NovelToon NovelToon
Kami Yang Kau Buang

Kami Yang Kau Buang

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Single Mom / Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Maya memiliki 3 orang anak saat dirinya diusir oleh suaminya karena pengaruh dari keluarganya, dia berjuang untuk membesarkan ketiga anaknya yang masih kecil hingga tumbuh menjadi anak-anak yang hebat dan berprestasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Yang Tersakiti 2

Pernahkah kalian berjuang tapi hanya dipandang sebelah mata bahkan seperti tak terlihat??

Ya itulah yang aku rasakan selama menikah dengan lelaki yang kucintai. Lelaki yang begitu aku perjuangkan agar bisa bersamanya tapi tak pernah dianggap, hanya sebagai penerima benih saja

Aku pikir setelah bisa bersamanya dia akan mencintaiku seperti aku mencintainya, tapi nyatanya aku dan anak-anak hanya sebagai pajangan yang tak kasat mata dan tak tersentuh. Hal inilah membuatku seakan lari dari tanggung jawab sebagai istri dan seorang ibu sampai anakku sendiri berkata seperti itu.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang??, bahkan anak-anak tak menganggap aku sebagai ibunya". Ucapnya meneteskan air mata.

" Makanya jangan selalu pergi kesana-kemari dengan geng Sosialita tidak jelas mu itu, sekarang bahkan anak-anak tidak mau melihatmu ". Ucap Sang suami yang tengah berada di belakangnya.

Rasya mendengar semua pembicaraan anak dan istrinya itu, sebenarnya terbesit rasa bersalah dalam dirinya karena selama ini mengabaikan keluarga kecilnya. Tapi ego dan tinggi hatinya menghalangi dirinya untuk berubah. Baginya urusan anak itu urusan perempuan apalagi tidak ada yang bisa dia harapkan karena semua anaknya hanya anak perempuan.

" Tidak usah menasehati jika kau sendiri seperti itu?? ". sindirnya kembali kepada suaminya itu.

" Apa maksudmu berbicara seperti itu pada suamimu?? ". Ucapnya dengan geram, dia sungguh tidak terima ucapan istrinya itu.

"Yang kukatakan memang benarkan??, selama ini kau bahkan tak memiliki waktu bersama kami, pekerjaan selalu menjadi prioritasmu dibandingkan kami. Jangan kan bermain dengan anak-anak, menanyakan keberadaan dan keadaan kami saja tidak??, lalu sekarang setelah kejadian ini kamu hanya menyalahkan ku tanpa berkaca??'. Ucap Marsya dengan sinis.

Tak ada lagi rasa cinta untuk lelaki dihadapannya ini, rasa itu sudah terkikis akibat ketidakpedulian dan ketidakhadirannya ditengah-tengah keluarga kecil mereka.

"Tapi aku bekerja untuk kalian, memang itu tugas seorang kepala keluarga bukan??". Tanya ku dengan dingin.

Dirinya tidak terima disalahkan, baginya dia bekerja itu sudah cukup dan urusan anak dan rumah itu urusan istri.

"Kalau begitu menikah saja sama pekerjaan, lagian kau jangan lupa jika aku juga seorang pengusaha besar bahkan lebih dari perusahaanmu, tapi aku bisa setidaknya mengurus anak-anak walau tidak banyak, jadi jangan banyak protes". Ucapnya meninggalkan suaminya yang termenung mendengar penuturannya tadi.

Dia tidak menyangka mendapat kalimat pedas dan menyakitkan dari istrinya itu.

Sebelum langkahnya terlalu jauh, Marsya berbalik memandang suaminya dengan sendu.

"Jika kau menikah untuk menyakiti aku, lebih baik kita selesaikan saja pernikahan ini, tidak ada gunanya mempertahankannya, toh kamu dan ibumu tidak pernah menganggap anak-anak, hanya karena mereka perempuan, seakan ibu mertua lupa jika dia juga seorang perempuan dan kau lahir dari seorang perempuan". Marsya meninggalkan suaminya yang memandangnya dengan intens.

"Jangan pernah menganggap dirimu seperti Tuan Putri dirumah ini Marsya Aditama, aku kepala keluarga disini jadi harus kau hormati dan patuh kepadaku". Ucapnya dengan nada tinggi dan geram karena tak terima apa yang dikatakan istrinya.

Marsya berbalik melihat suaminya dengan datar dan amarah yang meluap.

"Dulu aku begitu menghormati dan menghargai mu, dulu aku melakukan apapun yang kau katakan karena aku begitu mencintai dan menyayangimu, tapi apa pernah dirimu memperhatikan aku kecuali hanya perkara kebutuhan biologis mu??, Pernah kah kau memperhatikan aku ketika aku sakit dan melahirkan anakmu??, pernahkah kau ikut membantuku menjaga dan menemani anakmu??". Marsya menghapus air matanya dengan kasar.

Pertanyaan sederhana itu menampar Rasya, dan itu terasa sangat sakit dan itu benar dia tak pernah memperhatikan istrinya dan juga anak-anaknya. Dia menunduk karena merasa bersalah.

"Kau ingin dihormati dan dihargai, tapi lupa jika anak dan istrimu juga harus dihormati dan dihargai, kau ingin diperhatikan dan disayangi, tapi kau bahkan tak ada untuk kami, lalu sekarang kami seperti ini, kau hanya menyalahkan ku tanpa bercermin, kenapa aku dan anak-anak seperti ini??, tidak kah kau berpikir bahwa semua ini berawal darimu??". suaranya bergetar menahan tangis kesakitan

Rasya mengangkat kepalanya memandang istrinya dengan nanar, kata-kata yang dilontarkan istrinya penuh dengan rasa kesakitan.

Marsya menggelengkan kepalanya. "aku hanya mencari segala pelarian dari rasa sakit yang kau tanam padaku selama 10 tahun ini. Sampai aku lupa jika ada anak-anakku juga lebih terluka dariku karena ketidakhadiran dan ketidakpedulian orangtua". Marsya meneteskan airmata yang sejak tadi mengembun.

Bayangan wajah anaknya yang memandangnya penuh luka dan kebencian itu membuatnya sangat terluka dan merasa sangat bersalah.

"Sya, aku". Ucapannya tertahan di tenggorokannya.

"Kini ku menyadari, menikah dengan orang yang mencintai dan menghargai mu lebih baik, daripada menikah dengan orang kita cintai tapi tak pernah menganggap kita ada. Andai waktu bisa diulang aku tak akan menikah denganmu, wajar jika istrimu pergi dan tak mau berjuang lagi karena dia juga sudah lelah dengan sikapmu yang seperti ini". linangan airmata yang tiada henti mengalir di pipinya menggambarkan luka hati yang tak terkira.

"Maafkan aku". Ucap Rasya menunduk menyesali apa yang dilakukannya selama ini.

"Maafmu sudah tidak berlaku lagi pak Rasya yang terhormat, Rasa dalam hati sudah terkikis dan bahkan perlahan menghilang". Marsya menghapus air matanya kasar.

"Maafkan aku Sya, tolong maafkan aku". Rasya betul-betul menyesal atas semua ini, kini anak dan istrinya bahkan sudah tak menginginkan kehadirannya.

Dia berusaha menggapai istrinya, tapi Marsya mengundurkan diri tak mau disentuh bahkan menampilkan wajah jijik.

"Entahlah Rasya, Kini aku bertahan untuk anak-anakku, dan akan memperbaiki segala hal yang telah rusak walau terlambat, tapi aku akan berusaha membuat anakku kembali menyayangiku dengan atau tanpa adanya kehadiranmu ". Marsya meninggalkan suaminya itu dengan luka menganga.

Dia seakan tidak sanggup mengeluarkan beban yang menumpuk dalam dadanya yang sangat membuatnya sesak.

Rasya diam terpaku melihat keadaan istrinya yang dia sakiti sedemikian rupa, kini dia menyadari bahwa perbuatannya itu melukai kedua istri dan anak-anaknya selama ini. Entah kini dia tiba-tiba terpikir bagaimana keadaan Maya istri pertamanya dan ketiga anaknya??

"Apa yang kau lakukan nak??'. Tegurnya kepada sang anak tertuanya itu, begitu dia menyadari kehadiran anak nya itu.

Sang anak hanya memandangnya dengan datar. "Aku hanya mengambil barangku yang tertinggal dimeja". Jawabnya dengan dingin.

Dia mendengar semua percakapan kedua orangtuanya, kini dia menyadari jika ibunya juga terluka karena sikap ayahnya itu.

"Apa sudah ketemu nak??". Tanyanya berusaha perhatian agar anaknya itu tidak memandangnya dengan dingin.

"Ya, sudah ketemu". Ucapnya dengan dingin kemudian meninggalkan sang ayah yang memandangnya dengan wajah yang tak bisa ditebak.

Melihat sikap anaknya yang dingin dan bahkan enggan berbicara dengannya, membuat dadanya tiba-tiba terasa sesak. Istrinya benar jika semua sikap mereka adalah hasil dari perlakuannya selama ini.

1
Sri Fit
bagus banget. ditunggu karya selanjutnya
Jamayah Tambi
Peduli apa.Nyata orang2 di sana terlalu janga tepibkain orang lsin.Kain sendiri koyak rabak/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Jamayah Tambi
Ada2 je yg tak suka bila orang berubah jd baik
Jamayah Tambi
Ada lagi musuh.Kanaya dah keluar penjara ke.Ada lg yg tak puas hati
Jamayah Tambi
Hey
Jamayah Tambi
Ada2 je yg buat onar
Jamayah Tambi
Apa ni belum sah nikah dah peluk cium bagai./Sob//CoolGuy/
Jamayah Tambi
Bukankah adik berafik Rasya seayah ada yg lelaki.Rama klu tak silap
Jamayah Tambi
Nibsatu penyakit yg membanggakan semua kaum hawa.Boleh melemahkan saraf kaum Adam/Good//Good/
Jamayah Tambi
Apa ni busuk
Jamayah Tambi
Apa hal Salwa ni
Jamayah Tambi
Dasar keluarga toxic.Nasib baik Faris sempat tobat
itin
17 thn sudah menempuh pendidikan S2 🫣😄 kamu sungguh sangat bercanda sekali author. aklerasi saja hanya memotong pendidikan 2thn tingkatan smp dan sma. ambil S1 membutuhkan 3.5th udah plg pinter bgt itu. kedokteran plg lama malah ada masa magangnya. bagaimana ini ternodai krn masalah "angka"
Jamayah Tambi
Keluarga seperti mereka ini
Jamayah Tambi
Macam pelik je keluarga ni.
Jamayah Tambi
Adil ke tudak wasiat itu sah.Jangan buang masa dan tenaga
Jamayah Tambi
Boleh ke belum nikah Sonya memegang dan mencium Febian.Sag2 tu perbuatan haram/Sob//CoolGuy//CoolGuy/
Jamayah Tambi
Sibuk je bila rengok mobil mewah,AdaTesla,Mes,Bugati dll
Jamayah Tambi
Ni ada udang dibalik mee
Jamayah Tambi
Klu oran tua byk harta warisan ,ingat wasiatkan harta tu siap2 sebelum mati .Nanti anak2 tak berebut .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!