Ketika cinta pertama Michele kandas saat di tinggal pas sayang-sayange oleh Aldi, hati Michele menjadi beku.
Janji yang sudah mereka sepakati, nyatanya lebur oleh waktu.
Berusaha membuka hati, dan akhirnya pilihan Michele jatuh kepada sang ketua osis.
Dua tahun berjuang, kini mulai terlihat hasilnya. Namun, di saat hatinya hampir berlabuh kepada sang ketua osis, cinta masa lalunya datang kembali.
Akankah Michele kembali melabuhkan hatinya kepada Aldi, atau Michele akan move on karena status yang mengikat mereka.
Nyatanya, ikatan kakak adik orang tua mereka tidak akan mudah untuk Michele lewati bila memilih Aldi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia salju
****
“Michele, kamu gapapa?” tanya Rasya langsung membantu Michele untuk bangun.
“Ga- gapapa kok kak,” jawab Michele terbata, namun matanya masih menatap ke arah orang yang berwajah kaku nan dingin tersebut, “Ngapain lo disini?” tanya Michele.
“Michele, kamu kenal?” tanya Rasya mengerutkan dahi nya.
“Sekolah.” Jawab nya dingin.
“Enggak kak, Cuma sebatas kenal doang. Lagian, siapa yang mau kenal sama orang kaya dia.” Kata Michele menatap tajam lawan di depan nya.
“Hah? Maksud nya?” Rasya menggark tengkuk nya yang tidak gatal, ia bingung melihat interaksi Michele dengan siswa baru di depan nya ini.
“Gak penting. Thanks sudah mau mengantarkan ku melihat lihat. Aku duluan,” ujar nya masih dengan suara dna nada khas nya, yakni DINGIN.
“Gila, kayaknya di korea itu anak makan nya tiap hari salju, makanya bisa makin beku begitu,” gumam Michele kesal sambil mengepalkan tangan nya.
“Sepertinya kalian memang saling kenal?” tanya Rasya.
“Dia teman sekolah aku kak dulu.” Kata Michele malas.
“Teman sekolah? Smp?atau?”
“Tk, sampai kelas tiga SD kak, selalu aja sekelas. Trus dia pindah ke korea, sok banget kan dia tuh, pindah ke korea segala. Katanya SMP mau balik tapi lihat dia baru balik sekarang. Ah sudahlah gak penting ngurusin manusia salju kaya dia.” Kata Michele begitu kesal.
“Oh iya, bagaimana kamu tadi? Ada yang luka? Masih sakit?” tanya Rasya mengalihkan pembicaraan. “Kenapa bisa jatuh begitu sih?”
“Hehehe, tadi di kejar sama Renata sama Denis, makanya lari.” Kata Michele menyengir kuda.
“Tadi aku gak lihat mobil kamu di parkiran, kamu dateng sama siapa tadi?”
“Oh tadi nebeng sama Papa, si Frozen lagi ngambek. Minta jajan,” ujar Michele menghela napas nya berat, “Makanya nanti pulang sekolah mau bawa Frozen ke salon dulu.”
“Wah, kebetulan kalau begitu. Nanti pulang sekolah aku juga mau ke bengkel, mau bareng sekalian?”
“Mau bangett!” teriak Renata, Denis dan rara bersamaan, seketika embuat Michele membulatkan matanya tajam, “Kita juga mau dong kak,”
“Monyet, kalian ngapain disini sih?” tanya Michele menahan geram, “Asli sumpah kalian ganggu.”
“Lo gitu amat sih nyet, kita kan juga pengen bisa ngobrol berdua sama kak Rasya.”
“Kak, ajak gitu kita-kita hangout bareng, traktir es teh manis doang juga gapapa. Asal bisa sama kakak.” Ujar Denis dengan nada manja nya yang sukses mendapatkan pukulan di bahu kanan kiri dari Michele dan renata.
“Anjir sakit ogeb!” seru denis mengusap bahunya.
“Boleh boleh. Minggu depan ulang tahun nya Leo, kami kumpul di Starlight. Kalau kalian mau bisa ikutan gabung nanti.” Kata Rasya tersenyum.
“Woahh, beneran nih kak? Kita kita boleh ikut gabung? Atau hanya Michele aja nih?’ ucap Rara antusias.
“Kalian berempat boleh gabung,” kata Rasya lagi.
“Kak Rasya dulu mama nya ngidam apaan sih waktu hamil? Kak Rasya tuh kalau senyum manis banget sumpah, apalagi kalau denger suaranya ya Allah adem banget.” Ujar Michele jujur, ia memang sangat mengangumi sosok Rasya sejak ia masuk SMA. Sejak kelas satu ia sudah terpesona oleh Rashya, terlebih saat dirinya di kerjai oleh kakak kelas di saat mos, Rasya lah yang menolong nya dan membantu nya, sejak saat itu Michele langsung kagum dan jatuh cinta pada Rasya.