NovelToon NovelToon
Aster Veren

Aster Veren

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:259.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fiane

Aster gadis kecil yang hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh ibunya diusia mudanya. Kini dia juga harus kehilangan sosok neneknya, satu-satunya keluarga yang masih dimiliki olehnya.

Lalu suatu hari dia bertemu dengan seorang pria asing dalam sebuah kecelakaan, siapa sangka pertemuannya dengan pria itu membawanya pada kehidupan yang lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 06

-Aster-

Malam ini suasana di rumah paman terasa lebih sunyi dari rumahku sebelumnya, mungkin karena rumah ini terlalu luas untuk dihuni oleh kak Hana, paman Eric, paman merah dan pak supir.

Dan sekarang aku juga ikut tinggal di dalam rumah mewah ini, memiliki sebuah kamar yang lebih luas dari sebelumnya bahkan tempat tidurnya juga sangat empuk dan selimutnya sangat tebal.

“Paman merah kapan pulang ya? Kak Hana bilang, paman akan pulang besok atau lusa. Tapi ini sudah lebih dari dua hari paman tidak pulang.” Gumamku sambil meremas selimut tebal yang sudah menutupi hampir seluruh tubuhku.

Hari ini kak Hana juga pergi dari rumah untuk mengunjungi ibunya yang sedang sakit, dan aku harus tidur sendirian di dalam kamar luas ini.

Mataku benar-benar tak bisa terpejam sekarang, rasanya sangat takut untuk pergi tidur saat diluar sedang hujan deras dengan suara kilat petir yang selalu membuatku takut.

Nenek, ibu .... Batinku mengingat hari dimana nenek dan ibu meninggalkanku.

Tanpa sadar air mataku terjatuh bersamaan dengan suara kilat petir yang mengejutkanku. Ku harap hujan dan kilat petir ini segera berakhir.

Ku lirik jam dinding di dekat pintu kamar, waktu sudah menunjukan pukul 09:30 malam dan hujan belum juga menunjukan tanda-tanda akan reda.

“Uh kapan hujan dan suara petirnya menghilang?” Gumamku segera mengerubuni tubuhku dengan selimut tebal ditanganku, mencoba untuk menenangkan diriku dengan memejamkan mataku.

Tenang Aster tenang, semuanya baik-baik saja. Hujannya akan segera reda, begitupun dengan suara petirnya. Ayo tenangkan dirimu Aster, tenang. Batinku terus berkomat-kamit mencoba untuk menenangkan diriku.

Saat perasaanku sedikit lebih tenang, tiba-tiba saja suara petir kembali mengejutkanku membuatku refleks terbangun dari posisi tidurku dan ku lihat seluruh ruangan di kamarku menjadi gelap gulita.

“He? Pe—pemadaman listrik kah?” Ucapku langsung berlari kearah pintu kamar saat kilat petir terlihat dibalik jendela kamarku.

Namun belum sempat meraih knop pintu, kakiku tersandung sesuatu dan membuat tubuhku tersungkur dilantai.

“Aduh, Ibu hiks. Aster takut ....” Ringisku sambil berderai air mata tak kuasa menahan rasa takut yang sejak tadi coba ku redam.

“Aster?” Suara seseorang dibalik pintu segera menampilkan sosoknya saat pintu kamarku terbuka.

Ku lihat paman merah berdiri diambang pintu sambil menyorotkan cahaya kearahku, dengan cepat aku berlari kearahnya dan memeluknya dengan sangat erat bersama dengan suara petir yang kembali mengejutkanku.

“Paman hiks ... aku takut ....” Jelasku tak mau melepaskan pelukanku.

“Kamu belum tidur?” Tanyanya setelah menghela napas lega.

“Aster gak bisa tidur sendiri. Petirnya–” Jawabku terhenti saat mendengar lagi suara petir yang lumayan keras.

“Aster takut suara petir ya?” Tanya paman membuatku menengadah dan menganggukan kepalaku bersama buliran bening yang kembali jatuh membasahi pipiku.

“Kalau begitu paman temani Aster sampai Aster tidur ya.” Tuturnya sambil mengelus puncak kepalaku dengan lembut.

***

-Arsel-

Setelah mendengar Hana pulang ke rumahnya, aku langsung bergegas kembali ke rumahku tak perduli dengan kemarahan ibu jika dia tau aku meninggalkan Michelle di restoran seorang diri. Yang ku khawatirkan saat ini adalah keponakanku.

Dan lagi hujannya sudah deras sejak sore tadi, bahkan petirnya terus berdatangan dan terdengar cukup keras. Dia pasti merasa ketakutan saat ini dan lagi aku tak bisa menahan rasa rinduku lebih lama lagi saat mengetahui kebenaran soal dirinya yang seorang anak dari kakak ku dan kak Helen.

Aku benar-benar ingin memeluknya sekarang, aku juga ingin memberitau kakak soal Aster secepatnya. Tapi sebelum itu aku harus menemui Aster. Batinku sambil memperhatikan amplop putih berisi surat dari kak Helen.

Tak ku sangka hubungan kak Helen dan kakak akan menjadi serumit ini dan meninggalkan Aster sendirian. Seandainya saat itu kak Helen berkata jujur soal kehamilannya pada kakak, mungkinkah mereka bisa hidup bahagia dengan Aster?

Saat mengingat kak Helen meninggalkan kakak tanpa sepatah katapun, aku tak bisa membayangkan perasaan kak Helen yang dipaksa meninggalkan kakak oleh keadaan. Bahkan saat itu dia sedang mengandung Aster, lalu membesarkannya tanpa sosok seorang suami disampingnya.

Dulu ibu tak merestui pernikahan kakak dan kak Helen jadi mereka diam-diam menikah. Dan kakak membawa kak Helen ke rumah saat dia pikir ibu mungkin akan menerima kak Helen jika dia tau mereka sudah terlanjur menikah. Tapi ibuku tak sebaik itu, dia mengusir putranya dan istrinya dari rumahnya.

Ku dengar mereka hidup bahagia dan itu membuatku merasa lega karena pada akhirnya kakak bisa terbebas dari tekanan ibu yang memaksanya untuk melakukan pernikahan bisnis. Namun sesuatu terjadi, tiba-tiba saja kak Helen meninggalkan kakak dengan sepucuk surat permintaan maaf karena tak bisa hidup dengannya lagi.

Yang ku tau sebelum kak Helen memutuskan untuk pergi, dia sempat bertemu dengan ibu. Aku tau karena saat itu tak sengaja bertemu dengan mereka disebuah restoran keluarga. Tapi aku tak tau apa yang ibu katakan pada kak Helen sampai dia harus memutuskan untuk pergi dari hidup orang yang dicintainya, orang yang juga mencintainya sampai detik ini.

Dan sejak kepergian kak Helen, kakak dijemput paksa oleh ibu dan beberapa pelayan pribadinya. Sejak saat itu juga kakak berubah menjadi pria dingin dan menjadi sangat penurut pada ibu, hanya soal bisnis yang harus di kelola olehnya. Jika soal perjodohan, kakak selalu menolaknya dengan tegas lalu sekarang aku harus menggantikan kakak dan melakukan perjodohan dengan Michelle.

Tapi sekarang aku merasa penasaran dengan reaksi kakak saat dia tau kak Helen sudah meninggal dan meninggalkan seorang putri cantik untuknya. Batinku bertanya-tanya.

“Sudah sampai tuan muda.” Ucap supir pribadiku meruntuhkan lamunanku, dengan cepat aku keluar dari dalam mobilku dan berlari memasuki rumah dengan perasaan campur aduk.

Suara petir kembali bergemuruh setelah meninggalkan cahaya kilat yang terpantul dari jendela ruang tamu yang mana gordennya tak ditutup. Lalu detik berikutnya suara petir kembali menggelegar bersama dengan pemadaman listrik yang membuat seisi rumah menjadi gelap gulita.

Ku harap dia sudah tidur, batinku sambil berjalan kearah kamar yang ditempati Aster dengan senter di heandphoneku untuk menerangi perjalananku menuju kamarnya.

Duk!

Terdengar suara di dalam kamar membuatku segera membuka pintu kamar dihadapanku, ku lihat Aster sudah terduduk dilantai sambil menangis.

“Aster?” Ucapku membuatnya segera bangkit dan berlari karahku.

“Paman hiks ... aku takut ....” Jelasnya sambil memeluk tubuhku dengan erat.

“Kamu belum tidur?” Tanyaku merasa lega karena sudah mengambil keputusan tepat untuk pulang ke rumah dan memeriksa Aster.

“Aster gak bisa tidur sendiri. Petirnya–” Jawabnya terhenti bersamaan dengan suara petir yang kembali bergemuruh.

Sepertinya dia takut dengan petir, batinku memperhatikannya yang masih memeluk tubuhku dengan erat diambang pintu kamarnya.

“Aster takut suara petir ya?” Tanyaku membuatnya menengadah dan menganggukan kepalanya bersama dengan buliran bening yang berjatuhan membasahi pipinya.

“Kalau begitu paman temani Aster sampai Aster tidur ya.” Tuturku sambil mengelus puncak kepalanya berusaha untuk memberikan ketenangan padanya.

“Um.” Ucapnya sambil mengangguk dan melepaskan pelukannya.

.

.

.

Thanks for reading...

1
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆
♥️
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
woy secepat ini kah endingnya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Time skip?😳
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Carel kangen ayang🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
gue suka eps kali ini sama dua eps sebelumnya. Gila manis banget interaksi Aster sama Carel. Tu cowoknya keliatan perduli banget sama Aster, disisi lain gue malah ngira si Carel lagi ngasuh adeknya wkwkwk🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
figuran yg sangat peka ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Mungkinkah Carel berpikir Aster bakal lepas lagi darinya? Secara kan waktu itu Aster dalam bahaya waktu jauh dari Carel, terus Carel juga gk sempet datang tepat waktu buat nolong Aster.

Jadi secara naluri dia berusaha buat tetap jagain Aster dan gk mau jauh-jauh dari Aster. Jadi kalau ada apa-apa juga, Carel bisa bantu. Gitu kan? Kalau gitu gue paham kenapa Carel sampai sepanik itu waktu Aster lepasin genggaman tangannya dan lari jauhin dia🥲
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
berusaha menahan kesal ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Apa ini apa ini?

Jadi Aster udh tau kalau Carel ngaku2 pacarnya dari temen2nya? Terus dia pura2 gk tau buat godain Carel gitu?

Eps kali ini banyak gulanya ye?
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
selamanya juga boleh, yakin tuh si Carel kegirangan karena dipeluk sama pujaan hatinya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Termasuk gue sebagai pembacanya ye kan😌
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ni anak gemesin banget woy. Karung mna karung >///<
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ayo bahas biar Ansel ngamuk
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
sedang menggosipkan si Carel dan ketidakpekaanmu itu
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ya berduaan denganmu itu maksudnya nak🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
minga maaf karena udh naksir si Aster ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ternyata si Lea salah paham🤣

Rupanya si Aster sibuk mikirin ucapan si Carel toh.

Gue suka sih interaksi mereka disini. Apalagi Aster mulai memutuskan buat lebih terbuka sama Kalea. Berarti mulai dari sini hubungan pertemanan mereka bakal lebih dalam lagi kan? Mungkin🤔

Btw, gue ngerasa ada bau2 scene romance kedepannya. Apakah sudah waktunya Aster dan Carel mulai memasuki kisah mereka?
𝐌𝐄𝐆𝐀𝐍: lanjutkan👍
total 3 replies
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Nah iya, setuju gue. Sekali-kali Aster harus marah, jangan buat dia terlalu sabar😭
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Karena terlalu seneng sama hubungan pertemanan mu sama Aster itu.

Apalagi Asternya kelewat baik:')
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Oh jadi intinya si Ansel mau memperbaiki hubungannya dengan Aster dengan cara membuat batasan yg jelas sama si Kalea toh.

Ya sih, udh seharusnya tu anak berhenti nganggap Ansel sebagai bapaknya. Kan dia udh nemu bapak baru juga.

Disisi lain ni si Ansel pengen buat Aster seneng kayanya karena kedepannya cuma dia yang bisa manggil Ansel ayah😌
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆: Bapak baru🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!