnya tak lagi Ia sembunyikan, tangan Hazard pelan-pelan melepaskan tapi kimono.

Anggiba yang mengintip segera membulatkan matanya panik, Ia baru sadar dan pura-pura menggeliat sambil berguling ke arah samping kasur semakin jauh dari Hazard yang tersenyum tipis memiringkan kepala seraya mengangkat satu alis.

Kaki Anggiba meraba lantai dan berdiri,sebelum itu Ia sempat melirik Hazard yang mulai menegakkan kepala nya.

Anggiba berusaha sekencang mungkin berlari di saat intinya masih sakit.

Hazard hanya terkekeh tak mengejar Anggiba, malah membiarkan wanita itu pergi sampai sofa dan berjalan seperti biasa, langkahnya yang lebar mampu menangkap Anggiba.

Anggiba merasa senang hampir saja menyentuh pintu, tapi tangannya di tarik begitu kuat oleh Hazard membuat Ia berbalik menabrak dada bidang pria itu.

kedua tangan Hazard mengikat Anggiba pada tubuh berotot ini."Mau kemana?"suara berat Hazard membuat bulu kuduk Anggiba meremang.

"A–aku, Ma–mau anu... emm.. anu.. itu."

"Itu apa," ucap Hazard semakin memajukan mukanya pada Anggiba yang menahan napas.

Tiba-tiba Anggiba menangis segugukan membuat Hazard heran."Kenapa menangis?"

"Tolong jangan lagi, itu sakit, belum sembuh, aku mohon," cicit Anggiba.

"tidak bisa, saya sudah membayar kamu, jadi kamu harus melayani saya selama saya mau," tekan Hazard.

Anggiba menelan ludah."A–apa, bu–budak nafsu, tidak boleh istirahat?"tanya Anggiba dengan suara serak.

Hazard diam menatap manik mata Anggiba yang bergetar ketakutan, Hazard mendekatkan bibirnya di samping telinga Anggiba."Tidak akan ada waktu istirahat untuk kita menyatu Anggi,"bisiknya seraya mengigit daun telinga Anggiba

Membuat bulu kuduk Anggiba berdiri, mata Anggiba melotot dengan mulut tertutup rapat.

Humm sudah membaca sejauh ini, kalian ngerasa bosen nggak sama alurnya?

Atau mungkin kebanyakan adegan ++ ya?

Kalian nggak suka ada adegan itu?

aku bisa hilangin kok kalau kalian komen nggak suka😊

Tapi Anggiba nya minta like nih, supaya bisa bebas terbang kayak merpati tanpa kekangan dan pastinya tanpa Hazard yang mesum🤭

Kalian suka adegan bagian mana selama membaca 6 Bab ini?

1
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!