NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Membantu Korban Bencana Alam

《 kalau enak makanlah, masakkan bunda Dewi banyak, satu, dua, tiga, empat, ada empat pilihan, pilihlah mana yang enak?.》

"Ndak paralu dipiliah-piliah kasadonyo lamak!, beko kalau ndak habih ambo bungkuah untuak bawo pulang." Balas Gilang lagi.

《Gak usah di pilih-pilih semuanya enak, nanti kalau gak habis aku bungkus untuk dibawa pulang.》

"Makanlah sapueh e, didapua masih banyak, beko bunda bungkuahan untuak nak Gilang." Ucap Bunda Dewi juga menyahut dari belakang.

《 makanlah sepuasnya, didapur masih banyak nanti bunda bungkuskan untuk nak Gilang.》

Satu bulan kemudian, inara dan kawan-kawan PMR laainnya melakukan penggalangan dana atau mengumpulkan donasi untuk bencana alam.

Mereka berencana datang ketempat kejadian bencana untuk menyalurkan bantuan yang beruapa ada uang, pakaian, makanan, alat-alat tulis, buku belajar, alat kebersihan.

Banyak pihak yang bekerja sama atau ikut kontribusi dengan PMR sekolah SMA Swasta padang, seperti yayasan sekolah, para majelis guru dan para siswa-siswi menyumbang semampu mereka.

Besok adalah hari keberangkat Inara kelokasi bencana bersama tim PMR yang lainnya karena yang datang bukan hanya tim dari sekolahnya tetapi juga dari sekolah lain.

Malam ini para sahabat menginap dirumah inara mereka berniat menemani keberangkat Inara untuk esok hari.

Esosk harinya Inara siap berangkat ia sudah berkemas pada malam hari maka hari ini hanya siap berangkat.

"Nara, saat sampai dilokasi jangan lupa singgah di rumah mak uwo mu, bunda dengar daerah tersebut dekat dikota Pariaman." ucap bunda Dewi kepada Inara supaya singgah di rumah ibunya.

Nenek (uwo) Inara tinggal dikota Pariaman bersama paman Inara (kakak kandung bunda Dewi), kadang Inara saat libur ia datang kekota Pariaman untuk mengunjungi neneknya, sekalian bermain dipantai Gondoriah daan pantai cermin Pariaman.

"Baiklah bunda, tempat yang aku kunjungi memang melewati tempat Uwo, setelah urusanku selasai! Aku menyempati untuk mengunjungi rumah Uwo." Ucap Inara lalu ia memeluk Bundanya.

"Bunda, aku berangkat dulu." Ucapnya lagi, ia melepaskan pelukan lalu memeluk teman-temannya masing-masing.

"Selama aku tidak ada, sering-seringlah berkunjung tempat bundaku." Ucapnya kepada teman-temannya.

"Kamu tentang saja kami pasti mengunjungi bunda Dewi." Ucap Aira ia juga memeluk Inara.

"Kamu seperti pergi lama saja, pergilah dengan tenang dan hati-hati disana." Ucap Naura, ia juga memeluk Inara.

"Nara, kamu hati-hati disana dan lihat kondisi daerah tersebut jika ada bencana susulan, segeralah mengungsi." Ucap Hasna iya juga memeluk Inara.

"Terimakasih semuanya." Ucapnya lalu ia masuk kedalam mobil yang mengantarkan Inara kerombongan PMR lainnya adalah ayahnya sendiri.

"Apa sudah disampaikan semuanya, kalau kita siap berangkat." Ucap Ayah Hendry.

"Uni, hati-hati titip salam kepada uwo." Ucap Varel kepada Inara, karena semua orang pamitan ia juga ikutan.

"Baik! "

"Ayah, aku sudah siap kita berangkat sekarang." Ucap Inara lalu ia masuk kedalam mobil, tetapi sebelum itu ia melihat kerumaha Kenzo karena ia tidak melihat Kenzo hari ini.

"Bang ken, apa kamu tidak mengantarku." Gumamnya ia sedikit merasa sedih karena ia berharap Kenzo menggantar kepergiannya, tetapi tidak melihat Kenzo sejak pagi.

Inara sampai ketempat perkumpulan, ia pamitan kepada ayahnya.

"Ayah aku pergi dulu, tolong jaga kesehatan ayah dan juga bunda, jangan terlalu sibuk bekerja." Ucap Inara kepada ayahnya ia juga memeluk ayahnya.

"Iya, salam kepada uwo mu jika kesana katakan jika liburan kita datang kesana bersama." Ucap Ayah Hendry.

"Iya ayah." Ucap Inara lalu ia keluar dari mobil ayahnya, setelah mengambil kopernya ia masuk kedalam bus.

Bus siap berangkat, karena semua anggota tim sudah datang.

"Apakah semua anggota tim sudah datang semuanya." Ucap ketua Tim PMR kepada samua anggotanya.

"Sudah ketua." Jawab salah satu murid kepada ketuan tim.

"Apa Inara sudah masuk bus." Ucap ketua lagi, karena memang Inara yang terakhir datang.

"Sudah ketua!, dan maaf semuanya membuat kalian menungguku." Ucap Inara menjawab pertanyaannya ketua tim, sambil minta maaf kepada semuanya karena datang terlambat.

"Tidak apa-apa, kita juga tidak mengejar waktu." Ucap ketua tim, tidak lama setelah itu bus berangkat.

Setelah bus berangkat, Inara masih melihat kebelakang, ia sangat berharap Kenzo datang, menghantarnya.

"Hanya aku berharap lebih, sepertinya aku tidak istemewa itu dihatinya." Gumam Inara, ia hanya menyibukkan diri dengan ponselnya untuk menghilangkan kebosanan.

"Nara, aku dengar kamu pernah datang ke kota Pariaman, apakah ada pemandangan yang menarik disana?" Ucap salah satu teman tim Inara.

"Dimana pun kota pasti ada pemandangan menarik, begitu pula Pariaman, tempat yang sering dikunjungi yaitu pantai Gondoriah yang kenal dengan kuliner khasnya sate pariaman dan sala lauak, dan juga akses kepulau angso duo." Ucap Inara lagi

"Terdengar menarik! apalagi sala lauak, maksudnya ini goreng ikan begitu?." Ucap temannya inara lagi.

"Iya goreng ikan, hanya saja berbeda seperti kita menggoreng dirumah ada ciri khas pariamannya." Ucap Inara lagi.

"Ketua tim, setelah tugas kita selesai apa boleh kita berkunjung kepantai Gondoriah." Ucap salah satu murid kepada ketua tim.

"Boleh, saja makanya jangan malas-malasan bekerja, jika pekerjaan kalian selesai dengan cepat, kita bisa berkunjung kesana." Ucap ketua tim, sebenarnya ia juga ingin berkunjung.

Tempat yang mengalami bencana alam yang akan dikunjungi Inara dan kawan-kawan kota terpencil di kota pariaman, kehidupan warga disana hanya bertani, daerah mereka subur dibawah pegunungan.

Bencana yang terjadi disana terjadinya longsor sehingga banyak rumah warna yang tertimbun, syukurlah tidak ada korban jiwa karena, pemimpin kelurahan disana, mengevakuasi semua warga sebelum bencana tiba.

Rumah warga yang berada dibawah kaki gunung, semuanya tertimbun termasuk harta benda mereka, sekarang penduduk yang tidak memiliki rumah, tinggal bersama dikontor balai desa, sebelum tenda atau posko darurat didirikan.

Bus tim PMR dari sekolah inara sampai dilokasi bencana, mereka langsung menuju ke kantor kelurahan desa.

Mereka disambut dengan hangat oleh warga desa, semua tim mengeluarkan barang-barang yang akan dibagaikan keluar dari bus.

Setelah semuanya keluar, semua barang disusun di gudang balai desa, sebelum dibagikan.

"Pak lurah, apakah semua warga sudah berkumpul, dan satu lagi kami membutuhkan daftar warga sedetail-detailnya, mulai dari kerugian dan kerusakan akibat dari bencana ini, baik yang kecil maupun yang parah."

"Soalnya kami membutuhkan data ini, supaya kami dengan adil membagikan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka." Ucap ketua tim kepada pak lurah.

"Iya, itu memang perlu dilakukan! Lebih baik kalian istirahat lebih dahulu, kami sudah menyedia tempat untuk kalian." Ucap pak lurah kepada mereka dan meminta sekretarisnya mengambil catatan dana sekuruh warga.

.

.

.

1
Alessa 🥀💋
...
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!