NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:260.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Sementara itu, di sebuah restoran mewah di pusat kota, Haikal yang katanya sedang sibuk bekerja justru duduk santai di depan seorang wanita cantik berambut panjang dengan jas putih elegan yang digantung di kursinya.

Makan siang mereka terlihat begitu nyaman, bahkan terlalu akrab untuk sekadar teman lama. Emeli mengaduk minumannya pelan sebelum tersenyum tipis.

“Istrimu tadi menelepon?”

Haikal mengangguk malas sambil memotong steak di piringnya.

“Pasti ngeluh lagi soal ibuku.”

Emeli tertawa kecil. “Kasihan juga dia.”

Nada suaranya sama sekali tidak terdengar kasihan. Haikal bersandar santai di kursinya.

“Kadang aku mikir…” pria itu menatap Emeli cukup lama. “Kita terlalu terlambat ketemu lagi.”

Emeli mengangkat alis sambil tersenyum tipis. “Oh ya?”

“Aku dulu kira kamu bakal menikah duluan.”

Wanita itu terkekeh pelan. “Aku sibuk kuliah dan bangun karier.” Tatapannya berubah lembut ke arah Haikal. “Karena aku pikir suatu hari nanti kamu bakal jadi orang sukses.”

Haikal tersenyum bangga mendengarnya.

“Tapi aku nggak nyangka kamu malah menikah sama Annisa,” lanjut Emeli. “Dulu dia itu kembang kampus. Pintar, cantik, banyak yang suka.” Nada bicaranya terdengar seperti pujian, namun terselip sindiran halus di dalamnya.

Haikal malah mendecak pelan. “Aku juga nggak nyangka.”

“Hm?”

“Aku pikir kepintaran Annisa bisa bikin hidupku ikut naik.” Haikal tertawa kecil sambil memainkan gelasnya. “Ternyata dia malah jadi beban.”

Emeli pura-pura terkejut. “Jahat banget ngomong begitu soal istri sendiri.”

“Memang kenyataannya begitu.” Haikal mengangkat bahu acuh. “Aku sukses karena kerja kerasku sendiri. Bukan karena dia.”

Padahal tanpa Haikal sadari. Seluruh jalan yang membawanya sampai ke posisi sekarang justru terbuka karena nama Annisa Wijaya.

Emeli tersenyum samar. “Setidaknya sekarang kamu sudah sukses.”

Haikal mengangguk puas. “Dan aku yakin bakal lebih sukses lagi.”

Keduanya tertawa kecil. Lalu tanpa sadar, tangan Haikal bergerak menggenggam tangan Emeli di atas meja.

Mereka tetap melanjutkan makan siang dengan nyaman, seolah Annisa hanyalah seseorang yang tidak penting untuk dibicarakan lagi.

Di rumah keluarga Haikal, suasana mulai sepi setelah satu per satu tamu arisan Lasmi pulang.

Cangkir kotor masih berserakan di meja ruang tamu. Sisa makanan dan tisu bekas memenuhi meja panjang itu, tetapi Lasmi sama sekali tidak berniat membereskannya sendiri.

Wanita paruh baya itu menggedor pintu kamar Annisa dengan keras.

“Annisa!”

Di dalam kamar, Annisa segera menghapus air matanya sebelum membuka pintu.

“Iya, Bu?”

Lasmi langsung memandangnya sinis dari atas sampai bawah.

“Kenapa malah ngurung diri?” hardiknya. “Cepat bereskan ruang tamu. Piring kotor numpuk semua.”

Annisa menggigit bibir pelan.

“Iya, Bu.”

“Oh ya,” sambung Lasmi lagi sebelum Annisa sempat melangkah. “Nanti malam masak yang enak. Haikal sekarang manajer, jangan kasih makanan murahan terus.”

Annisa hanya mengangguk kecil. Padahal sejak pagi dirinya belum benar-benar istirahat.

Baru pulang dari rumah sakit, dihina di depan banyak orang, dimarahi suami sendiri, dan sekarang tetap harus melayani semua pekerjaan rumah sendirian. Tetapi, itu memang sudah menjadi kesehariannya sejak tinggal di rumah itu.

Lasmi selalu memperlakukannya seperti pembantu. Apapun yang Annisa lakukan tidak pernah benar di mata wanita itu. Saat Annisa memasak, Lasmi bilang masakannya tidak enak. Saat Annisa membersihkan rumah, Lasmi mengatakan dirinya hanya pura-pura rajin. Bahkan, ketika Annisa mencoba bersikap lembut dan hormat, Lasmi tetap memandangnya sebelah mata.

Seolah keberadaan Annisa di rumah itu hanyalah kesalahan terbesar anaknya. Annisa berjalan menuju ruang tamu sambil menarik napas pelan. Tangannya mulai membereskan cangkir-cangkir kotor satu per satu.

Annisa membawa nampan penuh cangkir kotor ke dapur. Tangannya bergerak pelan mencuci satu per satu sambil pikirannya melayang entah ke mana.

Lima tahun, sudah lima tahun dirinya hidup seperti ini. Menjadi istri yang berusaha sempurna, tetapi selalu dianggap kurang. Air keran terus mengalir membasahi tangannya. Tanpa sadar, air mata Annisa kembali jatuh bercampur dengan percikan air cucian.

“Dasar lelet.” Suara Lasmi kembali terdengar dari ruang tamu.

“Begitu saja lama. Pantas Haikal makin malas di rumah.”

Annisa memejamkan mata sejenak. Dadanya terasa sesak, tetapi dia tetap melanjutkan pekerjaannya. Tak lama kemudian, suara pintu rumah terbuka.

Haikal pulang, wajah Annisa spontan menoleh ke arah depan rumah dengan sedikit harapan di matanya. Mungkin setelah emosinya reda, pria itu akan bicara baik-baik padanya. Namun, harapan itu runtuh secepat datangnya.

“Haikal, sini duduk dulu,” panggil Lasmi manja pada anaknya. “Capek ya kerja?”

Haikal tersenyum kecil sambil melonggarkan dasinya.

“Iya, Bu.”

Tatapan pria itu sempat beralih sekilas ke arah dapur tempat Annisa berdiri, namun hanya sekilas sebelum kembali duduk santai di sofa.

“Masakan belum siap?” tanyanya datar.

Annisa segera mengeringkan tangannya. “Sebentar lagi, Mas.”

Lasmi langsung mendecak.

“Lihat tuh, pulang kerja malah belum disiapkan makanan. Istri macam apa.”

Haikal tak membela.

Pria itu malah ikut menghela napas panjang seolah dirinya benar-benar memiliki beban hidup yang berat karena Annisa.

“Cepat sedikit, Nisa,” ucapnya dingin. “Aku lapar.”

Annisa menunduk pelan. “Iya, Mas.”

Dirinya kembali sibuk di dapur menyiapkan makan malam.

Sementara di ruang tamu, Haikal dan Lasmi tertawa membahas keberhasilan karier Haikal hari ini. Tak ada yang peduli bahwa sejak siang Annisa belum makan. Tak ada yang bertanya bagaimana perasaannya setelah dari rumah sakit. Dan yang paling menyakitkan, tak ada yang benar-benar menganggap Annisa bagian dari keluarga itu.

1
mimief
rumahmu Anissa
ambil lagi..
enak amet mereka bisa tinggal gratis 😒
Nadja 🎀
makanya Dido terlalu meremehkan emran.. udah sadar lum? emran itu gak butuh warisan toh dia udh kaya jg memiliki kekuasaan lbh tinggi daripada kmu si bocah!
Jaya Fandi
seruuu,, lanjuuut ka
mimief
semangat say
mimief
semangat say
Dini Anggraini
Sebaiknya USB itu di buat salinannya dan yang asli tetap di tanganmu emran takutnya suatu saat salinannya hilang ataupun musnah yang asli tetap ada. Dido sifatmu persis ortumu demi harta rela menghilangkan nyawa orang lain tanpa mikirkan bagaimana perasaannya anak dan istrinya bila di tinggal meninggal tulang punggung keluarga miris sekali padahal harta itu meskipun di berikan semuanya ke rudi dan keluarganya jangka waktu 3 tahun langsung bangkrut dan jatuh miskin bagaimana nasib kakek luxio nanti. 🥰🥰🥰🥰🥰😡😡
Oma Gavin
anaknya paman emran ternyata dalang nya
Teh Euis Tea
oh ternyata si dido ta kira adrian yg musuh dlm selimut, duh maafkan sku ya pak adrian nuduh km yg jahat🤭
dyah EkaPratiwi
wah ternyata dido kirain adrian
Jaya Fandi
tambah seruu,, lanjuuut ka
Teh Euis Tea
ya ampun othor bisa bgt dah bikin orang penasaran, ini sebenarnya si adrian terlibat x ya, makin penasaran aku
Yeni Astriani
akhirnya pelaku sebenarnya terungkap☺☺
yuuk lanjut lagi Author
Fia Ayu
Aku masih bingung, gimana Caranya itu USB ngerem semuanya ok lah klo suara, bisa masuk akal klo gambar, kan itu rekamann di masukkan ke dalam tempat pen,
Atau itu USB dah di program nyambung ke cctv utama🤔
Aisyah Alfatih: maaf typo kamera tersembunyi
total 2 replies
mimief
tak ada dan tak pernah ada seorang orang tua yg bener bener benci sama anknya
🥹🥹 km
mimief
tak ada dan tak pernah ada seorang orang tua yg bener bener benci sama anknya
🥹🥹
mimief
yah.. begitu laki laki kalau udah enak
suka ga tau diri
mama
ealaa dido
mimief
aku datang thor🥹🥹
Abisatya
lahdalaaaah digantung meneh kayak jemuran Ra garing,,,lanjutlah kk💪
Raisha
nunggu lagi bsk😔...knp sekarang up'nya sehari cuma 1× Thor? biasanya minimal 2 / 3...lagi seru²nya baca,lha kok dah ada tulisan bersambung,bacanya gak sampai 5 menit🤭😂
Raisha: Alhamdulillah... Makaciii kak othor🙏🫂😂... semangat terus nulisnya & sehat² ya kak🤲🫂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!