NovelToon NovelToon
Satu Malam Yang Merubah Ku

Satu Malam Yang Merubah Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Millea

Satu malam dalam keadaan mabuk berat, Permana merusak hidup seorang wanita yang bahkan tak ia kenal.

Wanita itu—Aaliyah, putri dari orang terpandang di kota London. Ia merasa bersalah sudah menodai wanita itu, sampai kata - kata yang di ucapkan oleh Aaliyah pada malam itu masih terus terngiang di kepala Praman.

“Bertaubatlah !! Kasihani orang tua mu. Aku tahu siapa dirimu sebenarnya.”

Sejak saat kejadian itu, Pramana. Merasa bersalah pada Aaliyah. meretakkan cintanya pada sang kekasih, mengguncang keyakinannya, dan menyeretnya pada pertanyaan terbesar:

mampukah ia menebus dosanya selama ini ia lakukan atau justru tenggelam dalam masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Millea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Hujan tipis menutupi jalanan dengan kabut basah. Pramana duduk di kursi kerjanya, pandangannya terpaku pada layar monitor, meski ia tidak benar-benar melihat angka atau grafik di depannya. Laporan keuangan klien besar menumpuk, rapat internal menunggu, tetapi pikirannya hanyalah satu: wanita itu.

Aaliyah.

Wajahnya, mata penuh kemarahan malam itu, kata-kata yang menusuk: “Bertaubatlah… kasihanilah orang tuamu. Aku tahu kamu seorang pria gay.”

Pramana menelan ludah, merasakan sesak di dada. Ia menghela napas panjang. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia selalu sadar siapa dirinya. Orientasi seksualnya jelas, hubungannya dengan Ethan selama hampir lebih dari dua tahun selalu baik - baik saja. Tapi setelah malam itu, satu kesalahan—satu tindakan mabuk yang tak terkendali—mengubah segalanya.

Ia tidak bisa berhenti memikirkan Aaliyah. Ia bahkan mulai mencari tahu siapa dia. Pramana meminta bantuan sahabat kuliahnya dulu untuk mencari tahu tentang wanita tersebut.

“ Yang bener aja, Pram. Kamu nyuruh aku mencari tahu tentang wanita itu. Tanpa  informasi jelas, seperti Nama saja kamu ngga tahu!! Aku harus mencari bagaimana ? " sungut sang sahabat kesel, ketika Pramana meminta bantuannya tanpa informasi yang jelas.

" Tolong aku, Sam. Aku harus cepat

mengetahui keberadaan wanita tersebut... "

" Ya... gimana caranya ? Kamu aja ngga tahu sama sekali informasi tentang wanita itu!! "

Pramana terdiam. Benar juga kata Sam kalo dirinya tidak tahu nama wanita itu siapa. Bagaimana ia mau mencari wanita itu.

---

Kebetulan malam ini Ethan berkunjung ke rumah Pramana untuk menemui sang kekasih disana.

Ethan menatap Pramana dari sofa dengan raut wajah khawatir. Mereka biasanya duduk berdua, menikmati sore dengan teh hangat. Namun kali ini, Pramana hanya memandang cangkirnya.

“Kau diam sekali hari ini,” kata Ethan lembut. “Ada yang salah?”

Aidan tersenyum tipis, memaksakan ketenangan. “Tidak apa-apa. Hanya… capek dari kerjaan.”

Ethan tidak puas. “Pram… kau bisa cerita padaku. Kau tahu itu.”

Pramana menunduk, menatap tangannya sendiri. Ia ingin mengaku, ingin membuka semua rahasia yang menumpuk. Tapi bayangan wanita malam itu sangat begitu kuat. Ia tidak bisa mengungkapkan satu kata pun tentang malam itu. Tidak sekarang. Dan Tidak akan pernah.

“Maaf, Ethan. Aku hanya perlu waktu.”

Ethan menatapnya lama, mencoba memahami. Ada cinta di mata Pramana, tetapi ada juga rasa frustrasi yang muncul. Mereka sudah hampir dua tahun lebih bersama, dan melihat Pramana menjauh perlahan membuat hati Ethan sakit.

“Baiklah,” jawab Ethan akhirnya. “Aku beri kau ruang, tapi jangan jauhi aku terlalu lama.”

" Kau tahu bukan, kalo aku sangat mencintai mu, lebih dari apa pun... " lanjut Ethan sambil menatap Pramana dengan lekat.

Pramana hanya mengangguk, merasa bersalah melihat wajah sang kekasih yang penuh cinta itu.

Setiap detik terasa seperti cambuk batin baginya kalo mengingat kejadian dua minggu lalu.

---

Sepanjang minggu itu, Pramana tidak bisa fokus. Di kantor, ia sering melamun, memandangi grafik saham, meninjau laporan keuangan, tapi pikirannya melayang kejadian di malam setelah kejadian pesta di hotel. Ia mencoba mencari petunjuk: wajahnya, namanya, bahkan kompleks tempat tinggalnya, Pramana cari.

Ia ingin menebus semua kesalahan malam

kelam itu pada wanita tersebut. Tatapan wajah penuh kebencian yang di berikan Aaliyah pagi itu, masih terekam jelas di kepala Pramana.

Ia membuka media sosial secara diam-diam, untuk mencoba mencari akun sosial media milik Aaliyah. Ia melihat beberapa wajah, beberapa nama, yang ia cari dengan asal. Tetapi tidak satu pun yang tepat. Setiap kali ia menatap wajah seorang perempuan, jantungnya berdegup kencang, pikirannya berputar: apakah ini dia?

Bukan, bukan wanita malam itu. Hanya wajah  wanita yang mirip saja dengan gadis waktu itu. Pramana mendesah frustasi sudah dua minggu ia terus terbenam dengan rasa penyesalan ini.

Pramana semakin gelisah. Setiap detik

bersama Ethan terasa seperti ujian. Saat Ethan tertawa, ia tersentak. Saat Ethan berbicara tentang rencana liburan, Pramana hanya bisa mengangguk, senyum terpaksa. Kata-kata Aaliyah terus berulang di kepalanya.

“Bertaubatlah… kasihanilah orang tuamu…”

---

Di lain tempat, Aaliyah tetap menjalani hari-harinya. Sebagai desainer interior, jadwalnya padat. Ia bertemu klien, meninjau lokasi proyek, memeriksa furnitur dan warna cat yang sesuai. Pekerjaan menuntut fokus, tetapi hatinya gelisah dan ketakutan. Ia tidak pernah berpikir Praman—pria yang menodainya malam itu—ia lah tetangga komplek yang merupakan pria sesuka sesama jenis.

Awalnya Aaliyah tak tahu kalo Pramana bertetangga dengannya. Yang ia tahu hanya tetangga yang dikenalnya sehari-hari hanya tetangga sebelah kanan dan kiri rumahnya saja. Karena anak - anak mereka merupakan teman Aaliyah semasa sekolah dasar sampai Sekolah menengah keatas.

Sedangkan Pramana, pria yang sudah menodai dirinya, Aaliyah melihat saat malam tahun baru satu tahun yang lalu. Ia melihat saat itu Pramana sedang berciuman mesrah dengan seorang pria di depan rumah pria itu.

" Dasar pria gila! Kaya ngga ada wanita saja, cipokan sama pria.. " celetuk sepupu Aaliyah yang saat itu sedang berlibur di kediamannya di Inggris.

" Kamu kenal dia, Al ? " tanya Sepupu Aaliyah yang lain.

" No. Aku baru melihat dia sekarang. Sepertinya orang baru pindah disini." Jawab Aaliyah sambil menatap sepasang pria yang masih asik berciuman disana.

" Kayanya yang satu orang Indonesia deh, seperti kita ? Baru yang satu bule. Ganteng - ganteng ko belok! Menggelikan ! "

" Akhir zaman, Nay. Padahal cewek - cewek di sini cantik dan seksi semua. Kenapa meraka tidak suka, ya ? "

" Orang punya kelain seksual, di kasih cewek secantik dan se-seksi apa pun pasti akan menolak dan tidak tertarik. " ujur Aaliyah, menatap jijik pada pemandangan di depannya tersebut.

Sedangkan orang yang di gibahin masih saja beradu saliva di halaman rumah, tanpa memperdulikan orang yang lewat di sekitarnya.

Mereka bertiga terus menggibah sepanjang jalan menuju kediaman Aaliyah berada. Jarak rumah Aaliyah dengan Pramana hanya berbeda empat rumah saja.

Sejak saat itu lah Aaliyah sering melihat Pramana bersikap mesrah dan manja dengan pria yang sama saat tahun baru waktu itu.

Pria yang selalu ia tatap jijik itu, malah yang telah merenggut kehormatannya dengan paksa. Kalo mengingat kejadian malam itu membuat Aaliyah merasa jijik pada tubuhnya sendiri dan menjadi

kenangan buruk yang tak akan pernah Aaliyah lupakan.

---

Sore hari, Pramana duduk di kafe dekat kantor. Ia memesan teh hitam, duduk di sudut, dan membuka laptop. Bukan untuk kerja, tapi untuk mencari informasi lebih lanjut tentang wanita malam itu. Sosial media ia jelejahi untuk mencari wajah yang sama persis dengan wanita tersebut.

Hatinya berdebar setiap kali menemukan kemungkinan. Ia menyadari satu hal: rasa bersalahnya kini bercampur dengan rasa ingin tahu. Ia ingin bertemu dengan wanita itu lagi ingin meminta maaf, ingin menebus perbuatannya. Namun ia juga takut.

Ketika Ethan menelepon, Pramana nyaris tidak menjawab. Hatinya berat, pikirannya kacau. Ethan menanyakan rencana akhir pekan, ingin menghabiskan waktu bersama. Tapi Pramana merasa tidak bisa, masih banyak rencana yang akan ia lakukan di hari libur nanti.

“Tidak bisa, Ethan. Aku… aku besok ada pekerjaan dadakan.”

Ethan menghela napas panjang. “Pram… kau mulai menjauh. Apa yang terjadi? Aku melihatmu berbeda beberapa hari ini. Tidak ada kata manis lagi yang kau berikan pada ku. "

Pramana menelan ludah dengan kasar. Ia tahu ia mulai membuat jarak pada Ethan sejak malam kejadian itu. Pramana tahu hubungannya dengan Ethan bisa retak karena rasa bersalah yang tak ia ungkapkan. Tapi ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Malam itu di hotel harus tetap menjadi rahasia yang harus ia tutupi dari siapa pun.

---

Hari demi hari berlalu. Pramana terus menyelidik, meski samar. Setiap langkahnya terasa seperti berjalan di atas tali tipis—antara dosa, rasa bersalah, dan keinginan untuk menebus. Setiap kali ia hampir menemukan sesuatu tentang Aaliyah, rasa takut mencengkeramnya: bagaimana jika dia membenciku lebih dari yang ia tunjukkan malam itu?

Ia tidak menyadari bahwa setiap pencarian

kecil, setiap detil yang ia kumpulkan, membuatnya semakin rapuh. Hubungannya dengan Ethan perlahan renggang. Ethan mencoba memahami, tetapi cinta pun memiliki batas.

Di sisi lain, Aaliyah tetap bersikap normal, ceria, tetap fokus pada pekerjaan dan hadapan orang di sekitarnya. Ia tidak tahu bahwa bayangan malam itu terus menghantui dirinya dan seseorang yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Ia tidak tahu bahwa rasa bersalahnya telah mengubah kehidupan Pramana, dan bahkan perlahan memengaruhi hubungannya dengan pacar yang ia cintai.

Tetapi Pramana tahu satu hal: ia harus menemukan Aaliyah. Ia tidak bisa terus hidup dengan rasa bersalah ini, tidak bisa terus menjauh dari cinta yang tulus dari Ethan tanpa menghadapi kenyataan.

Dan ia sadar, pencarian itu bukan hanya tentang menebus kesalahan. Itu juga tentang memahami dirinya sendiri, menghadapi dosa yang selama ini ia sembunyikan, dan mungkin… belajar untuk bertobat seperti wanita malam itu katakan.

Bersambung.....

1
Uthie
Coba mampir 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!