NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maksudnya...?

"Jen, kakak lagi ada di kampus kamu, mau pulang bareng?"

Smartwatchku menunjukkan pesan dari kak Erick.

"Aku masih di himpunan kak sebentar lagi baru selesai", balasku melalui ponsel.

"Ok, kakak nunggu di kantin depan ya, nanti kalau sudah selesai info, ok."

"Ok kak."

Aku memasukkan kembali ponselku ke dalam tas, tanpa sengaja aku bertatapan dengan kak Kairi. Aku mengacuhkannya dan kembali fokus dengan yang lainnya.

Saat rapat selesai, aku mengeluarkan ponselku dan memberi kabar kepada kak Erick.

"Jen, aku duluan ya", pamit beberapa temanku.

"Ya, bye", balasku sambil tersenyum.

"Kamu langsung pulang Jen?", tanya kak Kairi.

"Ya."

"Aku antar ke basement Jen."

"Ga usah kak, aku nunggu disini aja sebentar."

"Nunggu Belva?"

"Bukan, nunggu kak Erick."

"Kalau gitu aku temenin kamu nunggu disini."

"Kakak lagi ga ada jadwal kerja part time?."

"Nungguin kamu kan cuma sebentar Jen"

"Ooo..." jawabku singkat lalu kembali pura-pura sibuk dengan ponselku.

"Jen sebentar lagi aku lulus, doain aku bisa dapat pekerjaan di perusahaan impian ya Jen, jadi aku bisa bareng kamu terus."

"Maksudnya? Udah kak, aku sudah lihat kak Erick, bye kak", ucapku agak ketus.

Makin lama aku semakin kesal dengan sikap kak Kairi yang ga jelas ini. Aku berasa jadi layangan yang seenaknya aja ditarik ulur.

"Jen... kamu kenapa?"

"Ga kenapa-kenapa kak."

"Sepertinya dia menyukaimu ya? Apa dia mengganggumu?"

"Kenapa kakak bisa bilang dia menyukaiku?."

"Terlihat jelas dimata kakak seperti itu."

Aku menatap bingung ucapan kak Erick.

"Kenapa? Apa dia melakukan sesuatu padamu?"

"Oh enggak kak, ga seperti itu. Sudahlah ga usah bahas dia. Kenapa kak Erick bisa ada disini?"

"Hari ini kan anak-anak kantor ada yang presentasi di kelas sipil dan buka booth lowongan pekerjaan dan magang juga. Mau lihat Jen?"

"Ga ah, aku ga tertarik."

"Loh suatu saat mau tidak mau kamu harus mulai belajar juga, ada nama kamu di perusahaan itu."

"Akh itu masih nanti kak, aku pusingin itu nanti saja."

Kak Erick tersenyum sambil mengacak rambutku pelan, lalu berkata: "jika bisa, kakak mau menanggung beban kamu, jadi kamu tidak perlu berhadapan dengan hal yang tidak kamu sukai."

"Sungguh? Aku rela menjual sahamku pada kakak, tapi pasti banyak yang tidak setuju soal itu."

"Menikah saja sama kakak, maka beban kamu secara otomatis jadi beban kakak tanpa perlu menjual saham, ucapnya sambil tersenyum menggoda."

"Jangan bercanda soal itu, aku lagi sensi mengenai masalah itu."

"Apa ini berhubungan dengan cowok tadi?"

"Apa dia adalah orang yang Belva sebut udah buat kamu patah hati?."

"Akh... aku males bahasnya, ayo kak kita pulang aja."

"Mmm... mau temani kakak sebentar ke mall, kakak mau beli hadiah untuk teman kakak yang berulang tahun."

"Ok kak."

Selama perjalanan aku sibuk memikirkan perkataan kak Kairi. Apa benar seperti kata kak Erick kalau dia sebenarnya menyukaiku?.

Kamu lagi mikirin apa Jen?.

"Akh bukan hal penting kak. Jadi... apa kakak sudah tau mau beli hadiah apa?", tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Perhiasan Jen, meski kakak bingung mau beli kalung, anting atau gelang ya Jen?"

"Wow... siapa wanita beruntung itu kak? Apa aku mengenalnya?".

"Mmm... rahasia?", ucapnya sambil tertawa menggoda.

"Kakak tau kan, pembicaraan ini akan menjadi gosip panas antara aku dan Belva.""

Ia hanya tertawa mendengarku.

"Aku menyukainya sudah lama Jen tapi aku hanyalah pemeran figuran yang memperhatikannya dari jauh. Kali ini aku ingin lebih memperjuangkannya Jen, jadi kupikir dengan perhiasan suaraku akan lebih terdengar, iya kan Jen?."

"Tergantung bagaimana kepribadiannya juga sih kak, tapi setidaknya semoga hadiah ini bisa memperlihatkan kesungguhan kak Erick. Tapi dia bukan cewek matre kan kak?."

"Hahahaha... bukan kok Jen, kupikir perhiasan adalah sesuatu yang formal, jadi kali ini aku berharap ia menanggapiku dengan serius."

"Ohya... separah itu kak? Aku ga percaya ada cewek yang ga tertarik sama kak Erick."

"Kenapa? Buktinya ada tuh. Kalau menurut kamu apa kakak separah itu dimata lawan jenis?"

"Akh... masa sih? Kakak lumayan kok ga jelek-jelek amat."

"Sialan kamu Jen", ucapnya sambil tertawa.

"Hahaha....bercanda kak. Kakak juga punya pekerjaan yang cukup ok. Sebenarnya kakak ini cukup menarik loh."

"Yah setidaknya aku ga terlalu buruk nilainya dimata kamu kan Jen?"

"Ya ya ya...", ucapku sambil tertawa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!