NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:541
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keisha Demam Berdarah

Setahun pulang sekolah Mereka bergegas ke kantin untuk pulang bersama ibu kantin karena mereka akan kembali bekerja bersama ibu kantin diwarung yang makan miliknya.

Tapi sebelumnya mereka singgah di bank untuk membuat tabungan untuk mereka dengan bantuan ibu Hasni. Setelah itu mereka ke tempat jualan makan siang ibu Hasni untuk kembali bekerja.

"Nah kalian kerjakan ini yah". Ucap Ibu Hasni begitu mereka sampai diwarung makan itu.

" Iya bu, kami akan mengerjakannya". Kompak Kayla dan Kanaya

Ibu Hasni hanya tersenyum sendu melihat anak-anak yang masih butuh kasih sayang orang tua itu, mereka masih kecil tapi sudah sangat cekatan mengurus pekerjaan rumah dan memesan seperti itu.

Sore hari mereka sudah selesai dengan pekerjaan mereka dan pulang diantar oleh ini Hasni setelah mereka diberikan upah dan makanan untuk makan malam mereka.

Malam Harinya mereka semua mengerjakan tugasnya kecuali si bungsu yang seperti tak nyaman dengan keadaannya.

"acit". cicit Keisha dengan pelan menggulung badannya.

Ketiganya tersentak kaget melihat adiknya bertingkah seperti itu, tidak seperti biasanya.

Kayla memeriksa badan sanga adik, matanya langsung membulat saat memegang kening sang adik yang sangat panas.

"Ya Tuhan dek, badanmu panas banget". Heboh Kayla, dia memeriksa badan adiknya dan ternyata banyak bintik-bintik merah.

Kanaya yang sejak kecil memang ingin jadi dokter segera menghampiri sang kakak dan adiknya untuk melihat apa yang terjadi.

"Adek kenapa kak?? kok kakak panik begitu??

"Ini badan ade panas nay, badannya penuh bintik-bintik merah, lihat deh?? ". Kayla yang panik itu memperlihatkan adiknya itu kepada Kanaya.

"Ayo kita bawah ke puskesmas kak, kita bawah berkas-berkas dulu".

"Ya Sudah, kakak siapkan berkasnya dulu kamu jaga adek sebentar".

Kayla segera mengambil Kartu kesehatan sang adik (BPJS) dan kartu keluarga mereka untuk dibawah dan beberapa pakaian dan perlengkapan. Setelah siap mereka langsung menuju PUSKESMAS yang tidak jauh dari rumah mereka, dekat dari sekolah mereka.

"Suster tolongin adik saya?? ". Teriak Kayla yang masuk kedalam UGD puskesmas karena hanya itu ruangan yang terbuka Di puskesmas karena ini sudah malam.

"Loh Kayla, siapa yang sakit nak?? Tanya suster yang tinggal tidak jauh dari rumah Kayla.

" Ini Keysa tante, badannya sangat panas dan badannya penuh bintik-bintik ". Ucapnya sambil menangis.

"Ya sudah bawah naik sini biar tante periksa dulu". Suster bernama Maya itu segera memeriksa Keisha dan menghela nafas.

"Adik kamu seperti nya kena demam berdarah, tapi kami tes dulu yah, kalian semua duduk dan tunggu dulu disini".

Maya dan kawan-kawan nya segera menindak lanjuti penyakit Keisha, mereka mengambil sempel darah dan membawanya ke laboratorium untuk diperiksa. kemudian memberikan pertolongan pertama pada Keisha.

"Kalian bawah BPJS dan Kartu keluarga adik kalian?? Tanya Maya kepada Kayla.

"Iya tante kami membawanya, ini tante". Kayla memberikan berkas itu.

"Kamu tunggu disini yah, oh iya coba kompres adikmu di dahi dan di ketiaknya agar demamnya turun sambil menunggu hasil laboratorium nya".

"Iya tante". Kayla segera mencari kain dan segera mengompres sang adik sedangkan Kanaya mengurus Keenan yang ingin tidur.

Para perawat yang ada disana tertegun melihat mereka yang telaten mengurus adik-adik mereka padahal mereka masih kecil dari memerlukan orangtua untuk mengurus mereka.

Sejam berlalu, akhirnya hasil tes darah dari Keisha pun keluar dan benar saja dia demam berdarah dan harus dirujuk kerumah sakit di kota.

"Bagaimana dek, kamu bisa kerumah sakit di kota?? Tanya Maya dengan khawatir.

" Tapi kami tidak punya ongkos tante, disana pasti kami membutuhkan makanan, aku tidak tahu bagaimana caranya dan kami juga tidak punya uang untuk biaya selama disana". Tangis Kayla pecah mengingatnya apalagi dia harus meninggalkan kedua adiknya yang masih kecil.

"Tapi nak, adik kalian ini harus dirujuk kerumah sakit". Ucap suster Maya dengan ibah.

"Bawah saja adek kak, sama uang yang ada di tabungan kakak ambil untuk pegangan disana, tidak usah pikirkan aku dan Keenan kami kan kerja di kantin kak, dapat uang tiap hari jadi tidak perlu pikir makan kami yang penting kakak bawah adek dulu".

"Kalian yakin tidak apa-apa?? Tanyanya kepada sang adik dengan rasa khawatir.

"Tidak apa-apa kak, kami yakin, lagian tante Rina juga tidak ada jadi kami aman".

"Baiklah kalau begitu, kakak antar kalian pulang dulu sekalian singgah ke pak desa memberitahu keadaan kita, dan kakak akan ambil beberapa baju untuk kakak bawah kesana, tante Maya bisakah saya menitip dek Keisha di sini??

"Tentu nak, pergilah, kami juga masih menunggu konfirmasi ruang sakit untuk adik kalian".

"Baiklah tante terima kasih". Ucapnya meninggalkan mereka karena adiknya Keisha juga sedang tertidur.

Mereka bertiga bergegas pulang kerumah, kemudian singgah kerumah kepala desa sebelum sampai dirumah mereka dan keduanya berakhir tinggal bersama pak desa sementara waktu. Setelah mengurus kedua adiknya Kayla kembali ke rumahnya untuk mengambil keperluan dirinya dan sang adik selama dirumah sakit kemudian kembali ke puskesmas.

"Kamu sudah siap nak Kayla?? Ucap Suster Maya ketika Melihat Kayla datang

"Siap apa tante?? Tanyanya tidak mengerti

"Kita kerumah sakit sekarang nak, adikmu harus cepat ditangani, dan kami sudah mendapatkan balasan dari rumah sakit".

"Iya suster tapi bisa kah kita nanti singgah di ATM untuk mengambil uang". Tanya Kayla dengan sendu.

"ATM, uang?? Tanya suster Maya keheranan.

"Iya suster, kami punya sedikit tabungan, uang itu dari hasil kerja kami dikantin dan uang sumbangan yang diberikan warga saat ibu kami meninggal, ibu Hasni ibu kantin kami membantu kami menabung kan di bank dan dapat buku dan ATM".

"Bagus nak, itu pemikiran sangat bagus, jadi jika kamu punya rejeki, kamu bisa menyimpannya disana dan akan berguna untuk keperluan mendesak seperti ini, Ayo kita pergi nanti kita singgah di ATM".

"Terima kasih suster". Kayla segera membantu suster mengurus sang adik untuk dimasukkan kedalam ambulance untuk dibawah kerumah sakit besar di kota.

Sesampainya dirumah sakit besar, adiknya segera mendapatkan perawatan medis yang lebih baik dari rumah sakit dan telah ditempatkan didalam kamar rawat walau masih UGD.

"Tante pulang yah nak, kamu baik-baik disini, tante sudah memberitahu jika hanya kamu yang menjaga adikmu, mereka akan membantumu menjaga adikmu jika kamu mengurus obat".

"Terima kasih tante atas bantuannya". Ucap Kayla menangis.

"Tidak apa-apa nak, ini tante ada sedikit rejeki untuk pegangan kamu selama disini, nanti tante akan menghubungi teman tante yang bekerja disini, jika adik kamu sembuh nanti tante atau kepala desa yang jemput kalian pulang".

"Ya Tuhan Terima kasih". Kayla memeluk suster Maya dengan penuh tangis.

"Sama-sama nak, jaga adikmu baik-baik dan jangan percaya pada orang selain suster dan perawat kamu mengerti??

"Iya tante".

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!