Astari Rahayu , wanita muda yang sangat gesit dan lincah bertemu dengan seorang pria yang selalu memandang wanita dengan curiga tetapi saat bertemu Astari ia mempunyai ketertarikan yang tidak disembunyikan. Apakah Mereka dapat menjalin hubungan sebagai pimpinan dan bawahan atau bahkan percintaan ?.
Hai hai haaaiii.
Ini adalah buku ketiga aku, Aku mohon dukungan , kritik dan sarannya yang membangun.
Dan jangan lupa untuk Like dan Vote karya aku yaaaa...
Selamat membaca...😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Mobil yang dikendarai pak Toha sedang menuju Apartemen sementara Kevin menyandarkan tubuhnya.
" Pak Kevin, sepertinya jarak 2 kendaraan didepan adalah mobil Nona Clara," Pak Toha memberitahu Kevin sambil menunjuk sebelah kiri .
" Hemm, kamu biarkan saja, aku mau lihat dia mau kemana," jawab Kevin.
Kevin membiarkan mobil yang dikendarai Clara berbelok kearah apartemen nya, sementara dia sendiri meminta pak Toha agar melewati apartemen nya.
Clara yang baru saja berbelok melihat mobil Kevin, dan ia berusaha untuk mundur, tetapi dibelakangnya sudah ada kendaraan lain membuatnya sangat jengkel .
Kevin melihat handphone nya berbunyi dan seperti dugaannya Clara yang menghubungi nya.
" Sayang, kamu dimana ?,. bisakah kita bertemu ?," dengan suaranya yang sengaja dibuat agar terdengar menggoda.
" Oke, aku juga ingin bicara denganmu," dan Kevin menyebutkan salah satu restoran yang tidak jauh dari mobilnya berada.
"Jadi benar yang kulihat tadi adalah mobil Kevin," Clara bicara pelan.
Kemudian Clara langsung keluar parkiran menuju restoran yang baru disebutkan Kevin.
Kevin menunggu Clara dengan wajah kesal, salah satu yang tidak disukai dari Clara adalah ia selalu terlambat dan membuat orang menunggu lama.
Clara datang menghampiri Kevin dengan sikapnya yang dibuat anggun . Ia tahu lelaki itu sedang merasa jengkel karna menunggu nya lama. Ia sengaja berganti pakaian disalah satu butik yang berada satu gedung dengan restoran dimana Kevin sedang menunggu.
" Hallo sayang, maafkan aku sudah membuatmu menunggu," ujar Clara memberikan ciuman mesra dibibir Kevin.
" Kamu mau makan apa, pesanlah," Kevin tidak memperdulikan sapaan Clara dan bersikap dingin.
" Aku sudah makan, aku akan pesan minuman saja ," Kevin tidak berkomentar hanya mengedikkan bahunya sedikit.
" Ada apa ?, katanya mau ketemu denganku ."
" Kamu, sayang kamu benar sudah mengoper apartemen ya, aku kira kamu sedang kesal padaku saat mengatakan hal tersebut."
" Lalu ?."
"Tidak apa-apa, buatku tidak masalah, lalu dimana kamu tinggal sekarang?," Clara menutupi rasa tidak sukanya dan mencoba merayu Kevin agar ia diperbolehkan tahu dimana lelaki itu tinggal.
" Clara , diantara kita tidak ada hubungan yang mengikat dan kamu menyadari nya dengan sangat jelas. Aku perlu dirimu sebagai tempat menyalurkan kebutuhan ku dan kamu sudah mendapatkan bayaran yang cukup tinggi."
" Apa maksudnya kamu sudah mempunyai yang lain, apakah dia lebih segalanya dariku ?," Clara tidak percaya Kevin memutuskan hubungan dengannya .
Kevin tertawa mengejek dan terdengar merendahkan Clara ketika ia berbicara , " Aku tidak seperti mu Clara, menerima pria lain di ranjangnya sementara kau masih berhubungan denganku. Apakah kau lupa bahwa aku sudah pernah melihatmu dengan Rexy dikamar hotel ?."
" Bukankah kamu sudah menerima permintaan maaf ku ?," Clara begitu terkejut karna Kevin mengingat nya.
" Permintaan maaf aku terima, tetapi untuk bersama denganmu lagi Tidak. Okey hanya itu yang akan kukatakan. Selanjutnya kita tidak mempunyai hubungan apa apa lagi ," Kevin meninggalkan Clara yang sepertinya tidak menerima keputusan nya.
" Benarkah dia tidak mempunyai wanita lain ?, tapi bagaimana mungkin, seorang Kevin berpuasa," Clara berbicara sendiri dengan suara pelan, sama sekali tidak percaya.
Sementara itu disebuah mall yang tidak begitu jauh dari Apartemen, Asta sedang mencari kebutuhan pribadinya. Ketika ia sedang dikasir ia melihat seorang yang tidak asing baginya dan orang itu adalah Kakak sulungnya yaitu Krisworo.
" Sedang apa ?," tegur Krisworo penuh perhatian yang selalu diartikan sebagai bentuk curiga bila Krisworo yang bertanya.
" Bayarin ya, cuma sedikit kok ," rayu Asta dengan tatapan memohon tanpa menjawab pertanyaan.
" Kamu sudah kerja kan ?."
" Sudah, tapi kan belum ada hasilnya Kak ."
" Sudah tahu belum ada hasil malah belanja," tegur Krisworo sambil menyerahkan kartu debit miliknya pada kasir dan Asta tersenyum senang .
" Kakak dengan siapa ?."
" Dengan Mba Dini."
" Oh ya, di mana ?," Asta mencari sosok Kakak iparnya yang mempunyai usaha kue yang cukup besar.
" Biasa," jawab Krisworo mengacu pada supermarket.
" Kak, Asta duluan ya, " katanya berpamitan.
" Hati-hati, jangan lupa beri kabar kerumah kalau ada sesuatu," pesan Krisworo sambil memegang kepala Asta .
" Dah Kakak, salam sama Mba Dini ya," Asta meninggalkan Krisworo.
Sambil berjalan ia memesan ojol karna ia mau Magrib dirumah bukannya dijalan. Sambil menunggu ojol Asta melihat seorang wanita cantik yang berada disalah satu cafe sedang bersama dengan seorang pria mungkin karna sikap wanita tersebut yang terlihat tidak mengenal situasi yang membuat nya memperhatikan . Wanita itu duduk sangat rapat dan baju yang dikenakan terlihat berantakan sekali, seperti sedang mabuk tidak henti-hentinya ia menciumi lelaki yang berada disebelahnya.
" Ampun deh, sampe segitunya," Asta berkata dalam hati. Dan entah mengapa ia iseng merekamnya sebelum ojol yang dipesannya datang .
Asta berjalan dengan santai dan ia melihat Kevin sedang bersandar pada dinding dekat pintu apartemen. Wajahnya terlihat sangat jengkel karna handphone Asta tidak aktif.
" Kok Bapak tidak masuk ?," Asta merasa aneh karna Kevin tidak masuk ke apartemen nya sendiri.
Dengan nada tajam serta jengkel Kevin mengeluarkan kekesalannya.
" Apa menurut mu aku bisa masuk, sementara kode nya sudah kamu ganti !," Asta menatapnya bingung karna ia tidak pernah menggantinya.
" Maaf pak, saya tidak pernah menggantinya," jawaban Asta membuat Kevin menatapnya lagi.
" Berapa kodenya ?," tanya Kevin sambil mendekati nya, Dan Asta menyebutkan no kode pintu apartemennya membuat Kevin menatapnya nya heran.
" Nomor apa itu ?," katanya sambil membuka pintu dan ia langsung berjalan masuk ketika pintu terbuka.
" Saya tidak tahu pak, kan Bapak yang kemarin kasih kesaya," jawabnya pelan mengikuti Kevin yang berjalan masuk.
Asta berjalan masuk ke kamarnya untuk menyimpan barang yang baru dibelinya tadi, sementara Kevin melangkah ke lantai atas dimana kamarnya berada .
Setelah selesai mandi dan sholat Maghrib Asta keluar dari kamarnya dan mulai menikmati makan malam yang tadi dibelinya.
" Kamu beli atau masak ?," terdengar suara Kevin dari arah dapur.
" Oh beli, kenapa ?," jawabnya sambil melihat Kevin yang sedang membuka pintu kulkas.
" Hanya satu, tidak beli lebih ?."
" Engga, kan Bapak yang bilang tidak perlu menggoda atau merayu bapak melalui perut. jadi daripada mubazir, ya hanya beli satu," Asta mengingat kan kata kata Kevin saat ia membuat sarapan.
Kevin menjatuhkan tubuhnya di sofa tepat disebelah Asta.
" Nanti kamu ke bawah,belikan aku makan malam !," perintahnya sambil menyalakan tv.
"Mengapa tidak pesan online saja, minta antar kesini ?," jawab Asta ia merasa malas keluar lagi disaat dirinya sudah berpakaian santai .
" Ingat aku bos mu ?."
" Tapi ini kan bukan dikantor pak ."
"Sepertinya aku pernah mengatakan waktu kerjamu tidak terbatas," Kevin berjalan meninggalkan Asta menuju kamarnya dan tidak berapa lama ia sudah kembali lagi.
" Ayo ikut aku !," katanya menuju pintu
" Kemana pak ?."
" Kebawah, temani aku makan ."
" Hah . Saya kan sudah makan pak ."
" Astari, aku memintamu menemani bukannya mengajak makan. Cepat.!"
"Saya ganti pakaian dulu pak."
" Tidak perlu, kita hanya cari makan ," jawabnya sementara Asta masih berdiri ditempatnya.
" Tapi saya pakai piyama Pak ."
"Yang penting kamu tidak bugil," jawab Kevin sambil menarik tangan gadis itu yang sepertinya masih akan mengeluarkan alasan lain lagi.
" Eh, sebentar pak saya ambil handphone dulu," katanya dan ia masuk kekamar nya setelah Kevin melepaskan tangannya .
******
Kevin membawa Asta kerumah makan yang menyediakan makanan laut.
" Katanya mau makan dibawah, kenapa sampai kemari," katanya pelan, tetapi rupanya tidak cukup pelan karna Kevin masih mendengar nya.
" Kamu pikir ini diatas ."
Asta yang mendengar nya hanya meringis membuat Kevin meliriknya.
Asta sangat menyukai hidangan kepiting lada hitam dan ia sangat menikmatinya hingga tidak memperdulikan Kevin yang sering memandang nya geli.
" Katanya sudah makan, tapi melihat kepiting langsung memesannya," ejek Kevin dan dibiarkan berlalu oleh Asta yang masih sibuk dengan makanan nya.
" Melihat gadis ini seperti nya sulit untuk bersikap menjaga jarak dengannya," katanya dalam hati.
Setelah selesai mereka kembali pulang menuju Apartemen. Didalam mobil yang dikendarai oleh Kevin Asta terlihat sangat santai mendengar kan lagu yang diputar Kevin di mobilnya hingga pria itu kembali bertanya hanya sekedar iseng
" Kamu tadi membawa berkas yang belum selesai kamu kerjakan dikantor ?," Kevin melirik Asta yang duduk disebelahnya karna ia sedang mengemudi.
" He eh, kan tadi Bapak yang minta. Sebenarnya saya berencana setelah makan langsung mau kerja , tapi karna Bapak membawa saya keluar kemungkinan lembur ."
" Dengan kata lain ?."
" Bapak adalah pimpinan yang menghargai kerja keras pegawai nya," jawab Asta nyengir sementara Kevin melotot galak.
" Apakah ini pekerjaan pertama mu ?,maksudku sebagai pegawai kantoran ?." Terdengar suara Kevin ditangah suara musik yang mengalun didalam mobilnya.
" Benar, tapi pekerjaan saya tidak begitu mengecewakan kan Pak."
" Untuk dua hari ini tidak, dan semoga saja nanti tidak berubah karna ada keinginan tersembunyi."
" Maksud Bapak ?."
" Jangan sampai kinerjamu berubah karna ada suatu hubungan lain yang kamu harapkan dariku ," Kevin menjawab pertanyaan Asta dengan suaranya yang berubah dingin.
" Saya harap tidak, dan saya juga berharap Bapak bisa menempatkan hubungan profesional sebagai pimpinan dengan karyawannya," Asta merasa tersinggung mendengar kata-kata Kevin .
Kevin melirik Asta yang terlihat marah, dan ia hanya tertawa sinis.
Asta benar-benar tidak mengerti dengan Kevin, sebentar ia ramah dan kemudian menjadi sinis.
" Saya akan sholat Isya lebih dulu baru mengerjakan surat yang ingin bapak inginkan," Asta memasuki kamarnya sementara Kevin menuju kamar nya.
Waktu.sudah menunjukkan pukul sembilan malam ketika Asta memulai pekerjaannya sementara Kevin masih berada di kamarnya. Menjelang pukul sebelas pekerjaan Asta Sudan selesai dan ia merapikan nya sedangkan Kevin tidak tampak sama sekali.
Malam ini Asta tidur sangat nyenyak karna ia tahu dirinya tidak sendiri sehingga ia merasa aman.
Asta keluar kamar dan terlihat sudah mandi, ia berencana membuat roti bakar dengan selai nanas dan coklat yang dibelinya kemarin. Asta sedang menikmati roti bakar serta segelaa air jeruk ketika Kevin turun.
Kevin memandang nya tanpa bersuara, tetapi tangannya meraih roti yang berada diatas piring dan memakannya sambil duduk dikursi depan Asta.
" Kamu sudah selesai mengerjakan pekerjaan kantor ?," Kevin bertanya sambil meraih gelas milik Asta dan langsung meminumnya membuat gadis itu terbelalak.
" Pak, itu minuman saya ," tegur Asta mengingat kan tetapi Kevin hanya memandang sekilas.
" Ambil saja lagi !," ujarnya tidak perduli.
Asta mendelik jengkel karena tindakan bos nya pagi ini. Turun kebawah masih mengenakan jubah mandi dan menikmati sarapan yang dibuat Asta dengan santainya bahkan mengambil minuman padahal Kevin bilang jangan coba mencari perhatian melalui perutnya .
" Apakah bapak tidak khawatir saya akan menaruh obat didalam makanan dan minuman yang Bapak makan ."
"Kalau kamu lakukan yang rugi dirimu sendiri bukan aku ."
Asta segera bangun untuk mengambil minuman untuknya.
" Apakah kemarin kamu berbelanja ?."
" He eh, walaupun saya tinggal diapartement mewah tapi saya juga tetap harus makan bukan ?."
" Kita akan berangkat jam enam, jadi aku minta kamu sudah rapi sebelum jam itu," Kevin kembali ke kamarnya sementara Asta merapikan bekas piring kotor bekas sarapan mereka .
Hari ini Asta mengenakan setelan warna coklat dengan rok panjang sebatas betis membuat tubuhnya yang tinggi tidak terlalu mencolok.
Kevin sudah turun dan melihat Asta sudah siap dengan tas kerja nya dan ia mendekatinya
" Lain kali kalau berbelanja kebutuhan dapur gunakan kartu ini jangan pakai uang pribadi mu," Kevin memberikan kartu debit sambil menyebutkan no pin nya .
Asta menerima kartu atm dan berbicara pelan , " Kalau beli perhiasan pakai kadtu ini seru kali ya ," pikirnya geli dan ia terkejut ketika mendapati rambutnya ditarik oleh Kevin.
" Jangan berfikir macam-macam kalau tidak mau aku menyesali keputusan ku," tegur Kevin meninggalkan Asta yang masih berdiri jengkel.
" Heran si bos suka banget seenaknya sendiri," omelnya dalam hati dan ia segera berlari mengejar Kevin setelah mengunci pintu apartemen.
" Hari ini kamu mewakili perusahaan bertemu perwakilan dari pemerintah," terdengar suara Kevin memberikan perintah membuat Asta terkejut.
" Maaf pak, apakah itu tidak terlalu terburu-buru membiarkan saya bekerja sendiri."
" Sebenarnya apa yang mau kamu katakan , bahwa itu tugasnya Krisna ?, aku selalu menghargai orang yang sudah bekerja dengan baik. Katakan padaku apakah aku harus memberikan bonus pada orang yang tidak melakukan apa apa ?," Kevin menegur Asta dengan suaranya yang terdengar tajam.
" Maaf pak, saya akan melakukan yang terbaik dan berusaha tidak mengecewakan perusahaan," janji Asta meyakinkan walaupun sebenarnya ia masih ragu meskipun sedikit.
Mereka sudah tiba dikantor dan memasuki lift khusus.
Kevin memandang Asta yang berdiri di sebelahnya .
" Kadang melihat mu berdiri disebelah ku seperti ini ingin sekali merangkul mu. Tinggi badanmu sangat pas ," ucap Kevin sambil tersenyum sehingga Asta mendelik jengkel dan Kevin yang melihatnya tertawa lepas.
" Si bos benar-benar bikin orang senewen, dia yang selalu bilang jangan mikir macam-macam,tapi dia sendiri yang suka mancing," omel Asta dalam hati.
" Apa yang kamu katakan barusan dalam hatimu ?," tanya Kevin kembali mengejutkan.
" Bapak tidak konsisten dengan ucapan bapak sendiri, " jawab Asta dengan sebenarnya..
Mereka kembali terdiam dan Kevin bertanya lagi.
" Astari, apakah kamu sudah punya kekasih?."
"Siapa juga yang mau sama aku, cewek jangkung kaya gini," katanya pelan.
" Tapi aku menyukai nya ," goda Kevin dan benar-benar membuat Asta sangat kesal dan ia beruntung pintu lift terbuka dan Mereka sudah tiba dilantai tujuh belas.
kok brasa kurang sreg nya, klo tokoh nya umur br 19th trus luar biasa kebiasaan nya...terlalu nggak ada mnrt saya...klo usia 22-23 msh lah, sarjana, bisa basa asing, kebiasaan yg diatas rata²...🙏
semangat ya dd othor say moga sehat dn bahagia sllu🤲 suka cerita nya gk bertele tele moga sampai ending nya pun begini gk bertele tele🥰🥰🥰🥰