Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.
Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.
Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?
Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?
Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-6- Hanya Kamu
📍New York, Amerika Serikat, At 1.20am
.
.
Setelah memakan waktu sekitar delapan jam, baru saja di bandara internasional kota tersebut sebuah pesawat pribadi landing.
Para pria berbadan kekar berbaris menyambut kedatangan boss nya yang sedang berjalan ke arah mobil dengan seorang perempuan di gendongan nya.
Tanpa bersuara seorang supir membuka kan pintu mobil untuk Bram, pria yang saat ini tengah menggendong Aqila yang masih terlelap.
"Ke rumah atau ke apartemen Mr.?" Tanya supir memastikan.
"Rumah" Sahut singkat Bram.
Tidak ada lagi pembicaraan, kini supir langsung melajukan mobil nya dengan beberapa mobil bodyguard di depan dan di belakang.
Sedangkan Bram, pria itu memeluk tubuh Aqila yang berada di pangkuan nya memberikan kehangatan dan juga menjaga agar gadis kecilnya tidak bangun.
Jika Aqila bangun, sudah di pastikan gadis itu akan meminta pulang ke rumah nya dan hal ini tentu tidak menguntungkan bagi Bram.
.
.
.
"Kenapa tidak mengantarkan ku pulang?"
Bram menoleh ke asal suara, kini di anak tangga terakhir terlihat gadis nya yang sedang menguap, sepertinya Aqila baru saja bangun.
"Jam berapa ini?" Tanya Aqila seraya menarik kursi di sebelah Bram.
"Delapan" Sahut singkat Bram.
Aqila mengangguk-anggukan kepalanya, lalu terdiam hingga tiba-tiba Bram menyodorkan roti di tangan nya tepat di depan mulut Aqila.
"Buka mulut mu"
Sejenak Aqila menatap wajah Bram dan roti yang dipegang pria itu secara bergantian, dan perlahan mulutnya terbuka menerima suapan roti itu.
Bram tersenyum tipis dan merapihkan rambut Aqila. Tidak ada pembicaraan sampai akhirnya roti itu telah habis dan Aqila pun telah meminum susu yang juga di berikan oleh Bram.
"Aku mau pulang, dan aku bisa pulang sendiri"
"Aku akan mengantar mu"
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri"
Bram menggeleng lalu mengusap sisa susu yang ada di bibir Aqila. "Aku yang membawa mu pulang, jadi aku yang akan mengantar mu pulang"
Memutar bola matanya malas, lantas Aqila berdiri. "Terserah" Sahut ketus Aqila dan hendak berjalan.
"Aku juga perlu membicarakan tentang kejadian kemarin malam dengan keluarga mu"
Deg!
Aqila terdiam dengan hati yang kembali bergemuruh, tangan kecil itu terkepal begitu erat sampai akhirnya sepasang tangan kekar memeluk perutnya dan mengusap nya pelan.
"Aku akan bertanggung jawab, baby girl" Bisik Bram dengan suara serak nya.
"Aku tidak butuh pertanggung jawaban mu, dan aku yakin kemarin malam tidak terjadi apa-apa!" Tegas Aqila menghempaskan tangan Bram.
"Sepertinya kamu butuh bukti, sayang" Ujar Bram dengan nada sulit diartikan nya.
"Iya! Aku butuh bukti dan aku tidak akan percaya dengan omong kosong mu!"
Senyum tipis terukir di bibir pria itu, lantas Bram meraih handphone nya yang berada di meja makan itu. Lalu mengotak-atik nya.
Sesaat setelahnya Bram menyerahkan handphone nya pada Aqila yang hanya di tatap datar oleh gadis itu.
"Lihat lah, di sini ada video tentang kejadian semalam" Ujar Bram mengayunkan handphone di depan wajah Aqila.
Dengan cepat Aqila merampas handphone pria di hadapannya, lalu mem-play video yang sempat di pause.
Mata Aqila melotot hingga rasanya ingin kabur dari tempatnya saat melihat adegan di mana dia membuka pakaian nya sendiri, menaiki tubuh Bram, bahkan terlihat dengan jelas saat ia menj*lati leher pria di hadapannya.
"Sudah cukup" Bram merampas kembali handphone nya saat terdengar suara 'Bugh' dimana saat itu ia membanting tubuh Aqila di kasur dan menindih nya.
"Tidak! Berikan padaku, pasti seterusnya tidak terjadi apa-apa 'kan?!" Aqila berusaha merampas kembali handphone Bram.
Tetapi dengan sengaja Bram mengangkat tangan nya yang memegang handphone setinggi mungkin, sehingga Aqila tidak dapat meraihnya walaupun terus meloncat.
"Cepat kembalikan! Aku ingin melihat semuanya apakah benar atau hanya omong kosong mu!" Teriak marah Aqila.
Bram terkekeh lalu sebelah tangan nya merengkuh pinggang Aqila hingga tubuh kedua nya menempel.
"Lebih baik kita mengulangi kegiatan panas itu, dan akan aku buat sama persis seperti malam itu" Bisik Bram.
"Brngsek!" Maki Aqila mencoba menjauhkan tubuhnya.
"Stop membuang waktu, baby girl. Jika kamu masih ingin melihat lanjutan video malam itu, lebih baik tunggu sampai di rumah mu dan kita akan menonton bersama keluarga mu"
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Bram, bersamaan dengan itu Aqila mendorong kuat tubuh pria dihadapan nya.
"Kau benar-benar tidak tahu malu!"
"Stt, tidak tahu malu seperti apa?" Sahut Bram meringis pelan memegang pipi nya.
"Katakan kau butuh berapa? Aku akan memberikan nya dan jangan mengancam ku seperti ini, Om!" Tekan Aqila di setiap katanya.
Bram terkekeh gemas, gadisnya benar-benar sangat menggemaskan. "Aku hanya mau, dirimu" Jawab Bram.
"Aku tidak mau!"
"Aku sudah memiliki semuanya, baby. Hanya seorang istri saja yang belum aku miliki"
"Maka silahkan cari calon istrimu dan jangan menganggu bocah seperti ku!"
Lagi dan lagi, tawa Bram langsung pecah setelah Aqila menyebut dirinya sebagai seorang bocah.
Hal itu pun membuat Aqila geram dan tak tahan, lantas dirinya berbalik dan hendak meninggalkan Bram. Tetapi lagi-lagi pria itu menahan nya.
"Aku hanya mau kamu, bukan yang lain dan sampai kapan pun hanya kamu!"
...****************...
*Jangan lupa like🤗