NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:102.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 14: Bonus Tutup Mulut

​"Obat warung itu ternyata tidak mengandung racun," ucap Dominic. Dia meregangkan kedua lengannya ke atas. Tulang punggungnya berbunyi pelan.

​Dia bangkit dari sofa kulit dengan sangat bersemangat. Rasa pusing di kepalanya hilang tak bersisa. Hidungnya sudah bisa menghirup udara dingin ruangan tanpa halangan sedikit pun. Dia kembali menjadi Dominic sang penguasa bisnis yang kejam dan tak terkalahkan. Tubuhnya terasa seringan kapas, seolah flu mematikan tadi hanyalah ilusi semata.

​Pintu ruang kerja berderit terbuka. Harper masuk membawa setumpuk map dokumen. Wajah wanita itu tetap datar, seolah tidak pernah terjadi drama suap menyuap bubur instan beberapa saat yang lalu.

​"Kau masih hidup rupanya," sindir Harper santai sambil meletakkan tumpukan map itu ke atas meja kerja Dominic. "Kupikir aku harus menghubungi pihak rumah duka hari ini untuk memesan peti mati emas pesananmu."

​Dominic merapikan jas mahalnya dan berjalan tegap kembali ke kursi kebesarannya. Dia berdehem pelan, berusaha menutupi rasa gengsi yang mendadak menyerang dadanya. Mengucapkan dua kata terima kasih terasa lebih sulit daripada memecat seratus karyawan sekaligus.

​"Sistem kekebalan tubuhku memang luar biasa istimewa," balas Dominic sombong. Dia menyandarkan punggungnya dengan gaya arogan khas seorang pemimpin puncak. "Bakteri mutan itu hancur berantakan melawan antibodi super di dalam darahku. Aku tidak butuh dokter bedah kelas atas lagi."

​"Tentu saja. Antibodi super yang dibantu oleh bubur instan dan obat hijau seharga lima ribu rupiah," sahut Harper telak mematahkan kesombongan bosnya. Dia bersiap memutar tubuh untuk kembali ke mejanya di luar.

​"Tunggu di situ, Harper."

​Dominic menarik keyboard komputernya mendekat. Jari jarinya mengetik dengan sangat cepat di atas tuts. Matanya menatap layar monitor dengan fokus tajam. Dia membuka portal perbankan pribadi tingkat tinggi miliknya.

​"Ada apa lagi? Kau mau minta disuapi makan malam sekarang?" tanya Harper tajam.

​"Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya sedang membereskan urusan administrasi."

​Dominic menekan tombol konfirmasi di komputernya. Suara ketukan enter terdengar nyaring memecah keheningan ruangan.

​Tiga detik kemudian, ponsel di saku blazer Harper bergetar pendek.

​Harper mengambil ponselnya. Alisnya terangkat sebelah melihat notifikasi dari aplikasi perbankan. Matanya menatap rentetan angka nol yang berbaris rapi di layar. Jumlahnya benar-benar tidak masuk akal untuk ukuran sebuah transfer dadakan.

​"Satu miliar?" Harper mendongak, menatap bosnya dengan pandangan penuh selidik. "Kau salah ketik jumlah nol saat mentransfer uang gajian staf?"

​"Itu bonus lembur untukmu," jawab Dominic santai tanpa menatap Harper. Dia pura pura sibuk membaca grafik saham yang bergerak naik turun di layarnya.

​"Lembur apa? Ini masih jam kerja normal. Aku bahkan belum menyentuh mesin fotokopi sejak tadi siang gara gara mengurus hidung melermu."

​"Itu bonus tutup mulut!" Dominic akhirnya menatap Harper dengan rahang mengeras. Wajahnya sedikit memerah menahan gengsi. "Jangan pernah berani menceritakan kejadian konyol tadi pada siapa pun. Kalau sampai ada satu anggota dewan direksi yang tahu aku makan bubur ayam murahan sambil merengek minta disuapi di sofa, aku akan memotong gajimu sampai sepuluh tahun ke depan!"

​Harper menatap ponselnya lagi. Dia sama sekali tidak terlihat terkejut atau berniat menolak uang tersebut. Bekerja dengan bos yang gengsinya setinggi langit memang selalu membawa keuntungan finansial yang tidak terduga.

​Tanpa mengucapkan terima kasih, Harper membuka aplikasi belanja barang mewah kelas dunia di ponselnya secara terang terangan. Dia mengetik nama merek terkenal, Vanguard, dan mencari tas kulit buaya asli edisi terbatas yang sudah dia incar selama enam bulan terakhir. Tas itu harganya setara dengan dua buah mobil sport.

​"Apa yang kau lakukan dengan ponselmu di jam kerja?" tegur Dominic.

​"Mengamankan bonusku sebelum kau berubah pikiran dan menariknya lagi." Harper mengetuk layarnya tanpa ragu. "Selesai. Tas Vanguard warna hitam ini akan sampai di mejaku lusa. Sisanya akan kugunakan untuk liburan musim dingin ke Eropa bulan depan."

​Dominic mendengus kesal melihat tingkah sekretarisnya yang sama sekali tidak punya rasa sungkan. "Kau benar benar wanita materialistis tanpa hati. Uang sebanyak itu kau habiskan hanya dengan memencet layar."

​"Dan kau pria arogan yang gengsi mengucapkan terima kasih," balas Harper tenang. Dia memasukkan ponselnya kembali ke saku blazer. "Aku kembali ke mejaku. Berkas itu harus kau tandatangani hari ini juga."

​Dominic baru saja mengambil bolpoin mahalnya untuk mulai bekerja. Suasana kantor terasa kembali normal, damai, dan terkendali.

​Namun, ketenangan itu hancur berantakan dalam sekejap mata.

​Nguing! Nguing! Nguing!

​Suara sirine alarm darurat berbunyi sangat nyaring dan memekakkan telinga dari arah langit langit ruangan. Lampu utama kantor seketika padam, digantikan oleh kedipan lampu merah darurat yang berputar putar menyilaukan mata ke segala arah.

​Dominic langsung melompat berdiri dari kursinya. Jantungnya berdebar kencang. "Apa apaan ini?! Kenapa alarm kebakaran menyala?!"

​Harper yang baru sampai di ambang pintu langsung berbalik. Wajah tenangnya berubah tegang luar biasa. Ponsel di sakunya berdering panik. Dia mengangkatnya dengan cepat, menempelkan benda itu kuat kuat ke telinganya.

​"Laporan! Ada apa di bawah?!" teriak Harper menembus bisingnya suara sirine.

​Harper mendengarkan laporan dari ujung telepon dengan mata membelalak lebar. Dia mematikan panggilan dan menatap Dominic dengan raut wajah sangat serius dan mengancam.

​"Bukan kebakaran biasa, Dom!" lapor Harper cepat, mengabaikan sopan santun sama sekali. "Kepala keamanan baru saja menelepon. Ada ledakan kecil di lantai dasar. Ruang server utama perusahaan kita disabotase orang!"

1
Harnanifah
si perfecto🤣🤣🤣
Muft Smoker
dstuu laa letak kenikmatan makan ny dom 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kenikmatan makan itu gak bisa diukur oleh harga Dom, makanan harga milyar gak ada nikmatnya kalau sakit😪😷😨, walaupun 5ribuan kalau kita sehat happy uh nikmatnya
imel
belajar Doom jadi rakyat jelata☺️
Yunita Sophi
lawan Harper... pasti Dominic ada kekurangan nya
Yunita Sophi
good Harper 👍👍👍 jgn mentang mentang bos menghina orang seenak perut nya ajah..
Mei Saroha
rumah mewah koq nyicil 😆😊🫣
Savana Liora: cuma alasan
total 1 replies
Yunita Sophi
kasian so bos 😂😂😂 mendadak stres 🤦‍♂️
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
pemimpin apaan yg bisa nya panik dan Tremor duluan bukanya bertindak cepat
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
baru kali ini ada pemimpin besar goblok nya ngk main2 bukanya cari solusi dgn Tenang malah gila sendiri
Yunita Sophi
betul Harper punya bos seperti itu... qta harus lebih galak dari dia... klo bisa sih pecat dia jadi bosc🤭😂😂😂
Yunita Sophi
cerita nya menarik juga nih...
Yunita Sophi
mampir di sini thor...
Savana Liora: yuk kak
total 1 replies
Healer
huhuhu duo yg mematikan ✌️✌️👋👋👍
Yanrina Savitri
Aq suka peran Domonic. Nnt pasti jadi bucin ke Harper
Eli Rahma
emang si Harper pawangnya Dom..si bos tirani..g bisa berkutik didepan wanita yg dicintainya..
Eli Rahma
si Tirani menyatakan cinta gda romantis² nya yaaa pantas lah diketawain ceweknya..😅
Rlyn
suka dengan karakter harver yg kuat, mandiri dn punya harga diri 🤭🤣....i like that 🤭😍
Pa Muhsid
apa sebutan nya pacar kontrakan rusun ya
Sastri Dalila
si dom²🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!