Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5.
Tapi baru beberapa langkah cepatnya hendak sampai di bibir jalan, sebuah mobil melaju kearah Serena dengan cepat.
"Serenaaaa!!!"
Logan dan Sanes berteriak memanggil nama Serena yang tertabrak mobil. Sanes sungguh syok, mereka berlari cepat menuju tempat kejadian dimana Serena tergeletak tidak sadarkan diri.
"Serena! Serena! Buka mata kamu! Jangan bikin aku takut, Serena!" Sanes menangis sembari mengguncang tubuh lemah itu. Ternyata Serena belum sepenuhnya pingsan, tapi kepalanya terasa sakit luar biasa dan kaki kirinya.
"Serena!" Suara yang tidak asing terdengar menyapa indra pendengarannya, Serena perlahan membuka mata dan terlihat sama, namun seperti bayangan seorang pria bertubuh tinggi dan gagah. Serena ingin mengucapkan kata, tapi terasa sulit, hanya satu kata yang keluar dari mulutnya hingga akhirnya kesadarannya hilang. "Lo gan..."
.....
Ruang IGD.
Satu jam yang lalu Serena akhirnya dibawa Logan dan Sanes kerumah sakit terdekat. Sanes begitu panik dan takut Serena kenapa-kenapa, begitu juga Logan yang tidak tau kenapa ia merasa bersalah seolah tidak bisa menjaga Serena. padahal seharusnya ia tidak perlu panik, toh Serena bukan siapa-siapa untuknya.
Tapi ketika kakinya ingin melangkah pergi, hati kecilnya menahannya untuk tetap berada disana dan menunggu sampai Serena sadar. Hingga tidak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang IGD.
Sanes langsung cepat memberikan rentetan pertanyaan mengenai kondisi Serena. "Dokter cepat jawab, dok! Bagaimana kondisi Serena, dok? Katakan dokter!"
Dokter itu sampai bingung karena tidak diberikan waktu untuk menjawab dan menjelaskan. "Nona, tenang saja. Untung saja pasien segera dibawa kesini, tidak ada luka dalam yang serius. Hanya saja untuk beberapa waktu, kaki kirinya akan kesulitan berjalan karena tulang dibagian lutut sedikit bergeser, tapi tenang saja. Kondisinya sudah baik dan stabil!" Jawab Dokter yang akhirnya membuat Sanes menghela nafasnya dengan lega.
Serena dipindahkan keruang perawatan selagi masa pemulihan, Sanes langsung menyusul, namun sebelum masuk kedalam ruangan dia baru teringat tuan Logan Winston yang membantunya membawa Serena ke rumah sakit. "Tuan muda, terimakasih banyak karena sudah menolong temanku! Tuan tidak perlu khawatir lagi kondisi Serena, aku yang akan menjaganya!"
Logan berdehem sebagai jawaban tanpa ada sepatah kata yang keluar, begitu Sanes masuk, pria itu hanya bisa memandang pintu ruang kamar rawat Serena dari luar tanpa ada inisiatif masuk. Karena Logan masih tidak ingin melihat wajah Serena terlalu lama, meskipun sebenarnya sialnya hati kecilnya penasaran dan ingin melihat langsung kondisi Serena.
Didalam kamar rawat, Serena akhirnya membuka matanya dengan pandangan pertama yang terlihat masih samar-samar. Bayangan kecelakaan tadi muncul hingga membuat Serena sadar kalau ia dirumah sakit akibat kecelakaan itu.
Tapi yang membuat Serena bingung dan seakan mencari sesuatu didalam ruangan, sebelum pingsan Serena merasa ada Logan didepan matanya.
"Ya ampun, Serena. Akhirnya kamu sadar juga! Aku benar-benar sangat takut kalau kamu kenapa-kenapa! Kamu kan aset berharga yang disayangi Mami Starla, bisa-bisa aku yang disalahkan!" Sanes nyerocos mengeluarkan isi hatinya yang dipendam dari tadi.
Serena justru merasa pusing mendengar kata-kata Sanes, ia tidak betah berada dirumah sakit, lebih baik Serena pulang saja dan istirahat di tempat Mami Starla.
"Aku mau pulang, bisa kan aku pulang sekarang!" Sahut Serena, dia langsung beranjak bangun ingin membuka selimut, tapi Sanes menahannya.
"Apa Serena? Kau baru saja membuka matamu, dan mau langsung pergi begitu saja?" Sanes kesal mendengar permintaan Serena. Ia mencegah gadis itu yang keras kepala.
Serena hanya merasa kepalanya sedikit pusing dan kaki kirinya sakit, itu saja. Selebihnya ia merasa baik, jadi lebih baik dia kembali ke tempat Mami Starla dan istirahat dari pada berada dirumah sakit yang malah membuatnya tidak nyaman.
"Aku baik-baik saja, Sanes! Aku mohon, aku ingin pulang saja!" balas Serena masih keras kepala.
Akhirnya mau tidak mau karena Serena terus memaksa, Sanes terpaksa meminta izin pada dokter, Serena keluar dari rumah sakit karena keinginan mereka sendiri, kalau ada apa-apa pihak rumah sakit tidak menanggung.
.....
Mami Starla syok saat melihat kondisi Serena, gadis yang merupakan aset mahalnya tiba-tiba saja pulang dalam kondisi terluka seperti itu, bagaimana Serena bisa bekerja malam ini?
"Ya ampun, Serena! Kenapa kamu? Ini kenapa sampai lecet begini?" Mami Starla menunjuk bagian yang lecet di kening Serena, lalu melihat kaki kirinya yang diperban.
"Tadi siang Serena kecelakaan, Mi!" Sahut Sanes menjawab.
"Oh may god! Kenapa bisa? Kalau seperti ini bagaimana Serena bisa bekerja? Kakinya lumpuh, bagaimana bisa menggoda para tamu kita?" Wanita itu nampak pusing membayangkannya.
Serena dibantu oleh Sanes menuju kamarnya, sedangkan Mami Starla masih memikirkan soal Serena. Bagi Mami Starla, Serena seperti tidak berguna lagi kalau kondisinya seperti itu, kalau tidak secepatnya pulih, Mami Starla bisa rugi besar karena Serena aset nya.
Biasanya anak-anaknya yang cacat atau kecelakaan seperti Serena, ia akan langsung membuangnya. Tapi sebelum dibuang, Mami Starla akan memanfaatkannya terlebih dahulu jika masih bisa.
"Hallo, tuan! Kalau satu miliar, boleh! Malam ini kemarilah. Mami siapkan idola di klub mami, tapi Tuan harus sedikit sabar karena masih baru!" Mami Starla berucap lewat telepon sembari tersenyum manis membayangkan akan mendapatkan uang besar.
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗