NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di rumah, suasana jauh lebih hangat. Azalea duduk di halaman belakang bersama Elora. Tanah gembur di bawah pohon mangga menjadi “dapur” mereka hari itu. Elora mengenakan topi kecil, tangannya penuh tanah, wajahnya berseri-seri.

“Mommy, ini kuenya sudah jadi!” Elora menyodorkan gumpalan tanah yang dibentuk bulat.

Azalea tertawa kecil. “Wah, kue cokelat spesial.”

“Aku jual seratus ribu aja,” kata Elora serius.

“Apa harganya tidak kemahalan? Seratus ribu,” tanya Azalea menahan tawa.

“Hmmm, kalau begitu harganya sepuluh ribu,” balas Elora setelah berpikir lama. Itu harga dia beli es krim ukuran kecil.

Azalea pura-pura membuka dompet imajiner. “Murah sekali. Mommy beli dua.”

Keduanya tertawa bersama. Tawa yang ringan dan lepas. Menghapus sisa ketegangan malam sebelumnya.

Azalea menepuk-nepuk tangan Elora pelan. “Nanti habis ini kita cuci tangan, ya.”

“Oke, Mommy!” jawab Elora patuh.

Kebahagiaan kecil itu tak pernah luput dari pandangan dingin. Wanita paruh baya itu berdiri dengan ekspresi wajah kesal.

“Apa-apaan ini?!” suara Mami Elsa terdengar tajam dari teras belakang.

Azalea menoleh. “Ada apa, Nyonya?”

Mami Elsa melangkah mendekat, wajahnya penuh ketidaksenangan. “Lihat tangan Elora! Kotor semua!”

Elora refleks menyembunyikan tangannya ke belakang, matanya membulat ketakutan.

“Kamu mengajarkan hal jorok pada anak!” bentak Mami Elsa. “Main tanah? Kamu tahu berapa banyak kuman dan bakteri di sana? Anak kecil bisa sakit!”

Azalea bangkit berdiri perlahan, lalu berjongkok di hadapan Elora. Ia meraih tangan kecil itu dengan lembut.

“Tidak apa-apa, Sayang,” ucapnya menenangkan. “Tanahnya tidak masuk mulut, kan?”

Elora menggeleng.

Azalea lalu menoleh ke Mami Elsa. Wajahnya tetap tenang, suaranya rendah, namun tegas. “Bermain tanah bukan hal yang salah, Nyonya.”

Mami Elsa mendengus. “Kamu ini selalu saja membantah ucapan ku. Anak-anak harus bersih. Steril!”

Azalea tersenyum kecil. “Anak-anak perlu bersih, iya. Tapi mereka juga perlu bermain.”

Wanita berjilbab itu berhenti sejenak, memastikan Elora mendengarkan dengan tenang. “Tidak semua yang kotor itu berbahaya,” lanjut Azalea.

“Dan tidak semua yang bersih itu menyehatkan.”

Mami Elsa terdiam, tetapi tatapnya tajam dan rahangnya mengeras.

“Selama kita mengajarkan cuci tangan setelah bermain, menjaga kebersihan, dan tidak memasukkan tanah ke mulut,” sambung Azalea lembut, “bermain seperti ini justru melatih imajinasi, keberanian, dan kebahagiaan anak.”

Azalea menggenggam tangan Elora lebih erat. “Dan anak yang bahagia biasanya lebih jarang sakit.”

Mami Elsa membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tak ada kata yang langsung bisa ia sanggah tanpa terlihat berlebihan.

Azalea menunduk ke Elora. “Sekarang kita cuci tangan, ya.”

Elora mengangguk, lalu tersenyum kecil.

Saat mereka berjalan menuju keran, Mami Elsa berdiri terpaku di tempatnya. Wanita paruh baya itu kehabisan kata-kata.

Di halaman belakang itu, di bawah langit cerah dan tanah yang sederhana, Azalea kembali membuktikan satu hal, bahwa mendidik anak bukan tentang melarang segalanya demi ketakutan, melainkan mengajarkan cara hidup dengan seimbang, aman, dan penuh cinta.

Tanpa disadari siapa pun, di kantor dan di rumah, Enzo dan Azalea sedang berjalan di jalur yang sama. Belajar menahan amarah. Belajar memahami. Belajar menjadi orang tua dengan hati.

***

Pintu depan terbuka, dan Enzo melangkah masuk dengan beberapa kantong di tangannya. Wajahnya masih menyimpan sisa kelelahan sehabis pulang kerja, tetapi sorot matanya lembut, tidak dingin dan kaku.

“Daddy pulang,” ucap Enzo pelan.

Erza dan Elora yang sedang duduk di karpet langsung menoleh. Elora refleks berdiri, tapi langkahnya terhenti sejenak, masih ada sisa takut dari kejadian semalam.

“Harusnya mengucapkan assalamualaikum, Daddy,” ucap Erza mengingatkan.

“Assalammualaikum," ucap Enzo tersenyum malu.

Azalea yang duduk tidak jauh dari kedua anak itu pun ikut menoleh.

Enzo berjongkok, meletakkan kantong-kantong itu di lantai. Ia mengeluarkan sebuah boneka beruang kecil berwarna cokelat, lalu dua buku cerita anak dengan sampul cerah. Terakhir, ia mengangkat satu kantong plastik dingin.

“Ini buat kalian,” kata Enzo lirih.

Mata Elora membulat. “Boneka beruang,” bisiknya.

“Dan buku cerita,” sambung Enzo, lalu tersenyum kecil. “Sama es krim.”

“Asyik!” Erza bersorak kecil, tapi Elora masih ragu. Ia melirik Azalea, mencari isyarat aman.

Azalea mengangguk pelan, tersenyum lembut. Elora melangkah maju perlahan. Enzo membuka kedua tangannya.

“Papa minta maaf,” ucap Enzo dengan suara yang jujur dan rendah. “Semalam Daddy marah berlebihan. Daddy salah.”

Elora menunduk. Jemarinya memainkan ujung bajunya. “Aku … aku juga minta maaf, Daddy” katanya pelan, hampir tak terdengar. “Aku enggak akan pegang barang Daddy lagi. Kalau Daddy kerja.”

Enzo menutup mata sejenak. Lalu ia menarik Elora ke dalam pelukannya. “Terima kasih,” bisiknya. “Daddy janji… Daddy akan lebih sabar.”

Erza ikut mendekat dan memeluk mereka berdua.

Pemandangan itu membuat dada Azalea menghangat. Matanya berkaca-kaca. Ia menahan napas, tidak ingin mengganggu momen itu. “Inilah yang seharusnya kalian lakukan,” batinnya. Bukan teriakan yang membuat rasa takut, tetapi pelukan hangat yang menenangkan.

Beberapa menit kemudian, mereka duduk bersama di ruang keluarga. Es krim dibagikan. Elora memegang sendok kecil, matanya berbinar.

“Mommy dulu,” katanya sambil menyuapi Azalea.

Azalea terkejut, tapi tersenyum dan menerima suapan itu. “Terima kasih.”

“Sekarang Daddy,” lanjut Elora, menyodorkan sendok yang sama ke Enzo.

Gerakan kecil itu membuat udara di antara orang dewasa mendadak canggung. Azalea dan Enzo saling berpandangan sepersekian detik. Bagi orang dewasa, itu terasa seperti batas yang samar, cium tidak langsung, sesuatu yang terlalu intim untuk dipikirkan.

Namun, Elora tersenyum polos, menunggu.

Enzo mengalah. Ia menunduk dan menerima suapan itu. “Enak,” katanya singkat.

Elora tertawa senang. “Ternyata Daddy suka es krim juga!”

Azalea menahan senyum, menepis rasa kikuk. Ia tahu jika ditolak, Elora bisa sedih. Dan malam ini, mereka semua sedang belajar tentang kehangatan, bukan batasan yang kaku.

Tak lama kemudian, Erza berdiri. “Mommy, aku mau sosis bakar.”

“Sekarang?” Azalea tertawa kecil.

“Iya. Sedikit aja.”

“Baik,” jawab Azalea sambil bangkit. “Mommy ambil alat bakarnya dulu.”

Azalea melangkah ke tempat penyimpanan barang di sudut ruang dekat dapur. Rak besi tinggi berisi panci, wajan, dan peralatan lama. Azalea berjinjit, meraih alat pembakar yang terselip di rak atas.

Pada saat yang sama, Enzo berjalan ke arah dapur.

“Azalea—”

1
Ernawati
👍cerita nya bagus aku suka👍👍
Farida Dalle
Itulah makanya kita tdk boleh langsung mengambil keputusan tanpa cek n ricek kebenarannya, krn klu semua sdh terjadi, sesalpun tak ada lg gunanya, ayo bangkit Enzo, ceritakan semuanta secara jujur ke Azalea, dan jadikan pelajaran utk kehidupan rumah tanggamu ke depannya
Farida Dalle
Ternyata oh ternyata🤭.... kematian Jasmin sungguh sngat tragis🥹
Farida Dalle
Ada2 aja si Reza ini, bikin darting... apa mungkin orng sdh nikah dn bahagia bisa balikan??? mikir pake otak Reza, meskipun blm punya suami klu kisahnya sprti hubungan Reza dn Azalea kiyakin tdk ada kata balikan, mendong kamu fokus sm si Nadia, perbaiki hubunganmu, jngn sampai ditinggalkan baru nyesal lg, iya kan....
Farida Dalle
Thor, knp mereka tdk dinikahkan sj, drpda berlarut2bikin dosa...
Farida Dalle
Reza, penyesalan
itu mmng datangnya selalu belakangan, makanya kita hrs ttp mensyukuri apa yg kita miliki, ayo move on ... nikmatilh kehidupanmu bersama Delia, semoga km jg mendapatkan kebahagiaan
Farida Dalle
Selamat yah Lea dan Enzo, jerja lemburnya tdk sia2.. hm kadihan mas Enzo hrs berpuada sampai trimester ke2, kira2 sanggupngak yahtp tenang mas Enzo kn tdk lama lg, sekarang kan kehamilannya sdh 9 minggu, jadi tahan2 sj dulu, tp klu gak sanggup, bisa icip2, haha.....
Farida Dalle
Benar itu mas Enzo, Azalea sakit akibat sering mandi malam, wkwk.... psti ada khabar gembira nih🤩🤗
Farida Dalle
Tempat bulan madunya bagus, mengambil lokasi yg ada di Indonesia, jd yg baca bisa jd tahu... oh ternyata di negeriku tercinta bnyk jg tempat2 yg indah, tdk kalah dg yg di luar negeri, jadi bisa jd acuan jg buat para pembaca, siapa tahu ada minat jln2 ke sana buat menikmati keindahan ciptaan Allah Swt🥰😍🤩
Farida Dalle
waalaikumussalam, turut berduka cita thor, semoga uwa nya mendapatka. terbaik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya dan author diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin🤲😇
Farida Dalle
Romntis banged soh pak Enzo, semoga doanya cpt dikabukkan yah Lea🤗🙏tp ttp berusaha lbh giat lg, wkwk
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Insya Allah, perlahan tp pasti akan tumbuh benih2 cinta di antara kalian, biar waktu yg bicara...
itin
kenapa harus ada pertanyaan. bagaimana mas enzo? ya dinikahi kamu biar leluasa dgn kedua ponakanmu lea dan si nyonya besar biar ga semena mena. gituloh. dapatin duda aplg mantan kk ipar lgsg bicara cinta mah itu nonsense
Yati Susilawati
dunia benar2 sempit
Ayuwandira
adik si omah biasa aja, ngibulin cucunya. 🤭🤭
Ayuwandira
ahirnya si nyonya lunak jg hatinya😍
Ayuwandira
boleh banget ka, aku paling suka cerita yang bikin termehek mehek.
Rosiana Rosiana
Karimun Jawa daerah mna sih🙏🙏 maaf blum tau🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!