NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita hati ke hati

   Sidang di buka kembali setelah beberapa jam beristirahat, pihak jaksa dan hakim tidak menemukan bukti yang di berikan mariam adalah bukti asli seperti yang di kata nya di muka umum ruang sidang.

  Dalam sidang pertama ini mediasi dan pembelaan yang di ajukan ke pada chandra tidak membuahkan hasil, keluarga nya tampak pasrah dengan apa yang akan terjadi karena percuma juga jika terus memaksa untuk membela saudara nya.

  Bahkan dalam hal yang kecil pun memang tidak ada kebenaran yang bisa di bela untuk saudara nya, chandra berusaha membela diri nya sendiri dalam kesempatan yang di berikan.

  "Saya tidak memaksa kekasih saya untuk memberikan nya dan saya tidak meminta begitu saja"

   Robert berdiri memberikan sebagai jawaban dari yang chandra sebut, mata nya melebar terkejut karena pikir nya mustahil gadis itu memberikan isi ponsel nya secara gampang ke pada orang lain, tapi kali ini semua di buka di muka umum segala percakapan di dalam pesan teks nya.

  Waktu sidang pertama hampir habis jaksa dan hakim yang bertugas memutuskan sidang pertama di tutup dengan perkara di menangkan oleh pihak bunga.

  Empat sekawan dan kuasa hukum terlihat senang bisa menegakkan kebenaran di muka ruang sidang tanpa harus beragumen lebih, mereka memilih mengalah dengan segala pertanyaan yang terlontar tidak menjabarkan lebih dan melebih lebihkan semua apa ada nya dan hanya di jelaskan di dalam ruang sidang.

   "aku hanya berharap kesadaran mereka terbuka dengan kesalahan yang di lakukan, bukan mengeraskan diri dari dalam hati untuk membela yang salah"

   Suara gadis itu begitu lirih terdengar mereka langsung menoleh ke arah nya, revo yang di samping nya langsung memeluk nya dari samping "semua pasti baik baik saja, lakukan sesuai ketentuan aja ya" gadis itu tersenyum dan menggandeng nya keluar dari ruang sidang itu.

   Mereka menghampiri waliyah dan anak lelaki nya, mengajak untuk pulang bersama, Robert juga ikut bersama mereka.

Dalam perjalan mereka berbincang banyak hal sampai dimana waliyah menanyakan tentang Mariam "saya mau bertanya apakah besan saya akan menjalani hukuman yang sama?"

  "Saya cuma melaporkan nya atas kekerasan yang di lakukan nya ngak lebih dari itu, saya rasa itu sudah cukup untuk nya, supaya tidak ringan tangan lagi, bahkan saya tau dia sering memukul nia kalau nia ada di dekat nya"

   Waliyah tampak terkejut dengan hal baru yang di dengar nya, karena selama ini cucu nya tidak pernah berbicara tentang itu, dan selama cucu nya tinggal bersama nya waliyah tidak pernah berlaku kasar hanya sekedar menyuruh nyuruh saja.

  "Tenang saja Bu, selama itu salah maka kita harus mengubahnya kalau dengan cara baik tidak bisa maka kita harus dengan cara yang agak berat" gadis itu memberi pengertian karena tau wanita tua itu tampak gelisah.

   Sampai di halaman rumah waliyah tengah mencari sosok cucu nya yang begitu di rindukan tidak di pungkiri hari hari nya sangat sepi tanpa nia yang selalu membantu nya.

   "Nenekkkkk......."

Nia berlari menghampiri nenek nya memeluk dengan penuh rindu yang seluap di dalam nya diri nya.

  Waliyah dan Bahri melihat Vania tampak lebih terurus dan segar di banding waktu berada dalam rumah nya sendiri.

 "Nenek kangen, kamu baik selama tinggal sama tante?"

waliyah memeluk cucu nya dengan erat menciumi pucuk kepala nia dengan hangat.

"Nia juga kangen nenek, Nia baik dong nek setiap hari nia di ajak main sama tante tante dan ada mba yang jaga nia disini"

 Nia menunjuk ke arah perempuan yang berseragam baby sister yang bekerja di rumah itu, waliyah dan bahri tampak senang dengan perlakuan mereka ke anak cucu nya yang menjadi lebih baik.

"Bu, Bang kita masuk aja yuk" bunga mengajak mereka untuk masuk dan menggandeng waliyah seperti menggandeng ibu nya sendiri.

"Eh ada tamu sini masuk jangan sungkan anggap lah rumah sendiri kaya baru pertama ke sini aja mbak yu"

Ratna senang jika ada wanita seumuran nya datang berkunjung kerumah nya, serasa ada teman yang se gelombang usia nya "Teh buatin minum yaa ada sodara saya datang jauh ini, cemilan yang saya buat juga tolong bawain ya"

Hati waliyah tambah cangung ketika ratna menyebut mereka saudara nya, rasa semakin tak enak hati di perlakukan dengan sangat baik, tapi menantu nya membuat ulah.

"Jangan repot repot mba, saya jadi ngak enak ini ah"

"Ngapain ngak enak si saya seneng banget kalian datang ke sini, jadi makin rame deh dirumah"

Dua wanita paruh baya sibuk dengan obrolan kemana mana, juga menceritakan apa yang terjadi di pengadilan tadi saat sidang pertama.

"Biar aja mba yang salah akan tetap salah, apa lagi anak ku prinsipnya keras coba mereka mengakui kesalahan mungkin anak ku ngak begitu mengambil keputusan nya"

"Saya sampe malu rasa nya sama keluarga sampean loh mba ratna, saya juga ngak diam aja saya gerah liat besan saya begitu ke nak bunga kalo bukan ada hukum mungkin saya yang balas perlakukan nya deh, malu banget"

"Mba yu suka buat kue juga ya, anak ku cerita waktu jemput nia mba yu lagi buat kue pesenan, ngak buat toko kue aja si mba pasti banyak deh yang minat beli di toko kue jadi ngak nunggu pesenan aja"

Ratna terus terang merasa takjub dengan kegiatan waliyah yang masih aktif mau menerima pesanan orderan kue di usia nya yang tak lagi muda.

"Modal nya kurang mba ratna, kehabisan bablas saya apa lagi uang terakhir yang saya simpan di pakai untuk melunasi hutang kristi menantu saya, ngak tega minta uang ke anak anak yang lain juga"

Bagai wanita yang julid dengan bergosib lama tak bertemu semua isi hati nya di keluarkan saling tukar pikiran dan saran. memang wanita selalu begitu kalau ketemu yang frekuensi nya sama.

Bunga yang mendengar obrolan mereka langsung nibrung duduk di samping dua wanita paruh baya itu.

"Bu, bukan nya mau buka toko kue, kenapa ngak buka di kelola Bu waliyah, kue kering ibu kan bisa di kirim nanti jarak nya juga ngak jauh banget"

"oh iya yaahh, boleh tuh mba yu, gimana menurut mba?" ratna tampak antusias dengan ide dari sang anak yang mendukung kegiatan nya.

"tapi saya sungkan mba, bener deh takut ngecewain"

"Halah kalo ngak belum rame ya masih ada waktu mba yu, usaha baru buka pasti sepi semua butuh proses dan waktu kan, mau yaa mba yu"

Waliyah tampak melihat anak nya yang mendengar obrolan mereka juga di sebrang duduk nya yang nimbrung dengan para laki laki muda.

"Ngak apa Mak, kenapa harus lirik saya kan emak yang jalanin" bahri menimpali tau hati ibu nya begitu menginginkan memiliki toko kue

"Udah Bu waliyah jangan di pikirin galau gitu aja, mau aja ya, besok bunga dan revo kesana sekalian antar ibu dan bang bari pulang, malam ini kalian menginap disini ngak boleh nolak loh"

Bunga langsung menodongkan kalimat berenteng untuk dua tamu nya, yang tak bisa di tolak mereka.

pikir bunga kalau mereka menginap bisa mengobati rindu nya ke Nia, lama sekali tidak bertemu hanya bertukar kabar lewat telepon atau video call.

Gadis itu langsung menarik tangan revo yang lagi duduk bersama yang lain, mata helen tampak memicing

"hei main tarik aja jadi cuma berdua gitu?" julid helen tak bisa lagi bendung merasa tersingkir karena ada nya revo karena gadis itu jarang mencari nya.

Tidak mempedulikan yang di teriakkan helen, terus berjalan keluar sampai halaman rumah dan menuju mobil yang terparkir rapih.

"Mau kemana si main tarik aja" Protes revo yang tidak di beritahukan apa yang terjadi.

"Dirumah tidak ada bahan makanan lebih untuk tamu, ayok belanja" dengan senyum gigi tiga jari nya memberi jawaban.

Mereka masuk dalam mobil saat mau keluar pagar helen langsung berdiri di depan mobil dengan berkecak pinggang berjalan ke pintu mobil belakang bunga yang melihat nya langsung tertawa.

"Mau kemana kalian aku di tinggal"

"Sudah ayok cepat keburu sore ngak sempet masak lagi nanti, ibu tidak suka harus membeli makanan matang untuk tamu"

"Oh baik laah bilang dong" helen langsung duduk dengan baik di bangku belakang tanpa berkomentar lagi, menikmati jalan sore yang macet luar biasa.

Ratna masih sibuk dengan mengobrol tiba tiba memanggil bahri yang lagi asik dengan vandy.

"bari sini duduk dekat kita nak"

"aku ngak di ajak Bu, di tinggal sendirian setelah mereka bertiga pergi lalu bang bari di ajak ibu, aku sama siapa Bu"

"anak bujang ibu cemburu aja ya udah sini kalian nak"

Mereka tertawa dengan ulah vandy yang suka ngelawak sederhana, bakat jadi pelawak tapi malah jadi polisi profesi nya.

"Gimana kabar Istri mu nak, apa sering berkunjung ke lapas perempuan?"

"ngak bude, saya jarang datang entah kemana rasa nya hilang seketika karena ulah ulah nya"

Bari tertentu lesu menjawab nya rasa nya lelah mempertahankan hubungan dengan istri nya yang terus berulah dimana mana.

"loh kenapa istri mu?

"bukan sekali dua kali bude tapi ini udah yang kesekian kali nya, bahkan sering banget emak ketempuan untuk menyelesaikan masalah nya"

Ratna menatap waliyah dengan meminta jawaban tanpa bertanya dengan kalimat "Saya ngak pernah berat hati membantu anak mantu mba ratna, mungkin bari lagi dalam fase jenuh dengan masalah yang ada"

"bari, emak berpesan jangan pernah menelantarkan anak anak mu, kalau memang bari mau berpisah itu pilihan bari selama bisa di perbaiki ya di perbaiki"

"Jangan takut karena malu banyak masalah, semua manusia punya masalah nya masing masing kamu pikirin jangan lupa berdoa ya nak" dua wanita paruh baya itu nampak memberi semangat untuk diri nya yang memang beberapa bulan ini mulai di fase depresi karena ulah sang istri.

Bahkan sering di datang penagih utang yang langsung main marah marah, utang yang suami ngak tau kapan di ambil dan di pakai untuk apa.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!