Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dihanyutkan
Ara dan Ray memutuskan untuk mempertahankan kedua anaknya hingga satu bulan
Jika terjadi sesuatu yang buruk maka kutukan itu memang ada
Dua minggu setelah hari itu sebuah masalah datang ke arah mereka
Perusahaan Aidyan Group mengalami collabs
"Apa kutukan itu memang ada" tanya Ara
"Mungkin" ucap Ray
Kini Ara dan Ray sama sama berat untuk memutuskan akan mempertahankan salah satu anaknya
"Memang ini berat buat kalian tapi harus kalian lakukan" ucap Maura
"Mana mungkin aku harus kehilangan salah satu anakku" ucap Ara dengan terisak
"Lalu siapa yang harus kita pertahankan" ucap Ray lesu
"menurut mama seorang kakak akan selalu mengalah pada adiknya lebih baik kalian pertahankan Rafi" ucap Maura
"Lalu mengapa Rafa yang jadi korban" ucap Ara
"Dia bayi yang tidak berdosa mengapa harus menerima penderitaan ini" ucap Ara lagi
Air matanya tak berhenti menetes dari kedua mata indahnya
Di malam harinya Ara dan Ray serta Rafa berada di tepi sungai
"Kau yakin" Tanya Ara sekali lagi
"Ini memang berat tapi harus dilakukan sayang" ucap Ray
Ara menunduk dan mengusap air mata yang jatuh di kedua pipinya
"Sayang maafkan papa dan mama ya mama berharap jika kau besar kita akan bertemu kembali" ucap Ara kemudian mencium pipi Rafa sang buah hati
Ara kemudian meletakkan Rafa di atas aliran sungai
Rafa yang terletak di sebuah keranjang menangis
Tangisan Rafa sangat keras sepertinya sang bayi itu tau jika dia akan terpisah jauh dari kedua orang tua nya
"Rafaaaa" teriak Ara sambil menangis ia terduduk di tepi sungai
"Dia putraku dia akan bersamaku" ucap Ara sambil hendak mengejar keranjang bayinya itu
Namun Ray mencegahnya
"Jangan,,, nanti kita akan semakin berat untuk melepasnya" ucap Ray
"Dia anakku dan aku ibunya aku tidak akan jauh dari anakku" ucap Ara dengan terisak
Ray memeluk tubuh Ara dengan erat
"Sabar sayang dengan berjalannya waktu kau akan bisa melupakan kejadian ini" ucap Ray
Hik... hiks
Tangisan Ara tak terhenti
Dengan perlahan Ray menuntun Ara untuk berjalan menuju mobil mereka
"Rafa gk boleh pergi" ucap Ara
"Tidak dia.... bagaimana..... jika..... dia...." ucap Ara
"Tenang lah aku yakin dia akan baik baik saja" ucap Ray
"Bagaimana bisa dia masih bayi bagaimana jika dia dibunuh atau dia akan di jadikan pengemis dia akan menderita di luar sana" ucap Ara dan hendak kembali namun ditahan oleh Ray
"Tidak... jangan kuatkan hatimu ra" ucap Ray
"Kau tidak tahu bagaimana nasib dia esok" Teriak Ara
"Apakah kau tidak menyayangi dia,, dia juga anakmu" teriak Ara histeris
"Aku sayang sama dia juga Ara aku juga terpukul aku berat melakukan semua ini" ucap Ray sambil menangkup wajah Ara
"Tapi itu harus kita lakukan demi menyelamatkan semuanya" ucap Ray lagi
Ara kembali menangis air mata tak henti hentinya turun dari kedua mata Ara
"aku takut jika dia terluka bila hidup di luar sana" ucap Ara dengan terisak
"Kumohon aku mohon kita kembali kita bawa Rafa pulang" ucap Ara sambil menekuk lututnya dan bersimpuh di hadapan suaminya
"Aku gk mau kehilangan Rafa"
"Dia hidupku"
"Bagaimana bisa aku jauh dari hidupku"
"Dia anakku"
"Aku mohon" ucap Ara sambil menangis
Ray menekuk lututnya dan kini tubuh mereka sejajar
Ray menghapus air mata di wajah Ara yang tak berhenti itu
"Apakah kau ingin mengorbankan semuanya demi anak itu" tanya Ray
"Jika kita membawa kembali Rafa maka semua keluarga kita yang akan celaka" ucap Ray
"Aaaaaaa ya tuhan ujian apa ini yang kau berikan" teriak Ara sambil menengadahkan wajahnya
Dreeeeessss....
Hujan mengguyur dengan lebat
"Bagaimana bisa kau memintaku untuk membuang bayi kandungku sendiri"
"Bagaimana bisa kau menjauhkan anak dari ibunya sendiri"
"Dia bayi yang polos dia tidak berdosa"
"Hidup ini memang tidak adil.... hiks"
"Sayang lebih baik kita pulang" ucap Ray
"Ini hujan nanti kau sakit" ucap Ray lagi
"Lalu bagaimana penderitaan yang akan dialami Rafa di kemudian hari" tanya Ara dan Ray diam membisu
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu