Harap bijak membaca, ini karya fiksi belaka.
Kissky Huwl, gadis belia yang di paksa menikah dengan putra seorang konglomerat, saat ia masih berusia 15 tahun.
Meski tak ada cinta dan kecocokan di antara keduanya, namun Kissky dan Zanjiil harus tetap menjalani pernikahan muda yang telah menjadi tradisi di keluarga dan daerah mereka
Setelah Resmi menjadi menantu Rabbani, Kissky bersama Zanjiil menuntut ilmu di sekolah yang sama, tentunya dengan menyembunyikan identitas mereka yang sebenarnya
Mulanya kehidupan Kissky berjalan dengan lancar, sampai saat Kissky dan sahabatnya menjadi saksi dari gadis yang bunuh diri di sekolahnya
Kejadian aneh pun menyelimuti hari-harinya, ia yang ingin melarikan diri tak dapat kemana pun karena mendapat ancaman dari seorang yang tak di kenal
Bagaimana nasib Kissky ke depannya?
Apakah ia akan jadi korban selanjutnya?
Mana yang akan terjadi?
Ikuti terus alur cerita, Pernikahan Berdarah!
Temani Kissky dalam menjalani hari-harinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 (Minta 1 Kamar)
Sesampainya di kediaman keluarga Rabbani, mereka semua duduk di ruang tamu.
“Pak Dimas, tolong bawa koper non Kissky ke kamarnya.” titah Pinkan pada Dimas sang supir pribadi di keluarga Rabbani.
“Siap nyonya.” Dimas pun membawa koper Kissky menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
“Ma...” ucap Zanjiil pada Pinkan.
“Iya nak?” sahut Pinkan.
“Maksudnya ke kamar Kissky itu apa ya?” Zanjiil tak tahu jika istrinya tak satu kamar dengannya.
“Kissky akan menempati kamar yang ada di sebelah kamar mu,” terang Pinkan.
“Ha?” Zanjiil mengernyitkan dahinya.
“Iya, kenapa kau jadi heran begitu?”
“Bukannya Kissky akan tidur dengan ku?” Pertanyaan Zanjiil membuat seluruh keluarganya menaruh pandang padanya.
Dasar gila, pertanyaan macam apa itu? Bikin malu saja, batin Kissky.
“Ahahaha... tentu saja kalian belum boleh tidur seranjang, karena kalian belum dewasa, nanti ada saatnya.” Pinkan begitu canggung menjawab pertanyaan putranya.
“Sudah tahu kami belum dewasa, masih ngotot buat di nikahkan, setelah nikah malah tak di kasih izin untuk satu kamar, suami istri macam apa ini!” Zanjiil mengoceh pada orang tuanya.
“Kalian baru bisa seranjang, atau tinggal terpisah setelah lulus SMA, sebelum itu, kalian tak boleh melakukan hal terlarang,” terang Basuki sang ayah.
Anak ini benar-benar sinting ya, bikin aku malu! Harusnya dia senang, karena dia juga enggak menyukai ku, batin Kissky.
“Aku enggak mau tahu, pokoknya kami berdua harus tidur bersama, lagi pula, kata guru agama ku, kalau seseorang sudah menikah, maka keluarga tak berhak ikut campur lagi akan urusan anaknya, dan suami bertanggung jawab atas istri, termasuk nafkah lahir dan batin!” ucapan Zanjil yang tak meleset dari kenyataan membuat seluruh keluarganya malu sendiri, sebab ia yang masih muda malah menasehati para orang tua.
“Jangan aneh-aneh, ibu dan ayah juga begitu, minimal lulus SMA, agar kalian berdua tetap menjalani pendidikan kalian dengan tenang.” Basuki memberi pengertian pada putranya.
“Ayah enggak berhak mengatur rumah tangga ku, ayo!” Zanjiil menarik tangan istrinya untuk berdiri.
Mau apa si bodoh ini! teriak Kissky dalam hatinya.
Keluarganya Zanjiil mendongak pada pengantin baru itu.
“Kalian mau kemana?” tanya Iva, sepupu Zanjil.
“Ke kamar, sebentar lagi malam, banyak hal yang harus kami lakukan, permisi!” Zanjiil menarik tangan Kissky.
“Tapi aku masih mau disini.” Kissky menolak ajakan suaminya seraya menahan tubuhnya.
Basuki dan Pinkan tak bisa berkata apapun, sebab Zanjiil memang berhak atas istri dan Sunnah nikahnya.
“Aku suami mu, ikut dengan ku! Pak Dimas, tolong antar barang nyonya ke kamar,” titah Zanjiil.
Nyonya? batin semua keluarganya.
“Baik tuan.” Dimas mulai membawa koper besar sang nyonya baru menuju kamarnya Zanjiil.
“Kami permisi dulu!” Zanjiil yang memiliki tenaga super dengan mudah menarik tangan Kissky untuk meninggalkan area ruang tamu.
Kissky yang serba salah ikut berpamitan juga pada para mertuanya.
“Kami duluan, pa, ma...”
Keluarga Zanjiil hanya tertawa kaku seraya menganggukkan kepala.
“Pa, bagaimana ini, masa mereka mau langsung berhubungan?!” ucap Pinkan.
“Benar, kalau sampai isi sekarang, Kissky terpaksa putus sekolah dong.” ujar Ariel, adik kandung Basuki.
“Papa bilang ke Zanjil, untuk jangan terburu-buru.” Pinkan yang khawatir meminta suaminya untuk membujuk anaknya.
“Mama kan lihat sendiri, papa sudah bicara, tapi dia enggak mau di kasih tahu.” Basuki sama pusingnya dengan istrinya, tak ada yang mengira, kalau putra semata wayang mereka memiliki keinginan untuk menjadi ayah muda.
Dimas yang telah berada di depan kamar sang tuan muda pun pamit undur diri. Setelah hanya tinggal berdua, Kissky mulai mengomeli suaminya.
“Maksud mu apa sih! Buat malu di bawah tadi?!”
“Menang benarkan! Kau dan aku sudah jadi suami istri, sepatutnya kita memang harus sekamar, dan melakukan tugas masing-masing sebagai pasangan!” Zanjil merangkul bahu Kissky seraya membelai rambut gadis cantik itu.
“Dasar gila! kita masih anak-anak tahu, mana boleh begituan!” Kissky mulai takut akan tatapan menghanyutkan yang Zanjiil berikan.
“Kata ibu agama, perempuan atau laki-laki yang sudah balig akal, wajib di suruh menikah oleh orang tuanya, kau... sudah datang bulan kan?” pertanyaan Zanjiil membuat Kissky malu sampai ke ubun-ubun.
“Dasar genit!” Kissky mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya.
“Hei, aku ini suami mu, jadi aku mau bilang hal segatal apapun, itu halal!” pekik Zanjiil.
“Tetap saja, aku enggak sudi kalau itu kau! Menjijikkan! Pokoknya aku enggak mau menuruti apa yang kau mau!” sikap kasar Kissky membuat Zanjiil ketagihan untuk meledeknya.
“Baiklah!”
Buk! Zanjil menendang koper Kissky sekuat tenaganya.
“Kok di tendang!” netra gadis cantik itu membelalak pada suaminya.
“Katanya enggak mau ini dan itu, ya sudah! Sekalian saja kau tidur sendiri!”
“Maksudnya?” Kissky mengernyitkan dahinya.
“Bawa koper mu ke kamar itu!” Zanjil menunjuk kamar yang tepat di sebelah kamarnya.
“Hahaha... kau pikir aku mau berbagi tempat tidur dengan mu? Jangan harap ya! Tadi aku cuma akting! Untuk melihat reaksi kalian semua! Hahaha... enggak di sangka, hasilnya buat kalian ketar ketir!” Zanjiil ternyata hanya main-main dengan ucapan yang ia katakan pada keluarga dan juga istrinya.
“Apa?!” mengetahui, dirinya menjadi bahan lelucon yang tak lucu sama sekali, membuat Kissky naik pitam, ia pun berjalan menuju Zanjiil.
Meski Zanjill memiliki tinggi badan 185 cm, dan tubuh tegap atletis, tak membuat Kissky yang hanya memiliki tinggi 155 cm takut.
“Dasar nakal!” ucap Kissky seraya mencubit perut berotot suaminya.
“Aduhh!! Kissky!” meski Kissky terlihat biasa saja, namun tenaganya luar biasa, perut yang ia rawat setiap harinya menjadi merah karena Kissky.
“Ini salam perkenalan dari ku, kalau kau sampai menyebalkan lagi, ku botak rambut mu yang lebat itu saat kau tidur! Dasar sialan!” Kissky mengancam suaminya agar tak berbuat onar lagi.
“Aku juga bisa berbuat hal yang sama pada mu, kau tahu! Kunci serap kamar mu ada pada ku? Dan aku juga bisa masuk ke dalam kamar mu, karena dari dalam juga ada pintu masuk, kalau kau melakukan tindakan di luar nalar, bukan tak mungkin, untuk ku balas dendam juga!” Zanjiil mengancam Kissky kembali.
“Banci! Kau pikir aku takut!” Kissky yang tak ingin melihat wajah Zanjiil lagi mengambil kopernya yang terjatuh ke lantai, lalu mendorongnya menuju kamarnya.
Zanjiil juga memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.
Ia yang lelah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
“Luna enggak boleh tahu soal pernikahan ku ini, dan aku harus mencegahnya datang ke rumah, aku masih ingin bersamanya sampai aku lelah, hum... nasib... nasib... kenapa aku di lahirkan dalam keluarga begini? Harusnya aku bisa memilih dengan siapa aku menghabiskan sisa hidup ku, tapi kenyataannya tidak, malah aku dapat istri yang begitu jelek dan menyebalkan.” Kissky yang cantik bagai bidadari di mata semua orang malah terlihat buruk rupa di pandangan Zanjiil.
...Bersambung......