NovelToon NovelToon
Baby Twins CEO

Baby Twins CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Anak Genius / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: ☆Queen

Aurel Luvenia, takdirnya begitu konyol mendapati kekasihnya sedang bercumbu dengan sahabat dekatnya. Ternyata kecerdasannya selama ini masih bisa di bodohi oleh kedua makhluk yang sangat ia percayai.

Karena sangat prustasi dan lelah, Aurel meminum Bir dan membuatnya mabuk. Hingga terbangun di sebuah hotel. Tentunya, ia sangat menyesali perbuatan bodohnya, lalu meninggalkan Sang pria.

Aurel, pergi meninggalkan negaranya dan terbang ke Inggris karena ia merasa sangat tidak sanggup untuk berada di negara yang penuh dengan kenangan buruk.

Hingga kenyataan konyol lainnya muncul, ia hamil. Mengandung anak pria yang sama sekali tidak ia kenali. Merawat, menjaga dan melindungi kedua bocah kembar itu, hingga tumbuhlah mereka menjadi anak yang sangat aktif, cerdas dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Karena kedua anaknya terus bertanya tentang Ayah kadung mereka.
Akhirnya Aurel memutuskan untuk kembali.
Bagaimana dengan Arga? Apakah bisa menerima mereka? atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ☆Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 06 - Pertemuan Ferrell, Ferlin dan Arga

Sesuai janji Aurel, ia berserta Amanda dan anak-anak tersayangnya akan pergi membeli komputer untuk Ferrell. Karena tidak ada kendaraan, Aurel mengajak mereka menaiki taksi.

Toko Komputer.

Mata Ferrell berbinar-binar menatap begitu banyak komputer disini. Tapi, Ferrell tau harga komputer disini pasti sangat mahal, apa lagi gaji Maminya hanya dua puluh juta.

"Mommy, kita bisa cari tempat lain," pinta Ferrell, ia merasa tak tega karena selama ini Maminya bekerja keras bahkan lembur untuk mendapatkan gaji pertamanya.

"Kenapa? Mom sanggup kok bayarnya. Ayo cepat pilih yang mana yang Kamu suka," ujar Aurel.

"Tapi---." Belum sempat Ferrell berkata, Aurel memotongnya lebih dulu.

"Mommy yakin, Kamu menginginkan komputer bukan hanya untuk bermain, tapi untuk hal lainnya. Kamu pasti ingin Mommyo bahagia, begitu juga dengan Ferlin, jadi ini semua bukan apa-apa," jelas Aurel, ia pasti tau semua tentang Ferrell dan Ferlin.

Ferrell seakan-akan ingin menangis saat itu juga, tapi ia adalah lelaki pantang untuknya menangis. Walaupun dirinya harus menangis.

"Mommy percaya saja padaku. Aku akan membuat Mom dan Ferlin bahagia," ujar Ferrell penuh tekad.

Membuat Aurel terharu, begitu juga dengan Ferlin yang langsung memeluk erat Ferrell.

"Oh, jadi Aku tak termasuk. Sedihnya, Akulah yang merawat kalian," rengek Amanda, yang terharu melihat sahabat baiknya itu.

"Hehe, sini Mami," ujar Ferlin, tentunya membuat Amanda kaget.

"Mami?"

"Iya, bukannya kau bilang kau adalah orang yang merawat kami? Berarti kau juga Mami kami," ujar Ferlin dengan senyuman yang merekah.

"Huhuhu, pintarnya anak ini. Baiklah sini, Mami peluk."

Adegan haru mereka terpaksa berhenti karena di tegur oleh seorang yang ingin lewat, karena mereka menghalangi jalan.

"Cih, drama banget. Peluk-pelukan di toko Komputer, minggir mau lewat!" bentaknya kasar, lalu Aurel dan yang lainnya membukakan jalan.

"Haish, mulutnya tidak disekolahkan," lirih Aurel, kesal.

"Baiklah kalian cari-cari saja, biar Mommy tunggu di sana sama Mami Amanda," ujar Aurel, lalu di angguki keduanya.

"Kak, kau mau meretas lagi? Emangnya dengan meretas kau bisa mendapatkan uang?" tanya Ferlin dengan polosnya.

"Bisa, jika ada yang butuh. Tapi, Aku bukan hanya ingin meretas...." Ferrell tersenyum, membuat Ferlin penasaran apa yang di lakukan sang Kakak, selain meretas.

"Sudahlah, ayo kita cari komputer dengan kualitas yang bagus tapi tak terlalu mahal," ajak Ferrell.

Ferlin langsung semangat, walau ia tak mengerti seperti apa komputer yang bagus. Karena terlalu bersemangat berkeliling dan matanya menatap binar sekelilingnya, Ferlin tanpa sengaja menabrak seseorang. Dan, hampir saja terjatuh tetapi orang itu langsung menangkapnya.

Bruk!

"Ferlin!" teriak Ferrell, langsung berlari mendekati Ferlin.

"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Ferrell, tapi Ferlin tidak menjawab. Mata bocah itu menatap pria yang membantunya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Ferlin? Ada apa, apa ada yang sakit?" tanya Ferrell, sangat khawatir. Karena bingung melihat tingkah adiknya, Ferrell mengikuti arah padang Ferlin.

Deg!

Jantungnya serasa terhenti, matanya melebar menatap pria di hadapannya. Begitu juga dengan pria itu menatap kaget Ferrell.

'Kenapa? Kenapa dia sangat mirip denganku,' batin Ferrell, kaget.

"Kak, dia sangat mirip dengamu...." Ferlin berbisik pada Ferrell.

'Apa mungkin dia adalah... Daddy?' batin Ferrell.

"Hei nak? Lain kali hati-hati!" tegasnya membuat Ferlin sedikit takut dengan wajah galaknya, tapi merasa hangat dekapannya.

"Daddy!" teriak Ferlin, langsung memeluk Pria tersebut. Tentu, saja pria tersebut kaget bahkan Ferrell.

Ferrell menggelengkan kepalanya, akibat ulah ceroboh adiknya itu. Lalu berjalan mendekati Ferlin yang masih setia memeluk pria itu sambil menangis, pria itu hanya diam dengan wajah datarnya.

"Hei nak, tolong minggir. Jauhkan adikmu dari Tuan Muda," pinta seseorang yang berada di sebelah pria itu.

"Tidak mau!"

Ferlin seakan-akan enggan lepas dari pria itu, walaupun ia belum pasti tapi ia sangat merindukan sosok Ayah. Apa lagi, Maminya selama ini tidak pernah dekat dengan pria manapun itu. Karena, trauma akibat masalah lalunya.

"Ferlin, lepaskan dia! Dia belum tentu adalah Daddy kita, " pinta Ferrell, memejamkan matanya kesal.

'Kenapa bocah ini sangat mirip denganku, bahkan tubuhnya yang kecil tapi sikapnya yang dewasa itu, bahkan wajahnya,' batin Pria itu.

"Tapi Kak---." Ferlin memelas ingin terus memeluk pria itu.

"Baiklah, siapa namamu paman?" tanya Ferrell, menatap pria di hadapannya.

'Bocah ini....'

"Nak sebaiknya kalian pergi," ujar pria di sebelah pria itu.

"Aku tidak bertanya padamu!" Ferrell berkata penuh penekanan. Ia juga sangat membutuhkan seorang Ayah, ia tidak mau kehilangan informasi walau hanya sedikitpun.

"Haha, kau sangat lucu Nak," ujar Pria itu tertawa.

"Argantara Alvarendra." Arga langsung menggendong bocah perempuan itu.

"Maaf, tapi aku bukan Daddymu. Mungkin, Aku dan Kakakmu hanya mirip saja," ujar Arga, berkilah. Walau sebenarnya ia juga penasaran apakah kedua bocah ini benar-benar anaknya.

Tapi dia tidak pernah menaruh benih ataupun tidur dengan perempuan manapun, kecuali kucing liar 6 tahun lalu. Arga tersenyum, lalu meninggalkan kedua bocah itu.

"Kak, Aku berhasil," ujar Ferlin, terkekeh. Ia membuka tangannya dan memperlihatkan tiga helai rambut pria itu.

"Baiklah, berikan padaku. Kita akan mengeceknya apakah dia Daddy atau bukan." Lalu Ferrell menyimpan rambut itu.

Tak berapa lama Aurel datang bersama Amanda, karena khawatir kedua anaknya belum juga kembali dari memilih komputer.

"Sayang! Kalian baik-baik saja? Kenapa masih belum selesai?" tanya Aurel berturut.

"Sudah, Aku memilih yang itu!"

Setelah selesai memilih mereka pulang dan beristirahat.

Keesokan harinya.

Aurel sudah siap dengan pakaian rapinya. Mendengar desas-desus bahwa bosnya pulang. Membuat Aurel sedikit gugup, pasti akan sulit bekerja di bawah tekanan seorang bos yang galak.

"Fighting, Aurel kamu pasti bisa!" teriaknya, lalu pamit kerja.

"Doakan Mom yah..."

Ferrell bersiap dengan komputernya dan mulai mencari-cari "Argantara Alvarendra" Karena melihat setelan dan nama tuan muda sudah di pastikan bahwa pria bernama Arga ini adalah pengusaha, jadi mudah untuknya mencari informasi tanpa harus susah-susah.

"Ternyata dia Bos Mommy! Tunggu, Mommy sekretaris bos, berarti akan bertemu setiap hari. Sepertinya Tuhan memang menginginkan Mommy untuk bersama Daddy," gumam Ferrell tersenyum smirk.

"Ini akan semakin mudah, bersiaplah Dad, Mom."

Maafin telat, kemarin kehabisan kuota:)~

1
Dewi Dama
tapi gk.masuk akal bangat masak rem blong masi bisa telponan..ceritanya...nya lama2 membosankan...
Dewi Dama
semangat thoorrr...
Dewi Dama
semangat thoorrr
Dewi Dama
bagus..cerita nya tdk ber tele2...lanjut thoorrr
Omah Tien
bikin novel goblok masa g ada hukum nya di lepas meding g usah bikin novel
Mazree Gati
SANDY DI BEBASIN TASYA GA DI TANGKAP,,,🤭
Mazree Gati
sekolah kelas berapa ko pulangnya pas jam kantor,,truz tadi pas lembur siapa yg jemput🤔🤔🤔🤔🤔
Mazree Gati
ini yg bikin malas baca bos suka suka tidur sama bukan muhrim...
Ririn Nursisminingsih
Sebenarnya critanya bagus tpi bnyak typonya
Ririn Nursisminingsih
ini gmn ceritanya tasya ,sean kok ndak dihukum kasih hukuman apa gmna lah
مي زين الش
aku lbh suka momi dedi kak author... hehehe
AnysMentari
tamat
Best juga cerita ini
tp kalau boleh nk tahu tentang anak dia. lagi lagi yg laki tu. dia sampai ada trauma and nk tahu dia jadi mafia ke atau apa saja
Mericha Alisah
lumayan menarik
Rafanda 2018
bnggung gaji 20jt masa ga punya uang
Rafanda 2018
resepsionis goblok bukanya di gerebeg,,,klo orang ngerti mending tidur sama sopir dr pd tidur sama cewe,,emang knapa klo tidur sama sopir???? jijik
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪💗💗💗💐🌼🌷🌼💐🌷🌻💐
Wanti Supriyatin
kok bingung aq baca ne Thor dari awal mommy dan Daddy kok sekarang jadi mami dan papa
☆Queenlis: lagi di revisi maaf y mengaggu
total 1 replies
thv30
diculik terus, bikin bosen
Mazree Gati: penculikan lagi,,trus dua hari lalu masa ga ada yg lapor truz kerjaan asisten reno apa thorrr
total 2 replies
Affindy Findy
Luar biasa
Affindy Findy
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!