NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

Kediaman Utama Hersa – 07.00 WIB

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela besar ruang makan keluarga Hersa. Aroma roti panggang dan kopi Arabika memenuhi udara, menciptakan suasana yang seharusnya damai. Mutiara sedang sibuk menata buah-buahan segar, sementara Ivander dan Azlan sudah duduk rapi dengan tablet bisnis di tangan masing-masing. Nalea, yang mengenakan pakaian santai, tampak menikmati menu sarapan pagi khas masakan ibunya.

Namun, ada satu kursi yang kosong. Kursi Zavian.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang terburu-buru dari arah tangga. Zavian turun dengan setelan jas yang sudah rapi, namun matanya terus berpendar mencari seseorang. Wajahnya tampak sedikit lebih cerah dibandingkan semalam, meski lingkaran hitam di bawah matanya belum sepenuhnya hilang.

"Lea, Grace mana? Apa dia belum turun?" tanya Zavian langsung, bahkan sebelum ia sampai di meja makan.

Nalea menghentikan suapannya sejenak. Ia melirik Azlan yang hanya mengangkat bahu. Nalea tahu kondisi sebenarnya, Grace subuh tadi sempat menggigil karena demam parah akibat luka lebam di punggungnya yang meradang. Karin dan tim medis internal Blackrats sedang merawatnya di markas. Namun, Nalea sudah berjanji pada Grace untuk tutup mulut.

"Ah, Grace. Dia sudah pergi sejak subuh tadi, Kak. Ada keperluan mendadak di pelabuhan, katanya ada masalah logistik yang harus dia cek sendiri," dusta Nalea dengan nada sedatar mungkin.

Zavian mengepalkan tangannya di samping tubuh. Rasa kecewa langsung menjalari dadanya. Padahal, semalam setelah momen nasi goreng itu, ia sudah berencana ingin mengajak Grace ke mall hari ini untuk membelikan ponsel terbaru sebagai kejutan.

"Subuh? Kenapa dia tidak pamit padaku?" gumam Zavian, lebih kepada dirinya sendiri.

"Kak... duduk dulu. Ayo kita sarapan bersama. Mama sudah buatkan omelet kesukaanmu," ajak Nalea berusaha mencairkan suasana.

"Tidak perlu, Lea. Kakak berangkat ke kantor saja. Sedang tidak nafsu untuk sarapan. Apalagi pekerjaan di kantor sangat banyak karena ulah overtime kalian kemarin," sindir Zavian dingin.

Ia berbalik dan melangkah pergi begitu saja tanpa pamit pada orang tuanya. Mutiara hanya bisa menghela napas panjang, sementara Ivander menatap kepergian putra sulungnya dengan tatapan prihatin.

"Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu harus berbohong tentang kondisi Grace, Lea?" tanya Azlan setelah Zavian benar-benar pergi.

Nalea meletakkan garpunya, wajahnya berubah serius. "Ini permintaan Grace, Kak Azlan. Dia tidak ingin membuat Kak Vian terlalu khawatir dan berakhir dengan drama kemarahan. Kak Azlan tahu sendiri sifat Kak Vian seperti apa jika melihat Grace terluka sedikit saja. Grace sedang tidak ingin bertengkar, dia butuh ketenangan untuk pulih."

Azlan mengangguk paham. "Tapi menyembunyikan kebenaran dari pria seposesif Zavian itu seperti menyimpan bom waktu, Lea. Begitu dia tahu, ledakannya akan dua kali lipat lebih dahsyat."

Tak berselang lama, deru mobil Kayzo terdengar di depan rumah. Kayzo datang untuk menjemput Nalea mengantarkannya ke tempat les dan beberapa agenda sosial. Kesibukan pagi itu pun dimulai, meninggalkan rumah yang kembali sepi, namun menyimpan rahasia yang menyesakkan.

Kantor Hersa Group

Zavian tiba di lobi kantor dengan langkah yang menghentak. Semua karyawan yang berpapasan dengannya menunduk dalam, tidak berani menyapa karena aura gelap yang dipancarkan sang CEO muda itu.

"Siapkan meeting. Saya ingin mendengar laporan masing-masing departemen. Satu jam kemudian kita mulai," ucapnya tajam pada Fitria yang baru saja meletakkan tasnya di meja kerja.

"S-siap Pak," jawab Fitria sedikit tersentak. Dalam hatinya, Fitria mengumpat. Seharusnya ia mendengarkan saran Azlan semalam untuk mengambil cuti atau datang terlambat hari ini. Bosnya sedang dalam mode "penghancur".

Dua jam rapat berlangsung dengan suasana yang sangat membosankan dan penuh ketegangan bagi para staf. Zavian duduk di kepala meja dengan wajah masam, menatap setiap presentasi seolah-olah sedang mencari mangsa.

"Target penjualan ritel hanya naik dua persen? Apa kalian melakukan riset pasar sambil tidur?" Zavian melemparkan bolpoinnya ke meja.

Kepala Departemen Penjualan menunduk gemetar. "Pak, masalahnya ada pada distribusi di kawasan barat yang sering terhambat oleh—"

"Saya tidak butuh alasan! Saya butuh angka!" potong Zavian ketus.

Tiba-tiba, pintu ruang rapat diketuk dengan keras dari luar. TOK! TOK! TOK!

"Maaf mengganggu, Pak Zavian. Gawat, Pak!"

Zavian menoleh dengan tatapan yang bisa membunuh. "Ada apa? Kamu sudah mengganggu rapat penting ini. Sebaiknya kamu bicara hal yang sangat penting sebelum saya memutuskan status pekerjaanmu."

Seorang staf penjualan muda dengan napas terengah-engah menelan ludah dengan susah payah. "Kantor pemasaran kita yang ada di kawasan Timur didatangi beberapa preman, Pak. Mereka meminta uang keamanan yang cukup besar. Bahkan mereka mengancam para staf akan menghancurkan kantor jika tidak segera dibayar."

Zavian mengernyitkan alis. "Lalu dari pihak pengelola atau keamanan setempat tidak ada tindakan?"

"Kami sudah meminta tolong pada pihak security kawasan, Pak. Tetapi mereka justru menyarankan kami untuk memberikan saja uang keamanan itu. Katanya, mereka kelompok preman yang paling berkuasa di wilayah tersebut dan pihak keamanan pun enggan berurusan dengan mereka."

Zavian tertawa sinis, sebuah tawa yang meremehkan. "Bagaimana bisa mereka tidak bertanggung jawab atas aset penyewa? Benar-benar tidak kompeten."

Ia berdiri dari kursinya. "Rapat dibubarkan! Untuk kalian yang laporannya masih seperti karangan anak SMP, saya tunggu revisinya sampai besok siang. Jika tidak sanggup, silakan ajukan surat pengunduran diri hari ini juga!"

Tanpa menunggu jawaban, Zavian keluar ruangan dan menuju lift, diikuti oleh staf yang melapor tadi. Amarahnya kini menemukan objek pelampiasan yang nyata.

Kantor Pemasaran Kawasan Timur – 11.30 WIB

Di sepanjang perjalanan, Zavian terus mengumpat. Ia merasa martabat perusahaannya sedang diinjak-injak oleh sampah jalanan.

"Apa mereka tidak tahu siapa pemilik gedung ini? Apa mereka tidak tahu jika aku ini kakak kandung dari pimpinan Blackrats? Berani-beraninya tikus selokan itu membuat ulah di wilayahku," gerutu Zavian.

Di tengah jalan, Zavian mengambil ponselnya dan menelepon Nalea.

"Lea! Kirimkan beberapa orangmu ke kantor pemasaran Timur sekarang juga. Ada kecoa jalanan yang minta uang keamanan. Aku akan ke sana sekarang. Aku ingin mereka melihat bahwa aku bukan orang yang bisa diusik!" ucap Zavian tanpa menunggu jawaban dari adiknya, lalu mematikan telepon.

Sesampainya di lokasi, pemandangan di dalam kantor pemasaran sudah kacau balau. Empat orang pria bertampang sangar sedang berdiri di tengah ruangan. Pemimpin mereka, seorang pria dengan bekas luka parut memanjang dari kening hingga pipi kanan, yang dikenal dengan nama Codet, tengah duduk di atas meja staf sambil memainkan pisau lipat.

"Cepat berikan uang keamanan jika tempat ini ingin aman! Kenapa kalian sulit sekali mengeluarkan uang segitu, hah!" bentak Codet pada seorang manajer pemasaran yang ketakutan.

"Ruko-ruko lain nggak banyak cingcong, mereka langsung kasih tanpa drama. Tapi kalian benar-benar membuang waktu kami!" seru Mamat, anak buahnya yang bertubuh kurus namun bermata liar.

"Ka-kami harus lapor dulu kepada atasan, Pak..." staf tersebut mencoba beralasan dengan suara bergetar.

"Halah! Lima juta doang pakai acara lapor-lapor! Itu uang kecil buat kantor semewah ini! Jangan bikin kami hilang kesabaran!"

BRAK! PRANK! BUGH!

Atas kode dari Codet, dua anak buah lainnya, Bedog dan Decco, mulai menghancurkan barang-barang. Kursi tamu dilempar, pot tanaman pecah berkeping-keping, bahkan sebuah laptop staf dibanting ke lantai hingga hancur.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN, BRENGSEK!" teriakan Zavian menggema dari ambang pintu.

Keempat preman itu menoleh serentak. Mereka memasang senyum culas saat melihat pria dengan setelan jas mahal berdiri di depan mereka.

"Wah, wah... kamu siapa, Anak Muda? Bos mereka? Bagus kalau begitu," ucap Codet sambil turun dari meja dengan gaya angkuh. "Sekarang berikan kami uang keamanan lima juta per bulan. Ah, tidak-tidak... karena kamu membuat waktu kami terbuang sia-sia dan berteriak padaku, harganya naik jadi dua puluh juta!"

"Dua puluh juta? Jangan harap. Satu rupiah pun tidak akan saya berikan kepada sampah seperti kalian!" tantang Zavian. Semua staf di sana menahan napas, mereka sangat khawatir bos mereka akan terluka.

Wajah Codet berubah masam, sorot matanya menajam. "Kamu ingin menantang kami? Jangan coba mencari ribut, apa kamu tidak kenal siapa penguasa di sini, hah?"

"Cih, siapa kalian sangat tidak penting. Hanya tikus-tikus jalanan yang liar dan tidak tahu aturan. Bukannya mencari pekerjaan yang halal, justru melakukan pemalakan," sindir Zavian tanpa rasa takut sedikit pun.

Codet mengeluarkan sebatang cerutu murahan, membakarnya, lalu mengembuskan asapnya tepat ke wajah Zavian. Ia kemudian mengibas-ngibaskan jas Zavian dengan tangannya, seolah sedang membersihkan debu yang menempel, namun dengan gerakan yang sangat menghina.

"Hei, Anak Muda... keberanianmu cukup bagus, tapi sayang kamu salah posisi. Setelah ini jangan harap hidupmu akan normal," bisik Codet penuh ancaman.

"Apa kalian benar-benar tidak tahu siapa saya?" Zavian menepis tangan Codet dengan kasar.

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!