Menikah adalah hal sakral yang tidak boleh di permainkan. Namun, pernikahan Elena terjadi karena semata-mata ingin menyelamatkan nyawa papanya yang sedang terancam. Dan tanpa diketahui, ternyata dirinya menjadi istri kedua dan bukanlah istri satu-satunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anasta_syia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Elena melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Telinganya samar-samar mendengar sebuah percakapan yang terjadi di ruang tamu. "Mama" panggil Elena membuat wanita paruh baya itu menoleh seketika dengan wajah sembab.
"Ada apa? tanya Elena dan langsung berlari mendekati mamanya. Matanya tertuju pada seorang pria yang duduk tak jauh dari mamanya dengan wajah datar.
"Tuan memberimu waktu 24 jam untuk berpikir. Lewat satu detik maka tanggung semua resikonya" ucapnya dan langsung pergi begitu saja.
"Mama apa yang terjadi? Ceritain ke Elena!!" paksa Elena yang sudah kepalang penasaran dengan semua hal yang tidak is ketahui. Sebenarnya ada apa? Mengapa mamanya tak mau cerita pada dirinya?
"Papa kamu... "
"Kenapa sama papa?" tanya Elena dengan mengguncang bahu mamanya mendesak agar wanita itu bercerita semuanya pada dirinya.
"Papa kamu dalam bahaya" ucap sang mama membuat jantung gadis itu berdetak tak karuan. Bahaya apa yang dimaksud oleh mamanya?
Dengan siapa kedua orang tuanya ini berurusan? Mengapa keluarganya terancam dari segala sisi baik itu keselamatan maupun ekonomi.
"Papa baik-baik aja kan?" Elena bertanya dengan harapan mamanya akan menjawab iya. Namun harapannya patah karena sebuah gelengan kepala yang mamanya lakukan menjawab pertanyaannya.
"Nyawa papa kamu terancam"
"Yaudah kenapa kita masih ada disini? Kita sekarang berangkat ke Amerika buat selametin papa" ucap Elena dengan panik.
Ia begitu mencemaskan kondisi papanya yang saat ini jauh dari dirinya. Pria itu sedang berada di luar negeri yang membuat Elena semakin ketakutan jika terjadi sesuatu yang buruk pada pria yang begitu ia sayangi dalam hidupnya.
"Gak bisa"
"Kenapa gak bisa?"
Apa ini? Bagaimana mungkin ia berdiam diri medengar papanya yang sedang dalam bahaya dan dia hanya duduk manis di dalam rumah? Elena tidak mungkin melakukan hal itu. Ia harus melakukan sesuatu bagaimanapun caranya untuk menyelamatkan nyawa papanya.
"Hanya kamu yang bisa menyelamatkan nyawa papa kamu" ucap sang mama membuta Elena semakin tak paham dibuatnya.
"Coba mama cerita dengan runtut dan jelas. Aku gak paham sama semuanya. Apa yang terjadi dan kenapa ini terjadi!"
"Arthur" Sebuah nama yang tercetus dari bibir mamanya membuat Elena mengernyit. Ia tak pernah mendengar nama itu. Siapa dia? Dan ada hubungan apa dengan semua ini?
"Siapa dia?"
"Dia yang saat ini menyandera papa kamu. Nyawa papa kamu tergantung pada keputusanmu"
"Maksudnya?"
"Arthur adalah saingan bisnis papa kamu. Papa kamu ditipu sama Delon yang sengaja menjebak agar seluruh aset yang kita miliki jatuh ke tangan Arthur dengan perjanjian bisnis yang ternyata semua itu palsu. Papa kamu dipaksa tunduk sama Arthur karena sudah tidak memiliki apapun. Bahkan sekarang nyawanya pun menjadi taruhannya"
"Lalu?"
"Pria yang tadi datang kesini adalah anak buah Arthur. Dia menyampaikan jika mau nyawa papa kamu selamat makan kamu harus menikah sama putra Arthur"
"Apa? Menikah?"
"Dalam 24 jam jika kamu menolak maka nyawa papa kamu melayang di tangan Arthur" ucap sang mama.
"Kenapa harus dengan menikah? Apa putranya itu tidak bisa mencari pasangan sendiri?" tanya Elena kesal.
Sekarang, apa yang harus ia lakukan? Apa yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan nyawa papanya tanpa menikah dengan putra Arthur. Kini keluarganya berada di bawah tekanan pria itu seolah bergerak seperti boneka yang harus sesuai dengan keinginan pemiliknya.
"Om Delon" lirih Elena
"Mama, aku pergi dulu" ucap Elena dan pergi ke luar rumah dengan cepat. Gadis itu masuk ke dalam mobilnya dan memacu kendaraan besi itu dengan kecepatan tinggi menuju rumah Delon yang membuat semuanya menjadi kacau seperti ini.
Bahkan gadis itu tak memperdulikan teriakan mamanya yang bertanya kemana dia akan pergi. Kini Elena hanya terfokus pada satu hal yaitu Delon.