~sepasang kekasih yang akan menemukan cintanya dan saling mencandu~
sudah selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᑲᑲgᥡᥙmіᥱᥱ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
True Love
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pria itu memilih menyibukan diri dengan pekerjaan dan tidak lagi mendatangi kasino, bar bahkan pub malam sejak dirinya sering bersama Queensha.
Bahkan saat ada undangan private party disebuah Bar elit dengan para pelacur kelas atas dari koleganya.
Azkio memilih mengajak Queensha bersamanya.
Dimana pria itu nampak kegemasan saat melihat gadis itu yang begitu lugu melihat suasana liar disana.
Queensha datang memakai rok panjang selutut bewarna hitam dengan kaos crop tee oversize bewarna putih polos tanpa nama, rambut hitam tergerai panjang dengan tas sederhana miliknya.
Penampilannya sangat jauh dari kata modest saat ia berada di antara para gadis berpakaian mahal dengan tas branded ratusan juta. Dimana gadis itu tidak banyak bicara saat Azkio mengajaknya menikmati pesta kaum borjois.
Azkio mengenakan kemeja hitam yang tergulung sampai sikut menenteng wine putih dalam gelas berkakinya. Berbincang bersama para rekan kerjanya di bawah lampu warna-warni yang membuat Queensha pusing.
Queensha terlihat meringis sekaligus tak percaya diri saat melihat para wanita yang hadir disana dengan tampilan mini dress yang menggoda.
Seksi dan anggun sekali.
Dimana hiasan nampak mahal dipamerkan begitu gemerlap tak sengaja. Dan Queensha merasa seperti anak kucing yang terbuang.
Dirinya celingukan tak tahu di mana Azkio yang meninggalkannya sendirian setelah berbincang bersamanya.
Apa pria itu sengaja mempermalukannya disini?
Queensha lantas memilih menghubungi ponsel suaminya yang tidak aktif, sedikit kesal dan berkaca-kaca karena merasa dikerjai pria itu------
Gadis itu kaget saat rengkuhan erat pada pinggangnya mengerat.
"Hai, apa kau tersesat disini?"
Queensha lantas mundur, mencoba mengenali siapa sosok itu dalam musik keras yang berdentum di bawah lampu berkelap kelip.
"T, tidak." Queensha berusaha bersikap tenang walau dalam hatinya waspada.
Pria itu bermata sipit dengan senyum menyeringai. "Benarkah? Kupikir kau tersesat seperti butuh bantuan."
"A,aku sedang mencari seseorang."
"Aku pemilik acara, kupikir aku tahu semua tamu yang hadir. Siapa namamu?"
"eum, Queensha. Namaku Queensha dan aku sedang mencari Azkio suamiku."
"Aku Zein-------- orang yang kau cari barusan pergi dengan wanita panggilannya."
DEG.
"A, apa..?" Queensha mencelos.
"Kau tidak tahu manis? Pria itu Azkio kerap kali menyewa para jalang untuk menemaninya setelah minum disini." Tukas Zein dengan senyum penuh makna.
"B, bisa kau beritahu aku dimana dia sekarang??"
Zein menyeringai dengan mata berkilatnya, "Tentu, mari ikut aku ke ruangan VVIP di paling atas bersamaku."
Queensha tak lagi berpikir dengan jernih saat pria itu membawanya naik ke ruangan lain yang lebih sepi dengan lampu minim cahaya.
Seiring dengan langkah yang memijak, hatinya sesak bukan main saat kepercayaannya begitu hancur seakan berpikir semua mulai membaik.
Tapi kenyataannya-------
"Azkio ada diruangan itu, masuklah."
Queensha lantas memutar knop pintu bersama Zein dibelakangnya.
Dan belum sempat dia memutar knop pintu, gadis itu menangis dengan hati sepatah-patahnya saat mendengar suara desahan di dalam kamar itu.
"Ahh, benar sayanghh terus seperti itu..."
DEG.
"Kenapa tidak jadi, nona Queensha?"
"Tak perlu, aku akan kembali saja." ucap Queensha seraya bergegas pergi dimana Zein yang menatap kepergiannya mengulas senyum penuh kemenangan.
"Polos sekali."
Sementara itu, Queensha yang menuruni anak tangga tak lagi melihat apapun selain rasa sakit yang menyengat hatinya. Dirinya merasa begitu mudah tertipu dengan apa yang di ucapkan Azkio kepadanya.
Ia memilih pulang lebih dulu dan memanggil taksi secepat yang dia bisa. Baginya semua terasa memilukan untuknya.
Apa hanya dia satu-satunya yang bodoh??
Apa hanya dia yang begitu percaya setiap ucapan lelaki brengsek??
Bersambung....
...****************...