NovelToon NovelToon
My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Bisa Tahan?

"Kenapa hah?! Kamu nggak bisa masak padahal kamu lapar dan banyak kafe udah tutup jam segini" Archie melirik Alana.

Yuk, mau, yuk ke rumahku. Batin Archie.

Alana melirik jam digital di dashboard mobil. 22.30. Yeeaahh, udah jam segini sih. Batinnya.

"Aku bisa masak. Kamu ingat, kan, aku sering masak buat kamu sama Arthur dulu" Tambah Archie.

"Tapi, ke rumahmu? Pacar kamu bisa cemburu nanti kalau kamu bawa cewek ke rumahmu"

"Pacarku memang pencemburu berat tapi aku kan udah bilang tadi kalau aku ada kerjaan dan pacarku udah kasih ijin tadi"

"Kita makan di warung tenda pinggir jalan. Warung tenda biasanya buka sampai tengah malam" Ucap Alana sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari warung tenda yang kemungkinan mereka lewati.

"Aku alergi micin. Makanan pinggir jalan banyak micinnya" Sahut Archie dengan nada tegas.

"Kita ke tukang bakso aja. Kalau bakso kita bisa minta ke penjualnya untuk tidak dikasih micin dan di sekitar sini kayaknya ada warung bakso yang lumayan ber....."

"Hujan nih. Kalau makan di warung tenda, baksonya bisa tambah kuahnya" Potong Archie.

Pokoknya kamu harus bisa aku bawa ke rumahku. Batin Archie.

"Tambah kuahnya?" Kedua alis Alana sontak menukik tajam.

"Iya, tambah air hujan. Tampiasan dari tenda. Bisa sakit perut nanti"

"Kan ada kamu. Kamu kan dokter"

Ayolah. Aku malas ke rumah kamu. Pasti canggung banget nanti. Batin Alana.

"Aku dokter bedah umum bukan dokter diare"

"Bisa ngobatin orang............."

"Sudah sampai" Ucap Archie sambil meminggirkan mobil sedan mewahnya dengan santai.

Alana sontak menoleh ke jendela mobil lalu menoleh ke Archie, "Rumah kamu mini market?"

"Kita belanja dulu. Kamu ikut apa nunggu di mobil?" Tanya Archie sambil mematikan mesin mobil dan melepas sabuk pengaman.

"Kita makan di mini market aja. Ada banyak makanan enak di sa......."

"Nggak! Makanan instan nggak sehat" Potong Archie sambil membuka pintu mobil.

Alana bersedekap lalu merengut dan menyemburkan, "Aku di mobil aja!"

Archie menyahut, "Oke" Lalu menutup pintu mobil.

Lima belas menit kemudian Archie membuka pintu jok depan setelah meletakkan semua belanjaannya di dalam bagasi mobil. Archie duduk di jok depan setir mobil dengan mengulum bibir. "Bisa-bisanya ia tidur di mobilku. Apa ini artinya dia nyaman bersamaku?" Archie lalu menghadapkan tubuhnya ke Alana yang sedang tidur meringkuk. Tangan Archie terulur tanpa si pemilik sadari dan tangan itu merapikan anak rambut yang menutupi wajah Alana. "Kamu cantik, Na" Desis Archie.

Archie tersenyum menatap lekat wajah Alana. "Kamu sudah dewasa sekarang. Kalau aku tidak salah hitung, umur kamu genap 23 tahun bulan depan. I Miss you so much, Na"

Tangan Archie menahan kening Alana saat wajah Alana hampir jatuh dan kalau jatuh pasti tepat membentur persneling. Archie lalu meletakkan kepala Alana di posisi paling nyaman dan dengan telapak tangan yang masih menopang kepala Alana, ia menekan tombol rebah. Jok bergerak turun dengan perlahan dan setelah melihat Alana terlihat nyaman, Archie menarik pelan telapak tangannya dari belakang kepalanya Alana.

Saat Archie hendak kembali ke jok kemudi, tangan Alana terulur dan mencekal tengkuk Archie. Archie mengerutkan keningnya dan kedua alis pria tampan itu semakin menukik tajam kala tangan Alana menarik tengkuknya.

Jakun Archie baik turun di saat bibir pria tampan itu berada dekat sekali dengan bibir Alana.

"Jangan tinggalkan aku!" Gumam Alana.

Archie memejamkan mata dan mengepalkan erat kedua tangannya lalu ia tekankan kepalan tangannya itu di jok mobil, tepatnya di kedua sisi kepalanya Alana agar bibirnya tidak membentur bibir Alana.

"Archie, tolong aku!" Gumam Alana.

Archie membuka mata lebar-lebar, "Kau panggil siapa?"

"Archie" Gumam Alana.

"Kenapa Archie? Kenapa bukan Arthur?" Archie menatap lekat bibir atasnya Alana.

Sial! Bibir itu pasti manis sekali. Merah alami dan terlihat menggoda. Batin Archie.

"Karena Archie selalu bisa diandalkan" Gumam Alana sambil menarik tengkuk Archie.

Archie menahannya sambil berbisik, "Kenapa kau berpikir seperti itu? Apa kau merindukan Archie selama ini?"

"Iya" Desis Alana lalu tangan Alana meluncur turun. Tengkuk Archie sudah terbebas dari cengkeraman tangan gadis itu.

Archie bergegas kembali ke jok kemudi lalu menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata dan mengusap dadanya. "Tenang Archie! Jangan menciumnya! Dia tidur dan......sial! Aku sangat ingin menciumnya" Archie langsung mencekal erat kemudi mobil dan mengeraskan gerahamnya.

Lalu, dengan terburu-buru Archie memakai sabuk pengaman sambil menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobil dengan gumaman, "Aku harus segera sampai di rumah dan mengguyur kepalaku dengan air dingin"

Tiga puluh menit kemudian, Archie berhasil membopong Alana tanpa menciumnya. Setelah merebahkan Alana di ranjangnya, Archie bergegas berlari ke kamar mandi untuk mengguyur kepalanya di bawah shower dengan air dingin.

Tiga puluh menit kemudian, Alana membuka mata dan sontak bangun dengan wajah panik. Gadis itu menyibak selimut dan bernapas lega karena bajunya masih lengkap. Lalu, ia turun dari ranjang mewah sambil mengedarkan pandangan dan memutar memorinya. "Apa ini kamarnya Archie? Kenapa ia tidak bangunkan aku dan malah bawa aku tidur di kamarnya?"

Alana melangkah ke pintu dan tersenyum ke pigura foto yang ada di atas nakas. "Tante Agnes, Tante masih cantik banget dan awet muda, ya. Alana kangen banget sama Tante Agnes. Alana juga kangen sama candaannya Om Amos dan........." Tangan Alana mengusap lembut wajah tampan yang merangkul bahunya Archie, "Arthur. Kamu lebih tinggi dari Archie ya sekarang dan kamu tambah cakep" Alana tersenyum lalu ia bergegas membuka pintu. Dia tidak ingin menangis di rumahnya Archie.

Alana menuruni anak tangga dan bergumam, "Rumah Archie bagus banget dan.......oh tidak! Apakah Arthur juga tinggal di sini?" Alana sontak mengentikan langkahnya di tengah-tengah tangga.

Seorang wanita paruh baya yang melewati anak tangga tersenyum ke Alana lalu berkata, "Tuan muda Archie ada di dapur, Non"

"Oh" Alana berlari kecil menuruni anak tangga lalu berdiri tidak jauh dari wanita paruh baya itu untuk bertanya, "Bibi siapa?"

"Saya yang menjaga rumahnya Tuan muda Archie. Saya Bi Inah"

Alana langsung memeluk wanita paruh baya itu sambil memekik, "Bi Inah! Alana kangen banget sama Bibi"

Wanita paruh baya itu mendorong kedua bahu Alana dengan pelan lalu menatap lekat Alana sambil bertanya ragu, "Non cantik ini, Non Alana Wilde?"

Alana tersenyum lebar dan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan penuh semangat. "Maaf kalau Alana tidak langsung mengenali Bibi"

"Wah! Non sudah besar dan cantik sekali" Bi Inah mengusap pipi Alana dengan senyum lebar.

"Mana ada cantik, Bi, kata Archie aku ini jelek" Alana menjulurkan bibir bawahnya ke depan.

Bi Inah terkekeh geli lalu ia mengajak Alan ke dapur sambil berkata, "Cantik kok. Sangat cantik"

"Makasih Bi" Alana memeluk lengan Bi Inah dengan senyum lebar.

"Emm, apa Arthur juga ada di dapur?"

"Tidak. Tuan muda Arthur tmasih tinggal bersama Nyonya Agnes dan Tuan Amos. Tuan muda Archie tinggal sendiri di sini dan meminta Bibi menemaninya. Tentu saja Bibi mau"

"Syukurlah Alana bisa bertemu dengan Bi Inah lagi. Alana kangen sama Bibi"

"Kangen sama Bibi apa kangen sama pancake bikinannya Bibi" Goda bi Inah dengan senyum lebar dan Alana sontak tertawa ngakak.

Archie menoleh kaget mendengar tawa Alana dan pria tampan itu sontak membeku melihat Alana muncul di depannya dengan rambut tergerai dan tawa lebar.

Astaga cantiknyaaaaa.....Batin Archie dengan bibir terbuka lebar.

"Tuan muda, air liurnya nanti kena celemek lho" Goda Bi Inah.

Saat Archie sontak mengusap dagunya dan merengut karena tidak ada air liur di sana, Bi Inah dan Alana tertawa terbahak-bahak bersamaan.

Archie ikut tertawa dan tanpa sadar berucap, "Cantik sekali"

Bi Inah dan Alana sontak menghentikan tawa mereka lalu Alana bergegas menyemburkan, "Siapa yang cantik sekali?"

"Ah, emm,......" Archie berbalik badan dengan cepat lalu berteriak, "Pancake bikinan aku nih cantik sekali!!!!"

"Iya, baiklah! Tapi nggak usah pakai teriak-teriak Tuan muda!!!!" Pekik Alana yang disambut gelak tawanya Bi Inah.

Archie hanya menghela napas panjang dan bergumam di dalam hatinya, kalau kamu makan di depanku dengan penampilan menggoda seperti itu, apakah aku bisa tahan untuk tidak mencium kamu, Na.

1
anggita
2☝☝iklan👍
anggita
👍☝iklan
Rahma AR
tau, ya, alana🤭
Rahma AR
iklan dan like💪
Rahma AR
like dan iklan👍
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
Archie.... fokus ke alana
Rahma AR
like dan iklan
anggita
iklan☝👍
anggita
ora sengojo🤫
anggita
☝☝2x iklan👍
Rahma AR
hajar aja Archie
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
senang ya archie.... teeus terabg dong kl suka😄
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
demi apa archie🤭
Rahma AR
ciiieee....
anggita
👍like pertama
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih 🥰
total 1 replies
anggita
☝☝2iklan.
Kinan
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!