Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keseriusan Rangga
Setelah berpikir sejenak, pak Rinto pun akhirnya membuka suara
" Perusahaan itu sekarang milik Hana, jadi saya tidak bisa memutuskan hal itu. coba kamu bicarakan soal itu pada Hana, om hanya bisa menyerahkan semua padanya, keputusan ada di Hana" jawab Rinto
" Tapi ayah-"
" Ayah percaya padamu" ucapnya menatap sang Putri
Hana menatap wajah Rangga, disana ada sorot mata penuh pengharapan
" Berapa yang ingin kau tanamkan?" Tanya Hana pada rangga
" Sahamku tidak banyak, hanya dua puluh persen" jawabnya tertunduk
" Baiklah, aku setuju" jawab Hana setelah menatap ayahnya dengan yakin
" Benarkah? terima kasih sayang" ucapnya memeluk Hana tanpa sadar
" Maaf, aku terlalu bersemangat" ucap rangga melepas pelukannya setelah mendapat tatapan dari Rinto
" Lalu, apa rencanamu setelah itu?" Tanya rinto
" Aku akan menikahi Hana, om" jawabnya mantap
" Baiklah, saya setuju. Saya juga tak ingin kalian berlama-lama menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan" ucap Rinto
" Terima kasih Ayah" ucap Hana bahagia
" Kalian tidak mengajakku?" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Vira, yang baru saja datang
" Vira? kamu juga datang? Ayo masuk" tawar Hana
" Gimana kabar Ayah?" Tanyanya begitu masuk
" Ayah baik-baik saja, nak" jawabnya tersenyum
" Kalian akan menikah? kapan?" tanya Vira duduk di samping Rangga
" Tunggu saja kabar dari kami" jawab Rangga
" Lalu, siapa gadis itu?" tanya Vira menunjuk ke arah Mayang
" Dia Mayang, adikku. kamu masih ingat kan?" ucap Hana
" Mayang? oh,, yang ibunya tukang selingkuh itu, ya?" ucap Vita tanpa menjaga perasaan Mayang
" Kalau begitu ayah akan masuk, kalian lanjutkan pembicaraan kalian" ucap Rinto kembali melangkah ke kamarnya
" Untuk apa kau kembali? apa ibumu yang ingin kau kembali setelah mendengar kabar Hana dan ayahnya telah sukses?" ucap Vira
" Tidak, aku, aku -"
" Vira, kenapa kau bicara seperti itu? dia adikku, dan dia juga baik kok" ucap Hana
" Maafkan aku, aku hanya kesal saja melihatnya. apalagi mengingat perbuatan ibunya padamu dan ayah" jawab vira
" Tapi saat itu dia masih kecil, dia belum mengerti apa-apa" ucap Hana membela mayang
" Kamu memang terlalu baik" ucap vira
" Oiya ada keperluan apa kau kemari?" Tanya Hana pada Vita begitu Mayang kembali ke dalam
" Aku hanya ingin bertemu kalian. apalagi aku dengar Rangga mau datang kemari, makanya aku langsung menemuimu. udah lama juga kita gak ngumpul bertiga seperti ini" jawabnya
" Dari mana kau tahu kalau Rangga akan datang?"
" Aku, aku tahu dari Rangga, iya kan?" Ucap Vira menatap rangga
" Iya sayang, aku memang memberitahunya saat tadi dia menghubungiku" jawab Rangga menggenggam jemari hana
Setelah mereka puas bercengkrama dan bercanda, akhirnya Vira pulang lebih dulu. kini hanya ada Hana dan Rangga di sana. namun, tak lama Rangga mendapat sebuah panggilan telepon dan dia pun segera berpamitan
********
Beberapa minggu kemudian
Hana baru saja bangun pagi itu, dia segera mandi dan berkemas untuk ke kantor. tak lupa kacamata yang selalu menempel di wajahnya. begitu dia keluar kamar, hidungnya mencium bau masakan yang sedap. dia pun segera bergegas ke ruang makan
" Selamat pagi kak, ayo sarapan dulu" tawar mayang
" Wangi masakan apa ini? kenapa tercium sedap sekali?" Tanya Hana
" Aku sengaja menyiapkan untuk kak Hana dan ayah"
" Jadi kamu yang buat? pasti enak nih" ucap Hana tak sabar untuk mencicipinya
" Coba dulu Kak, aku akan panggilkan Ayah" ucapnya berlalu
Tak lama Mayang dan Pak Rinto datang, mereka duduk di kursi. Mayang menuangkan sesendok nasi ke piring Pak Rinto
" Silakan makan ayah" ucapnya
Hana tersenyum dengan sikap manis Mayang. sementara ayahnya hanya terdiam, dia memang masih belum bisa menerima Mayang seutuhnya. Hanya saja, karena keinginan hana makanya dia ikut
" Wah enak sekali masakan kamu, Mayang" ucap Hana jujur
" Kakak bisa aja" jawab Mayang tersipu
" Serius, aku gak bohong" ucap Hana lagi
" Iya deh, makasih Kak"
" Hana, gimana dengan perusahaanmu?' tanya Pak Rinto memotong percakapan mereka
" Nanti saja kita bicarakan ayah, setelah ini aku ingin bicara pada ayah. sekarang Ayah makan saja dulu" ucapnya tersenyum
Setelah menghabiskan sarapannya, Hana dan ayahnya duduk di ruang keluarga
" Ayah, semenjak Rangga bergabung dengan perusahaan kita, aku lihat perusahaan kita makin maju" ucapnya membuka suara
" Benarkah?"
" Iya Ayah, aku berencana akan menjadikannya general manager. apa Ayah setuju?"
" Apa kata orang-orang kantor? apa mereka setuju denganmu?" Tanya rinto
" Aku ingin mengadakan rapat setelah mendapat persetujuan ayah" jawabnya
" Baiklah, ayah akan menghubungi Pak Widodo. ayah akan mendengar secara langsung darinya" ucapnya menekan nomor Widodo
Tak lama setelah menghubungi Dodo, Rinto pun kembali membuka suara
" Baiklah, ayah sudah mendengar langsung dari widodo. Dan dia juga mengatakan jika keberadaan Rangga di sana sedikit berpengaruh" ucap Rinto
" Jadi gimana ayah? Apa ayah setuju?" Tanya Hana penasaran
" Jika kau setuju, ayah juga akan beri dia posisi itu. tapi apa dia bisa dipercaya?"
" Aku yakin Rangga bisa dipercaya, ayah"
" Berangkatlah nak, mintalah dia segera menikahimu setelah dia berhasil menjadi general manager" pintanya
" Terima kasih Ayah, aku berangkat sekarang" ucapnya mencium ayahnya dan beranjak keluar
" Kak Hana..." teriak Mayang
" Ya, ada apa?"
" Ponsel kak hana ketinggalan" ucap Mayang sedikit berlari dan memberikan ponsel pada Hana
" Astaga, kenapa aku bisa lupa begini. makasih ya, aku titip Ayah" ucapnya kemudian berlalu
Setelah mobil yang dikemudikan Hana sudah tak terlihat, Mayang kembali masuk. namun langkah terhenti saat Rinto memanggilnya
" Mayang, apa kau tak ingin bekerja seperti Hana? atau apa kau ingin melakukan sesuatu?" Ucap rinto
" Aku, aku ingin. tidak ayah, aku tidak menginginkan apapun" ucapnya kemudian
" Katakan saja"
" Tapi aku belum yakin ayah, nanti saja ketika aku benar-benar yakin aku pasti akan memberitahu ayah" jawabnya
" Baiklah" jawab Rinto bangkit dari duduknya dan melangkah kembali ke kamarnya
_______
Tiga bulan pun berlalu
Perusahaan Santoso kini semakin maju karena usaha keras mereka. apalagi Rangga selalu berhasil memenangkan tender atau apapun itu
Siang itu Rangga mengajak hana untuk makan di kantin yang memang tersedia di sana
" Sayang, aku ingin segera menikah denganmu. aku sudah buktikan pada ayahmu, jadi sudah waktunya kita melaksanakan pernikahan" ucapnya
" Aku akan bicara pada Ayah" jawab Hana
" Tidak, aku sendiri yang akan bicara langsung pada ayahmu"
" Kapan rencananya kau akan menemui ayah?"
" Malam ini juga, aku akan datang. aku ingin pernikahan kita dipercepat, aku sudah tak sabar ingin bersamamu" ucapnya menggenggam tangan Hana
" Kamu serius?"
" Iya, pokoknya malam ini kamu harus menungguku"
" Baiklah, aku pasti akan menunggumu" jawab Hana tersenyum
Setelah menghabiskan makanannya, mereka pun ingin kembali ke kantor. mereka melangkah beriringan. namun, suara-suara bisikan para karyawan terdengar hingga di telinga Rangga dan membuatnya sedikit tak nyaman
" Penampilannya, sangat norak mana ada yang percaya jika dia ceo kita"
" Pria setampan itu punya tipe gadis sejelek itu"
" Mungkin pria itu hanya ingin hartanya saja"
" Kacamatanya sungguh sangat mengganggu"
" Apa dia tak bisa berpenampilan lebih baik lagi"
Terdengar bisik-bisik dari beberapa orang dari sana
Sayang kamu duluan, ya aku masih ingin ke toilet" ucap Rangga mencari alasan
" Iya, aku akan kembali ke ruanganku" jawab Hana melangkah lebih dulu
Rangga kembali melangkah masuk dan menghampiri beberapa orang yang tadi membicarakan dirinya dan Hana
" Apa maksud kalian berbicara seperti itu?" Ucapnya terlihat tak bersahabat
" Maafkan kami, pak" ucap mereka
" Kalian pikir, kalian lebih bagus dari Hana? ingat dia itu atasan kalian, masih baik dia tak memecat kalian. apa kalian mau aku laporkan karena mengatakan hal buruk tentangnya?" Ancamnya
" Tidak Pak, maafkan kami"
" Awas aja kalau sekali lagi aku mendengar kalian membicarakan kekasihku' ucapnya tak suka
Tanpa dia tahu, bahwa sikapnya barusan di ketahui oleh Hana, hingga membuat Hana semakin yakin untuk menikah dengannya