Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Puing-Puing Netherworld dan Wujud Sang Kaisar Es
Ruang meditasi di kediaman Li Jian diterangi oleh seberkas cahaya bulan purnama yang menyusup lewat celah jendela. Suhu di dalam ruangan sudah anjlok hingga titik beku, membuat napas pemuda itu mengepul menjadi kabut putih setiap kali ia menghembuskannya.
Sebelum memusatkan perhatian pada Batu Karang Netherworld, Li Jian menuangkan isi kantong spasial milik Ma Chen dan dua pengikutnya ke atas lantai giok.
Ribuan batu spiritual tingkat menengah bergemerincing, memancarkan pendaran cahaya biru yang kaya akan energi alam. Selain itu, terdapat puluhan botol pil beracun dan sebuah gulungan perkamen berjudul Seni Belati Bayangan Berbisa.
"Simpan batunya, bakar gulungannya," suara Yueyin menggema, dipenuhi rasa muak. "Seni belati itu akan merusak kemurnian Qi Bintang Pemakan Langit-mu. Di alam asalku, teknik rendahan seperti itu bahkan tidak layak digunakan untuk memotong rumput."
Li Jian menurut tanpa banyak bicara. Ia memasukkan semua batu spiritual ke dalam cincinnya sendiri, lalu melemparkan gulungan perkamen itu ke sudut ruangan. Tatapannya kini sepenuhnya terkunci pada batu abu-abu kusam di pangkuannya.
"Bagaimana cara memulainya, Senior?" tanya Li Jian.
Di dalam ruang kesadarannya, Yueyin melayang turun. Antisipasi membuat suaranya sedikit bergetar, meski ia berusaha keras menyembunyikannya di balik nada angkuh. "Batu itu memiliki cangkang fana yang mengunci energi Yin di dalamnya. Lapisi tanganmu dengan Qi perakmu, lalu remukkan cangkang luarnya. Bersiaplah, karena saat segelnya pecah, energinya bisa membekukan darah di jantungmu jika kau lengah."
Li Jian menarik napas panjang. Ia mengalirkan Qi perak dari Dantian-nya ke kedua telapak tangan, lalu menggenggam batu tersebut erat-erat. Dengan sebuah teriakan tertahan, ia mengerahkan kekuatan fisik tingkat empatnya yang mengerikan.
KRAAAK!
Cangkang batu abu-abu itu hancur menjadi debu.
Detik berikutnya, sebuah pilar cahaya hitam kebiruan meledak dari debu tersebut, menghantam dada Li Jian dan langsung tersedot ke dalam giok hitam yang menggantung di lehernya. Hawa dingin yang meluap dari ledakan itu begitu absolut hingga susunan formasi pelindung di dinding ruang meditasi retak dan hancur seketika. Seluruh ruangan dilapisi es padat setebal satu inci hanya dalam satu tarikan napas.
Li Jian memuntahkan seteguk darah, namun darah itu membeku sebelum menyentuh pangkuannya. Rasa sakitnya sepuluh kali lipat lebih dahsyat dibandingkan saat ia berlatih menggunakan cahaya bulan. Energi Yin dari Netherworld ini liar, kuno, dan menolak ditaklukkan oleh tubuh fana.
"Tahan! Jangan biarkan kesadaranmu hancur!" teriak Yueyin. Ini adalah pertama kalinya Li Jian mendengar kepanikan dalam suara wanita itu. "Jadikan tubuhmu sebagai jembatan. Alirkan separuh energi itu ke dalam giok, dan tekan separuhnya lagi ke Dantian-mu!"
Sambil menggigit bibir hingga robek, Li Jian memaksakan Seni Bintang Pemakan Langit berputar pada batas maksimalnya. Ia menjadi saluran bagi energi raksasa tersebut. Derak tulang dan robeknya kinh-kinh meridian terdengar di sekujur tubuhnya, namun energi penyembuhan dari Yin murni langsung memperbaikinya sedetik kemudian, membuat meridiannya lebih lebar dan setangguh baja es.
Di dalam ruang hampa giok hitam, sebuah keajaiban sedang terjadi.
Pilar energi biru kehitaman itu menyirami lautan bintang yang redup. Sosok transparan Yueyin yang selama ini hanya berupa ilusi buram, perlahan mulai memadat. Gaun putihnya kini memancarkan cahaya bulan yang nyata. Rambut peraknya yang panjang berkibar tertiup badai energi.
Untuk pertama kalinya, cadar tipis yang menutupi wajahnya sedikit tersingkap oleh angin energi. Li Jian, yang kesadarannya terhubung dengan giok tersebut, tanpa sengaja menangkap sekilas pemandangan itu.
Sebuah rahang yang terukir sempurna dan bibir merah tipis yang sangat kontras dengan kulit seputih saljunya. Kecantikannya bukan berasal dari alam fana; ia sedingin gletser tak tersentuh, memancarkan otoritas seorang permaisuri yang bisa menundukkan langit hanya dengan satu tatapan.
Yueyin membuka matanya yang sebiru lautan es. Kali ini, tatapan itu tidak menembus proyeksi jiwa Li Jian, melainkan bertumpu padanya dengan intensitas yang aneh.
"Kau benar-benar tidak melepaskannya, meskipun tubuhmu nyaris hancur," bisik Yueyin lembut. Tangan rampingnya yang kini terlihat sepadat daging manusia perlahan terulur, menyentuh proyeksi jiwa Li Jian di ruang hampa itu.
Sensasi dingin yang sangat menenangkan menjalar dari sentuhan itu, langsung menstabilkan amukan energi di tubuh fisik Li Jian.
"Sudah kubilang... aku tidak akan mati sebelum menepati janjiku padamu," rintih Li Jian, sebuah senyum lelah namun puas menghiasi bibirnya yang pucat.
Yueyin terdiam cukup lama. Ujung jarinya mengelus pelipis Li Jian perlahan sebelum ia menarik tangannya kembali. "Fokuskan pikiranmu, bodoh. Jangan melihat ke arah yang tidak seharusnya. Gunakan sisa energi ini untuk menghancurkan batas Tingkat Lima-mu sekarang!"
Meski kata-katanya tajam, Li Jian bisa merasakan kehangatan samar yang sebelumnya tak pernah ada di sana.
Dengan bantuan jiwa Yueyin yang kini telah pulih satu persen, Li Jian memandu sisa energi raksasa itu ke dasar Dantian-nya. Pusaran gas peraknya berputar gila-gilaan, menyusut, lalu meledak!
BOOM!
Gelombang kejut transparan menyapu ruang meditasi, menghancurkan pintu kayu menjadi serpihan.
Gas perak di Dantian Li Jian tidak lagi berupa kabut, melainkan telah memadat menjadi puluhan tetes cairan perak pekat yang berputar tenang namun menyimpan daya hancur luar biasa.
Kondensasi Qi... Tingkat Lima!
Ketika matahari fajar akhirnya menyingsing dan cahayanya mengintip ke dalam ruangan yang hancur berantakan itu, Li Jian perlahan membuka matanya. Kilatan cahaya perak menyala di pupil matanya sebelum kembali menjadi hitam pekat.
Aura kultivasinya mereda, namun keberadaannya terasa lebih berbahaya dari sebelumnya. Jika di Tingkat Empat ia bisa membantai kultivator Tingkat Enam awal, kini di Tingkat Lima dengan cairan Qi murni, tidak ada seorang pun di bawah tahap Bina Pondasi yang bisa membuatnya mundur selangkah.
Li Jian berdiri, meregangkan otot-ototnya yang berderit seperti baja yang baru ditempa. Ia menyarungkan Gerhana ke punggungnya.
"Senior, jiwamu..."
"Satu persen telah pulih," suara Yueyin terdengar jauh lebih jernih dan beresonansi dengan kekuatan, menggema di benaknya. "Aku kini bisa membantumu memblokir deteksi dari tetua sekte yang mencoba memata-mataimu. Sekarang, mandilah. Kau bau darah busuk, dan kita punya banyak sampah yang harus dibersihkan hari ini."
Li Jian tertawa pelan. Tawanya dingin dan tajam bak pedang yang baru diasah. Ia melangkah keluar dari ruang meditasinya. Di luar pelataran, ia bisa merasakan belasan aura tersembunyi tengah mengepung kediamannya. Zhao Tian telah mengerahkan pasukannya.
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
semangat & lanjuuuut thor
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏