NovelToon NovelToon
MISIDENTIFIED

MISIDENTIFIED

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dark Romance / Action
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: aiyuki

Serra Lune, seorang pembunuh bayaran, menemukan targetnya di tempat yang salah. Ethan Hale, seorang pemuda baik pembuat herbal asal desa, diburu hanya karena wajahnya mirip dengan orang lain. Saat Serra memastikan kebenarannya, ia dihadapkan pada pilihan: menyelesaikan misi, atau melindungi orang yang seharusnya mati.

Keputusannya membuat mereka diburu. Dalam pelarian dan hidup sembunyi-sembunyi, dua orang dari dunia yang bertolak belakang belajar bertahan bersama. Bukan hanya karena takdir, melainkan memilih satu sama lain di dunia yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiyuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Target?

Dini hari itu, suara Serra terdengar mengalun seiring dengan banyaknya kejadian yang ia ceritakan. Ethan menyimak dengan baik cerita Serra, tentunya sembari mengamati setiap ekspresi dari wajah cantiknya.

Hingga pada akhirnya mereka pun duduk terdiam secara berdampingan, membiarkan api kecil di perapian meredup sendiri. Mereka mulai memiliki rasa saling memahami, jika hidup bukanlah perkara yang mudah. Keduanya sama-sama bertahan hidup dengan caranya masing-masing.

...----------------...

Pagi hari datang dengan cahaya mentari yang mengintip. Udara terasa lebih dingin dari sebelumnya. Serra belum ingin pergi, ia sengaja menundanya untuk beberapa hari lagi.

"Aku akan ke pasar hari ini," kata Ethan sambil mengikat tali sepatunya, "ada sesuatu yang harus dibeli," Ethan mulai beranjak. Serra menoleh ragu, namun ia tetap menyampaikan maksud hatinya, "boleh aku ikut?," Ethan hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.

Perjalanan mereka menuju pasar memang panjang, tapi hal itu tidak terlalu terasa. Sedikit banyak mereka saling berbincang kecil sembari menapaki jalan setapak.

Beberapa saat kemudian, jalan kecil yang mereka lalui kini mulai ramai. Suara manusia terdengar bersahut-sahutan. Ya benar, kini keduanya telah sampai di pasar. Segala aroma bercampur jadi satu. Serra berjalan perlahan dibelakang Ethan, pandangan gadis itu terlihat waspada.

"Mereka bukan orang jahat," Ethan meraih lengan Serra, menarik perlahan agar berjalan sejajar dengannya.

Beberapa saat setelah membeli stok makanan, langkah Ethan terhenti pada sebuah kios yang menjual banyak pakaian serta gulungan kain.

"Kali ini kau yang pilih, aku tidak terlalu paham soal pakaian wanita," ujar Ethan.

"Ah.. tidak perlu, lagipula ini masih bagus," Serra menunjukkan pakaiannya yang agak longgar.

"Itu kebesaran."

Serra berdecak pelan, namun tetap ikut memilih. Kini ditangannya sudah ada sebuah atasan sederhana berwarna netral. Saat Ethan membayar, Serra merasa jika ia harus lebih banyak membalas budi.

Disaat Ethan sedang sibuk berbincang dengan salah satu pemilik kios yang merupakan temannya, tiba-tiba Serra tersentak. Ada seseorang yang sengaja menyenggolnya sambil membisikkan sesuatu.

"Lune."

Secara perlahan Serra menoleh ke arah bisikan tersebut, tampak sesosok pria yang ia kenal, tengah tersenyum tipis sembari menatapnya tajam.

"Riven?!" gumam Serra.

Pria yang Serra kenal sebagai Riven itu, mulai memberi kode agar Serra ikut dengannya. Sejenak Serra menoleh ke arah Ethan yang masih terlihat asyik berbincang dengan temannya.

...----------------...

Disebuah gang kecil sudut pasar yang tidak terlalu ramai merupakan tempat yang pas untuk perbincangan rahasia dua rekan kerja yang sudah lama tidak bertemu.

"Kau kemana saja?! kami mencari mu" Riven mulai membuka obrolan sembari menyesap sebatang rokok.

"Misi terakhir ku gagal" ujar Serra dingin, "dan.. hampir mati."

"Kenyataannya kau masih hidup," sahut Riven.

Riven Klein, seorang pria yang sudah lama Serra kenal memang sangat tidak berperasaan. Namun sebagai rekan kerja ia cukup profesional. Hal itu terbukti saat mereka menjalankan beberapa misi bersama. Sosok Riven yang berpengalaman dan penuh dominasi itu, mampu menyelesaikan misi sulit dengan rapih.

"Lihat ini," Riven kembali berkata seraya menunjukkan wajah seseorang dalam ponselnya.

Untuk beberapa detik, Serra menegang. Sebab potret seseorang dalam ponsel Riven sangat mirip dengan sosok pemuda yang akhir-akhir ini bersamanya.

"Ambillah", Riven memberinya secarik kertas berisi nominal yang cukup besar. Serra menatap kertas itu, lalu kembali menatap Riven dengan tajam.

"Kau salah orang!."

"Kami tidak pernah salah", Riven menyela, "Adrian Vale, usia 25 tahun, tinggi 187cm, berat 78kg, memiliki warna mata cokelat, rambut gelap, dan dia ada denganmu" jelas Riven.

Serra terdiam, pikirannya mulai goyah. Mengapa ia sampai seperti itu?, tentu saja karena ciri-ciri orang yang Riven maksud sangat cocok dengan Ethan. Terlebih ketika ia melihat kembali potret target dalam ponsel milik Riven. Bentuk wajah, mata, serta senyum kecil itu tak lagi dapat terbantahkan. Hanya gaya rambut yang berbeda.

"Penggelapan dana, penjualan obat terlarang, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, sudah hampir satu bulan ini kami mencarinya" Riven kembali berujar.

Namun melihat ekspresi Serra yang sekilas menampakkan kegelisahan, membuat pria dengan jambang tipis tersebut mulai memahami sesuatu.

Serra menutup matanya sesaat, lalu menghela napas, "beri aku waktu, setidaknya setelah mendapat bukti."

Tatapan tajam Serra tak sedikitpun membuat Riven takut, justru ia lebih kecewa jika intuisinya benar soal Serra yang lebih bersimpati pada orang yang sedang ia incar.

"Tiga hari, tidak lebih."

Riven kembali mengambil cek di tangan Serra, kemudian berlalu pergi sembari mengantongi cek tersebut. Sedangkan Serra, langsung bergegas ke dalam pasar dengan langkah yang sangat berat.

Di depan sebuah kios buah, Ethan tersenyum lega saat melihat Serra kembali. Tatapannya tampak khawatir.

"Syukurlah, kukira kau tersesat," Ethan berjalan mendekat, namun kaki Serra seperti bergerak sendiri, membuat jarak dengannya.

"Ayo kita pulang," ujar Serra.

Ethan hanya mengangguk, dijinjingnya dua keranjang penuh belanjaan yang ia beli dari pasar. Serra mengambil salah satu keranjangnya, namun pemuda itu dengan tegas menolak. Lagi-lagi sikap Ethan membuat pikiran Serra menjadi kacau.Tidak mungkin orang ini Adrian Vale, ucapnya dalam hati.

...----------------...

Malam itu, saat Ethan tertidur diruang kerjanya, Serra mulai menyelinap. Dengan perlahan ia mulai mengambil satu helai rambut Ethan menggunakan gunting. Pergerakannya begitu cepat, tak sedikitpun membuat Ethan terjaga.

"Maaf," bisik nya lirih.

Entah mengapa dadanya terasa sesak. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan hal seperti ini. Serra telah percaya pada Ethan sepenuhnya. Namun ia harus mengetahui kebenarannya.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semoga itu Adrian Vale bukan Ethan berharap salah aja pokoke dah🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah kira kira Ethan ini adalah Adrian Vale atau hanya mirip 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Serra Lune padahal kau mengkhawatirkan Ethan makanya balik lagi kerumahnya iya kan wkwkwkkw🤭
Aiyuki: 🤭🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
sepertinya Ethan senang hati karena peralatan yang dia buat dipakai latihan sama Serra 🤭
Aiyuki: 🤭 sepertinya bgcu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
masih meraba raba Serra Lune kenapa bisa terluka parah karena apa dan siapa yang melukainya hingga hampir game over 🤔
Aiyuki: siapa hayoo🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
singgah dimari kiteee 🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Aiyuki: mari2 silahkan, enjoy ya✌
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
weihhh... akhirnya dirimu aktif kembali setelah sekian purnama menyembunyikan diri. selamat atas rilis karya baru nya. semoga sukses💪💪💪
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2. 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!