Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 penguasa bayangan di balik debu merah
Fajar baru menyingsing di atas Kota Tak Bertuan, namun kali ini suasananya berbeda. Angin gurun yang biasanya membawa bisikan kematian kini terasa sedikit lebih ringan. Hilangnya uap hitam dari Lembah Tengkorak secara perlahan mulai berdampak pada atmosfer di sekitar kota.
Di gerbang timur, barisan manusia yang selamat dari ritual Lembah Tengkorak berjalan masuk dengan tertatih-tatih. Di depan mereka, dua sosok berjubah hitam berjalan dengan langkah tenang. Berita tentang hancurnya "Dewa Hitam" dan runtuhnya Geng Kalajengking Merah telah menyebar lebih cepat daripada badai pasir, dibawa oleh beberapa penjaga yang melarikan diri sebelum pertempuran berakhir.
Penduduk kota—para pencuri, pembunuh, dan kultivator liar—berdiri di pinggir jalan, memberikan jalan dengan rasa takut yang mendalam. Mereka telah melihat banyak pahlawan datang ke kota ini dan berakhir sebagai tengkorak, tetapi pria di depan mereka berbeda. Ada aura purba yang menyelimutinya, sesuatu yang membuat Qi di dalam tubuh mereka bergetar gelisah.
"Guru," Xiaoyue berbisik, matanya menyapu kerumunan. "Mereka menatap kita seolah-olah kita adalah monster yang lebih buruk daripada cacing itu."
"Di tempat seperti ini, menjadi monster adalah sebuah pujian, Xiaoyue," jawab Shenyuan tanpa menoleh. "Ketakutan adalah mata uang yang paling stabil di wilayah Barat. Jika mereka tidak takut padamu, mereka akan mencoba memakanmu saat kau tidur."
Pembersihan Kota
Mereka menuju ke markas besar Geng Kalajengking Merah, sebuah benteng dari batu hitam di pusat kota. Di sana, kekacauan sedang terjadi. Beberapa geng kecil sedang mencoba menjarah sisa-sisa harta karun yang ditinggalkan Gu Za.
"Ini milik Geng Serigala Padang!" teriak seorang pria berotot dengan kapak besar, mencoba mendobrak pintu gudang bawah tanah.
"Milikmu? Kami yang sampai di sini duluan!" balas yang lain.
Shenyuan berhenti di depan gerbang benteng. Ia tidak berteriak. Ia hanya menjentikkan jarinya pelan.
"Lentera Abadi: Domain Penekan Bintang."
Seketika, gravitasi di sekitar benteng meningkat sepuluh kali lipat. Para penjarah itu terjatuh ke tanah, wajah mereka mencium debu. Oksigen seolah-olah hilang dari paru-paru mereka.
Shenyuan melangkah melewati tubuh-tubuh yang merayap itu. "Benteng ini sekarang adalah milikku. Siapa pun yang masih di sini dalam tiga hitungan, akan menjadi pupuk bagi gurun ini."
"Satu."
Tanpa menunggu hitungan kedua, semua orang yang bisa bergerak langsung merangkak keluar secepat mungkin. Mereka tahu, pria ini tidak sedang menggertak.
Login Harian: Pusat Kekuasaan Barat
Shenyuan berdiri di aula utama benteng, tempat di mana Gu Za biasanya duduk di takhta yang terbuat dari tulang binatang. Tempat ini adalah titik fokus energi di Kota Tak Bertuan, tempat di mana urat nadi bumi yang kering bertemu.
> [Sistem Login Harian Makam Bintang]
> [Lokasi: Markas Besar Penguasa Kota Tak Bertuan]
> [Status: Siap untuk Check-in.]
> [Catatan: Keberhasilan menaklukkan faksi lokal memberikan bonus keberuntungan.]
>
"Login," perintah Shenyuan.
> [Ding! Check-in berhasil!]
> [Selamat, Tuan mendapatkan: "Formasi Pengumpul Roh Sembilan Arus" (Versi Modifikasi Yin) dan "Cawan Pemurni Esensi Bumi".]
> [Deskripsi Item:]
> * Formasi Pengumpul Roh Sembilan Arus: Sebuah susunan formasi yang dapat menarik energi spiritual dari radius 50 mil dan menyaringnya menjadi energi murni. Versi Yin ini sangat cocok untuk memelihara Pasukan Hantu di dalam Panji.
> * Cawan Pemurni Esensi Bumi: Alat untuk memurnikan material mentah dari gurun (seperti kristal pasir atau logam berkarat) menjadi sumber daya kultivasi yang bersih.
>
Shenyuan mengangguk puas. "Sistem ini seolah tahu aku sedang membangun pangkalan. Dengan formasi ini, aku tidak perlu lagi khawatir pasukanku melemah di bawah matahari gurun."
Memperkuat Fondasi: Meditasi di Tengah Badai
Meskipun ia telah mengambil alih benteng, Shenyuan tahu bahwa ia belum dalam kondisi puncaknya. Pertarungan di Lembah Tengkorak, meski singkat, telah memberikan tekanan pada jiwanya.
Ia segera memasuki ruang meditasi terdalam di benteng tersebut. Ia mengeluarkan Kristal Penyerap Void yang sekarang penuh dengan energi ungu yang berdenyut.
"Sistem, lakukan analisis mendalam pada struktur Jiwa Baru Lahir-ku saat ini."
> [Analisis Dimulai...]
> * Stabilitas: 85%.
> * Kerapuhan: Ditemukan retakan mikro pada sektor meridian jantung akibat resonansi energi Void.
> * Rekomendasi: Gunakan 'Cawan Pemurni' untuk mengolah 'Kristal Penyerap Void' menjadi 'Cairan Penambal Jiwa'.
>
Shenyuan mengikuti instruksi tersebut. Ia memasukkan kristal ungu itu ke dalam cawan yang baru didapatkannya. Dalam beberapa jam, kristal itu mencair menjadi cairan emas kental yang memancarkan aroma bunga yang menenangkan—kontras yang aneh mengingat asalnya dari monster parasit.
Ia meminum cairan itu dan segera merasakan sensasi hangat yang menjalar ke seluruh jiwanya. Retakan-retakan halus di Nascent Soul-nya mulai menutup secara permanen, bukan sekadar ditempel sementara.
Secara matematis, fondasinya kini mendekati titik jenuh yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ia tidak akan naik ke Tahap Menengah malam ini, tetapi ia sedang membangun fondasi "Tanpa Cacat" (Flawless Foundation).
Diplomasi Bawah Tanah: Pertemuan dengan Mata Satu
Sore harinya, si Mata Satu—pemilik kedai dari bab sebelumnya—datang berkunjung. Ia tidak datang dengan tangan kosong; ia membawa daftar informan dan peta jalur perdagangan rahasia di wilayah Barat.
"Tuan Shenyuan," Mata Satu membungkuk dalam. "Kota ini sekarang gempar. Banyak faksi besar di luar sana mulai bertanya-tanya siapa 'Pria Berjubah Hitam' yang telah menghancurkan investasi Sekte Gerhana Hitam di sini."
Shenyuan menyesap teh yang disiapkan Xiaoyue. "Investasi? Jadi cacing itu memang sengaja diletakkan di sana?"
"Benar, Tuan. Sekte Gerhana Hitam menggunakan cacing-cacing itu untuk 'memanen' esensi jiwa penduduk Barat secara berkala. Apa yang Anda lakukan telah memutus jalur pasokan energi mereka." Mata Satu tampak cemas. "Mereka tidak akan tinggal diam. Sekte itu memiliki setidaknya tiga tetua di Ranah Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah, dan pemimpin mereka dikabarkan sedang mencoba menerobos ke Ranah Transformasi Dewa (Divine Transformation)."
Shenyuan meletakkan cangkirnya. "Bagus. Aku butuh lawan yang lebih kuat untuk menguji seberapa stabil fondasiku. Namun, sebelum itu, aku butuh informasi tentang fragmen peta yang mereka miliki."
"Fragmen itu... dikabarkan berada di Menara Bayangan Abadi, pusat dari markas mereka di Pegunungan Kabut," Mata Satu menjelaskan. "Tetapi untuk masuk ke sana, Anda membutuhkan 'Tanda Masuk' yang hanya dimiliki oleh faksi-faksi yang beraliansi dengan mereka."
Shenyuan tersenyum tipis. "Atau, aku bisa menciptakan faksinya sendiri dan memaksa mereka memberiku tanda itu."
Pelatihan Xiaoyue: Ujian Kepemimpinan
Shenyuan memanggil Xiaoyue. Muridnya itu tampak jauh lebih dewasa setelah pertempuran kemarin. Inti Emas-nya bersinar dengan cahaya yang lebih stabil.
"Xiaoyue, aku akan memberimu tugas," ucap Shenyuan. "Mulai besok, kau yang akan mengelola keamanan kota ini. Rekrut para kultivator liar yang masih memiliki hati nurani. Gunakan harta dari Geng Kalajengking Merah untuk melatih mereka."
Xiaoyue terkejut. "Saya, Guru? Tapi saya hanya di Tahap Awal Inti Emas..."
"Kekuatan bukan hanya soal tingkat kultivasi, tapi soal kehendak. Gunakan teknik Busur Bintang Sembilan Langit yang kuberikan. Jika ada yang membangkang, tunjukkan pada mereka bahwa murid Xing Shenyuan bukanlah orang yang bisa diremehkan."
Shenyuan ingin Xiaoyue mengembangkan "Aura Kepemimpinan". Dalam perjalanannya menuju Bab 175, ia akan membutuhkan jenderal yang bisa dipercaya, bukan sekadar pengikut yang hanya tahu cara bertarung.
Pesan dari Kegelapan
Malam itu, saat kota mulai tenang, sebuah panah hitam melesat menembus jendela aula benteng dan menancap di meja tepat di depan Shenyuan. Panah itu terbungkus dalam api hitam yang tidak mengeluarkan panas, melainkan rasa dingin yang membekukan.
Shenyuan mencabut panah itu. Ada sepucuk surat kecil yang terikat di sana.
"Pencuri Cahaya, kau telah menyentuh apa yang bukan milikmu. Jika kau ingin hidup, datanglah ke Perbatasan Gurun Merah saat bulan sabit depan. Bawa kepalamu sendiri, atau kami akan meratakan kota ini menjadi debu."
Di bawah surat itu, terdapat simbol gerhana matahari yang berdarah—tanda dari Sekte Gerhana Hitam.
Shenyuan meremas surat itu hingga menjadi abu. Ia menatap ke luar jendela, ke arah pegunungan di Barat yang diselimuti kabut hitam.
"Bulan sabit depan?" Shenyuan bergumam. "Terlalu lama. Mengapa harus menunggu mereka datang, jika aku bisa menghancurkan pintu rumah mereka besok pagi?"
Ia merasakan getaran di dalam Dantian-nya. Lentera Abadi miliknya seolah-olah beresonansi dengan tantangan itu. Fondasinya kini telah mencapai 90% stabilitas. Satu pertempuran besar lagi, satu "baptisan" energi lagi, dan ia akan siap untuk membuka pintu Lantai Keempat Makam Bintang.
Penutup Bab: Persiapan Perang
Shenyuan berdiri dan berjalan menuju Panji Sepuluh Ribu Jiwa yang tergantung di dinding. Ia menyalurkan energi dari Formasi Sembilan Arus ke dalamnya.
"Tie Zha," panggilnya.
Roh jenderal raksasa itu muncul, berlutut dengan satu kaki. "Tuan... hamba siap memburu."
"Siapkan pasukanmu. Kita tidak akan menunggu di sini seperti mangsa. Kita akan melakukan serangan mendadak ke pos terdepan Sekte Gerhana Hitam di Lembah Angin Puyuh."
Shenyuan menatap Xiaoyue yang masuk ke ruangan dengan baju zirah ringannya yang baru.
"Bersiaplah, muridku. Besok, kita akan menunjukkan pada wilayah Barat bahwa cahaya bintang yang paling redup sekalipun bisa membakar kegelapan yang paling pekat."
* Kultivasi Shenyuan: Jiwa Baru Lahir Tahap Awal (Stabilisasi: 90% - Mendekati Sempurna).
* Faksi: Kota Tak Bertuan (Di bawah kendali).
* Misi: Menyerang Pos Terdepan Sekte Gerhana Hitam.
* Target: Mendapatkan "Tanda Masuk" Menara Bayangan Abadi.