"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.
Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"
..
Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.
Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.
Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Karena Sanzio tidak menanyakan hal itu padanya selama sebulan penuh, Seana mengira masalahnya sudah selesai. Sekarang, sepertinya keadaan malah semakin memburuk. Seana tidak tahu harus bagaimana menjawabnnya.
Merasakan keheningan Seana, Sanzio menatapnya dengan dingin. "Kamu kenapa? Apa kamu menolak perintah dari saya?,"
"Ngga, bukan gitu Pak," kata Seana.
Namun, sebelum dia sempat mengatakan hal lain, Sanzio sudah lebih dulu kembali buka suara. "Dari apa yang saya tahu tentang kemampuan kamu, kamu nanti membutuhkan bantuan untuk mencapai posisi asisten eksekutif,"
Seana menatapnya dengan mata lebar. Apakah itu berarti Sanzio benar-benar menyuruhnya untuk belajar dari Mike karena ingin mempromosikannya? Posisi itu memang menawarkan gaji empat kali lipat lebih besar dari pada penghasilannya sekarang. Bagi Seana, itu adalah godaan yang besar, karena dia masih memiliki cicilan rumah yang besar untuk di bayar. Belum lagi, ketika adiknya meminta uang padanya dengan jumlah yang sangat besar.
Namun, Seana segera menundukkan kepalanya kembali. "Tapi, apa mas Mike setuju?,"
"Mike akan mengundurkan diri akhir tahun ini dan pulang untuk membantu bisnis keluarganya,"
Napas Seana tercekat ditenggorokannya. Apakah sebenarnya Mike benar-benar seorang pewaris dari keluarga kaya? Seana pernah berpikir seperti itu, tetapi dia benar-benar tidak menyangka bahwa dugaannya itu terbukti benar.
Mengapa rasanya semua orang, kecuali dirinya bisa mendapat warisan berupa kekayaan yang tak terduga? Sementara dirinya harus bekerja lebih keras supaya bisa memiliki uang dan menghemat semua pengeluarannya.
"Baik, Pak. Saya akan coba mempelajari sesuatu dari mas Mike sebelum dia mengundurkan diri," Seana tiba-tiba mengatakan itu, dan dia teringat apa yang perlu dilakukannya.
Apakah Seana benar-benar akan belajar cara menyelidiki rahasianya dikamar Sanzio dari Mike? Karena sudah menyetujui perintah Sanzio, maka tidak ada jalan keluar lagi untuk Seana
Sanzio bingung dengan antusias Seana yang begitu tiba-tiba, tetapi dia membiarkan wanita itu karena Seana sudah menyetujui permintaannya. "Kamu boleh kembali bekerja sekarang,"
"Baik, Pak Zio," Seana telah kehilangan antusiasnya yang tadi. Kini dengan lesu dia keluar dari kantor Sanzio.
Sanzio mengernyitkan dahinya melihat perubahan suasana hati Seana, tetapi dia tidak mengatakan apa pun saat memperhatikan Seana pergi keluar dari kantornya.
....
Jam istirahat makan siang, Seana mengatur makanan untuk Sanzio sebelum pergi makan siang bersama Velia. Biasanya, mereka makan siang di kantin perusahan, tetapi hari ini mereka memilih pergi ke restoran yang sering mereka kunjungi untuk membicarakan berita-berita hangat terbaru.
Setelah menemukan sudut terpencil untuk menikmati makan siang. Mereka duduk, dan Velia mulai buka suara. "Sebenarnya ada apa tadi? Kok lo ngechat gue kayak gitu?,"
"Ternyata Pak Zio masih nyari tau tentang perempuan yang tidur dikamar hotelnya! Dan yang lebih parahnya lagi, dia mau aku menyelidiki kasus ini sama Mike!,"
Velia tercengang mendengar hal itu. 'Apa-apaan ini? Pak Zio minta Seana buat cari dirinya sendiri?,' batin Velia.
"Seana, lo yakin mau nge-bongkar rahasia lo sendiri?." Tanya Velia dengan gugup. Baginya, Seana adalah perempuan muda yang pemalu dan sangat polos, jadi dia tidak mengerti mengapa Sanzio menyukainya dan memilihnya menjadi asistennya.
Seana mendengus. "Ngga, aku ngga akan ngelakuin itu. Kamu tenang aja. Aku ngerasa kalau aku harus melawan itu!,"
"Dan berapa lama lagi lo bisa menahan rahasia itu supaya tetap aman?," Velia mengusap dahinya dengan kesal.
Seana mengangkat kedua bahunya. "Semampu ku nanti. Tapi, Mike minta aku ngasih liontin itu ke dia,"
"Liontin malaikat itu? Yang biasanya lo pake itu, kan?," Velia memperhatikan leher Seana, yang hari ini tanpa memakai perhiasan, dan menyadari bahwa Seana telah melepasnya tanpa sepengetahuannya.
"Liontin itu tanpa sadar lepas dari leher ku dan ketinggalan di kamar itu," kata Seana.
Seana belum pernah menceritakan hal itu sebelum pada Velia. Dan Velia merasa bulu kuduknya merinding karena ketakutan. Pantas saja Seana tadi mengatakan bahwa riwayat mereka sudah berakhir. Itu memang benar!
Sembari menarik napasnya dalam-dalam, Velia bertanya. "Pak Zio pernah liat lo lagi pake kalung itu ngga?,"
Seana menggelengkan kepalanya. "Aku ngga tau!," ingatannya kosong.
Velia sendiri juga tidak tahu bagaimana harus menanggapi hal ini. Selama beberapa bulan terakhir ini, karena cuaca agak panas, Seana cenderung lebih suka mengenakan pakaian yang sedikit terbuka, sehingga banyak orang bisa melihat bahwa Seana sebelumnya sering memakai liontin malaikat itu. Sebagai presiden perusahan, Sanzio mungkin tidak akan memperhatikan karyawan kecil seperti Seana, tetapi sulit untuk memastikannya.
Masalah ini sudah mulai menakutkan!
"Dan lo mau kasih liontin itu ke dia?,"