" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 5
Malam tiba, malam ini lagi lagi Haruka hanya makan malam bersama Naoki. Sedangkan daiky belum pulang sedari sore. Padahal biasanya orang pulang kerja pada sore hari.
setelah mereka selesai makan malam barulah suara mobil daiky terdengar. jika biasanya Haruka segera keluar untuk menyambut kepulangan daiky maka berbeda kali ini. Dia hanya duduk di meja makan menghabiskan makanan nya.
" aku duluan ya kak ipar" pamit Naoki ingin ke kamarnya.
" iyaa" jawab Haruka.
Setelah beberapa menit berdiam diri di meja makan. barulah Haruka bangkit dan bergegas ke kamar. Saat memasuki kamar, dia tidak melihat keberadaan suaminya. namun dia dapat mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
Cekleek
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat daiky keluar dengan hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya. Dengan begitu Haruka dapat melihat dada dan perut sixpack milik daiky yang cukup menggoda.
tatapan mereka sempat bertemu. namun hanya sekilas karena daiky segera berpaling dan memasuki walk in closet untuk berganti baju.
Haruka duduk di tepi ranjang menunggu daiky keluar. Jujur saja, jantungnya berdegup sangat kencang karena takut. entah bagaimana dia harus memulai nya. sebentar lagi dia pasti akan mendapatkan kata kata hinaan dari daiky.
tidak lama daiky keluar dari walk in closet dengan penampilan baru namun tetap dengan wajah yang sama. yaitu wajah datar tanpa senyuman sedikit pun.
" ada yang ingin aku bicarakan" ujar Haruka
" katakan " jawab daiky dingin tanpa menatap Haruka.
" aku...aku ingin bercerai" ujar Haruka ragu ragu.
Sontak daiky menatap Haruka dengan tatapan tajam. Ini bukan sekali 2 kali Haruka berkata ingin bercerai. namun kali ini terdengar berbeda. Jika biasanya Haruka mengatakan hal itu saat marah maka kali ini dia berkata saat sedang baik baik saja. itu berarti Haruka benar benar serius.
" itu tidak akan pernah terjadi" ujar daiky
" kenapa?" tanya Haruka tidak paham mengapa daiky tidak mau menceraikan nya? Padahal dengan mereka bercerai daiky bisa langsung menikahi selingkuhan nya.
" karena aku sudah berjanji pada ibu ku untuk tidak pernah bercerai dengan mu"
Yaa, daiky pernah berjanji pada mendiang ibunya dulu bahwa dia tidak akan pernah bercerai dengan Haruka. namun dia tidak berjanji untuk membahagiakan Haruka.
Meskipun janji itu di ucapkan dengan keterpaksaan. namun dia tetap menepati nya untuk menghormati ibunya.
" tapi aku ingin bercerai dai, aku sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan di rumah tangga seperti ini. Pernikahan macam apa ini? Ini toxic dai, ini tidak normal!" ujar Haruka prustasi.
dia berfikir daiky akan setuju begitu saja. namun ternyata dia salah. Daiky tidak ingin menceraikan nya.
" aku punya banyak pekerjaan, aku tidak memiliki waktu untuk mengajak mu berdebat" ujar daiky lalu pergi ke ruangan kerjanya yang terhubung dengan kamar mereka.
Haruka memejamkan matanya, membiarkan lelehan putih bening menetes keluar. Entah bagaimana nasib nya kedepannya. Apa dia tetap akan terjebak di pernikahan ini sampai dia mati?
" Naoki" gumam Haruka teringat pada adik iparnya.
Haruka buru buru bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Naoki yang berada di samping kamar mereka.
Tok tok
" sebentar"
Cekleek!
pintu terbuka, terlihat Naoki muncul dengan pakaian santai namun rapi. Sepertinya Naoki berniat untuk keluar lagi.
" kakak ipar, ada apa? Kakak baru saja menangis? Kakak bertengkar lagi?" deretan pertanyaan itu keluar dari mulut Naoki dengan nada khawatir.
Bagaimana dia tidak khawatir? Di depannya saat ini berdiri seorang wanita dengan wajah putus asa serta mata yang sembab menandakan wanita itu baru saja selesai menangis.
" aku ingin berbicara dengan mu" ujar Haruka.
" masuklah, kita berbicara di dalam saja" ujar Naoki mempersilahkan Haruka untuk masuk.
Haruka segera masuk. Naoki menutup pintunya kembali lalu menyusul Haruka yang sudah duduk di sofa.
" ada apa kak? Katakan saja aku siap mendengarkan" ujar Naoki
" soal tawaran tadi pagi, apa kamu masih mau?" tanya Haruka langsung ke intinya.
" jadi selingkuhan kakak ipar maksudnya?" tanya Naoki memastikan.
" iyaa"
" kakak ipar serius?" tanya Naoki memastikan. Jangan sampai nanti Haruka bercanda lagi kan.
" iyaa, aku serius. Jika kau mau aku akan membiayai hidup mu sampai hubungan kita berakhir" ujar Haruka.
" oke! Aku mau" jawab Naoki setuju tanpa ragu.
Haruka tersenyum tipis begitupun dengan Naoki tersenyum puas. Mereka berdua sama sama memiliki tujuan yang berbeda namun menuju pada satu orang yang sama. Yaitu daiky.
" kakak ipar tidak perlu menangis lagi sekarang" ujar Naoki menghapus air mata Haruka.
Rasanya sangat menenangkan kala ada orang yang peduli pada mu. apa lagi orang itu siap menghapus air matamu. selama ini Haruka hanya sendirian. Dia menangis sendiri dan menghapus air matanya sendiri.
" terimakasih" ujar Haruka lalu memeluk Naoki.
Haruka menyandarkan kepalanya pada dada Naoki. meskipun terkejut dan sedikit shock namun Naoki segera mengusap kepala Haruka dengan lembut menenangkan wanita itu.
rasanya sangat nyaman bersandar di pelukan seseorang seperti ini. Sungguh ini perasaan yang baru bagi haruka. dia tidak pernah seperti ini dengan daiky saat tidur pun mereka tidak pernah berpelukan.
" aku pergi dulu" ujar Haruka melepaskan pelukan mereka.
" oke kakak ipar, aku juga ingin pergi" ujar Naoki.
" mau kemana?" tanya Haruka penasaran.
" ke tempat kemaren " jawab Naoki Jujur.
Kemana lagi ya kan? Selain ke bar milik temannya itu. Haruka berfikir mungkin Naoki suka kesana karena dapat minuman gratis tanpa harus bayar karena pemilik bar adalah sahabatnya.
" berikan nomor mu" pinta Haruka.
" sebentar"
Naoki mengambil ponselnya, lalu mereka bertukar kontak. Naoki binggung harus menyimpan kontak Haruka dengan nama apa? Selingkuhan atau kakak ipar?
" aku harus menyimpan nya dengan nama apa?" tanya Naoki
" terserah kamu saja" jawab Haruka.
Haruka menyimpan nomor Naoki dengan nama saja. simpel dan mudah. Sedangkan Naoki memilih menyimpan nya Dengan emoji daun dan bunga
" aku pergi dulu" pamit Haruka lalu segera pergi dari kamar Naoki dan kembali ke kamarnya.
Entah kenapa, sekarang perasaan nya jauh lebih baik. Bahkan dia sudah bisa tersenyum tanpa harus menangis. Rasanya sangat melegakan.
" mereka memang sangat berbeda" gumam Haruka.
Kedua kembaran itu memang sangat berbeda. Meskipun keduanya memiliki wajah yang mirip namun mereka memiliki sifat dan sikap yang berbeda.
meskipun Haruka lebih menyukai sikap daiky yang cool dan cuek namun entah kenapa dia lebih nyaman dengan sifat Naoki yang ceria dan positif.
" ternyata cerewet tidak selamanya menganggu" gumam Haruka seraya tersenyum tipis.
Dulu dia berfikir orang cerewet itu sangat menganggu karena berisik karena Haruka menyukai kedamaian dan ketenangan. namun ternyata orang yang pendiam pun tidak tentu mengerikan ketenangan.