NovelToon NovelToon
My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: tari channel

Memiliki kepribadian yang susah untuk bergaul atau sering disebut introvert membuat Jasson lelaki tampan yang berprofesi sebagai dokter ini tidak memiliki wanita disisinya. Dikenal sebagai lelaki dingin dan acuh terhadap seluruh wanita yang mencoba mendekatinya, Entah itu memang karna tidak pernah mendekati wanita atau memang dia yang tidak tertarik kepada wanita tersebut, Hingga ada akhirnya dia datang mengunjungi pasien akibat pasien tidak mau kerumah sakit jadi terpaksa dia yang turun tangan mendatangi rumah pasien tersebut.

"Menjadi suamiku saja bagaimana?" Tiyara Watsons.

"Hah?" Jasson Drean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tari channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Adalah Istrimu

"Sudah tuan" jawab satpam akan pertanyaan itu. Jasson tidak melanjutkan ucapannya lagi dan melangkahkan kakinya berjalan masuk menuju rumah.

"Hey kau ini berani sekali meninggalkanku" teriak Tiyara yang langsung berlari menyusul Jasson yang meninggalkannya.

"Jasson tunggu" teriak Tiyara kembali saat masih jauh saja dari suaminya.

"Siapa wanita itu? Tidak biasanya tuan membawa wanita kemari" guman satpam dengan tatapan bingung menatap kepergian Jasson dan juga Tiyara.

"Kau ini meninggalkanku sendiri, Bagaimana jika aku tersesat?" teriak Tiyara hingga membuat Jasson menoleh kerahnya dengan tatapan tajamnya.

"Bisakah kau tidak membuat keributan disini?" tanya Jasson dengan menatap tajam wanita itu.

"Kau yang meninggalkanku makanya aku berteriak" jawab Tiyara dan mengalihkan pandangnya dari Jasson.

"Ini kamarmu, Bersihkan sendiri" ucap Jasson dan langsung menaiki anak tangga menuju kekamarnya yang terletak diatas.

"Tampak dalam cukup mewah dan elegan, Rumah ini hampir semuanya kaca, Dinding kaca, Tangga kaca untung saja atapnya tidak" ucap Tiyara saat melihat lantai pembatas atas dan bawah nampak normal.

"Pantas saja pagarnya beton dan tertutup ternyata memang rumahnya yang terlalu terbuka, Kamar dan ruangan lainnya masih terlihat normal hanya beberapa yang menggunakan kaca besar" ucapnya kembali dan membuka pintu kamar yang ditunjukkan Jasson untuknya.

"Ah **** terlalu buruk, Aku tidak mau kamar ini dan aku memang tidak mau kamar dibawah" ucap Tiyara yang langsung menaiki anak tangga menuju kamar suaminya.

Ckleekk

Tiyara langsung membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk ataupun bersuara dan langsung masuk kedalam kamr itu dan terlihat Jasson saat ini tengah mengenakan baju handuk. "Siapa yang mengizinkanmu masuk kekamarku" teriak Jasson.

"Tidak ada, Aku adalah istrimu jadi kita harus tidur satu kamar juga" jawab Tiyara yang langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang bulat itu dan menatap langit langit kamar itu.

"Keluar dari kamarku, Kamarmu terletak dibawah" ucap Jasson dengan wajah datarnya.

"Aku tidak berani, Rumahmu ini hanga dihuni oleh kau sendiri dan satpam berada dipos, Kau mau aku mati ketakutan sendiri dibawah?" tanya Tiyara dengan melototkan matanya dan langsung berguling diatas ranjang itu hingga seluruh selimut menutupi tubuhnya.

"Karna aku tidak memerlukan orang lain" ucap Jasson dengan wajah datarnya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

"Apa maksudmu? Kau tidak membutuhkanku?" teriak Tiyara. Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan masuk kedalam bathup dan menyandarkan kepalanya disandaran.

"Apakah kehadiran wanita itu akan mengacaukan hidupku? Atau kehadirannya akan mengubah kehidupan kelamku ini?" guman Jasson dengan mata yang terpejam.

"Ah **** tidak ada lagi teman mengobrol, Aku jadi mengantuk ditambah hari ini aku cukup sibuk dan ranjang ini...." Mata itu perlahan terpejam dengan tangan yang mengusap kasur itu.

"Cukup nyaman" sambungnya dan memejamkan benar benar matanya dengan tangan yang sudah berhenti mengusap kasur itu.

"Aku tidak pernah berpikir akan memiliki wanita dihidupku, Pikiranku hanya mencari orang yang membunuh papa dan balas dendam tapi wanita itu..... Baru sekali aku bertemu dengannya dia sudah mengajak menikah dan bodohnya aku, Aku menerimanya dengan sangat mudah" ucap Jasson yang matanya masih saja terpejam.

"Dia akan sangat membantu dalam biaya membayar orang suruhanku untuk mencari pelaku pembunuh papa, Jika aku sudah mendapatkan siapa orang itu aku akan meninggalkannya toh diaa juga sudah bilang seperti itu dan orang yang membunuh papa......" tangan kekar itu menggepal hingga menampakkan urat uratnya.

"Dia akan membayar apa yang sudah dia lakukan, Nyawa hanya bisa dibayar dengan nyawa" sambungnya dengan rahang yang mengeras akibat kesal.

Satu jam berlalu.

"Wanita itu sudah tidak terdengar lagi" ucap Jasson yang biasanya selalu mendengar wanita itu mengoceh dari kemarin tanpa henti.

"Mungkin dia sudah pergi dari kamarku" gumannya dengan senyum bahagia dan langsung keluar dari kamar mandi dengan masih saja menggunakan baju handuknya.

Jasson keluar dari kamarnya dan terlebih dahulu menatap keranjangnya. "Hem, Aku pikir dia sudah pergi ternyata sedang enak enak tidur ya" ucap Jasson dengan senyum liciknya dan berjalan mendekat kearah ranjang tersebut.

Saat berada tepat dihadapan wanita itu tubuhnya sedikit menunduk hingga berjarak beberapa cm dari kepala Tiyara. Bibir yang semakin mendekat hendak mencium wanita itu namun dia langsung tersenyum dan menarik ujung selimut itu keatas hingga membuat selimut terlepas dari tubuh Tiyara dan itu membuat Tiyara berguling.

Brukkk.

Tiyara terjatuh kebawah akibat ulah Jasson yang menarik selimut dari tubuhnya yang berbalut selimut tadi. Tiyara mengerjapkan matanya akibat merasakan sakit diseluruh tubuhnya dan duduk dari jatuhnya tadi. "Apa aku terjatuh sendiri?" tanya Tiyara dengan mata sayu akibat masih cukup mengantuk.

"Tidak, Aku yang menarik selimut....."

"Hingga aku jatuh?" tanya Tiyara dengan berusaha berdiri dari duduknya saat ini.

"Iya" jawab Jasson dengan wajah datarnya dan langsung membuang selimut keatas ranjangnya. Tiyara langsung berjalan mendekat kearah lelaki itu namun tidak dengan Jasson yang berjalan menuju keruang ganti untuk mengenakan bajunya.

"Kenapa kau menarik selimut tadi? Kenapa juga kau tidak menariknya perlahan?" tanya Tiyara yang saat ini berada dihadapan lelaki itu menghadangnya agar tidak pergi dengan tatapan tajam dia menatap Jasson saat ini.

"Ingin mengusirmu dari kamarku" jawab Jasson dengan wajah datarnya dan memegang bahu wanita itu dan menggeserkan nya dari jalannya namun Tiyara yang tidak terima akan jawaban itu kembali menghadang jalan lelaki itu.

"Menyingkir dari jalanku" ucap Jasson dengan wajah datarnya.

"Pinggangku sakit, Apa kau tidak mau bertanggung jawab?" tanya Tiyara dengan memegang lengan kekar lelaki itu.

"Bukan urusanku" balas Jasson dengan menepis kasar tangan wanita itu.

"Ah" Tiyara kembali terjatuh akibat dorongan dari Jasson.

"Tidak usah berpura pura...."

"Ini benar benar sakit bodoh" teriak Tiyara saat Jasson masih saja ingin menyalahkan dan menuduhnya berbohong.

Jasson langsung menatap kearah wanita itu dan terlihat dia berusaha berdiri dengan berpegangan dengan ranjang. Jasson membuang nafas panjangnya dan langsung berjongkok dihadapan wanita itu dan membantunya untuk berdiri. "Duduk" perintah Jasson akan Tiyara yang hendak berdiri.

Tiyara tidak menjawabnya dan mendudukkan tubuhnya diatas ranjang dengan tangan yang masih memegang pinggang yang sedikit sakit. Jasson langsung berlalu dari sana keluar dari kamar dan masuk keruangan obat dan mengambil obat oles. "Mudah sekali dibohongi" guman Tiyara dengan senyumnya dan menggerakkan tubuhnya yang sedikit pegal.

"Tapi pinggangku benar benar cukup sakit, Apa karna jatuh tadi?" tanya Tiyara dengan memegang pinggang kecilnya itu.

Jasson kembali masuk kedalam kamarnya. "Ini oleskan sendiri" ucap Jasson dengan melempar obat oles kepada Tiyara. Tiyara tidak menjawabnya dan mengambil obat oles itu dan melihatnya.

"Kenapa kau masih berdiri disana? Ingin mengintip?" tanya Tiyara dengan melototkan matanya menatap Jasson yang sama sekali tidak berniat untuk pergi dari sana. Jasson yang merasa wanita itu tidak membutuhkan bantuannya langsung melangkahkan kakinya menjauh dan masuk kedalam ruang ganti.

1
Ryani
ga ngehhhh bacanya
Ryani
baru baca novel yg cwenya ngebet gini🤣
Ryani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Alan Maulana
bagus
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
terlalu lama up ny Thor. jdi hampir lupa alur ceritanya🤭😂.
tapi smngat ya thor
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
🥰🥰mngat thor
Tya Amelia Sianturi 💜🥰🥰🥰
😭😭😭
Ellin So
salahpaham yang berkepanjangan
tiyara selalu melindungi jasson
🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳☠ᵏᵋᶜᶟEᷞmͥiͣ M⃠🏚🄷❦⃝ᶠ
aku mampir semangat berkarya ditunggu kelanjutannya...
ig. sciltriyy: mkasii loh kk udh selalu mampir dari jaman dulu² sampe skarang, sehat² y kk♥
total 1 replies
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
mampir
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
ngebet nikah wkwkwk
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
wkwkwk... bar-bar
™🦅 ELANG hiatus
lewat semangat ya
🐝⃞⃟𝕾𝕳]Feny🐧²⁴ଓε🦅ᵀᵀ°𝕽𝖈⃞⃟
semangat
•nayeol•
wahhhh otornya sijeuni juga yakkk💚💚
aku mampir karna liat Poto Lucas ngupil wkwkwk🤣🤣
yakin bakal kubaca semua novel otot deh kalo gini😂
ᵃˡν͚ıňѧ𝐇𝐢𝐚𝐭𝐁𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫
SUKAA(✿ ♥‿♥)
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
semangat 💪💪💪
Mei Hiat
luar biasa
lanjutkan
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!