karna EKONOMI membuat ISYANA ZIVA harus menjalini kehidupan yang begitu sulit ..hingga datang seseorang yang menawar kan bantuan padanya
apakah ZIVA akan menerima segala persyaratan nya...yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
HAPPY READING....
Setelah para tamu undangan pulang satu persatu, Rafa dan Amira pun naik ke lantai atas hotel. menuju kamar pengantin mereka yang telah di dekor se indah mungkin, Amira terpana melihat dekoran kamar itu .
''Sayang ini sangat indah '' Ucap Amira
''Apa kau menyukainya? '' Tanya Rafa sambil memeluk Amira dari belakang
''Ya aku sangat menyukainya sayang'' Amira berbalik menghadap Rafa dan melingkarkan tangan nya di leher Rafa
''Terimamaksih sayang ,terimakasih untuk semuanya '' ucap Amira dengan mata berbinar lalu mengecup bibir Rafa sebentar.
Tapi Rafa tak menyiakan kesempatan itu dia langsung menarik tengkuk Amira dan me lu mat bibir kecil mira yang pink dan tak sampai disitu Rafa juga membuka kancing belakang gaun pengantin Amira hingga melihat kan tubuh polos Amira.
''Tunggu lah sebentar lagi sayang aku gerah mau mandi sebentar !''ucap Amira.
''Hmm baik lah sayang tapi jangan lama-lama.'' sahut Rafa sambil membelai bahu mulus Amira.
Sambil menunggu Amira selesai mandi Rafa membuka ponsel nya dan melihat pesan yang masuk lalu mematikan nya kembali saat mendengar pintu kamar mandi terbuka , Sungguh pemandangan yang sangat indah menurut Rafa yang melihat tubuh Amira yang sekarang menjadi istri nya hanya di balut dengan handuk sebatas dada dengan rambut yang masih sedikit basah menambah Amira kelihatan menggoda.
''Sayang kenapa melihatku seperti itu awas ilernya jatoh '' ledek Amira.
Rafa mendekat dan hendak mencium Amira lagi tapi langsung di tolak Amira ''Kamu mandi dulu sayang bau keringat'' canda Amira .
''Ok sayang aku mandi dulu tunggu aku ya '' Mencuri cium dari Amira dan lamgsung berlari ke kamar mandi karna Amira melotot saat di cium Rafa. Tak berapa lama Rafa keluar dari kamar mandi dia tampak lebih segar dan melihat Amira yang terlelap di kasur.
Rafa menghela nafas ''hah tidur mu nyenyak sekali sayang ,'' Rafa membelai pipi mulus itu dia tak tega membangun kan Amira yang terlihat sangat kelelahan ,Dia ikut berbaring di sebelah Amira dan memeluk Amira dari belakang sambil menciumi tengkuk putih dan mulus itu.tanpa di duga satu lenguhan keluar dari mulut Amira yang tak sadar merasakan geli dan bulu kuduknya pun merinding.
Amira berbalik dan menghadap ke arah Rafa sambil tersenyum dengan mata yang masih terpejam ,Rafa pun gemas dengan istrinya itu..
''Sayang maafkan aku ketiduran ''ucap Amira dengan suara serak yang menurut Rafa suara itu sangat seksy terdengar di telinganya.
''Tak apa sayang kau tidur saja apa boleh aku yang bekerja?'' tanya Rafa
Amira menganggukan kepala dengan senyum manis nya ,Rafa langsung me ***** bibir Amira dengan lembut dan lama-lama semakin menuntut karna Amira juga memberikan respon pada Rafa , dia terus menjelajahi tubuh Amira sampai ke bawah saat Amira sudah ba sah Rafa bersiap hendak melakukan penyatuan nya
'' Sayang aku lanjut ya '' sahut Rafa yang sudah di kabuti nafsu
''Iya aku siap tapi pelan-palan ya'' sahut Amira
Rafa meng hentakan penyatuan itu jlep ,
''Arrgg ini sangat sempit '' sahut Rafa
Amira meringis menahan sakit dan mencangkar bahu Rafa
''Sayang masih sakit tidak ?'' tanya Rafa
''Sedikit sayang '' balas Amira
lalu Rafa memaju mundur kan pinggul nya dan semakin lama semakin cepat hingga penyatuan itu terjadi berkali kali hingga pukul 04.00 subuh ,Sepasang pengantin baru itu kelelahan dan tidur saling ber pe lukan.
🌺🌺🌺
Pagi menjelang di tempat lain keadaan Ziva sudah membaik setelah di pukuli oleh Ayah nya , dan mereka akan keluar pagi ini dari rumah sakit.
'' Kakak apa kita akan kembali ke rumah itu ?''tanya Zia
''Iya sayang kita akan kembali kesana karena hanya itu rumah yang kita miliki satu-satunya peninggalan ibu.''ucap Ziva
''Tapi bagaimana kalau Ayah datang lagi kak!'' Zia takut
''Sttttt sudah jangan takut ada kakak di sini jadi kamu jangan takut ya sayang '' jawab Ziva sambil tersenyum pada adik satu-satunnya itu.
''Hmm baik lah kak kalau begitu kita akan pulang dan aku akan memberes kan semuanya dulu ''
Tak berapa lama mereka sampai di rumah itu lagi ,walaupun dengan perasaan yang masih sedikit takut akan kedatangan ayah mereka yang kapan saja bisa datang dan memukuli mereka.
''Kakak istirahat saja aku akan membuat kan makanan untuk mu !'' ujar Zia
''Baik lah sayang kakak tunggu di dalam kamar saja ya sambil rebahan'' sahut Ziva
Sementara itu di kantor Cova di buat sibuk karna harus menggantikan bos nya yang akan cuti satu minggu ,Cova harus mengerjakan semua nya sendiri karna Rafa telah menyerahkan semua pekerjaan pada Cova karna Cova adalah orang kepercayaan sekaligus sahanat Rafa.
''Hais aku pusing sekali harus menghendel semua nya , mana satu minggu kedepan lagi ,'' Sungut Cova sambil melonggarkan dasi nya yang terasa sesak .
''Ziva dah sembuh belum yah ,hais aku jadi tak punya waktu untuk sekedar menjenyuk nya gara -gara kerjaan yang menumpuk '' gerutu Cova
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu satu minggu sudah mereka berlibur kini saat nya kembali ke aktifitas masing-masing.
''Sayang aku berangkat ya!''pamit Rafa sambil mencium bibir Amira
''Iya hati-hati ya aku juga akan terbang hari ini ke Korea untuk pemotretan ''Sahut Amira
'' Apa tidak bisa di tunda sayang ?'' tanya Rafa agak sedikit kecewa karna harus berpisah lagi dengan istri nya.
''Tidak sayang aku sudah lama cuti nanti aku bisa di pecat''
'' Biar saja kapan perlu kamu di rumah saja '' jawab Rafa.
''Rafa kita sudah bicarakan masalah ini bukan jadi jangan berdebat lagi masalah ini ,dan lagi pula ini adalah impian ku '' Sahut Amira
''Hmm baik lah tapi jaga dirimu baik-baik disana '' ucap Rafa yang mengalah mengakhiri perdebatan itu.
'' Kalau begitu aku berakangkat dulu.''Rafa melajukan kendaraan nya menuju kantor dengan persaan yang tidak rela harus melepas kepergian istri nya.
Sementara itu di rumah Amira berkemas untuk keberangkatan nya ''Sayang maafkan aku .aku harus mengejar mimpi ku!'' Dan pergi menuju bandara di antar supir karna Rafa sedang ada rapat penting yang tidak bisa di tinggalkan..
''Rafa apa istrimu sudah berangkat?'' tanya Cova
''Ya dia sudah berangkat barusan memberi pesan pada ku Cov .'' Terlihat raut wajah Rafa yang sedih mengingat 3 minggu lagi baru Amira akan kembali ke Indonesia.
'' Ya sudah bersabar lah dia pasti baik-baik saja dan bisa menjaga dirinya sendiri.'' Sahut Cova yang berusaha menghibur Rafa yang bersedih.
'' Ayo kita pulang ini sudah jam pulang ''
Tapi Rafa belum mau pulang dia lebih memilih lembur di kantor karna di rumah tak ada yang menyambutnya.Hal itu membuat Rafa tambah tak semangat untuk pulang.
Bersambung........
jangan lupa like,komen,vote ,gift nya kakak semua di karya ku yang masih receh ini
bang Rafa sini ku bantuin rawat anaknya sekalian abang juga 🤭🏃♀️🏃♀️🏃♀️
hayuuu boy nangis yg kenceng ya biar mommy mu sadar bahwa ada kalian yg sangat berarti buat Ziva
yuk semangat up yuk
semoga lancar kehamilan Ziva.
dulu kan Ziva di perlakukan tdk baik sama Rafa bgmn skrg Rafa yg merasakan ngidam yg "payah" n aneh 🤭
biar jd pelajaran buat Rafa 🤣
Rafa merasakan Couvade Syndrome 🤣
tokcer juga nih bibit unggul nya Rafa, selamat yak 😊