Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Ulat bulu lagi
Becca tidak menyangka, apa yang telah terjadi semalam. Apakah matahari muncul di malam hari ?? Ataukah ada sebuah keajaiban pelangi di tengah siang matahari ?? Di saat ini, pikirannya masih tidak bisa menangkap sesuatu yang terjadi kepadanya.
Hari ini, dirinya dan suaminya di berikan undangan untuk mendatangi sebuah acara penting dari Raja Gala. Tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian Becca, melainkan kedua putranya yang juga ikut di undang, dan kini mereka berdua mau satu kereta dengan Becca dan sang raja.
Pangeran Aldert sudah biasa bagi Becca, tapi disini.. Pangeran Ebert ?! Sang putra mahkota ?! Mau bergabung dan menjadi satu kereta dengannya ?! Oh Tuhan, mimpi apa semalam Becca ?!
Sebenarnya tidak ada aturan yang melarang sang raja dan putra mahkota untuk pergi dalam satu kereta, terlebih.. Siapa yang berani mengusik Keluarga Kerajaan Oswald ?! Bisa-bisa mereka hanya tinggal nyawa, jika berani melemparkan satu anak panah saja kepada keluarga Raja Basilio.
Aku tidak mengerti, apakah Selina adalah sosok di balik karakter buruk Pangeran Ebert ?? Tapi.. Bagaimana bisa seorang gadis biasa mengendalikan putra mahkota ?? Batin Becca dengan nada penuh tanda tanya, tapi dia sengaja tidak terus menerus melihat ke arah Pangeran Ebert, takut jika sang pangeran mahkota merasa tidak nyaman.
...
“Selamat datang, Yang Mulia Raja Basilio dan Permaisuri Ratu Becca, senang menyambut kalian di acara kami. Juga Pangeran Mahkota Ebert dan Pangeran Aldert, sama untuk kalian berdua.” Ujar seorang lelaki yang sudah berusia lanjut itu menundukkan kepalanya, memberikan hormat kepada sang raja dan seluruh keluarga kerajaan.
Pria itu adalah Raja yang wilayah kerajaannya cukup kecil tapi sukses dan berhasil, sehingga dia bekerja sama dengan Raja Basilio dan juga Raja Jonah. Namanya Raja Gala dan istrinya Ratu Luna.
Ratu Becca menyambut sapaan ramah itu dengan mengangguk sopan dan tersenyum tipis, dengan tatapan penuh hormat ke arah sepasang suami istri di depannya. Dirinya tidak menyangka, menjadi seorang ratu benar-benar sangat melelahkan tapi juga menyenangkan.
Di samping menambah banyak hal tentang wawasan, dia juga bertemu dengan banyak manusia, dengan beraneka ragam karakter mereka. Ada yang licik tapi di balut dengan ucapan sopan dan lembut, ada juga yang terang-terangan memberikan pernyataan tidak suka dan sinis, ada juga yang tulus kepada mereka.
Dan lagi, mereka juga harus selalu mendatangi setiap acara yang di adakan oleh raja lainnya, entah raja utama atau raja biasa.
Becca berjalan dengan sopan di sebelah suaminya, bahkan dia menggandeng lengan suaminya tanpa melepaskannya, tapi pandangan matanya mengamati setiap sudut ruangan, juga beberapa bangsawan yang berkumpul di dalam. Ada perasaan jenuh bagi Becca tapi dia sengaja tidak menunjukkan ekspresi berlebihan di sana. Hanya tatapan malas sekilas.
“Bibi Becca..”
“Iya ???” Becca menoleh saat mendengar panggilan Pangeran Aldert kepadanya.
Sang pangeran tersenyum kecil, “Aku dan kakak akan pergi berpencar dulu, kami harus menyapa beberapa orang disini.”
“Baiklah, aku dan.. Err.. Ayahmu juga harus menyapa beberapa orang di sana.” Ujar Becca dengan bingung awalnya, bagaimana cara dia menyebutkan Raja Basilio di depan kedua anak tirinya, tapi seketika..
“Pfftt... Bibi Becca lucu kalau kaya gitu.. Sudah dulu ya..” Ujar Pangeran Aldert menahan tawanya dan kemudian menggandeng tangan kakaknya dan menariknya berjalan menjauh.
Becca tertegun sejenak melihat pemandangan di depannya, Pangeran Aldert terlihat seperti seorang adik yang aktif, menarik tangan kakaknya, Pangeran Ebert untuk mengajaknya bermain, dan sang kakak hanya pasrah dan tersenyum geli mengikutinya.
“Basil.. Lihat mereka.. Mereka sudah akrab !!” Ujar Becca dengan semangat menggoyangkan tangan suaminya.
Sang raja terkekeh pelan, “Ya, itu masa lalu yang rumit bagi mereka. Tapi kini, Aldert mau menerima Ebert sebagai kakaknya.”
Becca cemberut kesal, “Tapi saat pertama aku melamarmu, mereka terlihat seperti musuh, dan Aldert berusaha menjatuhkan Ebert di depan umum. Aku pikir mereka akan terus bertengkar.” Ujar sang wanita dengan nada kesal dan sedikit merajuk, merasa di permainkan oleh suaminya sendiri.
Semalam bilang mereka tidak akrab, dan saat Becca memergoki kebersamaan kedua anak tirinya, suaminya dengan enteng menjelaskan jika itu masa lalu. Padahal Becca berniat menengahi mereka dan mencoba belajar menjadi ibu tiri yang baik bagi kedua putranya.
“Kau tahu yang aneh Basil.. Aku lebih muda daripada anak tiriku, ini sangat aneh.” Ujar Becca dengan nada lirih, membuat sang raja tertawa geli dengan nada rendah.
Beberapa bangsawan yang mengamati hal itu, malah terkejut bukan main, terlebih saat mendengar tawa sang raja yang terkenal dingin dan angkuh. Raja Basilio terlihat lebih hidup, dan seperti manusia pada umumnya, jika sedang tertawa lepas bersama istrinya.
“Hey.. Aku tidak pernah menduga, Raja Basilio bisa tertawa seperti itu..”
“Benar, terlihat lebih bahagia daripada di banding pernikahannya yang dengan Ratu Athena atau Selir Aira.”
“Mungkin memang, Ratu Becca adalah jodoh yang sesungguhnya untuk Raja Basilio.”
Beberapa bisikan, tidak membuat kedua pasangan itu terusik. Mereka malah terlihat sangat asyik berbicara dan bercanda satu sama lain, terlebih saat Raja Basilio sengaja menggoda istrinya hingga merah malu.
“Aku tidak menyangka, akan bertemu dengan anda.. Yang Mulia Raja Basilio.”
Keduanya menoleh, melihat seorang perempuan yang usianya sekitar 25 ke atas, sepantaran dengan usia Pangeran Ebert. Raja Basilio mengubah ekspresinya, mendengarkan ucapan itu.
“Oh, ada apa Nona Elnama ??”
Elnama adalah seorang putri dari selir Jenderal Malik. Di usia yang sudah mencapai 30 tahun, Elnama memang belum menikah, wanita itu memiliki kriteria yang terlalu tinggi.
Dia hanya ingin menikah dengan seorang Raja Utama, atau Pangeran Mahkota, tapi menolak putra dari jenderal lain, atau hanya putra perdana menteri. Alasannya, karena dia menginginkan status yang tinggi.
Tapi nasib tidak berpihak kepadanya, selain karakter angkuh dan terlalu sombong, wajahnya juga kalah cantik dengan perempuan lain, sehingga tidak ada seorang pangeran mahkota yang melirik ke arahnya.
Elnama juga sempat menyukai Raja Basilio, tapi lagi-lagi dirinya terlambat hingga sang raja sudah menikah dengan Becca, terlebih gadis itu masih muda dan segar daripada dirinya.
“Saya terkejut, saat anda.. Mau menghadiri acara kecil-kecilan seperti ini.” Ujar Elnama dengan senyuman tipis, tapi sang raja hanya memberikan tatapan kilas dan sinis.
“Bagiku tidak ada bedanya, acara disini atau acara dari raja utama. Bagiku semuanya sama saja.” Celetuk Raja Basilio dengan nada sinisnya, dan ketus. Seakan dirinya tidak suka, pada orang yang berusaha untuk mengusik kebersamaannya dengan istrinya.
“Dan saya tidak menyangka, ternyata.. Anda lebih menyukai gadis yang masih muda. Tidakkah anda berpikir, jika perempuan yang lebih muda masih bersifat kekanak-kanakan.” Ujar Elnama dengan sinis mengarah kepada Ratu Becca yang berdiri di sebelah sang raja.
Becca menaikkan alisnya bingung, “Maaf, jika jawaban saya terkesan tidak sopan.. Tapi, bagaimana anda bisa menilai saya begitu cepat ?? Bukankah kita baru bertemu di sini ??”
“Saya hanya mendengarkan desas-desus dari orang-orang, tidak perlu terlalu sensitif, Permaisuri.”
“Itulah kesalahanmu, Nona Elnama, terlalu mendengarkan orang lain tanpa menyelidikinya, dan langsung menghakimi orang itu di tempat umum, tidakkah itu terdengar terlalu kekanak-kanakan, Nona Elnama ??” Ujar Ratu Becca dengan dingin dan tegas, membuat Elnama langsung terbungkam di sana.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Aduhh ada-ada saja ya, orang-orang terutama dari kalangan perempuan, iri banget sama si Becca 🙄🙄
Tapi ya, maklum sih.. Dapat suami yang ganteng, gagah, meskipun udah tua tapi masih kuat 😏😏
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄