NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Pertemuan Rahasia di Perpustakaan Tua yang Berdebu

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Matahari akhirnya terbenam di balik puncak gunung barat, meninggalkan jejak cahaya jingga yang memudar perlahan di langit senja yang mulai dihiasi oleh bintang-bintang pertama yang muncul satu per satu seperti permata yang ditaburkan oleh tangan dewa di atas kain hitam pekat, dan Haneen berjalan dengan langkah tenang menuju perpustakaan tua yang terletak di sudut paling sepi kompleks Sekte Pedang Langit, sebuah bangunan kayu yang sudah lapuk dan jarang dikunjungi oleh murid-murid muda yang lebih tertarik pada arena pertarungan atau ruang meditasi yang megah daripada tumpukan gulungan kuno yang berdebu dan hampir terlupakan oleh waktu.

Dia memeriksa sekeliling dengan seksama sebelum memasuki bangunan itu, memastikan bahwa tidak ada yang mengikutinya atau mengintai dari balik pepohonan yang rimbun di sekitar area perpustakaan, karena pengalaman lamanya sebagai agen intelijen mengajarkan bahwa pertemuan rahasia adalah momen paling rentan bagi seorang mata-mata untuk terjebak dalam perangkap yang telah disiapkan oleh musuh yang licik dan sabar menunggu kesempatan untuk menyerang dari arah yang tidak terduga.

[Peringatan: Tidak Ada Ancaman Terdeteksi dalam Radius 20 Meter. Area Aman untuk Pertemuan.]

Notifikasi sistem muncul di sudut pandangannya dengan huruf hijau yang menenangkan, dan Haneen menghela napas lega sebelum mendorong pintu kayu yang berderit pelan saat engselnya yang sudah berkarat bergesekan satu sama lain menghasilkan suara yang akan terdengar seperti teriakan di tengah keheningan malam yang mencekam ini.

Di dalam ruangan yang remang-remang itu, aroma kertas tua dan debu yang telah mengendap selama puluhan tahun menyerbu indra penciumannya, menciptakan suasana mistis yang seolah-olah membawa dia kembali ke masa lalu ketika perpustakaan-perpustakaan kuno di dunia sebelumnya masih menjadi tempat suci bagi para pencari pengetahuan. Yan Ling sudah ada di sana, duduk bersila di antara tumpukan gulungan yang berserakan di lantai kayu yang sudah lapuk, wajahnya yang pucat diterangi oleh cahaya bulan yang masuk melalui celah-celah jendela yang pecah.

"Aku datang sendirian," ucap Yan Ling tanpa menoleh, suaranya rendah namun jelas terdengar di tengah kesunyian perpustakaan. "Sesuai permintaanmu."

Haneen menutup pintu di belakangnya dengan pelan, lalu berjalan mendekati Yan Ling sambil tetap menjaga jarak yang aman. "Aku menghargai kepatuhanmu," jawab Haneen tenang sambil duduk di hadapan Yan Ling dengan posisi yang memungkinkan dia untuk melihat seluruh ruangan dan semua jalur keluar. "Sekarang, katakan padaku apa yang sebenarnya kau inginkan dari kematian Song Wei."

Yan Ling akhirnya menatap Haneen dengan mata yang tajam dan penuh dengan emosi yang sulit dibaca. "Song Wei mencuri teknik kultivasi milik keluargaku," ucap Yan Ling pelan, suaranya bergetar sedikit saat mengingat kembali kejadian yang telah menghancurkan reputasi dan masa depan keluarganya di sekte ini. "Teknik itu adalah warisan leluhur yang telah dijaga selama lima generasi, dan dia menggunakannya untuk naik pangkat menjadi murid inti sementara aku dan keluargaku dijauhi karena dianggap lemah."

Haneen mengangguk perlahan, mencerna informasi itu sambil menganalisis implikasinya terhadap posisinya di dalam sekte. "Dan kau ingin aku mengembalikan teknik itu?" tanya Haneen sambil memiringkan kepalanya sedikit, meskipun dia sudah tahu jawabannya karena barang-barang Song Wei sudah dia periksa dan tidak ada gulungan teknik kultivasi yang ditemukan di saku jubah merah itu.

"Aku ingin keadilan," koreksi Yan Ling tajam, tangannya mengepal erat di atas lututnya hingga buku-buku jarinya memutih. "Song Wei menghancurkan hidupku, dan sekarang dia mati tanpa pernah mempertanggungjawabkan kejahatannya. Aku hanya ingin tahu di mana teknik itu sekarang, dan siapa yang mungkin menyimpannya setelah kematiannya."

Haneen tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak mengandung kebahagiaan melainkan kalkulasi dingin. "Aku mungkin bisa membantumu," ucap Haneen pelan, suaranya hampir seperti bisikan. "Tapi ada harga yang harus kau bayar, dan harganya bukan batu spiritual atau pil kultivasi."

"Apa yang kau inginkan?" tanya Yan Ling curiga, matanya menyipit sedikit sambil tangannya tanpa sadar bergerak mendekati gagang pedang yang terselip di pinggangnya.

"Informasi," jawab Haneen singkat dan jelas. "Aku ingin kau menjadi mata dan telingaku di dalam sekte ini. Kau akan melaporkan semua gerakan mencurigakan, semua percakapan penting yang kau dengar, dan semua perubahan kekuasaan yang terjadi di antara para murid inti dan para tetua."

Yan Ling terdiam cukup lama, memproses permintaan Haneen. "Kau memintaku untuk menjadi mata-mata?" tanya Yan Ling akhirnya, suaranya bergetar sedikit antara kemarahan dan ketakutan.

"Aku memintamu untuk menjadi sekutu," koreksi Haneen tenang, tidak gentar sedikit pun oleh reaksi Yan Ling. "Kau ingin keadilan untuk keluargamu, dan aku ingin informasi untuk bertahan hidup. Kita bisa saling membantu tanpa harus mengorbankan prinsip atau loyalitas kita terhadap sekte."

Yan Ling menarik napas panjang yang perlahan dia hembuskan. "Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" tanya Yan Ling pelan, suaranya hampir seperti bisikan yang penuh dengan kerentanan.

"Kau tidak perlu mempercayaiku," jawab Haneen jujur, tidak mencoba untuk meyakinkan Yan Ling dengan janji-janji kosong. "Kau hanya perlu tahu bahwa kita memiliki musuh yang sama, dan musuh dari musuh adalah teman. Itu saja."

Yan Ling menatap Haneen dalam-dalam, seolah-olah mencoba untuk membaca jiwa dan niat sebenarnya dari gadis misterius di hadapannya itu. Akhirnya, setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, Yan Ling mengangguk perlahan.

"Aku setuju," ucap Yan Ling akhirnya, suaranya tegas meskipun masih ada getaran keraguan. "Tapi jika kau mengkhianatiku, aku akan memastikan bahwa rahasiamu terbongkar kepada seluruh sekte ini."

Haneen tersenyum, kali ini senyuman yang lebih tulus. "Aku tidak akan mengkhianatimu," janji Haneen tenang, matanya menatap lurus ke mata Yan Ling. "Karena aku tahu bahwa sekutu yang baik lebih berharga daripada musuh yang mati."

[Misi Selesai: Rekrut Aset Potensial. Yan Ling telah menjadi sekutu. Poin Informasi Ditambahkan: 2000 IP. Saldo Saat Ini: 3950 IP. Item Baru Terbuka: Alat Penyadap Canggih, Kamera Mini Tersembunyi, Pil Penghilang Jejak Aura.]

Notifikasi sistem muncul di pandangan Haneen, memberikan konfirmasi bahwa langkah pertamanya dalam membangun jaringan intelijen di dalam Sekte Pedang Langit telah berhasil dengan sempurna.

"Bagus," ucap Haneen sambil berdiri perlahan, merapikan jubahnya yang kusut. "Mulai besok, laporkan semua yang kau dengar tentang Song Wei dan teknik kultivasi keluargamu. Aku akan mencari tahu di mana barang-barangnya disimpan setelah kematiannya."

Yan Ling juga berdiri, wajahnya sedikit lebih cerah daripada saat pertama kali Haneen menemuinya di arena tadi siang. "Terima kasih," ucap Yan Ling pelan, suaranya hampir seperti bisikan yang penuh dengan rasa syukur.

"Jangan berterima kasih dulu," koreksi Haneen sambil berjalan menuju pintu. "Kita baru saja memulai. Perjalanan masih panjang, dan bahaya masih mengintai di setiap sudut yang gelap."

Haneen membuka pintu dan melangkah keluar ke dalam malam yang dingin, meninggalkan Yan Ling sendirian di perpustakaan tua yang berdebu itu dengan sejuta pertanyaan yang belum terjawab dan harapan baru yang mulai tumbuh di dalam hatinya. Dia tahu bahwa dari malam ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi, dan dia harus siap menghadapi konsekuensi dari pilihannya untuk bersekutu dengan gadis misterius yang mebawa rahasia-rahasia gelap dari dunia yang tidak bisa dia bayangkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Besambung…...

Jangn lupa like, komen dan share😁

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!