NovelToon NovelToon
Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Sejak Kapan Aku Jadi Sekuat Ini?

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Slice of Life
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Xu Ming adalah pemuda biasa dari Bumi yang sangat menggemari novel dan komik kultivasi. Suatu hari, keinginannya untuk menjadi tokoh utama benar-benar terkabul. Ia tiba-tiba terbangun di Dunia Tianxuan dan memperoleh Sistem Pembimbing Kultivasi. Namun, alih-alih menjalani petualangan besar, ia justru dipaksa berlatih pedang, berkebun, memasak, melukis, memainkan qin, menulis kaligrafi, hingga melakukan berbagai pekerjaan sederhana selama sepuluh tahun.

Saat Xu Ming mengira perjalanan sebagai seorang kultivator baru akan dimulai, sistem justru menghilang setelah menyatakan bahwa tutorial telah selesai.

Menganggap dirinya masih seorang mortal yang lemah, Xu Ming memilih tinggal di Desa Qinghe dan menjalani hidup tenang. Tanpa ia sadari, seluruh latihan itu telah membuatnya melampaui semua tingkatan kultivasi. Sementara Xu Ming terus meragukan kekuatannya, seluruh dunia justru memanggilnya Senior, menganggapnya sebagai pertapa agung yang menyembunyikan identitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 — Buah Persik dari Halaman Belakang

Xu Ming meletakkan keranjang bambu di atas meja batu.

Di dalamnya terdapat belasan buah persik yang baru dipetik.

Kulitnya merah muda dengan sedikit semburat keemasan.

Aromanya lembut dan segar.

Menurut Xu Ming...

Buah itu tidak ada yang istimewa.

Hanya saja, selama sepuluh tahun terakhir sistem selalu menyuruhnya menyiram pohon itu setiap pagi dan sore.

Karena dirawat dengan rajin, buahnya menjadi lebih manis.

"Itu saja."

Xu Ming mengambil satu buah, lalu menyerahkannya kepada Tetua Mu.

"Bibi, silakan."

Tetua Mu menerimanya dengan kedua tangan.

"Terima kasih, Senior."

Kemudian Xu Ming memberikan satu lagi kepada Li Qingxue.

"Untukmu juga."

Li Qingxue buru-buru berdiri dan menerima buah itu dengan hormat.

"Terima kasih, Senior."

Xu Ming tersenyum canggung.

"Aku sudah bilang, panggil saja Xu Ming."

Namun, baik Tetua Mu maupun Li Qingxue hanya mengangguk tanpa menjawab.

Di mata mereka...

Seorang ahli seperti Xu Ming tentu tidak benar-benar menginginkan mereka memanggil namanya secara langsung.

Xu Ming menggigit buah persiknya terlebih dahulu.

"Kriuk."

Suara daging buah yang renyah terdengar pelan.

"Manis."

"Panen kali ini lebih bagus daripada tahun lalu."

Melihat Xu Ming mulai makan, Tetua Mu akhirnya memberanikan diri menggigit sedikit.

Baru satu gigitan kecil.

Boom!

Energi spiritual yang jauh lebih murni daripada sebelumnya memenuhi seluruh tubuhnya.

Meridian yang selama ratusan tahun ditempa kini dipenuhi cahaya.

Luka-luka tersembunyi akibat kultivasi di masa lalu mulai pulih satu demi satu.

Bahkan rambutnya yang telah memutih tampak sedikit lebih berkilau.

Tetua Mu segera menghentikan dirinya sebelum memakan gigitan kedua.

'Ini bukan Buah Roh...'

'Ini adalah buah yang telah menyatu dengan Dao Kehidupan.'

Ia belum pernah mendengar keberadaan buah seperti ini.

Bahkan di kitab-kitab kuno Sekte Awan Hijau.

Di sampingnya, Li Qingxue juga menggigit sedikit.

Sesaat kemudian...

Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya redup.

Energi spiritual di sekitarnya berkumpul dengan sendirinya.

Penghalang menuju Alam Inti Emas yang selama ini sulit ditembus...

Kini retak semakin besar.

Li Qingxue buru-buru menekan auranya.

"Guru..."

Tetua Mu mengangguk pelan.

"Tenangkan pikiranmu."

"Jangan menerobos di sini."

Li Qingxue segera mengikuti petunjuk gurunya.

Beberapa saat kemudian, cahaya di tubuhnya perlahan mereda.

Ia membuka mata dengan napas yang sedikit tidak teratur.

Tatapannya kembali tertuju kepada Xu Ming.

Beliau...

Masih menikmati buah persik sambil tersenyum.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

Xu Ming melihat keduanya berhenti makan.

"Lho?"

"Kenapa?"

"Kurang manis?"

Tetua Mu buru-buru menggeleng.

"Tidak."

"Buahnya sangat lezat."

Xu Ming tertawa kecil.

"Syukurlah."

"Kalau begitu nanti saat pulang, bawalah beberapa."

Mendengar kalimat itu, Tetua Mu dan Li Qingxue langsung terdiam.

Membawa pulang?

Buah yang nilainya mungkin dapat diperebutkan seluruh sekte di Benua Timur...

Justru diberikan begitu saja?

Tetua Mu segera menolak dengan sopan.

"Senior..."

"Kami tidak berani menerima hadiah sebesar itu."

Xu Ming terlihat bingung.

"Hadiah?"

"Ini cuma buah."

"Kalau tidak dipetik, nanti malah busuk."

Tetua Mu hampir kehilangan ketenangannya.

'Senior...'

'Pandangan beliau terhadap dunia benar-benar berbeda.'

Tiba-tiba...

Xiao Hei berjalan santai dari halaman belakang.

Di mulutnya tergigit sebuah ranting kering.

Ia menghampiri Xu Ming lalu menjatuhkan ranting itu di dekat kaki tuannya.

Xu Ming mengusap kepala Xiao Hei.

"Rajin sekali."

"Kau mengambil kayu bakar lagi?"

Xiao Hei menggonggong pelan.

"Woof."

Xu Ming tersenyum puas.

"Nanti kuberi daging."

Pemandangan itu tampak biasa.

Namun Tetua Mu memperhatikan ranting yang dibawa Xiao Hei.

Tatapannya langsung berubah.

"Itu..."

Ranting itu memancarkan jejak energi yang sangat halus.

Meski sudah kering...

Aura Kehidupan di dalamnya masih belum menghilang.

Tetua Mu yakin.

Ranting itu berasal dari pohon persik di halaman belakang.

Dan sepotong ranting seperti itu...

Sudah cukup dijadikan bahan utama untuk menempa senjata roh kelas atas.

Namun...

Anjing peliharaan Senior hanya membawanya sebagai kayu bakar.

Xu Ming berdiri sambil meregangkan badan.

"Ah."

"Sudah lama tidak menerima tamu."

"Kalau kalian tidak terburu-buru..."

"...bagaimana kalau makan siang di sini?"

Tetua Mu dan Li Qingxue saling berpandangan.

Makan siang?

Berarti...

Mereka akan mencicipi masakan Senior Xu.

Tetua Mu langsung berdiri dan membungkuk hormat.

"Kalau Senior tidak keberatan..."

"...kami merasa sangat terhormat."

Xu Ming tertawa kecil.

"Bagus."

"Kebetulan aku baru membeli garam dari kota kemarin."

"Aku akan memasak sesuatu yang sederhana."

Sambil membawa keranjang sayur, Xu Ming berjalan menuju dapur.

Di belakangnya, Xiao Hei mengikuti dengan santai.

Tetua Mu memandang ke arah dapur dengan hati yang semakin tidak tenang.

Entah mengapa...

Ia memiliki firasat bahwa makan siang hari ini...

Akan menjadi keberuntungan terbesar yang pernah ia peroleh sepanjang hidupnya.

Bersambung...

1
Ilham Yono
🐅🐎🐱
obeng min
lanjutkan
obeng min
luar biasa.pokoknya manatap👍👍👍👍👍
Ilham Yono
nyengir maning🐱
Ilham Yono
cukup senyum aja😄
Ilham Yono
specless 🤭
Ilham Yono
nyengir lagi🐎
Ilham Yono
nyengir 🐅
Ilham Yono
nyengir 🐱
Ilham Yono
nyengir 🐎
Ilham Yono
🤭🤭🤭
Ilham Yono
😄/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Grin//Facepalm/
Ilham Yono
🧲😍🤣🤭
Ilham Yono
WIS nagel..angel
Ilham Yono
magnet 🧲
Ilham Yono
good job
Ilham Yono
kacau kacau mania
Ilham Yono
no coment
Ilham Yono
nyengir aje
Ilham Yono
wkwkwkwk🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!