Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6~ Misi Selesai
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Ting!
[Misi selesai]
[Selamat Anda berhasil menyelesaikan misi pertama]
[Selamat Anda mendapatkan Rumah baru di tepi pantai]
[Selamat Anda mendapatkan uang 10.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 1000 poin]
[Saldo 11.000.000]
[Penampilan:3%]
[Pesona:3%]
[Kekuatan:3%]
[Kecepatan:3%]
[Kelincahan:3%]
[Pertahanan:3%]
[Kecerdasan:3%]
[Keberanian:3%]
[Poin:1000]
"Wah, kita dapat rumah, Nak. Kita dapat rumah!" teriak Alga memeluk anaknya dengan erat.
"Rumah? Bukannya kita sudah punya rumah, Papa?" tanya Grisha tak mengerti.
"Ah, ini beda, Nak. Ini rumah baru," ayo kita pulang, lagian ini sudah sore hampir senja," ajak Alga dengan senang hati.
Alga mendayung sampannya ke tepi pelabuhan dan mengikat sampannya.
Tiba-tiba ada 2 orang pria yang sedang berdiri di dekat pelabuhan sambil merokok, mereka adalah orang yang Alga kenal.
"Hey Alga, aku dengar kalau kau di cerai istrimu ya?" tanya seorang pria bernama Pak Norman dengan nada meremehkan.
Alga malas meladeni mereka, mereka adalah orang yang iri padanya karena ia sering mendapatkan tangkapan ikan yang banyak, sementara mereka tidak, mereka yang selalu iri padanya, dan bahkan memfitnahnya karena menggunakan racun ikan, ada sebagian percaya, dan sebagian tidak.
Mungkin, ini kesempatan Norman balas dendam.
Alga diam saja, ia menggendong Grisha naik ke atas pelabuhan, lalu mengambil ember yang berisi ikan tersebut, dan ikan itu nanti akan di pelihara.
"Hey! Kau dengar tidak? Aku itu sedang bertanya pada mu!" hardik Norman merasa kesal karena Alga tidak menanggapinya.
"Ini bukan urusanmu, untuk apa kau repot-repot mengurusi hidup orang," jawab Alga menggandeng tangan Grisha, dan tangan kirinya membawa ember.
Nirman merasa kesal, dan ia berdiri di depan Alga. "Heh! Kamu tahu nggak? Kalau sebenarnya itu adalah karma! Karma karena kau selama ini menangkap ikan karena menggunakan racun, bahan peledak membuat ikan di daerah sini tidak ada lagi!" kata Norman dengan ketus.
Alga menatap Norman dengan tatapan tajam di sinari warna jingga yang hampir terbenam. "Norman, apa sekarang kau belum puas juga karena sudah memfitnah ku? Dan sekarang kau ikut campur urusan ku? Apa itu menyenangkan bagimu? Kalau kau tidak ada kerjaan, lebih baik kau kerja lebih keras lagi dalam menangkap ikan, jangan malas, dari pada memfitnah ku dan ikut campur urusan ku!" kata Alga dengan nada rendah tapi menekan, ia sudah cukup sabar dengan fitnahan dari Norman.
"Kurang ajar! Beraninya kau bilang aku. pemalas!" ucap Norman Geram, ia menendang ember ikan yang ada di tangan Alga dengan kuat, hampir saja ember itu terlepas dari tangannya, dengan sekuat tenaga, Alga mempertahankan ember itu, ia takut jika ikannya jatuh ke air lagi dan misinya gagal.
"Kurang ajar kau Norman!" ucap Alga kesal, ia meletakkan ember itu ke lantai pelabuhan dan menatap Norman dengan emosi.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...