🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa
Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.
Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak Kerajaan Yang Hilang
Cahaya hijau lembut masih menyelimuti tunas kecil itu, membuatnya tumbuh sedikit lebih tinggi, daunnya mekar segar meski dikelilingi tanah hitam yang mati. Shen Yue masih berlutut, tangannya menyentuh tanah seolah sedang berbicara dengan makhluk kecil itu, matanya berbinar penuh haru dan rindu yang mendalam.
Xiao Chen berdiri diam di sampingnya, pedang masih terhunus, matanya mengawasi setiap gerakan di antara batang-batang pohon raksasa yang kaku dan gelap itu. Di dalam dirinya, Xiao Lei dan Xiao Mo sama-sama diam, keduanya merasakan getaran energi yang aneh, campuran antara kesedihan yang tua dan kekuatan yang terpendam sangat dalam.
"Benar... ini dia... ini jejak pertama yang tersisa," gumam Shen Yue pelan, tangannya mengusap lembut daun kecil itu. "Ini adalah jenis tanaman yang hanya tumbuh di sekitar Kerajaan Akar Dunia. Benihnya sangat istimewa, hanya akan bertahan hidup jika ada keturunan Penjaga yang datang menyentuhnya. Dia menunggu ribuan tahun... hanya untuk memberi tahu kami: Kami masih di sini. Kami belum hilang."
Ia berdiri perlahan, menatap ke arah dalam hutan yang makin gelap dan lebat. Cahaya dari tongkat kayunya masih memancar terang, menjadi satu-satunya penerang di tengah keheningan yang menekan itu.
"Jalan kita belum selesai, malah baru benar-benar dimulai," ucapnya tegas, menoleh ke arah Xiao Chen dan rombongan di belakang. "Tunas ini hanya penanda. Yang kami cari, sisa-sisa kerajaan kami, rahasia terbesar bangsa kami... semuanya ada jauh di depan sana, di jantung hutan ini."
A-Ming menelan ludah, menatap ke dalam kegelapan yang makin pekat itu. "Tapi Nona Yue... semakin dalam, semakin terasa berat dan dingin. Seolah udara di sini ingin menelan kita hidup-hidup. Dan... kau lihat itu?"
Ia menunjuk ke arah batang pohon di sebelah kanan. Di sana, terlihat jelas bekas-bekas ukiran yang sudah hampir hilang dimakan waktu, goresan-goresan aneh yang bentuknya seperti akar atau sulur tanaman. Tapi yang membuat bulu kuduk merinding adalah bentuk-bentuk di sampingnya... yang terlihat persis seperti sosok manusia yang terperangkap di dalam kayu itu, wajah mereka menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Dulu... saat kerajaan kami diserang dan dihancurkan," suara Shen Yue terdengar berat dan sedih, matanya menatap ukiran itu dengan pandangan mengenang, "musuh kami tidak hanya membunuh atau membakar. Mereka menggunakan sihir kuno yang kejam, memaksa seluruh kehidupan, termasuk orang-orang kami, untuk menyatu dengan tanah dan kayu ini, mengubahnya menjadi energi mati agar tidak ada lagi yang bisa bangkit. Pohon-pohon raksasa ini... sebenarnya adalah sisa-sisa rakyatku, sisa-sisa keluargaku yang dikutuk bertahan dalam bentuk ini selamanya."
Suara bisikan-bisikan itu kembali terdengar, kali ini lebih jelas, lebih dekat, penuh rasa sakit dan panggilan rindu.
"Penjaga... Pulang... Bebaskan kami... Pulang..."
Wajah para pengawal memucat mendengar itu. Mereka sadar sekarang, mereka tidak sedang berjalan di hutan biasa. Mereka berjalan di atas tanah pemakaman raksasa, di tengah ribuan jiwa yang terperangkap ribuan tahun lamanya.
Xiao Chen merangkul bahu Shen Yue, memberikan kekuatan lewat sentuhan itu. "Kita akan membebaskan mereka, Yue. Kita akan mengembalikan kedamaian mereka. Dan kita akan pastikan, kejahatan seperti ini tidak akan pernah terulang lagi."
Ia mengangkat pedangnya sedikit lebih tinggi, cahaya putih bersih memancar dari bilahnya, memotong kegelapan di depan mereka.
"Maju terus. Jangan berhenti. Jangan biarkan rasa takut menguasai. Kita membawa harapan, dan harapan tidak akan pernah kalah oleh kegelapan."
Mereka kembali berjalan. Semakin masuk, pemandangan semakin aneh dan menakjubkan sekaligus. Di antara pohon-pohon mati itu, mulai terlihat sisa-sisa bangunan yang tersembunyi: dinding-dinding batu berukir indah, sisa-sisa jalan raya yang dulu lebar dan megah, patung-patung besar yang bentuknya seperti dewa-dewi alam, semuanya tertutup lapisan tanah hitam dan akar-akar mati yang melilitnya erat.
Dulu ribuan tahun yang lalu, tempat ini pasti sangat indah, sangat makmur, sangat penuh kehidupan. Sekarang, hanya tersisa keheningan dan kenangan yang membeku.
Tiba-tiba, Shen Yue berhenti lagi. Kali ini bukan karena menemukan tanaman, tapi karena ada sesuatu yang menghalangi jalan mereka. Di depan, jalan setapak itu tertutup sepenuhnya oleh dinding akar raksasa yang saling melilit, keras seperti besi, hitam pekat, dan berdenyut pelan seolah masih bernyawa.
"Pagar Penjaga Terakhir..." bisik Shen Yue, matanya terbelalak kaget dan kagum. "Ini pertanda kita sudah sampai di perbatasan wilayah inti kerajaan. Dulu dinding ini dibuat untuk melindungi pusat kota dari serangan musuh. Tapi sekarang... dia menjadi penjaga yang menutup masuknya siapa pun."
Ia melangkah mendekat, mengangkat tangannya perlahan mendekati akar yang keras itu. Saat ujung jarinya menyentuh permukaannya, seketika itu juga dinding akar itu bergetar hebat. Suara gemuruh rendah bergema ke seluruh penjuru hutan, seolah ada makhluk raksasa yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.
Dari celah-celah akar itu, keluar asap hitam pekat yang berbau sangat busuk dan mematikan. Bentuk asap itu berubah, berputar, dan perlahan membentuk sosok raksasa setinggi pohon, tanpa wajah, hanya memiliki lengan-lengan panjang yang berakhir dengan ujung tajam seperti duri.
"PENYUSUP... MUSUH... TIDAK BOLEH LALU..." suara itu menggelegar, menggetarkan tanah di bawah kaki mereka.
Para pengawal langsung mengangkat senjata, bersiap menyerang. Tapi Shen Yue mengangkat tangan menahan mereka.
"Jangan serang! Dia bukan musuh sesungguhnya. Dia hanya pertahanan terakhir yang dikutuk, tercampur dengan energi jahat penyerang dulu. Dia tidak tahu siapa kita. Dia hanya menjalankan tugasnya menjaga masuk."
Shen Yue melangkah maju sendirian, berdiri tepat di hadapan sosok raksasa asap hitam itu. Ia tidak mundur, tidak takut, malah mengangkat tongkat kayunya tinggi-tinggi. Cahaya hijau yang jauh lebih terang dari sebelumnya meledak keluar, menerangi seluruh ruangan di antara akar itu.
"Aku bukan musuh!" suaranya lantang, jelas, dan penuh wibawa, bergema menembus gemuruh suara makhluk itu. "Aku Shen Yue, keturunan terakhir Penjaga Kehidupan! Aku datang bukan untuk merusak, bukan untuk mengambil. Aku datang untuk pulang! Aku datang untuk membebaskan! Aku datang untuk mengembalikan apa yang seharusnya milik kami!"
Cahaya hijau itu membentuk bayangan besar, persis seperti bentuk pohon raksasa yang pernah tumbuh di puncak Gunung Suci. Saat bayangan itu muncul, sosok asap hitam itu berhenti bergerak. Lengan-lengan tajamnya perlahan turun. Asap hitam itu mulai berputar pelan, warnanya perlahan berubah, dari hitam pekat menjadi abu-abu, lalu menjadi cokelat tua, dan akhirnya... menjadi hijau samar.
Suara gemuruhnya berubah, dari penuh amarah menjadi suara tangisan panjang dan lega yang mendalam.
"PENJAGA... KETURUNAN... AKHIRNYA... PULANG..."
Perlahan, dinding akar raksasa itu mulai bergerak, saling membuka satu sama lain, membentuk gerbang besar yang tinggi dan megah. Di balik gerbang itu, pemandangan yang terlihat membuat semua orang ternganga tak bisa berkata-kata.
Di sana, di lembah dalam yang dikelilingi pohon-pohon raksasa, terdapat puing-puing sebuah kota yang luar biasa indah dan megah, meski sudah hancur dan tertutup debu ribuan tahun. Di tengah kota itu, menjulang sebuah menara tinggi yang ujungnya menembus kabut hitam di atasnya. Menara itu terbuat dari batu berwarna putih keemasan, yang meski sudah tua, masih memancarkan cahaya samar yang lembut.
Dan di dasar menara itu, terlihat sebuah kolam besar yang airnya sudah kering, dan di tengah kolam itu... ada sesuatu yang bersinar terang, memancarkan energi yang begitu kuat hingga membuat hati Shen Yue berdebar kencang, membuat seluruh darah di tubuhnya berdesir hebat.
"Itu... itu dia..." suara Shen Yue bergetar, matanya berkaca-kaca penuh haru dan keterkejutan. "Itu adalah Inti Akar Dunia. Harta paling suci, sumber kekuatan seluruh bangsa kami. Selama ribuan tahun... dia masih ada. Dia masih bertahan. Dia belum hilang."
Xiao Chen melangkah ke sampingnya, menatap menara itu dengan pandangan tajam dan serius. Di dalam dirinya, Xiao Lei dan Xiao Mo sama-sama diam, keduanya merasakan sesuatu yang sangat aneh: energi yang keluar dari menara itu... sangat mirip, sangat cocok, seolah-olah ada bagian dari diri mereka sendiri yang tersimpan di sana.
"Yue..." bisik Xiao Chen pelan, tangannya menggenggam tangan kekasihnya erat. "Aku rasa... kita tidak hanya menemukan asal-usulmu di sana. Aku rasa... kita juga akan menemukan jawaban siapa sebenarnya aku, dan mengapa jiwaku terbelah menjadi dua."
Shen Yue menatapnya, mengangguk kuat, senyumnya berani dan penuh keyakinan.
"Ya. Semua rahasia... semua takdir... semuanya ada di sana, di bawah menara itu. Ayo, Xiao Yi. Kita pulang ke rumah sejati kita."
Mereka berjalan melewati gerbang akar yang terbuka itu, melangkah masuk ke sisa-sisa Kerajaan Akar Dunia yang legendaris, tempat yang hilang dari peta dunia selama ribuan tahun. Di belakang mereka, gerbang akar itu perlahan menutup kembali, seolah memisahkan mereka dari dunia luar, menjaga perjalanan suci ini agar tidak ada orang asing yang bisa mengganggu.
Di dalam kota yang hancur itu, angin berhembus pelan membawa debu masa lalu, dan di kejauhan, di dasar menara tinggi itu, cahaya itu berkedip, seolah menyambut kedatangan mereka, seolah menunggu mereka untuk membuka kembali sejarah yang sudah lama tertutup.
Perjalanan mereka belum selesai, tapi kini mereka tahu pasti: jawaban dari segala pertanyaan, kebenaran tentang siapa mereka, dan kekuatan yang akan mengubah nasib dunia... semuanya ada di ujung perjalanan ini.
Dan di saat yang sama, jauh di luar hutan terlarang, di sebuah tempat gelap dan dingin yang jauh di ujung utara dunia, ada sepasang mata merah menyala yang tiba-tiba terbuka lebar. Mata itu menatap ke arah selatan, ke arah tempat di mana cahaya itu baru saja bersinar kembali.
Suara tawa rendah, dingin, dan penuh kebencian bergema di ruangan kosong itu.
"Akhirnya... kau muncul juga, keturunan terakhir Penjaga Kehidupan... dan kau juga, pembawa jiwa ganda... Sudah waktunya kita bertemu kembali. Hutang ribuan tahun yang lalu... saatnya dibayar lunas."