NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Dia Kaya

 Di sini lah Yura berdiri sekarang,sebuah bangunan besar,lebih megah dari rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal nya selama ini.

Yura mengulas senyum seraya sedikit membungkuk sebagai tanda hormat nya kepada pemilik rumah ini.

Jujur saja Yura tiba-tiba merasa grogi dan mulia berkeringat dingin.serba salah? Jangan sampai dia bikin kesalahan yang bisa berakibat fatal.harus kah dia maju menyalami satu persatu penghuni rumah ini.

Bodoh amat lah kalau mereka marah dan tidak suka dengan sikap nya, meskipun kekurangan kasih sayang dari orang tua nya,setidak nya sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar ia selalu di ajarkan oleh guru nya untuk bersikap sopan kepada yang lebih tua.

" Maaf kami terlambat Pak Raharja dan juga Nyonya Raharja." ucap Bambang berusaha mencairkan suasana.

" Tidak apa-apa Pak Bambang,silahkan duduk." balas Pak Raharja santai.

Beruntung nya mereka tidak keberatan berjabat tangan dengan Yura.senyum ramah menyambut kedatangan Yura di rumah ini.

" Dia tidak hanya cantik namun sangat sopan sekali, sangat berbeda jauh dengan Kakak nya, beruntung semua cepat berubah sehingga Aku tidak perlu memiliki menantu seperti Sela." batin Bu Ningsih memuji Yura dengan ekspresi wajah menyirat kan sesuatu.

Sementara yang lain nya sudah duduk di kursi masing-masing,Yura sendiri harus berhadapan dengan lelaki yang duduk elegan di kursi sebelah kanan,rahang nya tegas dengan dagu yang sedikit terangkat,mata nya tajam menatap lurus ke depan dengan sorot dingin dan penuh perhitungan.

Yura menelan ludah nya sendiri dengan susah payah, bagaimana mungkin pria ini bisa menjadi dosen di kampus nya,masih muda namun sayang nya Yura sama sekali tidak pernah bertemu dengan pria ini.

Di antara semua orang yang ada di sana,pria ini lah yang paling angker menurut nya .perlahan Yura mengangkat tangan dan mengulurkan nya ke arah pria itu.namun hingga beberapa saat kemudian.tangan nya hanya menggantung di udara .sedangkan orang di hadapannya hanya diam tanpa ada niatan untuk ikut mengulur kan tangan nya.

Sampai akhir nya deheman keras serta tendangan keras dari kaki Bu Ningsih di bawah meja membuat Arjuna mengulur kan tangan nya dengan kaku.

Yura dengan cepat menyalami tangan pria itu karena mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan matanya.

"Yura,sini duduk di dekat Mama."melihat Yura yang tampak tidak nyaman dengan sikap sang putra, Ningsih langsung memanggil Yura dan meminta wanita cantik ini untuk duduk di samping nya.

Sedangkan di hadapannya sudah ada Arjuna dan juga kedua orang tua nya.

" Kamu cantik sekali sayang." puji Bu Ningsih terang-terangan,simple dan tepat sasaran namun sayang Rahmi tak menyukai pujian itu.

Bagi nya Sela lah yang seharusnya mendapatkan pujian itu,di mana pun Sela lah yang lebih cantik dari Yura.

Andai saja Sela berada di tengah-tengah mereka, pasti Rahmi bisa tersenyum sumringah tidak seperti sekarang yang serba di paksakan.semua kelakuan Rahmi tidak luput dari pengamatan Arjuna.

" Terimakasih Tante." balas Yura canggung.

" Jangan Tante sayang, panggil Mama saja ya,Kamu kan calon menantu Mama.biar kita lebih akrab lagi jadi mulai sekarang harus panggil Mama ya." pinta Bu Ningsih merasa senang bisa memiliki anak perempuan.

" I- iya Ta..Eh Ma..Ma." Yura patuh tapi di balik itu semua ada rasa takut yang menjalar di hati nya, terlebih lagi tatapan mata tajam dari Rahmi yang ingin menegaskan kalau posisi nya ini hanya sementara sampai putri nya kembali lagi berkumpul bersama mereka untuk mengambil kembali posisi yang seharusnya menjadi milik Sela.

Bu Ningsih tersenyum lebar sambil merangkul lengan Yura.penyakit yang selama ini menggerogoti tubuh nya tidak terasa lagi ketika berada di dekat Yura.kedatangan Yura pertama kali di rumah ini membawa secercah harapan untuk sedikit kesembuhan Ningsih.

" Semua nya perkenalkan ini Yura putri kedua kami yang akan menggantikan Sela dalam perjodohan ini." tegas Rahmi sejuta maksud.

Pak Raharja mengangguk paham pun demikian dengan Bu Ningsih.Agum yang ikut menyaksikan adegan ini pun ikut tersenyum tipis,aura kebahagiaan mulai terpancar di rumah megah ini.dan sumber nya tentu saja seorang Yura Adzania Laksmi.

" Dan Arjuna lah yang akan menjadi calon suami Kamu sayang,Apa Kamu pernah bertemu Arjuna di kampus?" tanya Bu Ningsih lemah lembut dan di balas dengan gelengan kepala oleh Yura.

" Yura Kamu harus tahu satu hal sayang,Arjuna tidak seratus persen menghabiskan waktu nya mengajar sebagai seorang dosen , sebagian waktu nya lagi habis untuk bekerja di perusahaan keluarga , nanti setelah menikah Kamu harus bisa membuat dia melupakan segala kesibukan nya .jangan mau kalah saing dengan tumpukan berkas dan juga laptop nya,bisa kan sayang." ujar Bu Ningsih sambil menggoda Yura dengan sebuah kedipan mata nya.

Yura tidak tahu harus membalas apa kecuali sebuah senyum canggung yang tercetak di bibir tipis nya.

Makan malam pun berlangsung dengan cepat,sesekali Rahmi terdengar menjelekkan Yura dan selalu membanggakan Sela di tengah suasana makan malam penting ini.Arjuna tetap diam mendengar ucapan Rahmi seolah diri nya tak lebih dari sekedar penonton dalam drama yang sedang berlangsung.

" Sesuai kesepakatan pernikahan akan di adakan pada hari Minggu besok." ucap Raharja karena paling tidak suka mengulur waktu lagi.

Semua orang terlihat mengangguk setuju dengan apa yang Raharja sampai kan.

" Boleh tidak pernikahan nya di adakan secara tertutup." pinta Yura memberanikan diri mengemukakan pendapat nya.

" Kenapa begitu sayang? Kamu tidak punya konsep pesta impian? Meskipun Pernikahan ini mendadak Mama dan Arjuna akan menyiapkan pesta impian yang Kamu inginkan." tanya Ningsih masih tidak percaya dengan permintaan Yura.

Yura tersenyum getir,pesta pernikahan impian? Sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya tentang itu.

Di balik keinginan itu ada sesuatu yang sedang Yura jaga,Yura takut bila pernikahan ini gagal semua orang akan mengejek status janda muda nya,beda hal nya jika pernikahan di adakan secara tertutup, tidak akan ada orang yang tahu kalau dia adalah seorang janda dari seorang Arjuna Raharja.sampai di sana sejauh itu lah pemikiran Yura tentang masa depan nya.

" Selama ini Yura belum pernah memikirkan tentang pesta pernikahan impian Ma,Yura kan nggak pernah berniat menikah muda,ini juga karena di paksa untuk mengganti kan Kak Sela yang kata nya sakit itu.Yura sejujurnya masih ingin kuliah dan menikmati masa muda Yura sendirian Ma."jelas Yura dengan tegas tanpa sedikitpun ragu.

Mata Yura menatap bergantian antara Tuan Raharja dan juga Nyonya Raharja.

Tanpa di duga Tuan Raharja malah mengangguk seakan mengerti situasi yang terjadi.wajah yang biasa tegas terlihat begitu teduh ketika menatap ke arah Yura.

" Lalu kenapa Kamu nggak ikut pergi bersama Kakak mu saja? Bukan kah Kamu masih bisa pergi sejauh mungkin?" tanya Raharja dengan tenang namun mampu membuat Bambang Wijaya was-was.

" Saya? Pergi?" tanya Yura menunjuk dirinya sendiri.

"Bukan kah Kamu masih ingin menikmati masa muda mu dan tidak setuju dengan perjodohan dadakan ini? Saya rasa Kamu bisa pergi sejauh mungkin untuk menghindari perjodohan ini.kenapa tidak Kamu lakukan seperti...."tanya Raharja dengan nada suara datar namun penuh akan sindiran.

" Tuan Raharja...Sela tidak kabur,dia hanya pergi untuk berobat, setelah di nyatakan sembuh oleh tim dokter,maka Sela akan segera kembali ke sini lagi." ujar Bu Rahmi menyela ucapan Pak Raharja.

Cara wanita ini berbicara sangat tidak sopan sekali, Raharja mulai merasa muak dengan kehadiran Rahmi.

Tanpa harus di gali lebih dalam lagi Raharja sudah bisa menebak seperti apa sebenarnya Rahmi dan juga Bambang Wijaya selama ini.

" Terserah apalah nama nya itu, sekarang saya lagi berbicara dengan Yura,yang lain jangan ada yang ikut bersuara." tegas Raharja dengan tatapan tajam dan menusuk.

Rahmi merasa jantungnya berdetak lebih kencang ,ia meremas tangan dengan gelisah . khawatir Yura membuka semua rahasia besar mereka dan memberontak di momen penting ini.bagaimana jika Yura benar-benar membangkang dengan perintah mereka.setelah ini Rahmi tidak akan memberikan ampunan kepada Yura.

" Saya tidak berniat lagi untuk menolak atau pun kabur Om, apalagi setelah mengetahui kalau calon suami saya kaya dan masih muda.bukan kah nanti setelah menikah saya masih bisa melanjutkan kuliah dan menikmati hari-hari saya dengan bergelimangan harta."ujar Yura mulai mengeluarkan kebar- baran nya.

Raharja langsung tertawa keras,tak ada amarah dalam tawa yang pecah, sementara Bu Ningsih malah memeluk bangga calon menantu nya.

Berbanding terbalik dengan kedua orang tua Yura, mereka malah terduduk dengan wajah pucat tidak tahu harus berkata apa atas ucapan Yura barusan.

" Jadi karena putra saya Kaya dan masih muda,maka nya Kamu mau di jodohkan?" tanya Raharja menggoda Yura.

Yura mengangguk tanpa ragu, seakan melupakan keberadaan kedua orang tua nya.

" Saya minta maaf Tuan dan Nyonya Raharja.atas sikap putri saya,Yura memang sedikit nakal dan sulit untuk di kontrol.berbeda sekali dengan Sela yang paham dengan tata Krama menghadapi orang tua."ucap Rahmi angkat suara sambil melirik sekilas ke arah Yura dengan tatapan tajam penuh peringatan.

" Hamil di luar nikah masih saja di banggakan." gumam Arjuna lirih namun masih bisa di dengar oleh mereka yang duduk di sekitar nya.

" Ahhh....Tidak apa-apa Bu Rahmi,saya malah suka dengan kepribadian Yura, nanti akan Mama ajarkan kepada Kamu bagaimana cara menghabiskan uang milik suami mu ini,maklum saja uang nya sangat banyak,selama ini Mama sampai muak menghabiskan nya tapi tidak pernah habis-habis."ujar Bu Ningsih mencoba mengalihkan suasana karena belum saat nya keluarga Wijaya tahu tentang apa yang sudah mereka ketahui sebelum nya.

" Dengan senang hati Ma." balas Yura dengan genit.

" Dia memang bar-bar, tapi bar-bar nya itu sangat lucu sekali." batin Arjuna kagum dengan keberanian Yura malam ini.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!