NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melanjutkan perjalanan

Seminggu berlalu.

Xu Hao membuka matanya. Cahaya ungu berpendar dari kedua matanya, lebih redup dari sebelumnya tapi lebih stabil. Ia menyentuh dahinya. Enam bintang terlihat jelas. Dewa Bumi bintang enam. Jauh lebih rendah dari sebelumnya, tapi fondasinya sangat padat. Jauh lebih padat dari sebelumnya. Kualitas kultivasinya meningkat meskipun kuantitasnya turun.

Ia berdiri. Tubuhnya terasa ringan, meskipun kekuatannya berkurang.

Wanita ular itu juga membuka matanya. Ia menatap Xu Hao dengan tatapan berbeda.

Xu Hao menatapnya tajam. "Sekarang katakan. Apa yang kau inginkan?"

Wanita ular itu terdiam. Matanya menghindar sebentar, lalu kembali menatap Xu Hao. Ada rasa ragu di wajahnya.

"Sebelumnya," katanya pelan, "aku menunjukkan mu pecahan jiwa itu hanya karena penasaran saja, karena ingin melihat reaksi mu. Dan perlu di ketahui, aku menyimpan jiwa itu hanya karena butuh teman. Melihat wanita seperti dia, meskipun tidak bisa bicara, cukup menemaniku yang biasanya hidup sendiri."

Ia berhenti, mengambil nafas.

"Dan tujuan utamaku... jujur saja hanya untuk merasakan dirimu."

Xu Hao menatap tajam. Matanya dingin, tapi tidak ada amarah di sana. Hanya pertanyaan.

"Aku berterima kasih meskipun itu bukan niatmu. Tapi aku tidak tahu maksud dari perkataan terakhirmu."

Wanita ular itu menghela nafas panjang. Bahunya turun, ekspresinya berubah putus asa.

"Baiklah, begini saja."

Ia menatap Xu Hao dalam-dalam.

"Sebelumnya aku mendatangimu karena merasa sangat lapar. Tubuhmu adalah makanan yang bagus untukku. Energi ilahi di dalam tubuhmu sangat istimewa, berbeda dari Dewa Bumi lainnya. Aku bisa merasakannya dari kejauhan. Itu sebabnya aku datang."

Xu Hao diam, mendengarkan.

"Tapi karena kau ternyata dekat dengan gadis itu, baiklah aku urungkan niatku. Aku tidak bisa memakan orang yang dicintai oleh penghuni tetap rumahku, meskipun dia hanya pecahan jiwa. Itu akan melanggar prinsipku."

Ia mengulurkan tangannya.

"Sebagai gantinya, serahkan semua kristal ilahi milikmu. Jika banyak, aku bisa tenang mengkonsumsi kristal ilahi dan tidur panjang. Itu lebih baik daripada berburu dan berisiko bertemu makhluk gila sepertimu."

Xu Hao menghela nafas. Ia mengibaskan lengannya. Satu kantong melayang dari cincin penyimpanannya menuju wanita ular itu. Kantong itu berisi lima puluh ribu kristal ilahi, campuran rendah dan tinggi. Pemberian Zhang Hu.

Wanita ular itu menangkap kantong itu. Ia membukanya, matanya langsung berbinar. Kristal-kristal itu memancarkan cahaya indah, memantul di matanya yang emas.

"Baiklah, ini sudah lebih dari cukup. Sekarang kau bisa pergi."

Xu Hao tidak segera bergerak. Ia masih menatap wanita itu.

"Ada lagi informasi tentang pecahan jiwa yang kau tutup-tutupi?"

Wanita ular itu menggeleng. Matanya jujur, tidak ada kebohongan di sana.

Xu Hao menghela nafas. Ia berbalik, melangkah meninggalkan ruangan itu. Langkahnya mantap meskipun kultivasinya turun.

 

Di luar goa, Xu Hao kembali berada di tengah jurang yang gelap. Kabut hitam masih bergulung di mana-mana. Tekanan kesengsaraan masih terasa berat. Namun kini ada sesuatu yang berbeda di hatinya.

Ada harapan.

Lianxue ada bersamanya sekarang. Hanya pecahan jiwa, tapi dia ada. Itu berarti masih ada kemungkinan. Masih ada jalan.

Xu Hao melesat lagi. Tujuannya tetap sama. Menuju Alam Dua. Mencari informasi tentang Xu Tengshi, Xu Tianlong, Wang Jia. Memperkuat diri. Dan tentu saja, mencari cara untuk membangkitkan Lianxue.

Kultivasinya turun empat bintang. Itu tidak mengubah apa pun. Ia sudah jatuh berkali-kali, bangkit berkali-kali. Ini hanya satu rintangan lagi.

Di dadanya, di tempat terdalam, ada satu nama yang terus disebut. Xue'er. Dan nama itu cukup untuk membuatnya terus melangkah, tidak peduli seberapa gelap jalan di depan.

---

Xu Hao terbang sangat cepat di antara kabut hitam yang semakin pekat, meninggalkan jejak cahaya ungu redup di belakangnya.

Di sepanjang perjalanan, Xu Hao melihat banyak tengkorak berserakan di dasar jurang. Beberapa masih utuh, beberapa sudah hancur menjadi serpihan tulang yang berserakan. Mungkin ini adalah sisa-sisa Dewa Bumi yang gugur seribu tahun terakhir. Tubuh mereka sudah hancur, daging mereka sudah dimakan makhluk kekacauan, hanya menyisakan tulang yang memutih.

Namun anehnya, tidak ada satupun harta di dekat tulang-tulang itu. Cincin penyimpanan, senjata, artefak, semuanya hilang. Mungkin diambil oleh makhluk kekacauan, atau mungkin dirampas oleh kultivator lain yang kebetulan lewat. Di tempat seperti ini, tidak ada yang peduli pada mayat. Yang penting adalah bertahan hidup.

Xu Hao terus melesat. Makhluk-makhluk kecil kadang muncul dari balik kabut, menatapnya dengan mata waspada. Tapi setelah merasakan aura mengerikan di tubuhnya, mereka memilih mundur. Xu Hao terlalu merepotkan untuk ukuran mangsa.

Dua jam perjalanan penuh kecepatan. Xu Hao tidak pernah melambat, tidak pernah berhenti. Tubuhnya sudah mulai terasa berat, napasnya mulai terengah. Mengorbankan empat bintang kultivasi untuk Lianxue benar-benar menguras tenaganya. Tapi ia tidak boleh berhenti. Ia harus terus maju.

Perlahan, Xu Hao turun dari udara. Kakinya menginjak tanah keras. Dan saat itu juga, tekanan luar biasa menghantamnya.

Bruk!

Lututnya hampir menghantam tanah. Tubuhnya membungkuk, kedua tangannya menopang di atas paha. Napasnya keluar masuk dengan berat. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Tekanan di sini sangat besar. Jauh lebih besar dari sebelumnya. Ini pasti area terakhir sebelum gerbang menuju Alam Dua. Tempat di mana ribuan Dewa Bumi menemui ajalnya.

Xu Hao hampir tertunduk dibuatnya. Otot-ototnya bergetar menahan beban. Tulang-tulangnya berbunyi. Darah segar kembali mengalir dari sudut bibirnya, membasahi dagu dan leher.

Pada saat itu juga, dari balik kabut hitam, puluhan pasang mata menyala muncul. Makhluk-makhluk kekacauan aneh keluar dari persembunyian mereka. Bentuknya beragam. Ada yang seperti serigala dengan tiga kepala, ada yang seperti kalajengking raksasa dengan ekor beracun, ada yang seperti manusia tetapi dengan lengan seribu. Semuanya menatap Xu Hao dengan liur menetes.

Mereka menyerang dari segala penjuru.

Xu Hao tidak bergerak. Ia masih menahan tekanan besar di tubuhnya. Matanya terpejam sejenak, menarik nafas dalam. Lalu matanya terbuka.

Cahaya ungu berpendar di kedua matanya. Dari tubuhnya, gelombang tekanan mengerikan menyebar ke segala arah.

"Menyingkir lah!"

Suaranya pelan, tapi sangat tegas. Setiap kata mengandung kekuatan yang membuat ruang di sekitarnya bergetar.

Makhluk-makhluk kekacauan itu berhenti seketika. Tubuh mereka membeku di tempat. Mata mereka yang tadinya penuh nafsu memburu, kini berubah menjadi ketakutan.

Beberapa detik mereka diam. Lalu serentak, mereka berbalik dan melarikan diri secepat mungkin. Jeritan ketakutan terdengar di mana-mana. Debu beterbangan ditinggalkan.

1
OldMan
kau harus berjuang xu hao..perjuangkan lianxue ❤️❤️
Sarip Hidayat
waaah
Fajar Fathur rizky
thor kapan xuemo dan haoran naik ke alam dewa thor
Adriel Benedict
😂😂😂😂😂😂😂 bikin heboh ja gara2 minum arak tu lupa menghitung pukulannya 🤣
Dieng April
naikin...naikin...biar cepet selesai nih cerita...diem baca nikmati alur cerita....TOLLLL
EDI FITRIANTO
seru..
EDI FITRIANTO
👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi xuhao sampai ranah dewa kuno habis itu bantai dewa Agung qianyu beserta keluarganya thor bikin xuhao hancurkan klanya qianyu thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
xi tole
ahhhh lupa ingatan lagi🤭
Sarip Hidayat
waaaaah... salah ingatan
Fajar Fathur rizky
thor tolong di jawab thor kapan xuemo dan haoran ke alam dewa thor
Fajar Fathur rizky
cepat nanti bangkitkan kembali lianxue thor bikin anjak lianxue bantai dan hancurkan alam dewa
Dragon🐉 gate🐉
Thanks Up nya Thor lanjut 🍉💪🏻🔥🍉
Dragon🐉 gate🐉
level tertinggi dari Cinta adalah ikhlas...
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
Dragon🐉 gate🐉
pasti kontes otot lagi dia😁🤣🤣💪🏻
Dragon🐉 gate🐉
apakah Xu Hao & wanita ini akan seperti kisah Xue Mo & Bingwan 🤔
Dragon🐉 gate🐉
"... sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak membuatmu*jera*."
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"
Dragon🐉 gate🐉
ternyata Lumo lbh sadiz drpd Xu Hao, 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!