NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : kelicikan Jeremy

“Kau mengantuk ??”

“Hmm sedikit..”

“Baiklah, aku akan mengantarkanmu ke rumah, ini sudah malam.”

Sherly menyandarkan tubuhnya pada kursi sofa mobil yang terasa sangat empuk, aroma lembut yang menenangkan dari mobil Jeremy, membuat matanya terasa semakin berat. Apalagi Jeremy menyalakan AC di mobilnya, membuat suasana semakin membuat Sherly merasa berat, hingga wanita itu menutup matanya berfikir jika itu akan menghilangkan rasa kantuknya.

“Sherly.. Dimana alamat rumahmu.. ??”

Jeremy menoleh mendapati Sherly yang mulai tertidur dengan lelap. Lelaki itu kemudian perlahan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, dan menghentikan laju mobilnya. Jeremy kemudian menundukkan tubuhnya mendekati Sherly yang masih setia menutup matanya.

“Sherly.. Sher..” Jeremy menggoyangkan bahu Sherly secara perlahan, wanita itu tetap tertidur dengan pulas. Seketika Jeremy menyeringai puas, tangannya kemudian membawa wajah Sherly menatap ke arahnya.

“Cepat sekali reaksi obat dariku, sayang~” Ujar Jeremy dengan senang, dia kemudian mengecup bibir Sherly sekilas.

“Aku akan membawamu pulang.. Ke rumah kita~” Jeremy tertawa kecil, saat menyadari Sherly mulai masuk ke dalam perangkapnya.

Jeremy menarik, dan menegakkan tubuhnya di kursi sopir. Dan mulai menginjak pedal gas secara perlahan, membawa Sherly ke tempat yang berbeda. Dengan bersenandung kecil, Jeremy terlihat senang, otaknya di penuhi banyak rencana kepada Sherly, entah apakah itu rencana yang baik ataukah jahat ?? Kita lihat saja ke depannya.

 

...

 

Jeremy menaruh Sherly di atas tempat tidurnya, lelaki itu bisa melihat wajah indah yang terkena cahaya rembulan dari jendela. Mata Light Hazel itu terlihat sangat menikmati pemandangan di depannya, terlebih matanya bisa menatap wanita yang sangat dia cintai di hadapannya.

“Seandainya kau tidak menikahi Vincent br*ngsek itu.. Aku bisa memilikimu, bidadariku~” Ujar Jeremy, seakan berbicara pada Sherly masih setia menutup matanya. Hingga pandangan Jeremy menurun pada bagian tubuh Sherly yang masih tertutupi dengan pakaian.

Ah sialan !! Jeremy meneguk salivanya, melihat tubuh indah dengan bentuk yang begitu menyenangkan bagi para kaum adam. Pegunungan besar itu tertutupi dengan kain, tapi tetap menonjol. Bagian pinggulnya yang lebar, astaga Jeremy harus menahan dirinya sendiri.

“Sh*t !! How sexy you’re !! D*mn !! I can’t hold this !!” Jeremy menggeram menahan dirinya, dari sebuah pemandangan yang terus memancing hawa n*fsu.

Jeremy kembali mengamati ke bagian wajah Sherly, hingga matanya tertuju pada bibir merah muda, dengan bentuk mungil dan indah. Bibir itu bergerak perlahan seakan mengundang Jeremy untuk mencicipinya. Demi Tuhan !! Jeremy tidak bisa menahan dirinya lagi.

Jeremy mendekati wajah Sherly, memiringkan kepalanya, dan menyatukan bibirnya pada Sherly, seakan menyatukan dua potongan puzzle. Sentuhan itu tidak membuat Sherly terusik pada tidurnya, hingga Jeremy bergerak semakin dalam. Tangannya mulai memasuki pakaian Sherly dan bermain-main dengan menelusuri tubuh indah di balik kain.

Sentuhan yang semakin dalam, akhirnya mengusik Sherly dalam tidurnya, wanita itu mulai menggerakkan tubuhnya dan kedua tangannya. Jeremy merasakan gerakan kecil itu, dia kemudian melepaskan c**m*n b*b*r itu secara tidak rela, tapi demi menjerat Sherly semakin dalam. Jeremy harus memainkan perannya sendiri, tangannya pun di tarik keluar dari pakaian.

Sherly mulai menggerakkan tangannya dan menggenggam tangan Jeremy yang berada di sampingnya, wanita itu membuka matanya secara perlahan, dan melihat wajah Jeremy yang begitu dekat dengannya.

“Eh ?? Je.. Jeremy ??”

Jeremy memasang wajah tersenyum ramah, “Sudah bangun ?? Ah maafkan aku, karena kau tertidur. Aku tidak tahu alamat rumahmu, jadi aku membawamu ke rumahku.” Ujar Jeremy menjelaskan dengan sedikit tidak enak.

Sherly merasakan tubuhnya sedikit panas, entah apakah karena di kamar itu tidak ada AC atau apa. Sherly memandang ke arah Jeremy, di depannya. Entah kenapa cahaya rembulan dari jendela yang mengenai wajah Jeremy, justru membuat lelaki itu terlihat lebih tampan dari biasanya. Sherly menggelengkan kepalanya perlahan, untuk menghilang pikiran nakalnya.

“Tidurlah di atas kasur, aku akan tidur di sofa.” Ujar Jeremy kemudian mulai turun dari atas kasur. Entah kenapa, saat lelaki itu mulai menjauhinya, Sherly justru merasa kecewa.

Eh ?? Apa yang Sherly pikirkan ?!

Seharusnya perasaan karakter utama membuatku merasa takut jika berdekatan dengan Jeremy, kenapa.. Aku malah merasa tidak suka saat dia menjauhiku ?? Batin Sherly penuh tanda tanya, dirinya juga seharusnya terus memikirkan Vincent yang enggan pulang ke rumah, tapi disini..

Sherly malah tidak memiliki perasaan apapun kepada Vincent, bahkan tidak memperdulikan suaminya (dinovel) dan malah merasa nyaman saat sendiri. Apakah jiwanya hanya merasuki tubuh ini tanpa perasaan apapun dari si tokoh utama yang asli ??

Itu bagus, aku bisa bertingkah acuh pada lelaki pecundang yang hanya bisa berselingkuh itu !! Batin Sherly dengan kesal, dari antara banyak novel, mungkin disinilah dirinya justru membenci ML (pasangan tokoh utama), yaitu Vincent.

Sherly mendengarkan sebuah suara senandung dari dalam kamar mandi. Ada rasa penasaran dari dalam hati Sherly, meskipun dirinya sudah tahu jika itu adalah Jeremy.

Ah, Sherly lupa.. Dirinya di tubuh perempuan dewasa, sudah pasti ada sesuatu yang berbeda jika bersentuhan dengan lawan jenis, tapi.. Bukankah dirinya baru bangun tidur ?? Entahlah, sebuah sensasi itu terus mendorong Sherly untuk bangkit dari kasurnya.

Dengan melangkah secara perlahan Sherly kemudian mengarah pada kamar mandi yang berada di dalam kamar itu juga, cahaya lampu dari kamar mandi seakan menjadi satu-satunya pencahayaan karena kamar itu gelap, Jeremy sengaja mematikan lampunya dan membiarkan cahaya rembulan sebagai gantinya.

Sherly melihat pintu kamar mandi di depannya tidak tertutup dengan rapat. Sherly yang berdiri di depan pintu, mengulurkan tangannya hendak membuka, tapi sebelum tangannya berhasil menyentuh benda persegi panjang itu, secara tiba-tiba pintu berwarna biru terbuka, dan menampilkan sosok Jeremy dengan rambut basah, tanpa menggunakan pakaian, dan bagian bawahnya masih menggunakan celana panjang.

“Sherly.. ?? Aku pikir kau sudah tidur ??” Jeremy sedikit terkejut melihat Sherly di depannya.

Sementara wanita itu justru fokus menatap ke arah dada kotak dan bidang, serta kotak enam yang dilengkapi dengan beberapa tato. Sherly tidak tahu, apakah akal sehatnya tidak berjalan saat ini, karena tangannya secara langsung menyentuh perut berkotak enam milik Jeremy.

Melihat tingkah Sherly, membuat Jeremy tersenyum miring, terlebih tangan kecil itu perlahan bergerak membelai perutnya, membuat sensasi terasa bagi lelaki itu.

“Kau nakal, Sherly~” Ujar Jeremy terkekeh pelan.

“Kau mau menyentuhnya lebih lagi, sayang~ ?? Aku akan memberikannya kepadamu.” Lanjut Jeremy dengan nada nakalnya, dan tanpa di sadari, wanita itu menganggukkan kepalanya perlahan.

“Otot perutmu.. Benar-benar keras dan bidang..”

“Dan ini akan menjadi milikmu, setiap malam, sayang~”

Sherly sudah kehilangan akalnya, kehilangan kesadarannya untuk saat ini. Apakah ini yang di sebut kenikmatan dosa ?? Atau perasaan yang tertunda antara dua pihak yang akhirnya menimbulkan sebuah pengkhianatan ??

🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!