Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.
Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.
Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencuri Kecil
~Happy Reading~
⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳
Hari-hari telah berlalu menyusun minggu. Aleena mulai terbiasa dengan kehidupan jalanan yang harus dia lalui. Dia mulai mengamati keadaan di lingkungan tempatnya berkeliaran. Ditelusurinya lorong dan gang-gang kecil. Dia mulai menghafal jalan tikus di daerah tersebut.
Satu hal yang tidak dilakukan Aleena, dia tidak pernah mengeluarkan suara. Beberapa orang yang terbiasa lewat dan memberinya makan mengiranya sebagai gadis pengemis yang bisu. Aleena juga tidak ingin mengenal siapapun. Karana itu dia sengaja menghindari interaksi dengan orang lain sebisa mungkin. Dia tidak ingin ditanya maupun bertanya. Dia mulai membiasakan menjalani kehidupan keras seorang diri.
Baju ini semakin lusuh. Aku rasa sudah waktunya mengganti. Tetapi mencuri baju tidak sama dengan mencuri makanan. Setelah mencuri makanan aku bisa menelan curianku tanpa diketahui siapaun. Tetapi jika baju dan aku memakainya, bisa saja ada orang yang mengenali baju yang kukenakan. Atau mungkin, uanglah yang harus aku curi duluan baru ditukar dengan baju. Pikir Aleena.
Aleena bergegas menuju ke pasar. Suasana yang ramai di dalam pasar meski pagi mulai. Padagang dan pembeli berbaur melakukan transaksi. Aleena terdiam di sebuah sudut, mengamati suasana. Dia mencari waktu dan mangsa yang tepat.
Di lain sisi, Jeevan juga sudah menginjakkan kakinya ke dalam pasar. Dia terbiasa pergi ke pasar beberapa hari sekali. Pedagang banyak yang mengenalnya karena Jeevan biasanya berbelanja sayur dan buah-buahan di pasar itu. Sementara beberapa orang yang lain mengenalnya karena sedekah yang dia berikan. Ya, tujuan Jeevan yang sebenarnya pergi ke pasar adalah memberi sedikit uang pada beberapa pengemis dan petugas kebersihan di tempat itu.
* * *
Aleena telah memutuskan siapa yang menjadi targetnya. Seorang ibu paruh baya dengan penampilan mencolok. Dia ke pasar menggunakan banyak perhiasan. Selain itu dari tadi dia juga sangat cerewet menawar berbagai barang. Sepertinya dia seorang yang pelit meski punya harta berlimpah. Itulah yang menyebabkan Aleena menjadikan target pertamanya.
Aleena menunggu situasi yang tepat untuk beraksi. Hal itu dia dapatkan ketika targetnya sedang berdebat harga barang dengan penjual. Pembeli lain di dekatnya juga sedang berkerumun memilih sayur dan buah segar segar. Aleena mendekatinya dan dengan cepat mengambil dompet di dalam tas belanja targetnya yang tidak tertutup.
Setelah mendapatkannya, Aleena memasukannya ke dalam bajunya lalu berjalan menjauh. Dia mencari tempat yang lebih sepi untuk membuka dompet itu. Ada banyak uang di dalamnya. Tapi Aleena tidak mengambil semuanya. Dia hanya mengambil beberapa lembar uang.
Ini cukup untuk membeli baju dan makanan selama dua atau tiga hari ke depan. Aku tidak akan kelaparan untuk sementara waktu dengan uang ini. Suara hati Aleena.
Setelah memasukkan uang yang dia ambil ke dalam saku, Aleena kembali mengamati situasi. Dia kembali ke tempat pemilik dompet tadi berbelanja. Di saja dia masih juga menawar beberapa barang. Aleena sebenarnya ingin menaruh kembali dompet yang di cirinya ke tempat semula. Tapi sayangnya pemiliknya telah mengubah posisi tas belanjanya. Kini tas itu tak lagi berada di sampingnya melainkan didekap di depannya dengan erat.
Akhirnya, Aleena menjatuhkan dompet itu di dekat pemiliknya karena tidak memiliki kesempatan mengembalikan ke dalam tas. Eleena berpikir pasti nanti juga akan dipungut pemiliknya jika dia melihat ke bawah.
"Pencuriiiiiii ..." pekik seorang ibu-ibu dengan suara melengking keras.
Semua perhatian di sekitarnya langsung tertuju pada sumber suara. Ibu paruh baya itu panik karena tidak menemukan dompetnya di dalam tas ketika hendak membayar barang belanjaannya.
"Seseorang mencuri dompetku! Ini pasti pekerjaan pengemis atau gelandangan di pasar ini!" cerca sang ibu penuh kemarahan.
Aleena terperanjat mendengar suara itu. Jantungnya berdetak kencang. Dalam hati dia ketakutan jika aksinya tadi ketahuan.
Tidak, tidak ada yang melihatku tadi. Tenanglah Eleena, jangan panik. Kau tidak akan ketahuan. Aleena menghibur diri dalam hati.
"Nyonya, periksalah dulu dengan benar. Di pasar ini selalu aman dan tidak pernah ada kehilangan barang," ucap seorang pedagang.
"Aku sudah memeriksanya, dompetku tidak ada di dalam tas. Pasti sudah diambil seseorang!"
"Nyonya, apa ini dompet Anda?" ujar seseorang sambil memungut sebuah dompet.
"Iya, ini dompetku ..." sahut sang ibu paruh baya dengan cepat. Dia lalu membuka dompetnya dan masih menemukan lembaran uang-uangnya.
"Dompet Anda hanya terjatuh, Nyonya. Mungkin Anda kurang berhati-hati saat menaruhnya tadi," kata orang yang mengambilkan dompet.
"Nyonya, Anda sembarangan menuduh. Seharusnya Anda tidak seperti itu," komentar seseorang di dekatnya.
"Anda juga tidak berterima kasih, Anda sungguh angkuh, Nyonya," sambung seorang yang lain.
Ibu paruh baya itu malah mendapat banyak cercaan dan komentar negatif dari orang-orang. Sepertinya dia merasa malu hingga cepat-cepat membayar belanjaannya dan berlalu pergi. Sementara itu Aleena bernafas lega karena perbuatannya tidak ketahuan.
Jeevan tersenyum tipis menyaksikan semuanya. "Menarik ...."
Tanpa diketahui Aleena, Jeevan menyaksikan pencurian yang Aleena lakukan. Jeevan mengamatinya dari jarak agak jauh. Sebenarnya Jeevan merasa heran. Kenapa kenapa yang diambil adalah uang dan itupun tidak semuanya. Bahkan dompet yang diambil juga masih berusaha dikembalikan. Itu justru dapat membahayakan aksinya.
Gadis ini menarik. Harusnya mencuri kalung atau gelang yang dikenakan wanita itu akan lebih mudah dari pada mengambil dompetnya. Tapi dia tidak mengambil semua uangnya bahkan mengembalikan dompet curiannya. Apa sebenarnya tujuan gadis ini? Hati Jeevan diselimuti rasa penasaran. Itu membuatnya masih mengikuti Aleena. Ingin tahu apa yang akan dia lakukan setelahnya.
Aleena berjalan menuju sebuah lapak pakaian. Dia melihat beberapa baju. Pemilik lapak itu memperhatikan Aleena dengan penuh kecurigaan.
"Mau apa kau? Jangan menyentuh baju-baju itu sembarangan. Jika terkena kotoran, tidak akan ada yang mau membelinya!" hardik pemilik lapak.
Aleena hanya diam. Dia lalu mengeluarkan uang dan memberi isyarat bahwa ingin membeli baju yang ada di depannya.
"Apa kau tidak bisa bicara? Dari mana kau dapatkan uang ini? Apa kau mencurinya?" pemilik ruko itu semakin curiga.
Aleena hanya menggelengkan kepalanya. Dia masih tidak ingin mengeluarkan suara.
"Kau pasti seorang pengemis atau gelandangan. Tidak mungkin kau memiliki uang sebanyak ini!" bentak si pemilik ruko dengan beringas.
"Aku yang memberinya ..." ucap Jeevan setelah mendekat.
"Tuan Jee, Anda memang sangat dermawan. Baiklah, aku aku segera membungkus pakaian ini untuknya," ujar pemilik ruko yang berubah ramah. Ia langsung mengambil baju yang diinginkan Aleena dan membawanya ke dalam untuk dibungkus.
"Aku tahu perbuatanmu, pencuri kecil! Lebih baik kau lebih berhati-hati dan tidak terlalu bodoh," bisik Jeevan kemudian langsung meninggalkan Aleena.
Aleena tercengang. Bagaimana mungkin dia bisa tahu? Tetapi dia tidak membongkar aksinya. Bahkan dia menolongnya di hadapan pemilik ruko baju ini. Sepertinya dia juga sangat disegani di pasar ini. Dalam hati Aleena bertanya-tanya siapa sebenarnya laki-laki yang dipanggil Mr. Jee ini?
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.
yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..
mari saling mendukung .. ☺️