NovelToon NovelToon
The Nerdy Couple [Jisung NCT X Karina Aespa]

The Nerdy Couple [Jisung NCT X Karina Aespa]

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi
Popularitas:444
Nilai: 5
Nama Author: Lallunna

Bima Arkana Adikhara Wijaya dan Senara Zafira Atmaja pertama kali saling mengenal sebagai rival. Bukan rival biasa, mereka adalah dua nama yang selalu muncul di papan peringkat olimpiade, dua siswa jenius dari sekolah berbeda yang bertemu berulang kali di medan kompetisi sejak SMP. Tidak pernah akrab. Tidak pernah ramah. Hanya tatapan dingin, strategi, dan ambisi untuk menang.

Tak ada yang menyangka, saat SMA, takdir mempertemukan mereka di sekolah yang sama.
Dari rival menjadi partner.
Dari partner menjadi pasangan.

Di mata orang lain, mereka adalah ikon sekolah, cerdas, berprestasi, populer, dengan penggemar di media sosial meski hampir tak pernah menampilkan kehidupan pribadi. Mereka dikenal sebagai pasangan sempurna, pintar, tenang, dan sulit didekati. Namun di balik citra itu, Bima dan Senara sama-sama menjalani kehidupan ganda yang tak diketahui siapa pun.



Disclaimer: Ini hanya cerita fiksi, hasil karangan dan imajinasiku sebagai penulis. Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lallunna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Kepulangan dan Bayangan

​Hari terakhir di SMA Garuda Nusantara ditutup dengan upacara pelepasan yang formal dan dingin, persis seperti arsitektur bangunannya. Senara berdiri di barisan peserta, ia menggenggam sertifikat kelulusan short course dengan perasaan campur aduk. Ia telah membuktikan diri di simulasi krisis dan bertahan hidup di tengah hutan, dan dia berhasil melewatinya dengan baik. Namun, ia pulang membawa satu beban baru. Tatapan Bima, yang tidak lagi penuh amarah meledak-ledak, melainkan tatapan yang tenang, dingin, gelap, dan mengintai.

​Bima berdiri tidak jauh darinya, mengenakan kemeja biru muda yang rapi, tampak seolah kejadian jatuh ke jurang itu tidak pernah terjadi padanya. Kakinya masih dililit perban, namun ia menyembunyikannya di balik celana panjang kainnya dengan sempurna.

​"Sampai jumpa di ujian akhir semester, Senara," ucap Bima saat mereka berpapasan di lobi utama sebelum menaiki bus untuk pulang. Suaranya rendah, nyaris seperti bisikan, tanpa nada hinaan seperti biasanya.

​Senara menatapnya ragu. "Terima kasih, Bima. Untuk... kerja samanya."

​Bima hanya memberikan senyum tipis yang tidak mencapai matanya, lalu berjalan pergi tanpa sepatah kata pun. Ia melangkah masuk ke dalam mobil jemputan pribadinya, bukan bus sekolah, ia menunjukkan kembali garis kasta yang memisahkan dunia mereka.

​Begitu pintu mobil tertutup rapat dan kedap suara, aura Bima berubah total. Ia menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk, lalu mengeluarkan sebuah ponsel hitam tipis yang tidak pernah ia gunakan saat di sekolah. Ia menekan sebuah nomor singkat yang terenkripsi.

​"Ya, Tuan V?" sebuah suara berat menyapa di seberang sana.

​"Lakukan pemindaian skala penuh terhadap profil digital atas nama Senara Zafira Atmaja. Jangan gunakan jalur server utama," perintah Bima, suaranya terdengar sangat dewasa dan dingin, jauh dari citra anak SMP berumur empat belas tahun. "Aku ingin tau semua aktivitas yang dia lakukan, setiap jejak komunikasinya, setiap perangkat yang pernah ia sentuh di warnet mana pun, dan setiap anomali yang melindungi datanya agar tidak bisa dibedah. Cari titik koordinat 'G.P' yang kalian temukan tempo hari."

​"Dimengerti, Tuan. Namun, pihak sponsor, maksud saya... ayah Anda, mungkin akan melihat arus kas untuk operasional ini."

​"Jangan gunakan dana dari ayahku," potong Bima tajam. "Gunakan dana cadangan pribadi, aku ingin hasil awalnya sudah ada di mejaku sebelum libur kenaikan kelas. Dan ingat... jangan sampai identitas pengirimnya terlacak. Biarkan dia merasa sedang diawasi oleh bayangan."

​Bima mematikan ponselnya. Ia menatap ke luar jendela, melihat bus yang membawa Senara mulai menjauh di kejauhan. Di mata semua orang, Bima adalah anak manja yang menggunakan kekuasaan ayahnya untuk menekan Senara. Biarlah orang-orang berpikir begitu. Itu adalah tabir asap yang sempurna untuk menyembunyikan fakta bahwa ia memiliki pasukannya sendiri di dunia digital.

​Senara sampai di rumahnya saat langit mulai berwarna jingga. Ia langsung disambut oleh aroma rokok dan botol-botol kosong yang berserakan di ruang tamu. Ayahnya tidak ada di sana, kemungkinan besar sedang berada di tempat judi dengan uang pinjaman baru.

​Senara masuk ke kamarnya, meletakkan ranselnya yang berdebu. Ia merasa sangat lelah secara fisik maupun mental. Pengalaman di SMA Garuda Nusantara benar-benar membuka matanya bahwa kecerdasan saja tidak cukup untuk bertahan di dunia para penguasa.

​Ia duduk di meja belajarnya yang reyot, menyalakan lampu neon yang berkedip-kedip. Ia mengambil buku catatan fisikanya, lalu mengeluarkan kartu akses hitam misterius yang ia simpan. Senara menimang kartu itu, ia teringat betapa ajaibnya data presentasinya terkoreksi secara otomatis dan beasiswanya yang tak bisa diganggu gugat.

"​Siapa sebenarnya yang melakukan semua ini?" pikir Senara.

​Tiba-tiba, ponsel lamanya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Hanya ada satu baris kalimat.

​“Istirahatlah. Musim ujian akhir akan segera tiba. Jangan biarkan si Serigala Kecil itu mencuri fokusmu. Dia sedang mulai menggali tanah tempatmu berdiri.”

​Senara tersentak. Ia menatap layar ponselnya dengan bingung. "Serigala Kecil? Apa itu sebutan untuk Bima?" batinnya.

​Tanpa sadar, Senara merapatkan jaketnya. Ia merasa kamarnya yang sempit itu tiba-tiba menjadi sangat dingin, seolah-olah ada mata yang tak terlihat sedang memperhatikannya dari sudut ruangan.

​Minggu-minggu berikutnya adalah masa tenang yang mencekam. Ujian kenaikan kelas akhirnya dimulai. Persaingan nilai antara Bima dan Senara tetap berada di puncaknya. Di sekolah, mereka tidak banyak bicara. Bima lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan dengan laptopnya, sementara Senara selalu pulang tepat waktu untuk belajar dan membantu pekerjaan ibunya.

​Namun, di balik layar, perang yang sebenarnya sedang berkobar.

​Bima menerima laporan harian dari timnya. "Ada tembok api yang sangat kuat di sekitar perangkat target, Tuan V. Setiap kali kami mencoba masuk, kami ditendang keluar oleh protokol yang disebut 'Ghost_Pattern'. Tapi kami menemukan sesuatu... target sering mengunjungi sebuah warnet di Blok 4 setiap jam 8 malam."

​Bima membaca laporan itu di tengah malam. Senyum sinis muncul di wajahnya. "Blok 4... area kumuh. Jadi itu tempatmu bersembunyi, Senara?"

Bima tidak tahu siapa yang sebenarnya melindungi Senara, dan Senara pun tidak tahu mengapa setiap serangan digital yang mengarah padanya selalu mental kembali. Di mata dunia, mereka hanyalah dua remaja jenius yang saling membenci, sementara di balik bayangan, sebuah perang cyber terjadi tanpa diketahui oleh Senara.

​​Fase kelas dua SMP resmi berakhir dengan pengumuman nilai rapor. Keduanya kembali berbagi posisi peringkat satu dengan selisih poin yang nyaris tidak ada. Namun bagi mereka, nilai di atas kertas itu sudah tidak penting lagi.

​"Selamat naik ke kelas 3, Senara," ujar Bima saat mereka berpapasan di sebuah taman untuk terakhir kalinya sebelum libur panjang. "Nikmati liburanmu, karena di kelas tiga nanti, aku akan memastikan semua rahasia yang kamu simpan akan terungkap di bawah cahaya matahari."

​Senara menatap Bima dengan tenang. "Rahasia tidak akan terungkap jika tidak ada yang perlu disembunyikan, Bima. Berhentilah mencari sesuatu yang tidak ada."

​"Oh, itu jelas ada, Senara. Dan aku hampir menyentuhnya," balas Bima sebelum masuk ke mobilnya.

​Saat mobil Bima melaju, Senara menarik napas panjang. Ia tahu, liburan ini bukan untuk beristirahat. Ini adalah masa persiapan. Karena di kelas tiga nanti, ujian kelulusan sudah menanti mereka, dan itulah yang akan menentukan posisinya di SMA Garuda nanti.

​Dua remaja itu kini berada di ambang batas. Bima dengan pasukannya, dan Senara dengan bayangan Ghost_Patternnya. Kelas tiga ini akan menjadi arena di mana topeng mereka akan retak, dan rivalitas mereka akan memasuki babak paling krusial sebelum mereka benar-benar menginjakkan kaki di SMA Garuda Nusantara sebagai siswa resmi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!