NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Prang.

Sebuah cangkir teh keramik hancur berkeping-keping menghantam dinding batu.

Teh panas tumpah membasahi karpet mahal di ruang kerja rahasia Kepala Tetua Lin Zhen.

"Bocah keparat itu benar-benar ingin mencari mati!" teriak Lin Zhen dengan urat leher yang menonjol.

"Dia sudah membuat klan kita kehilangan muka dan menjadi bahan tertawaan Keluarga Su hari ini."

Lin Jian berdiri di sudut ruangan dengan kepala tertunduk dan wajah pucat.

Dia tidak berani menatap langsung ke arah kakeknya yang sedang mengamuk.

"Kakek, ini semua salahku." ucap Lin Jian dengan suara pelan.

"Seharusnya aku langsung membunuhnya di halaman belakang kemarin lusa."

Lin Zhen menatap cucunya dengan tatapan tajam dan penuh kekecewaan.

"Kau memang benar-benar bodoh, Lin Jian."

"Jika kau membunuhnya secara terang-terangan di dalam klan, ayahnya yang cacat itu pasti akan menuntut keadilan." bentak Lin Zhen.

"Beberapa tetua bodoh yang masih setia pada Lin Tianhai pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang faksi kita."

Lin Jian mengangkat kepalanya perlahan.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Kakek?"

"Kita tidak bisa membiarkan sampah itu hidup sampai turnamen klan bulan depan." lanjut Lin Jian dengan nada cemas.

"Entah dari mana, dia tiba-tiba memiliki keberanian yang sangat tidak masuk akal hari ini."

Kepala Tetua Lin Zhen berjalan mondar-mandir di depan meja kerjanya.

Tangannya mengelus jenggot putihnya yang panjang, memikirkan cara paling bersih untuk membersihkan masalah ini.

"Kau benar, perubahannya hari ini terlalu mencurigakan." gumam Lin Zhen.

"Orang yang putus asa bisa melakukan hal-hal gila, kita tidak boleh mengambil risiko dia merusak turnamen nanti."

Lin Zhen berhenti berjalan dan menatap Lin Jian dengan senyum yang sangat licik.

"Apakah kau tahu bahwa setiap anggota klan yang sudah berusia enam belas tahun wajib menjalankan satu misi klan?"

Lin Jian mengerutkan keningnya, mencoba memahami arah pembicaraan kakeknya.

"Tentu saja aku tahu, Kakek."

"Tapi Lin Xiao belum pernah menjalankan misi karena dia tidak bisa berkultivasi." jawab Lin Jian.

"Para tetua selama ini menutup mata atas hal itu karena kasihan pada kondisi ayahnya."

"Mulai besok, rasa kasihan itu tidak berlaku lagi." ucap Lin Zhen dengan dingin.

"Aku akan menggunakan alasan bahwa tindakannya mempermalukan Keluarga Su telah merugikan nama baik klan."

Lin Zhen berjalan mendekati peta wilayah Central Heavenly Plains yang tertempel di dinding.

Jarinya menunjuk ke sebuah area hutan yang terletak tidak jauh dari Kota Jade River.

"Sebagai hukuman, Lin Xiao harus menjalankan misi tingkat menengah untuk menebus kesalahannya." lanjut Lin Zhen.

"Kita akan mengirimnya ke Hutan Kabut Berdarah untuk mencari Rumput Tulang Besi."

Mata Lin Jian membelalak lebar mendengar nama tempat itu.

"Hutan Kabut Berdarah? Bukan kah tempat itu dipenuhi monster tingkat tinggi dan racun mematikan!"

"Tepat sekali, hahaha." jawab Lin Zhen sambil tertawa pelan.

"Bahkan kultivator tahap Pembentukan Dasar tingkat kelima saja harus berpikir dua kali untuk masuk ke sana sendirian."

"Kirimkan pesan rahasia kepada kelompok tentara bayaran Serigala Hitam malam ini juga." perintah Lin Zhen kepada cucunya.

"Bayar mereka dengan harga tinggi untuk menyergap dan memastikan Lin Xiao mati di dalam hutan itu."

Lin Jian tersenyum lebar, membayangkan Lin Xiao disiksa oleh para tentara bayaran yang kejam.

"Rencana yang sangat bagus, Kakek."

"Dengan begini, semua orang akan mengira dia mati dimakan monster karena memaksakan diri." puji Lin Jian.

"Tidak akan ada yang bisa menyalahkan kita atas kematiannya."

"Pergi dan urus semuanya dengan rapi." perintah Lin Zhen sambil kembali duduk di kursinya.

"Jangan tinggalkan jejak apa pun yang bisa mengarah pada faksi kita."

Lin Jian membungkuk hormat dan segera meninggalkan ruang kerja itu dengan langkah ringan.

Dia sudah tidak sabar melihat wajah putus asa Lin Xiao saat dikepung oleh para pembunuh bayaran nanti.

Sementara itu, di sebuah area kumuh di belakang kediaman Klan Lin.

Lin Xiao baru saja menyelinap kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa diketahui oleh siapa pun.

Kriet.

Dia menutup dan mengunci pintu kayunya rapat-rapat.

Lin Xiao melepaskan jubah hitamnya yang berdebu dan melemparkannya ke atas tempat tidur.

Di tangannya, terdapat tiga botol kaca kusam berisi darah Serigala Bertaring Besi yang dia beli di pasar hitam.

Darah itu masih terlihat kental, meskipun energi spiritual di dalamnya sudah tidak terlalu murni.

'Ini sudah lebih dari cukup untuk memulai tahap pemolesan fisik.' batin Lin Xiao.

Dia berjalan menuju sudut kamar dan menarik sebuah bak mandi kayu tua yang sudah lama tidak dipakai.

Lin Xiao mengisi bak kayu itu dengan air dingin dari sumur kecil di belakang kamarnya.

Srak.

Lin Xiao membuka penutup ketiga botol kaca itu secara bersamaan.

Bau amis darah yang sangat menyengat langsung memenuhi seluruh ruangan kecil tersebut.

Gluk gluk gluk.

Dia menuangkan semua isi botol itu ke dalam bak kayu yang berisi air.

Warna air yang semula jernih perlahan-lahan berubah menjadi merah pekat yang mengerikan.

Lin Xiao melepaskan semua pakaiannya hingga tidak tersisa satu helai pun.

Dia menatap air berwarna darah itu dengan tatapan datar, tanpa ada keraguan sedikit pun di matanya.

Byur.

Lin Xiao masuk ke dalam bak mandi dan duduk bersila di dalamnya.

Air berwarna merah itu menenggelamkan tubuhnya hingga sebatas leher.

Dinginnya air sumur bercampur dengan bau amis darah membuat perut manusia normal pasti akan mual.

Namun Lin Xiao hanya memejamkan matanya dan mulai mengatur ritme pernapasannya.

Ting.

Di dalam alam bawah sadarnya, gerbang Makam Para Raja kembali bergetar.

Kaisar Pedang Haus Darah muncul dengan tawa yang menggema melihat persiapan Lin Xiao.

'Bagus sekali, Nak.' puji sosok hitam itu.

'Darah monster rendahan ini memang tidak seberapa, tapi ini adalah awal yang baik untuk membangun sebuah pondasi.'

"Jangan banyak bicara, beritahu aku bagaimana cara menyerapnya." potong Lin Xiao dengan cepat.

"Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan pujian kosongmu."

'Hahaha, kau sangat tidak sabaran!' tawa sang kaisar tidak merasa tersinggung sama sekali.

'Aktifkan Teknik Penguasa Darah dan pusatkan pikiranmu pada pori-pori kulitmu.'

'Tarik energi liar dari darah monster itu ke dalam pembuluh darahmu secara paksa.' perintah sosok kuno itu.

'Jangan melawan rasa sakitnya, terima dan jadikan itu bagian dari kekuatanmu.'

Lin Xiao mengangguk paham di dalam hatinya.

Dia memutar energi spiritual di perut bagian bawahnya sesuai dengan jalur sirkulasi Teknik Penguasa Darah.

Wush.

Seketika itu juga, air berwarna merah di dalam bak kayu mulai berputar mengelilingi tubuh Lin Xiao.

Energi liar dan buas dari darah Serigala Bertaring Besi mulai terlepas dari air dan menempel di kulitnya.

Blub blub blub.

Air di dalam bak yang tadinya sangat dingin perlahan-lahan mulai mendidih.

Gelembung-gelembung udara muncul ke permukaan seolah-olah air itu sedang dipanaskan di atas api yang besar.

"Ugh."

Lin Xiao mengerang pelan saat merasakan sensasi terbakar di seluruh kulitnya.

Rasanya seperti jutaan jarum panas sedang ditusukkan ke dalam pori-porinya secara bersamaan.

Energi buas dari darah monster itu memaksa masuk ke dalam pembuluh darah Lin Xiao.

Dua jenis energi yang berbeda mulai bertabrakan di dalam tubuhnya, menciptakan rasa sakit yang luar biasa.

Urat-urat hijau di leher dan dahi Lin Xiao menonjol keluar seakan ingin pecah.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!