Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Bioskop
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
*****
Caca membayar taxi online yang dia pesan ketika sampai di parkiran Mall XX. Saat melangkah maju hendak menuju ke dalam Caca sempat melirik kearah mobil SUV yang di kenalnya sedang terparkir di area parkir depan Mall. Caca yakin Rendi sudah berada di dalam Mall sedari tadi karena Caca yakin mobil tersebut adalah milik Rendi.
"Ca, ketoilet dulu yuk, kita tacap tacap dikit biar muka gue enggak mengkilap atau keringetan." ajak Rani menarik Caca.
"Ganjen banget sih lo, Ran." jawab Caca dengan nada nyinyir terhadap Rani.
"Hei nona Marisa, nanti kau juga akan sepertiku tau, saat elo sedang jatuh cinta maunya tuh sempurna terus di hadapan lelaki yang elo suka banget." jawab Rani tegas dan lugas menunjuk Caca.
"Apaa...? idih gila elo yak, jatuh cinta? hahaha masa dengan begitu mudahnya elo ngaku udah jatuh cinta aja sama Rendi, perasaan kan kita baru juga kenal kemarin, ini sih parah elo." ucap Caca bernada kesal menepuk bahu Rani.
"Eh kita emang baru kenal tapi gue sama Rendi udah sering chatingan sama dia lho tau tiap hari, yuk ah buruan bawel lo kayak emak gue kalau di kasih gaji berkurang dari ayah pasti langsung nyerocos."
ucap Rani dengan percaya diri lalu bergegas mencari toilet wanita di dalam mall tersebut.
Caca mengikutinya dan berpikir sejenak tentang kata-kata Rani barusan tentang pendapatnya mengenai ajakan Rendi untuk mengajak Rani ngedate.
Duh kalau aja elo tau Ran, tadi gue juga hampir melakukan hal yang sama kaya elo, gue pengen tampil sempurna depan Rendi sampe bingung gue mau pake baju yang model dan warna kayak mana, tapi gue takut Ran, gue takut jatuh cinta sama Rendi karena gue yakin nantinya elo bakal kecewa banget sama gue elo pasti bakal marah sama gue, dan gue gak mau itu terjadi karena gue lebih butuh sahabat kayak elo daripada Rendi.
batin Caca sedih namun ia berusaha menyembunyikan perasaannya kala itu dengan wajah ceria.
Setelah mereka selesai touch-up, Caca dan Rani bergegas menuju lantai tiga tempat bioskop di mall xx itu berada menggunakan eskalator.
Sesampainya di depan sebuah ruangan bertuliskan bioskop xx, Rendi sudah berada di sana di depan pintu ruang bioskop dengan tubuh tegapnya yang terlihat sexi bagi kaum hawa. Rendi memakai kaus biru berkerah dan membiarkan kancing atasny terbuka satu. Celana jeans berwarna biru navy dan memakai juga topi warna senada dengan pakaiannya. Sepatu sporty merk xx warna putih dan kuning yang mencolok tapi keren saat dia pakai pun terpakai di kaki nya yang kelihatan panjang.
Duh Dia sadar gak sih dia tampan banget, sadar juga gak sih tuh kalau banyak cewek-cewek yang merhatiin Rendi dari tadi.
gumam Caca memperhatikan Rendi dan sekelilingnya dengan seksama.
"OMG cakep parah Ca, sumpah gak nyesel gue ngabisin duit ke salon buat dia aaaaa...!!" ucap Rani senang berbisik pada Caca.
"Hadeh.... ah amat lah." Sahut Caca.
Rendi melambai ke arah keduanya dengan tangan kanannya dan di tangan kirinya Rendi terlihat sudah membawa tiga tiket bioskop film Terminator terbaru yang sudah dia pesan tadi saat sampai di mall.
"Hai Ca, hai Ran..!" sapa Rendi pada Caca dan Rani.
"Hai Ren, makasih ya udah ngajak gue nonton, eh btw nih ya kenapa sih elo gak langsung aja ajak gue kan biasanya elo bisa sih chat gue, jadi langsung ngajaknya pake chat, kenapa juga harus lewat Caca dih segala mau ngajak gue nonton aja pakai lewat Caca cieee hahahaha." ucap Rani dengan penuh percaya diri kala itu membuat Rendi bingung dengan pembicaraan Rani barusan.
"Hehehehe..." jawab Rendi dengan tawa yang bercampur bingung dari maksud perkataan Rani.
Lalu dengan spontan Rani langsung menggandeng tangan kanan Rendi menuju ke dalam bioskop. Rani berhasil menjadi pusat perhatian para cewek-cewek yang sedari tadi mengamati Rendi. Tindakan Rani barusan itu padahal membuat Rendi tersentak kaget dan langsung mencoba melepas pegangan tangan Rani dari lengannya namun gagal.
Caca melihat nya dengan sangat risih bercampur malu atas perbuatan Rani tersebut, lalu dia memilih pergi ke depan meja pemesanan makanan dan Caca memesan tiga popcorn dalam kemasan kotak besar dan tiga minuman soda dalam kemasan kaleng.
Rendi melihat kearah punggung Caca yang sedang memesan makanan kala itu. Rendi masih masih mencoba untuk melepaskan genggaman Rani dari tangannya. Tetapi dengan penuh percaya diri Rani selalu berhasil melingkarkan lengannya pada lengan Rendi.
Saat memasuki ke dalam bioskop, Caca memilih untuk duduk duluan lalu Rani buru buru melewati Rendi agar dia bisa duduk diantara Caca dan Rendi.
Ada kekecewaan di hati Caca saat itu, namun dia harus terlihat senang bahagia karena Rani begitu menyukai Rendi. Caca sadar biar bagaimanapun juga Rani sahabatnya, dan jika sahabatnya bahagia dia juga akan merasa bahagia.
Setelah satu jam sudah berlalu sampai mereka berhasil menikmati film Terminator terbaru di dalam bioskop itu semuanya tidak ada yang berbicara sama sekali. Bahkan biasanya Rani cerewet sekali kala membahas jalan cerita film jika menonton bersama Caca tapi kali ini Rani menjaga sikapnya sambil sesekali menatap wajah ganteng Rendi.
Cih seperti ini kah caramu menjaga image Ran, sebegitu sukanya kah kau pada Rendi.
batin Caca mengamati tingkah laku Rani.
Saat itu sesekali Caca juga melirik ke arah Rani dan Rendi. Lucunya lagi Rani berusaha menyentuh tangan Rendi saat menonton di kegelapan ruangan bioskop itu, namun Rendi selalu menaruh tangan nya tersebut di hidung atau mulutnya untuk menghindari sentuhan tangan Rani.
Sebenarnya Caca ingin tertawa sih melihat kelakuan sahabatnya itu, namun dia hanya tersenyum kecil ketika melihat penolakan dari Rendi.
Tanpa sadar senyuman tipis nan manis milik Caca itu juga ada yang memperhatikan yaitu Rendi. Rendi sedari tadi menoleh sedikit - sedikit ke arah kiri hanya ingin sekilas melihat Caca. Bahkan cerita tentang hebatnya jalan cerita film itu pun tidak diperhatikan olehnya. Kala itu Rendi hanya ingin melihat Caca yang serius menatap ke layar bioskop di hadapannya.
Aaarrhhhhhggg sadar gak sih kamu Ca kalau Rendi memperhatikanmu.
*****
Bersambung...
duuhhh author auto baper nih nulisnya... 😂😂😂
Tengok novel ku lainnya ya
- Pocong Tampan
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
Vie love you all readers
Caca rendi saudara😱😱