NovelToon NovelToon
ROMANSA CINTA DIT AND KAI

ROMANSA CINTA DIT AND KAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:153.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: NinLugas

Cerita ini hanya fiktif belaka, cerita menggandung adegan +18



Lika-liku kehidupan Dita yang masih trauma akan perceraian orang tuanya, tanpa sengaja di jodohkan dengan Kai yang merupakan anak teman ibunya, ada perasaan berbeda ketika Dita dekat denga Kai.
Perasaan yang kuat antara Dita dan Kai membuat Celine begitu cemburu, dia bahkan tak yakin Kai dapat mencintai gadis yang baru beberapa hari di temui nya. Trauma yang masih melekat di ingatan Dita membuatnya bimbang dan takut dalam memutuskan jalan hidupnya, dia hanya tak ingin kejadian itu terulang kembali.
walau banyak kekurangan Kai begitu gigih menyakinkan Dita untuk menikah dengannya, Kai yang bersedia menutup semua kekurangan Dita, restu sudah pasti mereka dapat, entah apa yang selalu saja rasa tidak percaya diri menghampiri Dita.

Akankah Dita dapat meyakinkan hatinya untuk Kai dan dapatkah Dita dapat memaafkan ayahnya?


yuk mampir di karya ku, semoga bisa jadi daftar favorit kalian untuk membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06 Senja ciumlah aku

Acara berlangsung meriah, seperti pesta pada umumnya selepas tukar cincin, beberapa tamu undagan bernyanyi seraya menikmati hidangan pesta.

“Gue bakal nunjuk satu orang buat nyanyi dan dia harus nyanyi“

kata Rendi yang memulai permainan di pestanya malam itu.

Semua tamu undagan memperhatikan Rendi dan Celine yang selalu berada di sampingnya. Mata Rendi pun tertuju pada Kai dan Dita yang tengah asyik mengobrol.

“Gue mau cewek nya sahabat gue yang nyanyi”

kata Rendi sambil menunjuk kearah Dita dan semua tamu melirik kearah Dita dan Kai.

“Ayo dong, nyanyikan satu lagu buat kami”

kata Rendi yang sudah tiba di tempat Kai dan Dita duduk sambil menyodorkan satu buah microphone.

“Biar aku yang nyanyi”

kata Kai yang hendak mengambil microphone.

“Harus Dita dong”

kata Rendi sambil tersenyum tidak memberikan microphonenya.

“Aku enggak bisa nyanyi tapi aku akan buat puisi buat kalian”

sahut Dita balas tersenyum.

“Uuhh biasanya anak sastra yang suka puisi, boleh lah kalo gitu”

kata Rendi yang menyerahkan microphonenya.

Senja...

Warna jingga mu melukiskan isi hati aku

Mengerti akan hati yang menangis ini

Merelakan semua yang telah berlalu

Senja...

Apakah kau akan selalu menjadi pendengar aku

Setia mendengarkan tangis aku

Tapi kini aku mengerti senja tidak kan pernah

meninggalkan malam

Dan aku mengerti mengapa Tuhan menitipkan

hati yang terluka ini untuk menjadi dewasa

Sampai aku kan berkata

Semoga kau bahagia

Senja...

Puisi yang dibuat Dita bertujuan agar Kai tidak selalu terpuruk akan tingkah sahabat dan mantannya yang menyakitinya. Para tamu, Rendi dan Celine seperti terbius akan puisi Dita.

Celine sadar betul telah menyakiti perasaan Kai dan dia cukup kesal akan sikap Dita yang menurutnya sok ikut campur urusan pribadi mereka.

“Puisi yang bagus, kasih applause dulu buat Dita”

seru Rendi yang merasakan apa yang Celine rasakan.

“Kamu cerita tentang masalah kita?”

kata Celine yang menarik tangan Kai.

“Kita?? enggak ada kata Kita”

seru Kai yang malas meladeni cewek over posesif seperti Celine.

“Kamu itu brengsek”

teriak Celine yang membuat para tamu malah tertuju kearahnya.

Para tamu terdiam, Celine terlihat kacau image yang dibangunnya hancur karena perasaannya sendiri yang entah kenapa.

“Terimakasih 2 tahun ini kamu udah pernah ada dihati ku”

kata Kai yang kemudian berlalu berjalan kearah Dita.

Dengan tampang sinis Kai menggengam tangan Dita dan mengajaknya pulang dari pesta. Beberapa tamu berbisik mengatakan Celine kenapa? Kok Celine marah-marah? Aneh banget? Muak akan perbincangan para tamu, Rendi hanya diam karena dia tahu dihati Celine masih ada Kai, muak akan sikap Celine Rendi meninggalkan pesta. Kesal dan menyesal akan sikap nya yang dulu pernah menyakiti sahabatnya.

“Ren...Rendi”

teriak Celine yang kemudian menyusul tunangannya tersebut.

“Rendi, i’m so sorry”

kata Celine yang berhasil memeluk Rendi dari belakang.

“Stop, gue tahu lu masih punya perasaan ke Kai”

Rendi yang melepaskan pelukan Celine, hanya menangis Celine terlihat menyedihkan.

“Tapi aku udah milih kamu Ren...”

seru Celine sambil menangis.

“I know, kasih gue waktu sendiri, ok”

pinta Rendi kemudian memasuki lift dan meninggalkan Celine sendiri.

Celine kembali kedalam pesta dengan berjalan sempoyongan, make up yang berantakan karena habis menangis. Celine mengumumkan bahwa pestanya telah usai.

“Makasih yang udah dateng, pesta selesai”

kata Celine naik keatas mini panggung ditengah pesta.

Karena tidak kuat menahan tekanan Celine jatuh tersungkur, dia pingsan dan tamu yang datang heboh dan membawa Celine ke kamar salah satu hotel ditempat pesta.

Ditemani orang tua Celine dan Rendi, mereka hanya merasa kecewa dan disayangkan dihari bahagia anaknya akan berantakan seperti ini.

Dita dan Kai hanya berdiam didalam lift, menunggu sampai kearea parkir mobil. Dan Kai terus menggengam tangan Dita.

“Maaf ya aku lancang”

kata Dita yang terlihat menyesal membuat puisi dadakan tadi.

Kai melepaskan semi jas jaketnya dan dikenakannya kepada Dita.

“Kali ini aku boleh cium kamu kan?”

tanya Kai yang sekarang kedua tangannya memegang pipi Dita.

Belum sempat menjawab Kai sudah mendaratkan bibir tipisnya dibibir Merah Dita. Kaget syok dan hampir gak percaya Kai akan berani menciumnya.

Dita yang sebelumnya tidak pernah berciuman hanya diam menutup rapat bibirnya dan matanya yang tidak bisa terpejam, jelas sekali wajah Kai yang tepat berada didepannya.

Tidak berlangsung lama Kai mencium Dita, tangan Kai menyeka rambut Dita kekupingnya. Seraya berkata

“Puisi kamu bagus”

Dan lagi Kai kini mencium bibir Dita kedua kalinya, Dita pun berusaha membalas ciuman Kai, tanganya kini berada di pinggang Kai dan matanya yang terpejam, membuka bibirnya memberikan akses untuk Kai bisa mencium lebih dari tadi.

( Kalian bayangin sendiri ya, malu aku tuh nulisnya 😁😀)

Sesampainya diparkiran mobil, mereka pun bergegas masuk kemobil dan bersiap untuk pulang. Tidak ada yang bicara mungkin canggung karena ciuman tadi. Kai hanya memutar musik sepanjang jalan.

Hampir 30 menit lebih mereka tidak bicara, akhirnya Kai membawa Dita kesuatu tempat untuk berbicara. Sekitaran taman dekat dengan perumahan Dita, ada beberapa pedagang jagung bakar.

“Nih”

kata Kai yang memberikan jagung bakar yang baru matang kepada Dita.

“Makasih...”

sahut Dita yang menggambil jagung tersebut.

“Kita nikah aja gimana?”

tanya Kai yang tanpa ragu langsung to the point.

“Seriusan?”

tanya Dita yang menatap Kai.

“Apa yang kulakukan sama kamu itu serius”

Kai yang meyakinkan Dita dengan memegang tangan Dita.

“Kamu enggak harus jawab sekarang kok”

jata Kai melanjutkan makan jagung bakarnya.

“Tunggu aku wisuda mau?”

kata Dita yang masih menatap Kai.

“Aku akan selalu tunggu kamu”

balas Kai yang kemudian menyeka bibir Dita yang makannya belepotan.

Tidak banyak yang spesial diantara Kai dan Dita, hanya hal biasa dan umum dilakukan orang yang tengah PDKT. Dita juga bukan tipe cewek yang selalu menuntut, mungkin itu yang membuat Kai lebih nyaman berada disisi Dita.

Heboh karena Celine pingsan diacara pertunangannya, salah satu tamu undagan sempat merekam ketika Dita membacakan puisi untuk Rendi dan Celine. Bahkan disebarluaskan kemedsos, bahkan ada yang menghastag #karma.

Dilihat dari sisi Kai memanglah orang yang terluka saat ini, namun ketika diflashback Kai sedari dulu tipe cowok cuek terhadap siapapun, hanya Rendi temannya. Mungkin Celine jenuh menjalani hubungan yang toxic, salahnya dia malah selingkuh dengan sabahat Kai sendiri. Membuat hubungan mereka menjadi rumit.

Rendi yang nampak menyendiri di sebuah club malam, tidak memperdulikan beberapa wanita penggoda yang berada disampingnya. Terus memikirkan apa yang Celine lakukan tadi, merasa kesal dan marah hanya tak bisa di ungkapkan, buat Rendi miras yang menurutnya bisa menenangkan pikirannya uang kacau.

Gemerlap lampu club ditambah musik jaz yang membuat suasana sedikit sendu, cafe ini memang menjadi tempat favorit Rendi. Jam sudah menunjukan pukul 01.37 namun ia tidak beranjak pergi dan terus meminum miras yang telah dipesannya.

“Men,,,liat ini celine pingsan “

kata seorang bartender yang merupakan teman Rendi juga, ia memberikan handphonenya dan menunjukan vidio seseorang yang diupload ke medsos.

Dilihatnya Celine jatuh pingsan dividio berdurasi 3menit itu. Dasarnya Rendi sudah sayang Celine, ia pun bergegas untuk pergi menghampiri Celine.

“Thank’s bro, gue duluan”

kata Rendi yang meletakan uang di meja bartender untuk segera pulang.

“Hati-hati Ren...”

teriak cowok bartender berwajah oriental itu.

1
nobita
aku mampir kak
Angkasabiru
manis banget kai 😌
Angkasabiru
Dita keren. semangat terus gina 🤗
Angkasabiru
Saling suport ya kak. Aku nyicil dulu bacanya hehe☺
Ika Mbkdyva
😊😊😊
Lestari 23
juan nekat..karena diberi kesempatan
Lestari 23
jablay...janda kurang belaian.
Lestari 23
pengalaman... wwlaupun bertahan ttp aja ibarat kaca retak, kepercayaan itu jd menipis
Lestari 23
aku suka cewe pemberani.. jarang yg meng explor cewe pemberani.
Qiana
Semangat dan sukses selalu
7in1
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Qiana
Mencoba hadir, walaupun jaringan payah
7in1
💕💕💕💕💕💕
Qiana
kami 7in1 hadir
Like 👍👍👍👍👍
Qiana
karena Author sudah hadir di karya Firmo, maka kami akan hadir juga, 7in1

Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️
Qiana
Salam 7in1
Rate ⭐⭐⭐⭐
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
up Thor smgt
Ayu Arthamobilindo
up SMG bs LBH dr 100 episod y Thor smgt 🥰🥰🥰😘😘😘
Ayu Arthamobilindo
Juan THN dikit napa
Ayu Arthamobilindo
duh Dita knp JD bgn ya smgt thor
Ayu Arthamobilindo
autohor nya lucu smgt ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!