NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Hiruk pikuk kantin SMA Garuda saat jam istirahat terasa seperti raungan binatang buas bagi Cia. Aroma makanan yang bercampur keringat dan parfum menyesakkan dadanya. Ia benci keramaian, benci tatapan penasaran, dan benci merasa jadi pusat perhatian.

"Sepertinya kita jadi selebriti dadakan," gumam Varo, berusaha mencairkan suasana tegang. Ia memasang senyum menawannya, tapi Cia tahu bahwa di balik senyum itu, ia juga merasa tidak nyaman.

Cia mendengus. "Gue lebih suka jadi buronan daripada selebriti," balasnya ketus.

"Mau pesan apa?" tanya Varo, mengembalikan fokus Cia.

"Gue butuh sesuatu yang beda!" jawab Cia. "Lo pesen aja jus alpukat lo yang aneh itu. Gue mau nyari sesuatu yang lebih ... nendang."

Varo menghela napas. "Jangan bikin cacing lo masuk IGD, Cia. Inget misi kita."

Cia tak menjawab, melainkan menerobos antrean panjang di stan bakso. Siswa-siswa yang tadinya mengantre merengut tak terima.

"Woi! Antre!" seru seorang cowok berbadan tambun memasang wajah kesalnya.

Cia menoleh, menatap cowok itu dengan tatapan setajam silet. "Mau adu nyali?" tantangnya, suaranya rendah dan berbahaya.

Cowok itu menelan ludah dengan susah payah, lalu membuang muka. Cia melenggang maju, seolah tak terjadi apa-apa.

"Bang, bakso satu," ujarnya pada penjual bakso dengan nada tak sabar. "Cabainya semua yang ada. Kalo perlu, tambahin bubuk cabe setan."

Penjual bakso itu terkejut, tapi tak berani membantah. Tangannya sedikit gemetar saat meracik bakso pesanan Cia.

Selesai memesan bakso neraka, Cia menuju stan minuman dan memesan es teh jumbo dengan es batu segunung dan jus alpukat tanpa gula. Kombinasi yang absurd, hanya Cia yang mengerti.

Varo menunggunya di meja yang agak jauh, tapi tetap strategis untuk mengawasi Cia. Ia melihat bagaimana Cia menerobos antrian, bagaimana ia mengancam cowok berbadan gempal, dan bagaimana ia memesan bakso dengan cabe super pedas. Ia menggelengkan kepala. Cia memang selalu berhasil membuat masalah di mana pun ia berada.

Cia kembali ke meja dengan membawa nampan berisi bakso, es teh, dan jus alpukat. Ia duduk dan mulai menyantap baksonya dengan lahap, wajahnya memerah karena kepedasan. Sesekali ia menyesap jus alpukat untuk menetralkan rasa pedas, lalu meneguk es teh untuk mendinginkan tenggorokannya.

Saat Cia sedang asik menikmati baksonya, suasana kantin tiba-tiba berubah menjadi tegang. Sekelompok remaja cowok dengan penampilan sedikit berbeda dengan siswa lainnya memasuki kantin, dipimpin oleh Reno dan Viona.

Varo mendengus pelan. "Drama akan segera di mulai!" gumamnya pelan.

Viona menunjuk Cia dengan tatapan penuh kebencian. "Itu dia, Sayang! Cewek kampungan yang udah bikin aku malu tadi!" bisiknya sang kekasih.

Reno, menyeringai. Ia menghampiri meja Cia, diikuti oleh anak buahnya.

"Sepertinya ada yang cari perkara sama pacar gue," ujar Reno, suaranya lantang dan mengancam.

Cia mendongak, menatap Reno dengan tatapan datar. Ia masih mengunyah baksonya, seolah tak peduli dengan kehadiran mereka. Bagi Cia mereka hanya lalat pengganggu.

Reno tertawa sinis. "Berani juga lo," ujarnya. "Lo nggak tau gue siapa?"

"Nggak," balas Cia acuh. "Dan gue nggak mau tau."

Reno mengepalkan tangannya, wajahnya memerah. "Lo bener-bener cari mati," desisnya.

"Mungkin," balas Cia, mengangkat bahunya. "Atau mungkin, lo yang duluan mati."

Reno memberi kode pada anak buahnya. Mereka mengepung Cia, menghalangi setiap jalan keluar. Varo bersiap untuk turun tangan, tapi Cia mengangkat tangannya, memberi isyarat agar ia tenang.

"Gue kasih lo pilihan," ujar Reno, mendekatkan wajahnya ke wajah Cia. "Minta maaf sama Viona, dan gue janji lo bisa pergi dari sini tanpa kurang suatu apapun."

"Dalam kamus Cia tidak ada kata maaf buat sembarangan orang! Apa lagi buat nenek lam ...! Epzz pacar lo itu!" ujarnya, dengan nada mengejek tanpa getar sedikitpun.

"Tuh kan sayang! Emang tengil bangat tuh cewek. Sok berani dan sok cantik! Belum tahu aja dia, siapa kita! Baiknya langsung kita berikan pelajaran aja biar tahu diri tuh anak baru!" timpal Viona menyulutkan api amarah pada sang kekasih.

Reno mengusap wajahnya dengan kasar, matanya menyala siap menerkam Cia hidup-hidup. Dengan kode ia menyuruh anak buahnya untuk menyeret Cia keluar dari kantin namun belum sempat tangan menerima menyentuh kulit Cia tiga suara bariton terdengar menggelegar.

"Jangan berani menyentuhnya!" seru ketiganya bersamaan, menggema di seluruh kantin.

Semua mata tertuju pada sumber suara. Cia mengerutkan kening. Ia mengenali dua suara itu dengan sangat baik. Tapi suara ketiga ... terasa asing.

Di ambang pintu kantin, Vano berdiri dengan wajah sedingin es. Di sampingnya, Senja, si gadis misterius, berdiri kaku tanpa ekspresi.

Varo, dari sudut kiri Cia, memancarkan aura protektif. Senyum menawan yang bisanya melekat padanya seketika hilang, digantikan dengan tatapan dingin yang mengisyaratkan bahaya.

Dan dari belakang Cia, Aksa Alfarezi, sang ketua The Mavericks, terpopuler, tersenyum sinis. Tatapan matanya mengisyaratkan sesuatu hal yang tidak bisa ditarik kembali. Aksa terlahir dari keluarga terpandang, memiliki wajah bak dewa, kecerdasan di atas rata-rata dan kekuasaan tak terbatas.

Bisikan-bisik tetangga langsung memenuhi udara.

"Gila, siapa cowok itu? Tampan banget!"

"Kayak pernah lihat ... tunggu, bukannya dia mirip Varo, anak baru di kelas kita?"

"Jangan-jangan mereka kembar?"

"The Twins?! Nggak mungkin! SMA Garuda kedatangan pangeran kembar, kan?!"

"Lihat cewek di sebelahnya! Itu kan Senja! Kok bisa mereka bersama?"

"Nambah koleksi cowok keren nih! Sebelas dua belas lah sama capten basket kita Aksa dan tiga sahabatnya itu!"

"Aksa Alfarezi?! Ngapain dia belain anak baru?"

Reno, yang tadinya penuh percaya diri tertegun. Ia tak menyangka jika gadis tengil di hadapannya akan mendapat dukungan dari Aksa, dua anak baru yang belum ia tahu namanya. "Aksa?" gumam Reno, bingung sekaligus geram. "Kenapa kau ikut campur?"

Aksa menyeringai, melangkah maju mendekati Cia. "Gue nggak suka liat ada yang nge-bully cewek," ujarnya, menatap Cia dengan tatapan yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang. "Apalagi kalo cewek itu dia."

Vano walaupun sedikit penasaran dengan sosok Aksa yang tiba-tiba membela adiknya, kini ikut maju, sejajar dengan Aksa. “Dan gue tidak suka ketidakadilan,” lanjutnya dengan suara yang membuat bulu kuduk Reno meremang.

Varo tak ingin ketinggalan ia ikut mendekat kini tiga pria tampan bak oppa-oppa korea itu berdiri tengap di sisi Cia, bak bodyguard pribadi yang siap siaga di samping Nona mudanya.

"Ck! berani menyentuhnya siap-siap tinggal nama!" tambah Varo dengan tatapan elangnya.

"Menarik? Kenapa kalian peduli? Dan lo Aksa!Sejak kapan selera lo serendah ini?" ejek Reno, meremehkan Aksa.

Aksa tertawa. "Selera lo x yang rendahan! Kalau gue mah tinggi," balasnya. "Dia memenuhi semua kriteria gue."

Vano menatap Cia sekilas. Ia bingung mengapa adiknya bisa menarik perhatian se orang Aksa. Ia tidak pernah melihat Cia sebagai sosok yang menarik perhatian. Mungkin karena ia terlalu dekat dengan Cia, sehingga ia tidak bisa melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

"Cukup!" bentak Reno, amarahnya memuncak. "Gue nggak peduli siapa kalian. Gue cuma mau ngasih pelajaran sama cewek ini yang telah berani membuat cewek gue malu di depan umum."

"Lo yakin?" tantang Aksa, menyeringai. "Lo tau kan apa yang bakal terjadi kalo lo berani nganggu punya gue?"

Reno terdiam. Ia tahu betul apa yang akan terjadi jika ia berani melawan Aksa. The Mavericks akan menghancurkannya. Seperti sebelumnya.

Bersambung ....

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!